CC12

"Cari lah tiga orang yang bisa dipercaya. Kau dan ketiga orang itu, beli lah saham di Erlangga Group masing-masing 5%. Ayo, kita guncang perusahaan kecil sialan itu!" ajak Candy semangat.

"Maksudnya, kamu ingin membeli saham untuk mu, tapi ... menggunakan nama kami? Begitu?" Bisma memastikan.

"Binggooo ...!"

"Kenapa tidak langsung menggunakan nama mu? Kenapa harus nama orang lain?"

"Aku berencana membeli sekitar 25% saham perusahaan. Namun, jika seseorang membeli lebih dari 20% saham sekaligus, mereka harus mengungkapkan identitasnya dan mengungkapkan tujuan kepemilikan sahamnya. Aturan pemegang saham di Erlangga, memerintahkan siapa pun yang memiliki lebih dari 25% saham dan hak suara di sebuah perusahaan, untuk melaporkan rinciannya kepada otoritas keuangan seperti Financial Services Authority dalam waktu tiga hari. Maka dari itu, untuk menyiasati aturan ini, aku akan membeli 5% saham Erlangga Group dengan menggunakan empat nama yang berbeda. Sama saja artinya aku memiliki total 20% saham Erlangga Group tanpa mencatatkan namaku dan nama empat individu itu ke otoritas di Indonesia," terang Candy.

"Ah, begitu rupanya. Aku kurang mengerti tentang saham, yang ku mengerti hanyalah tentang baku hantam. Tapi ... kenapa kau hanya membeli 20℅? Kenapa tidak 60%?" tanya Bisma.

"60℅? Untuk perusahaan kecil seperti itu? Aku hanya akan menyia-nyiakan uang ku," cibir Candy.

"Tapi, kewenangan mu akan jauh lebih tinggi," tukas Bisma.

Candy menyandarkan tubuhnya di kursi, di sambarnya lagi berkas-berkas di atas meja dan kembali meneliti data-data Erlangga Group. "Apa kau bisa menemukan orang yang dapat kita percaya? Jika bisa, akan ku lahap 60℅ saham mereka."

"Bisa. Lahap lah sampai kau menguasai semuanya. Hmm ... tapi, 60℅ itu akan kau bawa ke perusahaan Aunty Berryl atau ke perusahaan mu?" tanya Bisma penasaran.

"Tentu saja ke perusahaan ku. Aku akan membeli saham mereka dengan uang hasil kerja keras ku sendiri di Aussie dulu. Hey, aku memang konglo, tapi bukan peminat harta orang tuaku," jelas Candy.

Tepat lima tahun yang lalu, saat Candy berada di Indonesia. Tanpa sepengetahuan orangtuanya, gadis itu membangun perusahaan nya sendiri. Sebuah perusahaan yang merintis pada perkembangan industri video game di Indonesia. Dengan berbekal pengalamannya sebagai karyawan internship pada sebuah perusahaan game di Aussie, gadis itu mencoba peruntungan di tanah airnya. Pasang surut dalam perusahaan ia hadapi sendiri tanpa sokongan dari orangtuanya, siapa sangka? Dengan kerja kerasnya selama lima tahun ini, perusahaan kecil itu berkembang pesat. Bahkan bersaing ketat dengan Erlangga Group yang sudah berdiri sejak sebelas tahun yang lalu. Tinggal satu langkah lagi perusahaan nya akan dapat melampaui pesaingnya. Gadis itu benar-benar tak pernah menduga, bahwa pemilik Erlangga Group ternyata merupakan orang tua dari Tantry yang sudah menyebabkan adik kembarnya terbaring koma saat ini.

"Saat ini, aku memakai kekayaan dan kekuasaan orangtua ku hanya demi Candu. Itupun karena terpaksa, karena perusahaan yang ku miliki masih tergolong kecil. Belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan Erlangga Group dan pejabat itu," timpal Candy.

"Selama kamu di Aussie, Louis mengurus perusahaan mu dengan baik. Apa dia perlu kembali kemari?" tanya Bisma.

"Akan ku pertimbangkan. Oh ya, apa kau bisa melakukan sesuatu untuk ku?" tanya Candy dengan suara lembut, suara yang sangat Bisma tidak suka.

"Kenapa suara mu begitu? Firasat ku jadi gak enak. Ck ... Cepat katakan apa mau mu?" decak Bisma.

Pemilik bibir merekah itu tertawa renyah. "Bisma, kenapa akhir-akhir ini kau sangat menggemaskan? Oke oke, langsung ke intinya saja -- Bisakah kau menyusup ke Erlangga Group?"

TUT TUT TUT ... panggilan telfon diputuskan secara sepihak oleh pria tampan itu. Di rebahkan tubuhnya pada sandaran sofa sembari memijit keningnya.

"Dasar Rubah gila ...!" dengus Bisma.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Cuitan burung-burung di pohon pinus sekitar gedung rumah sakit terdengar merdu. Mereka bersenandung ria seakan saling bersahutan.

Di sebuah kamar yang dilengkapi fasilitas mewah, Bisma mengaduk secangkir kopi sembari menunggu keluarga Candu datang untuk bergantian jaga.

Sesekali di tiup dan di sesap seteguk demi seteguk kopi yang mulai menghangat. Pria itu ngantuk berat, jelas ia kurang tidur. Semalaman menjaga Candu, pria itu harus terbangun dalam lima belas menit sekali perkara bunyi alarm ponselnya, yang sengaja ia setting guna mengecek keaadan gadis yang tengah lelap dalam tidur panjang nya.

Derit pintu terdengar, mata pria itu membulat ketika yang di tunggu-tunggu sejak tadi akhirnya telah tiba. Pagi ini, kedua kakek nenek dan kedua orang tua si kembar datang berbarengan. Mereka pun terlihat kaget melihat Bisma berada di dalam kamar inap Candu.

"Loh, kok Bisma yang jaga? Candy nya mana?" tanya Berryl sembari celingukan pada ruangan kamar yang luas.

"Candy sekarang berada di apartemen Bisma, Aunty," jawab Bisma jujur.

"Loh, ngapain? Masa adik nya dibiarin sama orang lain begini?" tanya Berryl dengan nada tidak suka.

Orang lain? Hmm, benar sih aku hanya orang lain. Tapi kenapa terdengar menjengkelkan ya? batin Bisma jengkel

"Candy istirahat di apartemen, Bisma yang mengusulkan untuk bergantian menjaga," terang Bisma.

"What?" Sherly terperangah. "Anak gadis menginap di apartemen pria?" tanya Sherly ketus.

"Wah, kamu ini gimana sih dalam mendidik anakmu yang satu itu, Ryl? Dari dulu, Candy selalu berulah, tidak seperti Candu dan Reby. Dia itu anak gadis loh, masa nginap di rumah anak lelaki? Apalagi Bisma ini merupakan anak Ibnu, mantan suami mu yang-"

"Yang apa, Grandma? Yang brengsek? Bajingan?" tukas Bisma membuat Sherly bungkam.

"Saya tau, kesalahan yang papa saya buat selaku muda dulu memang lah tidak baik. Namun, papa saya sudah berubah, Grandma." Bisma tersenyum tipis. "Itu lah sebabnya Aunty Berryl masih sudi menjalin silahturahmi pada keluarga saya, bukan begitu, Aunty?" Bisma menatap ibu dari sahabat kecilnya.

"Dan saya masih berdiri di sini sampai hari ini, menjaga Candy dengan baik, itu merupakan cara saya untuk menebus segala dosa-dosa yang diperbuat papa saya dulu. Jadi, saya mohon Grandma tidak merendahkan papa saya lagi. Saya tau, Grandma masih marah, dan itu wajar. Orangtua mana yang tak berang kala hidup anaknya hancur? Tapi, bukankah memang sudah begitu jalannya? Apa yang sudah terjadi, tidak bisa di putar kembali. Tapi, papa saya mengambil keputusan yang tepat, menggunakan kesempatannya dengan sangat baik untuk berubah menjadi lebih baik," sambung Bisma.

Pria itu meletakkan cangkir kopinya di atas meja. Bibirnya mengulas senyuman tipis. "Saya pulang dulu."

"Bisma ...." panggil Berryl kala gagang pintu sudah dalam genggaman pria itu.

Ibu dari si kembar merasa tidak enak pada sahabat dari anak-anak nya.

Bisma menoleh, raut wajahnya begitu datar. "Oh ya, bukan kah kalian sangat keterlaluan pada Candy? Aku yakin, tak satupun dari kalian yang mengetahui semalam Candy pingsan di koridor rumah sakit ini."

Bisma keluar dengan hati gusar sembari membanting pintu. Membuat keempat manusia di dalam ruangan mewah itu terperangah.

Tanpa mereka tau, Candy menyaksikan semuanya dari kamera tersembunyi yang sengaja di pasang Bisma semalam sore, untuk Candy memantau Candu. Gadis itu, kembali menangis, membiarkan air matanya jatuh luruh membasahi tumpukan kertas-kertas yang ada di pangkuannya. Hatinya kembali pedih.

"Apa aku harus menyerah? rasanya terlalu sakit!" lirihnya.

*

*

*

Terpopuler

Comments

_yuniarti.sherli_

_yuniarti.sherli_

selalu begitu, yg lemah selalu diprioritaskan, smentara yg kuat diacuhkan krna menganggap dia bisa sndiri dia mandiri dia mampu jd Ndak butuh diperhatikan lagi pdhl sama-sama anak

2025-03-02

2

Nor Azlin

Nor Azlin

bukan kah itu memang sudah terang & nyata yang mereka itu melebihkan candu dari si candy ...oleh kerana itu apa pun yang menimpa candu mereka tidak pernah ambil tau kerana memikirkan didikan mereka itu udah benar ...apa yang terjadi terhadap candu semuanya berpunca dari didikan mereka itu yang tidak membolehkan si candu untuk bisa bela diri kerana mereka sudah melihat si candy kecil dulu menghabiskan orang2 yang mengasari adik nya maka dengan itu mereka tidak mengambil kesedaran apa yang akan terjadi pada candu apa bila besar nanti...semoga ayah sama ibu nya berserta kakek nenek nya itu sadar mereka masih mempunyai satu anak lagi yah ...buat si bisanya yang masih berhubung dengan candu & candy itu kerana mereka dulu yang menjalinkan hubungan itu bukan ...kalau tidak mau menjalinkan hubungan sepatutnya dari dulu lagi lah ...sesudah anak mu itu membantu mantan suami nya itu buat berobat untuk memulihkan dirinya agar bisa menjadi pria sesungguhnya deh ...kalau sudah di bantu yah udah kan putuskan lah semenjak itu & jangan sampai si ibnu itu melahirkan anak nya anak mu masih menjalinkan hubungan kekeluargaan bersama dengan nya juga kan ...kenapa sekarang kalian mengatakan hal2 itu juga yang udah berlalu itu yah udah keluarga nya pun sudah mendapat karma mereka masing2 kan & mungkin allah mengutuskan dengan adanya Bisma & anak2 kalian bisa menjalinkan silaturahim sekali lagi ...lanjutkan thor

2024-08-29

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

keterlaluan kalian orang tua gak ada satu pun yang perhatian sama chandy kasihan sabar semoga rasa sakitmy di ganti dengan kebahagiaan a neh juga ada orang masih aja disangkut pautkan kesalahan orang tua nya padahal anaknya belum tentu seperti itu

2024-08-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!