"Apa kau tidak tau bahwa Candu sengaja berpenampilan cupu?" Candy meneguk Hot Americano miliknya yang hampir dingin.
"Candu sengaja? Maksudnya bagaimana?" Bisma menelisik dengan tatapan.
Candy meletakkan cangkir kopi nya, menatap Bisma lekat.
"Ah, adikku itu benar-benar memperumit dirinya sendiri! Kau tau kan, aku dan Candu memiliki wajah yang sangat sangat sangat cantik?"
"Idih, narsis!"
"Iya-in aja nape? Biar cepet!"
"Iya iya, buruan gak?!"
"Candu itu sejak kecil memiliki sifat yang lembut, otaknya cerdas, bahkan cara bicaranya pun sangat memikat. Dia sangat sempurna kan? Tak heran jika Grandpa dan Grandma sangat sayang padanya, apalagi dia anak yang penurut. Digadang-gadang akan menjadi penerus di perusahan orang tuaku, SK Group. Tidak seperti aku ... yang selalu tergila-gila pada game -- Apalagi, aku selalu membuat onar di sekolah karena aku begitu sensitif jika Candu dirisak. Meskipun aku juga di kenal sebagai murid yang genius, tapi, bagi Grandma dan Grandpa ... jelas aku tertinggal jauh dan tak lebih terlihat bagai aib."
"Hey, kamu selalu membuat onar hanya saat Candu dirisak. Itu wajar, kau hanya tengah membela adikmu yang selalu tidak pernah berani untuk melawan. Harusnya keluarga mu memahami itu kan?"
"Itu masalahnya, Candu selalu memohon pada ku untuk menutupi semuanya."
"What? Why?!" Bibir Bisma menganga, alisnya hampir menyatu.
"Karena dia sudah terlanjur di cap sebagai anak yang sempurna. Candu tidak ingin grandma dan grandpa melihat ada sedikit noda pada dirinya. Itulah yang diterapkan Candu di dalam otaknya. Mau dirisak bagaimanapun, dia hanya akan memilih diam. Baginya yang terpenting adalah belajar dan mendapatkan nilai yang tinggi."
"Dia memilih diam, tapi, kau yang membereskan orang-orang yang merundungnya, hey, adikmu itu benar-benar ... aneh ...!" dada Bisma sesak.
"Hmm begitulah. Kau tau? Dulu penampilannya saat sekolah gak kayak sekarang. Rambutnya selalu tergerai indah, meskipun setiap pagi Grandma selalu mengepang dua rambutnya. Tapi ... setibanya di sekolah, gadis itu akan melepas kepangan rambutnya dan membiarkan rambutnya tergerai," ungkap Candy.
"Lalu?" Bisma mendengarkan dengan antusias.
"Ok, kita kembali lagi ke topik utama. Coba kau lihat wajah ku." Candy menoleh ke kanan, ke kiri, lalu kembali menatap Bisma.
Bisma terheran-heran, pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Dari depan aku cantik, dari samping aku cantik, dari mana-mana aku tetap cantik kan?" Candy mengerlingkan matanya.
"Kalau pakai nada, aku tampol nih beneran," ancam Bisma.
Candy tergelak. "Ok ok serius, tapi, ya titik permasalahannya emang karena cantik. Sewaktu SMP, penampilan Candu yang jauh dari kata cupu, benar-benar membuat banyak pria jatuh hati. Termasuk para senior. Hampir tiap hari, Candu mendapatkan bunga-bunga indah di meja belajar nya. Saat dia mendapatkan bunga, saat itu juga lah siswi-siswi yang iri akan merundungnya."
"Padahal wajah kalian berdua sama, apa pria-pria itu tidak mengejar cinta mu?"
"Memangnya pria mana yang berani mendekati gadis gila sepertiku?"
"Ku rasa cuma aku, lanjut-lanjut." Jawaban Bisma membuat Candy mengerjap.
"Sampai akhirnya, tiba lah kami menempuh pendidikan SMA. Saat kelas dua, Candu memutuskan pindah sekolah sendirian tanpa aku. Adikku itu merubah total penampilan nya menjadi gadis cupu, berharap tak ada satupun pria yang akan jatuh hati padanya lagi di sekolah yang baru. Dia hanya ingin fokus menimba ilmu. Namun, berlian tetaplah berlian kan? Kilaunya akan tetap berbeda, para pria tetap jatuh hati padanya, meskipun penampilannya jelek. Adikku yang berpenampilan cupu itu, kembali mendapatkan kebencian di sekolah barunya. Berpenampilan cantik ataupun cupu tak ada bedanya untuk Candu. Merubah penampilan seperti semula pasti akan membuat para siswi yang iri padanya semakin menjadi-jadi. Akhirnya Candu memilih terperangkap dengan penampilan nya yang sekarang. Itulah kenapa aku ingin merubah penampilan Candu saat di kampus, aku ingin mengembalikan penampilan Candu seperti semula."
"Rubah lah apa yang ingin kau rubah, yang penting kau senang. Jika kau tak merubahnya, kau pasti akan terus menerus membahas hal ini sampai lima tahun yang akan datang," cibir Bisma.
"Kau benar-benar mengenalku dengan baik." Candy terkekeh.
"Tapi, Ndy. Kalian berdua itu kan bukan anak orang sembarangan. Anak orang terpandang, anak orang kaya, kenapa orang-orang itu berani merundung Candu? Maksudku, kebanyakan orang jika tau temannya itu ada di level tertinggi, biasanya kan suka nemplok gitu. Pada kepengen akrab, intinya menjalin relasi agar mereka dapat keuntungan, tapi kenapa malah jadi seperti ini?"
"Itu jika level tertinggi kan? Tapi, coba kamu bayangkan dulu ... kamu yang hanya anak orang miskin, menempuh pendidikan di sekolah elit karena mendapatkan beasiswa berkat memiliki nilai yang bagus? Di mana sekolah itu isi nya bukan anak-anak dari kalangan biasa? Banyak mata yang akan tertuju padamu, sebagian dari mereka akan menatapmu dengan tidak suka. Karena apa? Karena level yang kau bicarakan tadi. Mereka yang berada di middle level akan berlomba-lomba menjalin hubungan yang menguntungkan dengan high level. Sedangkan perlakuan mereka pada orang yang levelnya di bawah? Bisa kamu bayangkan?"
"Oke, aku mengerti. Tapi yang membuat aku bingung-"
"Candu mengaku sebagai anak pembantu," tukas Candy.
"WHAT THE HELL?!" Bisma terbelalak.
"Bahkan dia memberi uang yang cukup banyak pada kepala sekolah untuk menutup mulut agar tak membeberkan identitasnya."
"WAH AKU MAU GILA MENDENGARNYA!" raung Bisma.
"Bingung? Sama, aku juga bingung. Tapi, sudah pasti ini salahku. -- Aku gagal melindunginya dalam segala hal, sampai-sampai candu harus membuat drama nya sendiri."
"Itu bukan salah mu, melindungi anak-anak itu tugas orang dewasa," tutur Bisma lembut.
Candy membuang jauh pandangan pada hamparan laut yang membentang, sungguh pemandangan di luar Cafe sangat menenangkan. Gadis itu meraih ponsel, sekedar memeriksa apakah ada pesan masuk dari keluarganya yang akan menanyakan kondisi nya saat ini. Meski tak berharap banyak, matanya tetap saja bergetar saat melihat tak ada satupun pesan masuk.
"Bisma ...."
"Hmm ...?"
"Apa aku beli apartemen saja?"
"Untuk apa? Kau kan sudah punya rumah."
Candy terdiam, dia membuang wajah saat Bisma menatapnya lekat.
"Sepertinya aku akan keluar dari mansion."
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Nor Azlin
itu lah masalah nya calix sama Berrly kerana yang diorang tau memanjakan si candu aja ...si candu sendiri mengikuti apa yang udah di terapkan pada nya oleh kedua kakek nenek nya sama juga ayah sama ibunya ...kerana anaknya yang satu ini menurut aja tidak pernah membantah jadi kesudahan nya dirundung bertubi2 sampai jadi seperti ini baru mereka tau apa yang menyebabkan dia mau bunuh diri...uwang banyak pun tidak menjamin keselamatan & kesejahteraan anak2 yah ...harus di ingatkan anak2 itu perempuan harusnya diberikan bekalan kehidupan yang baik seperti belajar bela diri untuk menjaga diri sekurang2 nya bisa menyelamatkan diri nya dari di rundung & bencana yang tidak harus dia dapat ...mereka mempunyai uwang yang banyak bertimbun2 pun tidak akan bisa membuat anak mu itu jadi seperti sebelum nya ingat itu ...jaga lah anak nu yang satu nya agar dia tidak jauh dari kalian semua ...anak2 seperti mereka pasti ada perbedaan nya kerana tidak semua anak kembar itu semalam pemikiran nya ...ingat jangan sampai kalian semua kehilangan anak yang sehat ini kerana akibatnya kalian akan tau sendiri lah ....lanjutkan thor
2024-08-29
1
Nendah Wenda
egois candu kamu selalu mengalah chandy gak baik walau sodara jika harus mengalah dalam hal apapun meski kamu dianggap jelek
2024-08-14
1
Anonim
poor Candy
2024-08-08
1