CC6

"What the hell?! Culik Felitha? Argghhh, Damn! Apa aku tidak salah baca?" cicit Bisma sembari melihat monitor, tapi malah mendapatkan salam jari tengah dari Candy yang terpampang jelas di layar.

"Baiklah, akan ku kerjakan ...!" Bisma mendengus kesal.

Candy yang tengah mengikuti mata pelajaran, menahan diri untuk tidak terkikik. Gadis itu sudah membayangkan, betapa frustasi nya Bisma kini.

Selama mata pelajaran berlangsung, Tantry selalu menatap sinis sahabatnya itu. Bahkan sampai seluruh mata pelajaran berakhir pun, ia tak hentinya menatap. Dia sangat muak melihat wajah Candu KW yang senyum-senyum sendiri.

Apa gadis kegatelan itu lagi mikirin William? batin Tantry.

Tantry menggulir layar ponselnya, mencari kontak Tomas, pria yang sudah memperkosa Candu. Secepat kilat ia mengirim pesan pada pria itu.

Tantry : Hey, bukannya semua cctv sudah kau lenyapkan? Kenapa Candu bisa memiliki rekaman cctv di tempat kejadian?

Tak butuh waktu lama, balasan pesan dari Tomas pun masuk.

Tomas : Apa maksudmu? Tentu saja sudah lenyap, kita melenyapkan nya berdua waktu itu, sudah beres. Hanya tinggal video kami bercinta saja yang tersimpan di ponsel pribadiku. Yang ku rekam sendiri kemarin itu, yang kemarin ku pertontonkan pada kalian. Selebihnya, sudah ku atasi.

Tantry : Tapi, Candu MEMILIKI REKAMAN CCTV MALAM ITU! DAN REKAMAN ITU SUDAH DI SERAHKAN PADA PIHAK BERWAJIB, TOMAS!

Tomas : Tenanglah, Tantry. Kalaupun benar begitu, anak pembantu itu bisa apa? Dia itu hanya anak orang miskin, mengatasinya hanya perlu satu cara. Uang! Kamu tenang saja, papa ku pasti tidak akan tinggal diam.

Tantry : Apa kau yakin, papa mu mau mengurus masalahmu untuk kesekian kali nya? Apalagi saat ini papa mu sedang masa-masa menyalonkan diri, jika kau berulah, pasti Om Roy akan menendang mu dari rumah!

Tomas : Hah Tuhaaaan! tenang lah, Tantry! Aku akan mengurus semuanya ...!

Tantry : Jangan libatkan aku ...! Lagian, untuk apa juga sih, kau merekam adegan ranjang kalian?

Tomas : Untuk apa? Tentu saja untuk menekannya, jika garuda ku ini lapar, aku bisa menerkam nya kembali.

Tantry : Dasar penjahat kelamin!

Tomas : Jangan begitu, bukankah dulu kau juga menikmatinya?

"Argghh sialan ...!" Tantry menghempaskan ponselnya di meja. Kepalanya menolah ke meja sudut belakang.

"Hey, Ikan Buntal, kemarilah ...!" Tantry menatap tajam Felitha.

Felitha beranjak malas dari kursinya, apalagi melihat wajah Tantry yang masam. Gadis pemilik senyuman manis itu sudah membayangkan, bahwa dia harus menerima kelakuan amoral Tantry.

"Ada apa, Tan?" tanya Felitha ketika sampai di hadapan Tantry.

"Pergi ke kantin nya Mbak Kinar, belikan aku coklat yang berbeda merk lima bungkus. Permen yang berbeda merek lima bungkus dan cake! Kembaliannya ambil saja untukmu." Tantry melempar dua lembar uang bewarna merah ke lantai yang segera di pungut Felitha.

Tanpa banyak tanya, tanpa protes, gadis gemuk itu segera pergi ke kantin favorit Tantry. Candy menatap punggung lebar yang kian menjauh dari ruang kelas. Hatinya panas!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di gedung olahraga, Sandra perlahan membuka mata. Wanita itu terperanjat saat melihat tubuhnya tanpa busana, dan semakin terperanjat kala melihat dua sahabat karibnya dengan kondisi yang sama. Sandra menepuk pelan wajah Maria, hingga perlahan sang sahabat membuka mata. Maria meringis kesakitan sembari memegang hidungnya.

"Buruan pakai baju mu sebelum ada orang yang datang, Mar," saran Sandra.

Setelah mendapatkan kesadaran penuh, Maria lekas memakai pakaiannya. "Kenapa kita jadi telanjang begini sih, San?"

"Pasti ini ulah si lacur Candu! Lihat saja dia, akan ku balas -- tubuh nakalnya bakal memenuhi halaman sosmed!" Geram Sandra, tangan wanita itu meraih ponselnya yang tergeletak di lantai.

"San, lihat sini deh." Maria tertawa. "Itu nya Sabam di lukis jadi gambar gajah pakai spidol, ha ... ha ... ha ...!"

"Brengsek banget si Candu, kok dia seberani itu ya?" Sandra terkekeh meskipun dilanda kesal. "Bangunin tuh si Sabam, Mar!"

Sandra kembali fokus menatap layar ponselnya, membuka aplikasi whatsapp guna mencari kontak Tomas. Namun, matanya terusik akan sebuah pesan dari nomor tak di kenal.

"BRENGSEK ...!" Sandra gusar.

"Ada apa sih, San? Ngagetin aja!" dengus Maria.

"Coba cek ponselmu, barangkali kau juga mendapatkan pesan yang sama!" saran Sandra ketus.

Maria mengobrak-abrik isi tas nya, membuka pesan dari nomor tak di kenal, pesan yang membuat tubuhnya lemas seketika. "Kita harus gimana nih, San? Apa kita sebarin aja videonya? Mintain Tomas, gih!"

"Kamu bodoh atau apa sih, Mar? Jika kita sebarkan, maka foto dan video kita ini akan ikut tersebar. Solusi satu-satunya untuk sementara ini hanya DIAM. Akh sialan bikin pusing! Bangunin si kerbau bodoh itu!" Sandra menunjuk Sabam dengan ujung bibirnya. "Aku pergi duluan."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Puih ...!" Tantry melepehkan permen yang ada di mulutnya ke meja, Felitha memungut dan memakannya sambil menahan rasa jijik.

Masing-masing coklat dan cake yang dimakan Tantry, hanya se-gigit saja, kemudian wanita itu meminta Felitha untuk menghabiskan sisa makanan tersebut. Begitu juga dengan masing-masing permen, wanita itu hanya mengulum sebentar kemudian melepehkannya untuk dimakan Felitha.

Sudah hampir satu tahun, Tantry bersikap seperti itu pada Felitha yang setahun ini menggeluti pekerjaan sampingan menjadi asisten pribadinya. Tantry berasal dari keluarga yang terbilang lumayan berada, wanita itu menggeluti pekerjaan sampingan sebagai model lepas. Pekerjaan itu pun ia dapatkan dari Felitha yang memperkenalkan dirinya pada salah satu model terkenal.

Felitha dulu memiliki bentuk tubuh yang sangat ideal. Namun, setahun belakangan, tubuhnya membengkak karena terpaksa harus menerima makanan sisa dari Tantry.

Gadis yang dulunya cantik, ceria dan memiliki relasi yang luas, kini hanya menjadi gadis bertubuh gemuk yang tak mempunyai rasa percaya diri juga harga diri. Banyak orang yang bertanya-tanya, apa alasan Felitha yang menerima begitu saja perlakuan buruk Tantry. Namun, gadis itu tetap menutup mulutnya rapat-rapat.

"Nih, sekalian kamu habiskan!" Tantry mengeluarkan sebungkus roti basah yang sudah ditumbuhi jamur dari tas nya.

"Tapi, Tan ... ini roti udah jamuran loh." Felitha menolak halus.

"Terus?" Tantry menyilangkan kedua tangannya di dada. "Tinggal singkirkan aja kan jamur nya? Repot banget."

Jantung Candy berdesir, panas, aliran darahnya bagai mendidih. Gadis itu begitu jengah melihat kelakuan Tantry, dia benar-benar tak mampu menahan lagi. Setidaknya dia harus sedikit bertindak. Candy mendekati mereka berdua, merampas paksa roti yang ada di tangan Felitha, menginjaknya sampai hancur lalu membuangnya ke tong sampah.

"Apa-apaan sih kamu, Can? Kenapa mengganggu permainan ku?!" Tantry menatap bengis begitu sahabatnya kembali duduk di bangku.

"Why? Aku hanya ingin menjadi manusia normal di kelas ini, meskipun yang lain sibuk menutup mata dan telinganya. Apa itu salah?" Candy menyandarkan tubuhnya sembari menatap sinis.

"Kamu tuh ya, dari dulu bener-bener gak asik! Atau kamu sebenarnya ingin berganti posisi dengan gajah bengkak itu? Ingin menjadi mainan ku? Begitu?" balas Tantry tak kalah sinis.

Candy menghela napas panjang. "Bukannya sudah?"

"Maksudnya?" Tantry mengernyitkan keningnya.

"Ah, ayolah, Tan. Semua juga pada tau kan, bahwa aku ini hanyalah mainanmu sejak awal. Benar kan?" sindir Candy.

"Kamu nih kenapa sih, Can? Semenjak kejadian malam naas itu, kamu seminggu gak ngampus. Lalu kamu nyuekin aku, berkali-kali loh aku nanyain kabarmu dan kamu selalu abai. Seolah-olah menjauh dari aku, kamu kenapa? Apa karena aku gak berdaya mencegah kejadian malam itu? Jadi kamu sekarang mau nyalahin aku? Gitu?" cecar Tantry.

"Tuhan sengaja menjauhkan mu dari beberapa orang, karena Ia mendengar percakapan yang tak kamu dengar. Begitulah kata orang-orang bijak. Benar, di sini aku memang menjauhi mu, anggaplah Tuhan menjauhkan mu dari ku karena kamu tak mendengar percakapan ku di belakangmu. Atau ... Kamu bisa menganggap bahwa aku sudah mengetahui belang mu." Candy tersenyum lebar.

Tantry tertawa pelan. "Astaga, Candu. Kamu ini kenapa sih? Apa kepalamu terbentur sesuatu?"

Candy menyeringai. "Aku bercanda, ha ... ha ... Ada apa dengan wajahmu? Jangan terlalu serius begitu. Aku hanya sedikit terganggu dengan sikapmu, sebaiknya kamu tidak melakukan hal seperti tadi di hadapan ku. Perutku mual melihat hal-hal norak seperti itu."

Gadis pemilik mata indah itu mengemas buku-bukunya, kemudian bangkit dari duduknya, hendak pergi keluar dari kelas.

Lebih baik sekarang ini menghindar dulu, dari pada kebablasan nonjok tuh muka demit!ucap Candy dalam hati sembari melangkah cepat menuju pintu.

Namun, saat tiba di ambang pintu, Candy terkejut. Seorang lelaki bertubuh jangkung, merentangkan tangannya, sengaja menghalangi agar gadis itu tidak bisa lewat.

"Dia Tomas!" suara Bisma terdengar jelas dari alat komunikasi mereka.

Candy mengepal erat kedua tangannya, berusaha meredam segala emosi yang membuncah.

"Hay, gadis ku sayang. Upss, sorry aku lupa jika keperawanan mu telah ku ambil. Bagaimana jika sekarang aku memanggilmu dengan wanita ku sayang?-- Wanita ku sayang, ayo ikut dengan ku, kita bermain-main sebentar." Tomas mengecup kening Candy, lalu menyeringai.

*

*

*

Candy bakal ngamuk gak ya guys?

Terpopuler

Comments

Hermina Mambaya

Hermina Mambaya

balas dendam candu ke laki-laki biadap itu

2025-02-12

1

Nor Azlin

Nor Azlin

buat aja si Thomas sama si Tanty juga si nina itu hancur bersama2 deh ...berikan mereka obat perangsang yang paling kuat lepas itu rakam video mereka terus sebarkan ke midea biar tau rasa jadi orang ...lanjutkan thor

2024-08-28

2

Dwi Setyaningrum

Dwi Setyaningrum

sbtlnya kalau mau nyamar jd org yg sederhana atau diblng miskin pastinya harus bisa memproteksi diri sndr dg punya skil bela diri Krn utk mengantisipasi pembullyan kyk gini apalg ini anak org kaya pake banget Lo, cantik juga apalg ibunya juga sdh pernah ngalamin pembullyan harusnya sbg ortu terutama mamanya ini hrsnya lbh peka..

2024-08-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!