BRUGH!
Tubuh Bisma kehilangan keseimbangan, hingga ia terjerembab. Pria dengan hoodie hitam itu tak sengaja menubruk seorang pria tampan, dari almamaternya bisa ditebak bahwa pria itu merupakan mahasiswa di universitas yang sama dengan Candu.
Dua pria tampan yang terduduk di lantai, saling beradu tatap, sama-sama merasa familiar.
"Sorry."
Bisma lekas berdiri, dengan langkah tergesa-gesa dia meninggalkan pria itu. Bagi Bisma, dirinya tak punya waktu untuk sekedar berbasa-basi. Yang ada di dalam pikiran pria itu hanya Candy, Candy dan Candy.
Sementara di gedung olahraga yang sepi dari penghuni. Maria and the genk menyeringai sembari terbahak-bahak kala melihat wajah Candy yang ketakutan.
PLAK!
Begitu keras Maria menampar wajah Candy, hingga wajah gadis cantik itu memerah.
"Berani banget cewek cupu kayak kamu mengorek-ngorek informasi tentangku! Dapat dari mana kamu informasi itu?" Maria menoyor kepala Candy.
Candy bergeming. Namun, tatapannya begitu tajam, sehingga membuat tiga orang yang berani menyerangnya secara berkelompok itu semakin menatapnya dengan sangat tidak suka.
"Kamu nantangin kita? Eh, Cupu, awas saja ya kalau aib kita-kita sampai tersebar, aku bakal-"
"Bakal apa?" Candy menatap sinis Sandra.
"Ohoooo, lihat matanya, sok berani banget dia!" nyinyir Sabam.
Sandra menjambak kedua rambut Candy yang terkepang. "Bakal apa? Aku bakalan minta video telanjang mu yang ada di hp Tomas! Bakal aku sebar ke sosmed, ngerti kamu?!"
Tomas? Tomas yang memperkosa adikku? Ternyata si brengsek itu sudah mempertontonkan tubuh adikku kemana-mana? Dasar, Bajingan Sialan...! umpat Candy dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengencang. Berusaha gadis itu mengatur nafasnya.
"Hey, San ... lihat, wajahnya pucat, ha ha ha!" Maria terpingkal-pingkal.
"Hey, dia sampai nangis begitu loh." Sabam terbahak-bahak.
Sandra mencengkram dagu Candy. "Makanya, jangan bertingkah, ku telfon Tomas nih?!"
Di hempas kasar dagu Candy, wanita berbibir penuh itu merogoh ponselnya. Namun, dengan gesit Candy melepas cekalan dari Maria dan Sabam kemudian mencekal tangan Sandra.
Candy menitikkan air matanya, menangis tersedu-sedu. "T-tolong j-jangan lakukan itu ... maafkan aku, Teman-teman. Aku janji, aku bakalan tutup mulut atas semua yang aku ketahui. Aku mohon jangan sebarkan video itu, jika video itu tersebar, aku bisa, a-aku bisa, bisa-bisa-- TERTAWA, HA ... HA ... HA ...!"
Candy meraup seluruh air mata yang membasahi kedua pipi dan dengan sombong membuangnya ke lantai. Gadis itu hampir pipis di celana karena berakting menjadi perempuan lemah. Tawanya semakin pecah membahana, membuat tiga orang di hadapannya heran dan juga bungkam.
"Apa sih? Kau gila ya?!"
Sabam berang dan menerjang Candy. Namun, dengan gesit gadis berkepang dua itu menghindar.
Candy menegakkan punggungnya. Dengan posisi berdiri yang kokoh, tangan gadis itu mengepal kuat, sejajar di depan tubuh. "OSH ...!!!"
Suara Candy membahana, membuat Sabam nyaris membeku.
Pria itu berusaha menyadarkan diri, kemudian tertawa sinis. "Apaan sih, kenapa tiba-tiba salam pembukaan jujitsu? Anak cupu gaya-gayaan punya ilmu bela diri. Mau adu kekuatan? Tapi jangan pingsan ya, kalau pingsan ... ku kenyot tuh gunung kidul milikmu, ha ... ha ...!"
BUGH! Candy menerjang lengan Sabam hingga pria itu terhuyung.
BUGH! Sekali lagi, Candy menerjang tubuh Sabam, hingga pria itu tersungkur. Gesit ia mengunci pergerakan tubuh pria gempal itu, Sabam sesak.
Maria dan Sandra tak tinggal diam, kedua wanita itu menjambak rambut Candy. Gadis cantik itu meringis, tapi masih enggan melepaskan tubuh Sabam.
Sembari menahan perih di kepalanya, Candy berdiri, menarik paksa rambutnya dan berbalik badan menatap dua wanita yang tadi menjambaknya. Gadis itu mengunci kedua punggung tangan Sabam menggunakan kedua telapak kakinya. Sabam mengerang kesakitan, sedangkan Sandra dan Maria pias saling berpelukan.
BUGH!
"ARRGGHH...!!" pekik Sandra dan Maria ketika kepala mereka saling dibenturkan Candy.
Dua wanita itu terhuyung kemudian terjerembab di lantai.
"Berani-beraninya kau! Dasar ... Wanita Sialan ...!" geram Sandra.
Tubuh besar Sabam meronta-ronta, Candy terhuyung. Gesit gadis itu mengambil posisi tubuh siaga.
BUGH! Tinju Candy setajam pedang, sekali tinju Sabam langsung pingsan.
Tubuh Sandra dan Maria bergetar, mereka ketakutan saat Candu KW mendekat, dan juga terheran-heran. Apa yang sebenarnya terjadi pada Candu? Mereka seperti berurusan dengan orang yang berbeda, begitulah yang mereka pikirkan kini.
PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! Puas Candy menampar teman-teman adiknya. Gadis itu membuka tas dan mengeluarkan lima botol besar susu yang nyaris seminggu sengaja tidak di simpan dalam lemari pendingin.
"M-mau apa kau?" tanya Maria dengan suara bergetar.
"Mau apa? Tentu saja mau membalas perlakuan kalian dulu terhadapku." Candy menyeringai.
BYURRR! Dua botol susu basi di guyurnya tepat di atas kepala Maria dan Sandra.
"Akkkh ..! Sialan kau, Candu ...!" umpat Sandra.
"HUEK ...!" Sandra dan Maria muntah, bau busuk menempel lekat di tubuh mereka.
BUGH! BUGH! dua pukulan menghantam hidung Sandra dan Maria, kedua wanita itu pingsan seketika.
Candy kembali menyiram tiga botol susu basi pada ketiga manusia yang tak lebih dari sampah baginya. Di hempasnya botol yang sudah kosong, kemudian menatap Bisma yang baru saja tiba, berjalan mendekat dengan nafas terengah-engah.
"Lucuti semua pakaian mereka, foto dan video kan. Setelah itu, kirim pada ku."
"M-maksudnya, dua wanita itu di telanjangi?" Bisma mengatur nafasnya.
"Lelaki brengsek itu juga, jika tidak sanggup, mundur lah. Aku tidak pernah memaksamu untuk ikut bermain!" desis Candy.
"Akan ku kerjakan, aku hanya memastikan!" cicit Bisma.
"Alasan yang payah!" ejek Candy. "Oh, ya ... Lain kali jangan datang kemari, aku tidak akan terluka. Tenang saja."
"Ck ... Aku berlari seperti atlit hari ini bukan karena takut kau terluka, tapi aku takut kau akan membunuh mereka ...!" sembur Bisma kesal.
"Ya ... ya ... ya ...!" Gadis cantik itu memutar-mutar kepalanya.
Candy meninggalkan gedung olahraga, menuju ke toilet kampus guna merapihkan pakaiannya, jari lentik itu merogoh saku, meraih ponsel yang sejak tadi bergetar. Senyuman tersungging di bibirnya kala Bisma mengirimnya sebuah foto dan video syur tiga orang yang sudah terkapar di ruang olahraga, tak lupa juga kontak whatsapp mereka bertiga. Candy lekas mengirim foto dan video tersebut ke kontak Sabam, Maria dan Sandra sembari meninggalkan pesan peringatan.
"Silahkan sebarkan tubuhku ke sosial media, aku juga akan melakukan hal yang sama, ha ... ha ... ha. ..!"
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
gaby
Ga di dunia novel atau dunia nyata lg musim perundungan & pembulian. Bantai smua pelaku perundingan yg menghamcurkan mental org
2024-12-08
2
vj'z tri
mata balas mata ,nyawa balas nyawa ayo candy balas mereka semua sampai tidak tersisaa 🤩🤩🤩🤩
2024-08-26
2
efvi ulyaniek
eeeeee.....lha kok candu bacanya
2024-08-17
1