Junior membelalakkan matanya ketika melihat tubuh indah sang istri yang sedang menari mengikuti alunan musik yang ia nyanyikan. Sesuatu di bawah sana memberontak ketika melihat tubuh indah istrinya hanya tertutup handuk sebatas paha. Terlihat jelas paha mulus Jasmine yang menggoda imannya saat ini.
Apalagi ia sempat mendengar pembicaraan Jasmine saat ditelepon tadi. Gadis itu sengaja mengatakan hal yang tidak-tidak kepada asistennya. Entah apa maksudnya yang jelas saat ini Junior ingin menghukum istrinya ini.
"Apa sih yang membuat kamu bahagia sampai seperti ini?" tanya Junior membuat Jasmine terkejut.
Melihat Junior sudah berada di dalam kamar Jasmine sangat terkejut apalagi saat ini ia belum memakai pakaian. Ia merutuki kebodohannya yang lupa mengunci pintu kamar. Jasmine bergegas berlari menuju walk in closet, namun langkahnya terhenti karena Junior kini sudah berada di depannya.
"Mau kemana? Bukankah tadi kamu bilang akan melakukannya lagi dan lagi sampai beronde-ronde?" Junior tersenyum menyeringai menatap istrinya.
Jasmine menepuk keningnya, ia tidak tahu apabila Junior mendengar pembicaraannya dengan Caitlyn tadi.
"Mampus!"
Ia tersenyum lebar berusaha menormalkan jantungnya yang saat ini sudah bertalu-talu karena tatapan Junior yang memikat. Jantungnya ini rasanya ingin berkhianat dari pemiliknya.
"Aku cuma becanda Junjun, ciyus deh!" balas Jasmine sembari tersenyum lebar berharap Junior melepaskannya saat ini.
Jasmine berusaha menghindari Junior namun Junior malah mengejarnya, dan akhirnya mereka malah kejar-kejaran di dalam kamar. Junior berhasil menangkap Jasmine, Jasmine merasa gugup ketika Junior memeluknya dari belakang. Saat ini suaminya bahkan sudah berani mencium tengkuknya membuat Jasmine meremang.
Jasmine berharap ada yang menolongnya dari genggaman suaminya. Kedua tangan Junior kini telah memainkan dua benda favoritnya yang tidak terbungkus apapun, karena handuk yang Jasmine kenakan kini merosot hingga perut.
"Ehmm..Junjun. Sepertinya perutku saat ini berdemo, aku merasa lapar" ucap Jasmine beralasan.
"Aku sudah bawakan kamu makanan, kamu sudah menggodaku Jasjus. Jadi jangan melarikan diri, bertanggung jawablah!" pinta Junior yang kini mulai menikmati susu dari sumbernya.
Jasmine menggigit bibirnya menahan sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya. Ia tidak boleh mengeluarkan suara-suara durjana itu. Namun Jasmine merasakan ada gelenyar aneh dalam tubuhnya.
"Aku mohon si Bulan, datanglah datanglah," Jasmine berharap ia kedatangan tamu bulanan saat ini. Ia masih belum siap, ia masih ragu dengan perasaan Junior kepadanya.
"Kenapa kau menahan suaramu? Berteriaklah! Kamu menyukainya kan?" goda Junior lalu mencium bibir Jasmine.
Awalnya Jasmine tidak membalas, namun ketika Junior mencubit puncak benda sensitif Jasmine akhirnya ia mulai membalas ciuman itu. Ciuman keduanya kini saling menuntut satu sama lain. Junior bahkan kini sudah membuka pakaiannya.
Ia benar-benar akan memperkenalkan Jasmine dengan Junior cilik agar tidak kembali shock seperti kemarin. Jasmine kembali membelalakkan matanya ketika melihat benda mengembung dibalik celana suaminya.
Oh astaga, bolehkah ia melarikan diri sekarang?
"Kamu harus siap ya?"
"Tunggu Junjun! Bisa di skip enggak?" tanya Jasmine membuat Junior mengkerutkan keningnya.
"Maksud kamu langsung aja gitu?" goda Junior menyeringai.
"Bukan? Aku takut Junjun" bisik Jasmine dan Junior terkekeh.
Junior kembali melanjutkan permainannya tidak peduli Jasmine ketakutan. Namun, ia menghentikan permainan ketika melihat darah dibawah sana.
"Junior cilik belum masuk kok udah berdarah?" tanya Junior frustasi.
Jasmine bangkit lalu melihat apabila si bulan sudah datang, ia bergegas mengenakan kembali handuknya.
"Yes! Mantra berhasil" Jasmine masuk ke dalam untuk kembali membersihkan tubuhnya yang saat ini terkena darah.
Junior mengacak rambutnya frustasi, ia menatap ke bawah sana.
"Sabar ya Bro! Misi kali ini gagal" gumam Junior merasa lemas karena keduluan oleh si bulan yang datang tanpa permisi.
Beberapa menit kemudian Junior masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu di dalam sana. Sementara Jasmine yang baru saja keluar dari kamar mandi bergegas berpakaian. Ia takut apabila ia akan menjadi santapan Junior lagi.
Setelah selesai berpakaian Jasmine menikmati makanan yang dibawa oleh Junior tadi. Tak lama kemudian Junior keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju walk ini closet, ia bergegas berganti pakaiannya.
Keduanya kini saling menyuapi buah yang sudah di kupas dan dipotong oleh Jasmine. Dengan telaten Jasmine menyuapi suaminya yang saat ini asyik menonton tv di dalam kamar.
Jasmine dan Junior benar-benar menikmati momen manis mereka bersama. Mereka terlihat sangat mesra seolah mereka pasangan yang saling mencintai. Cinta mungkin telah hadir diantara keduanya, namun mereka masih gengsi mengakuinya.
"Kau sengaja mengatakan seperti itu kepada Caitlyn agar ia cemburu? Hentikan kecurigaan mu itu Jasjus, dari dulu aku dan dia hanya berteman tidak lebih" jelas Junior menegaskan.
"Dasar, kau nya saja tidak peka. Kalau kamu kekeh ingin terus berteman dengannya tidak masalah. Jadi jangan larang aku dekat dengan Vano atau Regan sekalipun" celetuk Jasmine kesal.
Moodnya hancur karena Junior masih terus membela wanita itu. Melihat sang istri merajuk Junior mendekatkan tubuhnya merapat dengan Jasmine. Bibirnya itu saat ini masih mengerucut sambil bersidekap dada.
Junior melihat Jasmine sangat mirip dengan Paris, ia mendekatkan wajahnya dengan Jasmine yang saat ini masih merenggut. Junior mencubit gemas hidung mancung Jasmine membuat Jasmine melotot karenanya.
Keduanya kembali bercanda, sesekali Junior memeluknya. Perasaan apa ini, mereka merasa nyaman satu sama lain.
"Aku mencintaimu!" Dua kata yang Junior ucapkan mampu menggetarkan hati Jasmine.
Perasaan Jasmine melambung tinggi mendengar ungkapan cinta suaminya. Saat ini ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa seolah begitu banyak kupu-kupu mengelilinginya kini.
Jasmine mencium bibir suaminya seolah membalas ungkapan cinta yang diucapkan oleh Junior tadi. Keduanya saling mencumbu mesra seolah dunia milik mereka berdua, seperti pasangan suami istri lainnya yang terus saling bertukar saliva menyalurkan rasa cinta yang ada.
"Aku mencintaimu, Paris" ucap Junior disela ciuman mereka.
Mendengar ucapan suaminya, Jasmine mendorong tubuh Junior. Hatinya hancur berkeping-keping, Junior baru saja membuatnya melambung tinggi karena ungkapan cinta yang begitu manis untuknya. Dan sekarang ia menjatuhkan dirinya pada lubang paling dalam.
"Jadi kamu melakukan semua ini karena kamu merasa aku kak Paris?" tanya Jasmine kesal.
"Lihat aku Junior, aku Jasmine! Warna rambut dan bola mata kami berbeda. Aku Jasmine bukan Paris!" cerca Jasmine lalu melangkah pergi meninggalkan Junior.
Bulir bening menetes begitu saja tanpa permisi, hati nya sakit. Sudah berkali-kali ia membentengi dirinya agar ia tidak mencintai suaminya. Ia tidak mau terluka, dan kenyataannya ia terluka karena rasa cinta yang sudah bersemi dalam dirinya.
.........
Junior : Thorr sengaja ya memperkeruh suasana 🙄
Thorr : 🤣🤣🤣🤣🤣 ngikik gue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
sakit hati pasti jas lagi mesra nya sama kita yg disebut orang lain
2024-11-04
1
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
pasti kesel lag lah suaminya ngebela perempuan lain
2024-11-04
1
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
jadi kayak iklan
2024-11-04
1