Bab 6

Mendengar ucapan absurd suaminya, Jasmine auto menyilangkan kedua tangannya menutupi dada.

"Maksud mu apa, Junjun?" tanya Jasmine gugup.

Ia takut apabila Junior akan meminta hak nya sekarang, Jasmine belum siap apabila ia harus melakukannya dengan Junior sekarang. Perasaan keduanya saat ini masih berada dalam masa lalu.

Junior membuka matanya, ia menyentil kening Jasmine ketika melihat apa yang dilakukan oleh Jasmine.

"Pikiranmu itu kotor sekali! Aku mau susu hangat bukan milikmu." tegas Junior membuat Jasmine merasa malu.

Semburat merah mewarnai kedua pipinya, ia merutuki kebodohannya yang langsung tertuju pada hal itu.

"Ya, wajar saja kan? Kita sudah menikah, aku takut kau meminta hakmu kepadaku" ucap Jasmine berkelit.

"Kau tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu!" tukas Junior membuat Jasmine merasa lega.

"Cepat, buatkan aku susu. Atau minta bibi yang buatkan, aku rasanya sangat lelah sekali" sambungnya lagi lalu kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Jasmine melenggangkan kakinya meninggalkan kamar mereka, ia terus saja mengumpat merutuki kebodohannya yang berpikir kesana.

Setelah membuatkan susu untuk Junior, ia ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya itu. Ia menatap wajah tampan Junior yang sedang terlelap. Terlebih tampan dan menggoda, sayang sekali ketika ia terbangun pria itu pasti akan mengeluarkan kata-kata pedasnya.

"Sudah puas menatap wajah tampan suamimu ini?" Suara bariton yang membuat Jasmine terkejut.

"Sudah kukatakan tidak ada yang bisa menolak pesona wajahku ini" sambung Junior dengan percaya diri.

Jasmine memutar kedua bola matanya malas, pria ini selain bermulut pedas ia pun memiliki kepercaya diri yang tinggi.

"Ya, memang kau tampan, tapi sayang kau bermulut pedas" cibir Jasmine lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Junior.

Junior bangkit untuk duduk, ia lalu meminum susu buatan istrinya. Ia kembali ikut tidur menyusul Jasmine yang kini sudah terlelap. Lama berada dalam perjalanan membuat mereka kelelahan sampai lupa untuk membersihkan diri.

..........

Keesokan harinya Jasmine sudah pergi ke kantor pagi-pagi sekali, ia mengatakan kepada Junior apabila hari ini ia memiliki banyak pekerjaan. Perusahaan tempat ia bekerja, beberapa hari lagi akan mengadakan fashion show dan Jasmine yang bertanggung jawab atas acara tersebut.

Kini Jasmine sudah berada di kantor bersama dengan rekan kerjanya Vano dan juga Deasy. Vano merupakan asisten dari menantu pemilik perusahaan yang kini mereka ambil alih sebelum CEO sebenarnya muncul.

Vano tersenyum senang ketika melihat wajah ceria Jasmine, ia turut sedih ketika mengetahui berita duka yang menimpa Jasmine. Sudah satu tahun ini pria itu mendekati Jasmine, baginya Jasmine sosok wanita kuat dan ceria ia berbeda dengan wanita lain yang sering ia jumpai.

"Lama sekali kau di sana, kau tahu aku merindukanmu!" goda Vano mulai menggombal.

"Jangan menggombal di sini, Pak! Ingat masih ada saya di sini" protes Deasy membuat Vano terkekeh.

Vano mengetahui apabila Jasmine memiliki kekasih, namun dalam setahun ini ia masih belum melihat Jasmine bertemu dengan kekasihnya itu. Itu sebabnya Vano masih berusaha mendekati Jasmine, sebelum janur kuning melengkung Jasmine masih boleh didekati.

Semua para karyawan tidak tahu apabila Jasmine putri dari keluarga William, andai Vano mengetahuinya ia tidak akan mendekati Jasmine. Cukup Marvel yang beruntung memiliki warisan dari mendiang ayah tirinya sehingga ia dapat mendirikan banyak perusahaan dan bersanding dengan putri konglomerat. Ia tidak mau ikut berurusan dengan keluarga Smith, Wijaya, William ataupun Adhitama. Vano hanya ingin menikah dengan gadis biasa yang berasal dari keluarga biasa.

"Kau kemana saja beberapa hari ini?" tanya Deasy penasaran.

"Kau tahukan, Ibuku tidak ingin ditinggal setelah kepergian kakak" jawab Jasmine beralasan.

"Ya. Dia pasti akan sedih kehilangan salah satu putrinya," timpal Vano.

Pernikahan Junior dengan Jasmine belum ada yang mengetahuinya sehingga tidak ada yang tahu apabila Jasmine kini telah menikah.

"Bagaimana dengan persiapan acara fashion show nanti?" tanya Jasmine kepada rekan kerjanya.

"Kita sedang menunggu kedatangan CEO baru kita, nanti kita minta pendapat beliau tentang desain-desain keren yang kau buat" sahut Vano memuji kemampuan Jasmine.

"Jangan lupa sampel kain batik dan brukat yang akan kita pakai nanti" ucap Jasmine mengingatkan.

"Aku izin ke toilet sebentar ya!" pamit Jasmine tiba-tiba.

Tak lama kemudian CEO baru mereka telah memasuki ruangan. Mereka semua memberi hormat, termasuk Vano yang tersenyum ketika melihatnya. Meskipun sempat berseteru di masa lalu kini hubungan mereka telah membaik.

Vano mengantarkan CEO mereka ke ruangannya, ia pun menjelaskan rencana fashion show yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ini. Vano pun memberikan desain kebaya modern yang Jasmine buat.

"Akhirnya lo balik, gue cukup pusing ngurus perusahaan ini sendiri. Marvel melimpahkan semuanya sama gue sementara dia sibuk dengan Joy" keluh Vano.

"Thanks ya," ucap Junior.

"Gue yang minta maaf enggak bisa ikut hadir ke sana, yang sabar ya Bro. By the way istri lo enggak akan dikenalin sama gue?" tanya Vano yang mengetahui pernikahan Junior dari Joy dan Marvel, namun ia tidak tahu siapa wanita yang menjadi istri Junior.

"Kapan-kapan gue kenalin" balas Junior lalu membuka lembaran kertas desain yang diberikan oleh Vano.

"Kapan lo nikah?" tanya Junior.

"Lagi usaha buat mengejar cinta ini, doain aja siapa tahu gue cepet nyusul" jawab Vano lalu terkekeh.

Junior kembali melihat-lihat desain kebaya modern yang dibuat oleh Jasmine. Ia merasa tertarik dengan desain yang sangat indah ini. Kebaya ini sepertinya akan menjadi trend pada kalangan anak muda.

"Tolong panggil desainer ini, suruh menghadap gue sekarang!" titah Junior.

"Baik, bos!" Ucap Vano tersenyum lalu keluar dari ruangan Junior.

Jasmine yang baru saja datang dari toilet diminta datang ke ruangan CEO baru oleh Vano. Jasmine mengetuk pintu ruangan CEO dan ia bergegas masuk ketika diizinkan. Ia terkejut ketika melihat suaminya berada di dalam ruangan tersebut.

"Kau sedang apa di sini? Ini ruangan CEO baru perusahaan. Jangan sembarangan duduk di situ, aku tahu kau orang kaya tapi jangan seenaknya Junjun" protes Jasmine.

Sedetik kemudian ia terkejut ketika melihat papan nama Junior di meja kerjanya. Ia melihat dengan jelas nama Junior Kaizhi Smith ada di sana.

"Jangan bilang kau CEO nya?" tanya Jasmine dengan tatapan aneh.

"Kalau iya kenapa? Kau tidak tahu kalau selama ini berkerja di perusahaan Daddy?" tanya Junior.

Jasmine menepuk keningnya, bertemu dengan Junior di rumah saja membuat ia malas. Apalagi kini ia pun harus terus berada dalam pengawasan pria itu, sungguh Jasmine merasa dirinya tidak beruntung.

"Bencana apalagi ini Tuhan? Takdir apa ini yang terus membuatku bertemu dengannya bahkan di tempat kerja."

Terpopuler

Comments

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

jalanin dulu pernikahannya pelan pelan kalau emang jodoh kalian ditakdirkan bersama kok

2024-10-26

1

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ternyata kerja tempat jun

2024-10-26

1

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

susu hangat ya jas... bukan susu yang lain apa lagi susu gantung 🙊

2024-10-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!