Bab 19

Jasmine membantu Junior untuk bangkit, ia merasa bersalah lagi-lagi ia menendang suaminya hingga terjatuh ke bawah. Ia sangat terkejut ketika merasakan sesuatu di bawah sana bergerak-gerak. Ia takut apabila itu adalah ular berbisa atau binatang lainnya.

"Kamu ini, udah dua kali kamu buat pinggang aku encok karena sakit di tendang" protes Junior seraya memegang pinggangnya yang sakit.

"Kamu enggak usah kerja kalau masih sakit" usul Jasmine.

"Kamu juga jangan kerja, kamu harus tanggung jawab. Ini ulah kamu!" keluh Junior.

"Iya, iya nanti aku pijitin. Aku izin dulu sama Vano ya?" pamit Jasmine hendak menghubungi Vano.

Mendengar nama Vano membuat darah Junior meninggi, di sini dia atasannya. Mengapa ia meminta izin kepada Vano. Junior menarik Jasmine hingga ia terjatuh menimpa tubuh Junior. Pandangan mata mereka kini saling bertemu. Jantung mereka kini sama-sama bertalu-talu seirama.

"Nyonya Jasmine Smith, atasan kamu itu aku suamimu. Bukan Vano, kamu paham?" ucap Junior menegaskan.

"Tapi mereka nanti curiga gimana?" tanya Jasmine risau.

"Biar aku saja yang mengabari mereka," tutur Junior.

Junior menghubungi Caitlyn apabila hari ini ia tidak masuk bekerja. Ia pun meminta Caitlyn untuk memberitahu apabila Jasmine juga meminta izin kepadanya tidak dapat bekerja hari ini. Setelah menghubungi asistennya, ia pun menaruh ponselnya di atas nakas.

"Tugas mu sekarang pijat aku, pinggang ku ini benar-benar sakit" titah Junior.

Jasmine mau tidak mau mengikuti perintah suaminya, ia membuka kaos yang dikenakan oleh Junior. Ia lalu membalur pinggang Junior dengan minyak angin, sebelumnya Jasmine sempat meminta minyak angin kepada pelayan paviliun.

Saat ini mereka masih menginap di paviliun dekat mansion Oma Alexa. Junior merebahkan tubuhnya, Jasmine mulai memijat pinggang suaminya. Untungnya ia pernah belajar memijat dari mendiang Oma Jasmine.

Jasmine sejak kecil tinggal bersama dengan Oma Jasmine dan Opa Leon. Mereka memberi nama Jasmine untuk mengenang Oma Jasmine yang sangat dicintai oleh Opa nya. Itu sebabnya Jasmine tidak dekat dengan ayah dan ibunya, ia hanya dekat dengan Paris seorang.

"Pijatanmu lumayan juga," puji Junior sambil menikmati pijatan Jasmine.

"Tentu saja, aku ini multi talenta. Selain cantik dan pintar, aku berbakat dalam segala hal." tukas Jasmine penuh percaya diri.

Junior pun terlelap karena pijatan Jasmine. Tiba-tiba saja ponsel Junior berdering, Jasmine mengkerutkan keningnya ketika melihat nama pada layar ponsel suaminya.

"Dasar ultah keket!" gumam Jasmine geram.

Ia pun menggeser tombol hijau pada layar ponsel lalu menerima panggilan tersebut.

"Kau sakit apa Jun? Apa perlu aku belikan obat?" tanya Caitlyn di sebrang sana.

"Tidak usah kau repot-repot membelikan obat untuk suamiku, dia hanya sakit pinggang karena kelelahan bermain semalaman. Kau pasti tahu kan sepasang suami istri kalau melakukan hal itu terlalu lama dan sering membuat sakit pinggang." Jasmine sengaja berbohong untuk menumpas ulat berbulu ini.

"Kau tahu kami melakukannya beronde-ronde, sampai Junior tertidur karena kelelahan."

Caitlyn mengepalkan tangannya, hatinya panas saat ini mendengar ucapan Jasmine.

Manik mata Junior mengerjap ketika mendengar suara Jasmine sedang berbicara. Ia lalu bangkit untuk berdiri mencari pakaiannya.

"Baju aku mana?" tanya Junior kepada Jasmine.

"Tadi kau kan yang sangat bersemangat sekali melamparnya. Mungkin di bawah tempat tidur" jawab Jasmine sengaja belum mematikan sambungan telepon. Ia sengaja agar Caitlyn mendengar pembicaraan mereka.

"Mau mandi? Mau aku siapkan air hangat?" tanya Jasmine penuh kelembutan.

"Tidak usah, aku sudah merasa enak karenamu. Nanti aku mau lagi ya, tapi kita lebih baik mandi dahulu" jawab Junior lalu melenggangkan kakinya memasuki kamar mandi.

"Aku ikut!" ucap Jasmine sengaja mengencangkan suaranya agar terdengar oleh Caitlyn.

Ia tergelak tawa lalu mematikan sambungan telepon. Jasmine sangat yakin saat ini wanita gatal itu sedang kebakaran jenggot karena cemburu.

"Aaaarrggh!!!" Caitlyn berteriak lalu melemparkan ponselnya mengenai tembok.

"Hubungan mereka ternyata sudah sejauh itu," Caitlyn menangis di dalam toilet wanita.

Caitlyn tidak menyangka apabila hubungan mereka akan berlanjut lebih jauh dan sulit dipisahkan. Ternyata Jasmine lebih tangguh dari yang ia pikirkan. Ia berbeda dengan Paris yang lemah, gadis ini benar-benar membuatnya marah .

Caitlyn harus berpikir lebih keras untuk memisahkan Jasmine dan Junior sebelum adanya bayi diantara mereka.

Sementara itu, Jasmine saat ini sedang menyiapkan pakaian suaminya. Hari ini ia sangat senang sekali telah sukses mengerjai wanita berbulu itu.

"Kamu kayak abis menang undian, seneng banget" ucap Junior ketika ia keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.

"Pinggangmu sudah baikan?" tanya Jasmine memastikan.

"Sudah, terimakasih ya!" Balas Junior.

Jasmine pun melenggangkan kakinya memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai berpakaian Junior keluar dari kamar, ia ingin memakan buah segar.

"Tumben kamu libur?" tanya Mom Keyzia.

"Aku sakit pinggang Mom, jatuh dari tempat tidur."

"Hati-hati maka nya," timpal Oma Alexa.

"Istri kamu juga enggak kerja?" tanya Mom Keyzia.

"Aku dari tadi dipijat Jasmine, dia benar-benar pandai merawat aku" balas Junior membuat Mom Keyzia tersenyum.

Ia merasa senang akhirnya dapat kembali senyuman yang terpancar dari wajah putranya. Benar dugaannya Jasmine dapat mengobati luka yang dialami oleh Junior.

"Kalau bisa Jasmine enggak usah kerja, kayak kekurangan uang saja! Dia nanti kan akan hamil, biar dia fokus sama anak-anak saja nanti" usul Oma Alexa.

Tuh kan? Untungnya Junior dan Jasmine tidak tinggal di mansion. Kalau tidak ia pasti akan mendengar petuah ini seperti hari.

Setelah selesai menikmati sarapan, Junior membawakan makanan dan buah segar untuk istrinya.

Jasmine yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ke sana kemari, ia tidak melihat keberadaan Junior. Jasmine lalu bernyanyi sambil berjoget-joget mengikuti irama musik yang baru ia nyalakan. Saat ini Jasmine masih mengenakan handuk yang membungkus tubuhnya.

Tanpa ia sadari sejak tadi seseorang memperhatikannya dari belakang. Pria itu terkekeh melihat istrinya bertingkah seperti ini . Junior menaruh makanan dan buah segar yang ia bawa di atas nakas yang terletak tidak jauh darinya. Ia melihat istrinya meliuk-liukkan tubuhnya ke sana kemari, membuat sesuatu dibawah sana meronta-ronta. Pasalnya Jasmine saat ini masih mengenakan handuk yang ia pakai menutupi tubuhnya.

"Apa sih yang membuat kamu bahagia sampai seperti ini?" tanya Junior membuat Jasmine terkejut.

Oh my God! Saat ini ia belum memakai baju, ia hendak berlari menuju walk ini closet namun Junior menghalangi langkahnya.

"Mau kemana? Bukankah tadi kamu bilang akan melakukannya lagi dan lagi sampai beronde-ronde?" Junior tersenyum menyeringai menatap istrinya.

"Mampus deh!"

Terpopuler

Comments

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ucapan mu buat cath jadi bumerang buat sijas sendiri kan

2024-11-04

1

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

kamu salah cath, si jas tak selemah paris

2024-11-04

1

🍒⃞⃟🦅sɪɴᴛᴀ❣𖤍ᴹᴿˢ᭄off

🍒⃞⃟🦅sɪɴᴛᴀ❣𖤍ᴹᴿˢ᭄off

narsis beud🤣🤣 nih Jasmine

2024-08-09

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!