Caitlyn tersenyum menyeringai ketika melihat Jasmine kalang kabut karena kebaya rancangannya rusak. Belum lagi kedatangan mertuanya yang otomatis akan mengetahui bagaimana perkembangannya apabila acara ini gagal. Namun senyumnya memudar saat Junior mempersembahkan kebaya modern rancangan Jasmine yang lain.
Kaivan dan investor lainnya sangat menyukai kebaya-kebaya kekinian yang tidak menghilangkan kesan budayanya karena mereka tetap menggunakan kain batik yang sudah dirancang dengan model yang berbeda. Satu persatu model berjalan di atas catwalk dengan anggun memperlihatkan bagaimana cantiknya kebaya modern yang dibuat oleh Jasmine.
Sementara itu Jasmine saat ini sedang berdiri di depan kebaya rancangannya yang sobek. Ia menggunting kerah kebaya membuat menjadi potongan sabrina. Jasmine teringat ketika Junior melarangnya memakai pakaian Sabrina karena leher dan bahunya terekspos jelas.
Dari situ ia memiliki ide untuk membuat kebaya berbentuk Sabrina, dengan bagian kain bawahnya sedikit terbelah. Jasmine menjahit pakaian itu di bantu dengan Deasy yang mengikuti arahannya.
Junior sejak tadi mondar-mandir membuat Vano merasa pusing melihatnya. Ia sejak tadi mengkhawatirkan Jasmine, apabila acara ini gagal otomatis Jasmine akan malu dan merasa tidak berguna.
Namun, pandangannya tertuju pada gadis cantik yang berjalan diatas catwalk memakai kebaya rancangan yang tadi rusak kini telah diperbaiki. Kebaya dengan model atasan Sabrina dengan kain yang disampaikan di bahunya dipadukan dengan rok batik sepan dengan belahan sedikit di samping. Semua sangat menyukai model kebaya yang dipakai langsung oleh Jasmine.
Para investor setuju untuk berinvestasi pada perusahaan ini. Dad Kaivan tersenyum lebar melihat kehebatan menantunya. Sama halnya dengan Dad Kaivan dan Keyzia, Junior pun sangat kagum dengan istrinya.
Jasmine wanita yang kuat, ia dapat berdiri kokoh meskipun ada badai besar menerpanya. Ia dapat menyelesaikan masalah meskipun ia terlihat hampir putus asa tadi.
Junior bergegas memeluk istrinya ketika ia turun dari stage, membuat Jasmine membelalakkan matanya. Ia langsung melepaskan jas yang ia pakai, lalu ia pakaikan kepada Jasmine.
"Hanya kali ini kau boleh memakai pakaian seperti ini, selanjutnya tidak boleh!" ucap Junior melarang.
Interaksi keduanya membuat Caitlyn mengepalkan tangannya, ia tidak menyangka rencananya malah membuat tangga ekspress untuk Jasmine meraih kesuksesan. Kini semua investor menyukai semua rancangan Jasmine. Terlebih Kaivan dan Junior yang semakin kagum kepadanya.
"Kau ini cerewet sekali!" protes Jasmine.
Junior bergegas membawa Jasmine untuk mengganti pakaiannya, ia tidak mau bahu polos istrinya dipandang oleh banyak mata.
Vano merasa aneh dengan sikap Junior yang sangat perhatian kepada Jasmine, ia sangat hafal seperti apa Junior. Pria dingin itu tidak pernah peduli kepada orang lain. Namun, mengapa dengan Jasmine ia sangat peduli.
Setelah berganti pakaian, Vano mengucapkan selamat kepada Jasmine. Pria itu memberikan satu bucket bunga membuat Jasmine tersenyum menerimanya.
"Terimakasih Vano, kau tahu saja aku sangat suka bunga ini." Jasmine mencium buket bunga tersebut lalu tersenyum kepada Vano.
"Tentu saja, jangankan bunga toko bunganya pun akan aku berikan" goda Vano.
"Uh! Kalian ini serasa dunia milik berdua, kita-kita cuma ngontrak" ejek Deasy lebay.
Hingga saat ini Vano belum pernah menyatakan perasaannya kepada Jasmine. Tapi Jasmine dapat mengetahuinya lewat tindakan dan perhatian yang diberikan oleh Vano.
Junior yang sejak tadi memperhatikan hanya dapat mengepalkan tangannya. Ia ingin menghampiri mereka namun ia urungkan, ia tidak boleh Jasmine nanti akan merasa dirinya saat ini tengah cemburu. Bisa beserta kepala gadis itu, Junior lebih memilih untuk memperhatikan mereka dari kejauhan.
Caitlyn tersenyum menyeringai, ia lalu menghampiri Junior yang terlihat tidak menyukai kedekatan Jasmine dan Vano.
"Sepertinya aku tahu alasan istri mu merahasiakan pernikahan kalian?" ucap Caitlyn.
Junior menoleh kearah Caitlyn, ia menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Maksudmu dia menyukai Vano?" yang Junior memastikan.
"Tentu saja. Kau tidak melihat mereka begitu bahagia saat ini, sepertinya kalau tidak menikah denganmu dia akan menikahi pria itu" timpal Caitlyn terus mengompori Junior agar ia tidak menyukai istrinya.
Setelah acara selesai, Junior mengajak Jasmine untuk menghadiri undangan Oma Alexa untuk makan malam bersama. Berhubung semua keluarga sedang berkumpul saat ini, karena Kaivan dan Marvel akhir-akhir ini sangat sibuk.
Bersamaan dengan itu Vano pun ingin mengajak Jasmine jalan-jalan sambil merayakan kesuksesan acaranya.
"Bagaimana Jasmine?" tanya Vano.
Jasmine melirik Junior yang saat ini sedang mengetuk-ngetuk jam yang melingkar pada pergelangan tangannya. Seolah memberi tahu apabila mereka sudah tidak ada lagi waktu.
"Maaf Vano, hari ini aku sudah janji terlebih dahulu dengan Tuan Smith" sahut Jasmine merasa sungkan.
"Kalian mau kemana?" tanya Vano penasaran.
"Acara keluarga. Kau tidak tahu dia siapa?" tanya Junior yang sudah kesal menyembunyikan semua ini.
Jasmine bergegas menutupi mulut suaminya sembari tersenyum lebar.
"Kami hanya kerabat, dan sekarang kamu harus pergi duluan ya. Bye!" Pamit Jasmine lalu menarik Junior untuk pergi meninggalkan Vano.
"Kenapa tidak jujur saja? Apa kau malu memiliki suami tampan sepertiku? Atau jangan-jangan kau menyukai pria itu?" Begitu banyak pertanyaan yang diajukan oelha Junior saking kesalnya.
"Berhenti berkata yang tidak-tidak Junjun, kau selalu saja menuduhku sesukamu!" Jasmine bergegas memasuki mobil sport milik Junior.
Junior pun masuk ke dalam mobil, mobil sport berwarna merah menyala melaju meninggalkan area perusahaan. Sepanjang jalan tidak ada obrolan antara mereka berdua.
Jasmine mengenakan headset bluetooth yang langsung ia sambungkan dengan ponselnya. Ia menatap ke arah jendela luar sambil mendengarkan musik, menikmati alunan musik yang ia dengar.
"Maafkan aku, maafkan aku mungkin terlalu egois. Entah mengapa aku tidak suka melihat pria itu terus menempel padamu. Kau tahu rasa aku ingin mencekik Vano, saat ia selalu menempel padamu seperti parasit. Entah perasaan apa ini, yang jelas jangan lagi buat aku marah dengan kau terus mendekati pria itu." Cerocos Junior panjang lebar.
Jasmine menoleh kearah Junior, ia lalu membuka headphone yang tadi ia kenakan.
" Kau bicara apa?" tanya Jasmine penasaran.
Ia merasa Junior tadi sedang berbicara, namun karena ia sedang mendengarkan musik. Ia tidak mendengar apa yang Junior katakan.
"Tidak jadi."
Junior mendengus kesal, membuat Jasmine mengkerutkan keningnya. Pria ini sulit dimengerti, terkadang sangat manis, terkadang sering marah-marah tidak jelas. Apa mungkin Junior memiliki dua kepribadian yang berbeda?
Junior melihat di depan sana ada penjual pisang bakar keju. Ia melirik Jasmine yang kembali menatap kearah jendela luar.
"Jasjus?" panggil Junior.
Junior menoleh kearah Jasmine lalu kembali fokus menyetir. Sebentar lagi mereka akan sampai pada penjual pisang tersebut.
Jasmine hanya berdehem lalu menoleh kearah nya.
"Kamu mau pisang?" tanya Junior.
"Pisang? Pisang apa maksud kamu? Aku belum siap?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
jun cemburu kan langsung posesif liat si jas sama vano
2024-11-03
0
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
kenapa kget gitu dengar kata pisang jasss
2024-11-03
0
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
lama lama si vano curiga liat kedekatan mereka
2024-11-03
0