Bab 7

Junior terperangah mendengar ucapan istrinya, wanita mana yang menolak kehadirannya. Ya, hanya Jasmine seorang yang tidak mau berada dekat-dekat dengan Junior. Junior tersenyum kecut ketika mendengar ucapan sang istri yang terus saja mengumpat karena harus satu tempat kerja dengannya.

"Junjun, ingat ya. Jangan sampai ada yang tahu kalau kita ini suami istri, aku enggak mau apabila aku mendapatkan prestasi tapi orang lain mengira hanya karena aku istrimu. Aku ingin murni mendapatkan karir yang bagus dengan hasil kerja keras ku sendiri." Jasmine mengingatkan kepada Junior.

Ia sudah berkali-kali mengecek setiap perusahaan yang hendak ia lamar, namun ia tidak tahu apabila KZ Fashion adalah milik keluarga Smith. Jasmine tidak ingin bekerja di perusahaan yang ada sangkut pautnya dengan keluarga, ia ingin meniti karirnya dari bawah. Ingin menunjukkan kepada sang ayah apabila ia bisa menjadi sukses tanpa nama William di belakangnya.

Junior mengangguk paham dengan ucapan istrinya, "Baiklah! Aku pun tidak ingin semua orang tahu aku punya istri serbuk Jasjus kayak kamu."

"Junjun?" rengek Jasmine seraya mengerucutkan bibirnya.

"Eits! Aku sekarang atasan kamu, jangan lupa itu."

"Baik, Pa" jawab Jasmine bersikap sopan.

"Sekarang buatkan aku kopi!" titah Junior lalu menyandarkan punggungnya pada kursi.

"Aku ini desainer, mana ada desainer ngebatin kopi, Pak" protes Jasmine.

"Kamu mau aku pecat!" ancam Junior lagi.

Jasmine membalikkan tubuhnya berjalan sambil menghentakkan kakinya, sungguh hari-hari menyebalkan akan dimulai karena adanya Junior di perusahaan. Langkah kaki Jasmine terhenti ketika mendengar ucapan Junior kembali.

"Jangan lupa, jangan terlalu manis, jangan terlalu pahit." Junior mengingatkan, kemudian Jasmine bergegas keluar dari ruangan suaminya itu.

"Dia pikir dia siapa? Seenak jidat nyuruh-nyuruh" sewot Jasmine terus menggerutu sepanjang jalan menuju pantry.

Sungguh hari ini hari menyebalkan bagi Jasmine, Junior benar-benar mengerjai dirinya. Jasmine sudah bolak-balik ruangan CEO hanya untuk mengantar kopi yang berkali-kali tidak sesuai dengan lidah sang CEO.

"Kau sengaja mengerjaiku?" tanya Jasmine sembari mengeratkan giginya karena gemas kepada Junior. Ingin sekali ia mengacak-acak wajah tampan yang menyebalkan itu.

"Tidak juga, sepertinya aku mau susu saja" ucap Junior membuat Jasmine mengembungkan pipinya. Ia kembali berjalan menuju pantry untuk membuat susu yang diminta oleh atasan sekaligus suaminya itu.

Junior terkekeh, mengerjai Jasmine seolah ia memiliki mainan baru. Gadis itu berani-beraninya tidak ingin mengakui pernikahan mereka, lagipula siapa yang ingin mengenalkan dirinya sebagai istri.

Jasmine melangkahkan kakinya dengan langkah gontai menuju meja kerjanya. Sungguh sangat buang-buang waktu dan tenaga hanya untuk membuatkan minuman untuk Junior.

"Kau darimana saja?" tanya Deasy ketika melihat Jasmine berjalan menuju meja kerjanya.

"Hari ini sungguh hari yang menyebalkan! CEO baru itu sungguh menyebalkan, aku tidak suka!" tutur Jasmine lalu duduk di kursi kerjanya.

Baru saja Jasmine duduk dengan tenang, meluruskan kakinya. Tiba-tiba saja mereka semua dipanggil ke ruangan rapat oleh CEO mereka .

Jasmine menghela nafas kasar, ingin rasanya ia melemparkan Junior ke planet lain agar tidak bertemu dengannya lagi.

Saat ini mereka semua sudah berada dalam ruang rapat bersama dengan Junior. Pria itu duduk di kursi kebangsaannya dengan sangat angkuh dan menyebalkan.

"Desain ini aku menyukainya, tapi apa maksudmu membuat kebaya modern ini?" tanya Junior penasaran.

"Biasanya kaum remaja atau anak muda jaman sekarang tidak ada yang mau memakai pakaian ini karena disebut kuno. Tapi apabila kita membuat dengan model yang kekinian otomatis mereka akan senang memakainya. Mereka akan memakai dalam berbagai acara resmi, seperti acara kelulusan atau acara penting lainnya." Jasmine menjelaskan dengan senyum merekah membuat seseorang di sebelah sana tersenyum manis menatap wajah cantik sang pujaan.

Siapa lagi kalau bukan Vano yang sangat mengagumi Jasmine sejak lama. Junior cukup puas dengan presentasi yang dilakukan oleh Jasmine. Desain yang ia buat semua oke, ia pun akhirnya setuju untuk menambahkan desain tersebut pada acara fashion show nanti.

Setelah rapat selesai Vano mengajak Jasmine untuk makan siang bersama. Deasy dan Julian pun ikut bersama mereka untuk makan bersama di kantin perusahaan. Sementara Junior masih terdiam sendirian di ruangannya.

Ia melihat kearah luar jendela besar yang memperlihatkan hiruk pikuk kota saat ini. Hatinya terasa hampa setelah kepergian Paris, rasanya sangat sulit untuk terus melangkah ketika hati ini merasakan sakit yang luar biasa. Rindu pada orang yang tidak dapat kembali lagi, tidak dapat melihat ia tersenyum manis dan tertawa lagi.

Junior kembali mengingat masa kecil mereka, dimana ia tidak suka ketika Paris selalu mencium dirinya. Ketika Paris selalu menggangunya, Junior selalu marah apabila Paris selalu mendekatinya.

Perasaan benci itu kemudian berubah menjadi rasa cinta, ia menyesal selalu menolak Paris. Itu sebabnya ketika Paris terus menolaknya, ia terus menerus mengejar cinta Paris hingga Paris akhirnya menerima cinta Junior.

Junior tidak tahu alasan Paris menolaknya ternyata karena penyakit yang ia derita. Andai waktu bisa diulang kembali, Junior ingin membuat banyak kenangan indah bersama Paris.

Tiba-tiba saja lamunan terhenti ketika ia mendengar suara ketukan pintu. Junior mempersilahkan masuk, Jasmine masuk sembari membawa makanan dan minuman untuk Junior.

Meskipun ia menyebalkan, tapi bagaimanapun juga Junior suaminya. Sudah sepatutnya Jasmine memperhatikan Junior, ia tahu saat ini pria itu pasti sedang melamun di ruangannya.

"Kau harus makan, patah hati dan melamun juga butuh tenaga." ucap Jasmine seraya menyiapkan makanan yang ia bawa untuk Junior di atas meja.

"Kau tidak perlu melakukan semua ini kepadaku," tukas Junior sendu. Kini ia terlihat rapuh, tidak lagi angkuh seperti biasanya, ia pasti sedang memikirkan Paris. Terlihat oleh Jasmine kesedihan berkepanjangan ada dalam mata suaminya.

"Meskipun kau menyebalkan, kau itu suamiku. Jadi sudah sewajarnya aku memastikan kau sudah makan atau belum, kalau kau sakit bagaimana," cerocos Jasmine terlihat seperti Mom Keyzia saat memarahi dirinya yang tidak menurut.

Junior terkekeh membuat Jasmine memicingkan matanya.

"Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?"

Jasmine melipat kedua tangannya di depan dada seraya menatap tajam suaminya. Sudah diperhatikan bukannya berterima kasih malah menertawakannya sungguh menyebalkan.

"Kau seperti Mommy yang hobby sekali mengomel" ejek Junior lalu memasukkan makanan yang dibawa oleh Jasmine ke dalam mulutnya.

"Sudah cepat makan, kalau kau terus terpuruk seperti ini kakak pasti tidak suka" titah Jasmine.

"Iya, bawel! Kau sendiri tidak makan?" tanya Junior sambil mengunyah makanannya.

Pria itu menyukai makanan yang dibawakan oleh Jasmine, urusan perut gadis ini selalu tahu apa yang ia sukai.

"Aku sudah makan tadi sama Vano di kantin," jawab Jasmine santai.

"Vano?"

Terpopuler

Comments

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

nyesel ya jun

2024-10-27

1

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

tetep profesional ya walaupun istri bos tapi gak ingin semua orang tau

2024-10-27

0

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

wah sweet banget pangilan nya junjun

2024-10-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!