Junior menatap pemandangan indah didepannya, ia seperti berada dalam taman bunga yang sangat indah. Di kejauhan ia melihat seorang wanita cantik mengenakan gaun putih tersenyum kepadanya. Sebuah senyuman terukir pada wajah tampan Junior saat melihat wanita itu.
"Paris?"
Junior melangkahkan kakinya menghampiri wanita yang itu. Namun ketika ia hendak memeluknya Junior tidak dapat menggapai wanitanya.
"Kembalilah! Jalani kehidupanmu dengan baik. Aku kecewa melihat kamu seperti ini, kumohon Junior. Kisah kita telah usai, buatlah kisah lain dengan wanita lain. Aku ingin kau menikahi adikku, aku percaya ia akan menjadi istri yang baik untukmu" ucap wanita itu.
"Tapi Paris?"
"Jasmine tidak pernah mendapatkan banyak cinta sepertiku, kumohon nikahilah ia. Dia wanita yang ku percaya untuk menggantikanku".
Tak lama kemudian pandangan Junior memudar, ia menerjapkan matanya. Ketika ia kembali membuka mata ia kini berada dalam kamarnya. Ternyata Junior hanya bermimpi, setelah ia mendapatkan surat wasiat yang Paris titipkan kepada Mom Keyzia Junior tertidur.
Ingin rasanya ia ikut menyusul Paris mengakhiri hidupnya, namun mengingat pesan Paris dimana ia sangat menginginkan Junior menikah dengan adiknya ia merasa frustasi.
.........
Sementara itu di kediaman keluarga William semua terkejut mendengar usul yang diucapkan oleh Dad Kaivan. Dad Gerry menatap putrinya yang masih terkejut dengan ucapan Kaivan. Putri yang selalu ia abaikan hanya karena tidak ingin melanjutkan usaha mereka. Putrinya yang selalu membangkang padahal ia tahu betapa besar rasa cinta Jasmine kepadanya.
"Bagaimana bisa Uncle?" tanya Jasmine masih tidak percaya.
"Bukan hanya perusahaan yang diambang kehancuran, tapi putraku! Putraku kini seperti mayat hidup yang tidak memiliki tujuan," tukas Uncle Kaivan merasa putus asa.
Bukan hanya perusahaan yang ia khawatirkan, ia sangat khawatir dengan keadaan Junior. Junior tidak menangis dan tidak ingin berbicara, bahkan untuk makan pun ia enggan.
"Lalu bagaimana perasaan Junior nanti apabila ia tiba-tiba harus menikah dengan wanita lain?" Jasmine masih sulit untuk memahami apa yang diinginkan oleh Uncle Kaivan.
"Uncle yakin, kamu pasti bisa menyembuhkan luka yang saat ini ia derita" seru Uncle Kaivan seraya memegang tangan Jasmine.
"Tapi Uncle, Jasmine yakin Junior juga akan menolak pernikahan ini" tutur Jasmine masih tetap menolak.
"Junior tidak akan menolak karena Paris yang meminta di depan kalian," ucap Mom Natalie.
Jasmine terperangah, ia memang mendengar sendiri wasiat yang diucapkan oleh Paris sebelum ia meninggalkan mereka semua. Namun, bagaimana bisa ia menikahi pria yang seharusnya akan menjadi kakak iparnya.
"Itu permintaan terakhir kakakmu Jasmine, Mom mohon!" pinta Mom Natalie sambil menangis.
"Jasmine ayah mohon! Menikahlah dengan Junior," kali ini sang ayah yang meminta membuat Jasmine memijat pelipisnya yang sedikit pusing. Bahkan ayahnya begitu menyetujui keinginan dari mendiang Kakaknya.
Jasmine merasa dilema, ia tidak tahu harus berkata apa. Ia terjebak dengan semua ini, wasiat dari kakak yang ia cintai dimana ia harus menikahi calon suaminya. Terlebih pertama kalinya Dad Gerry sang ayah kembali memohon kepadanya. Ini sangat sulit bagi Jasmine, bagaimana ia sanggup melewati semua ini.
Menikah bukan hal kecil, menikah adalah menjalani hidup bersama selamanya. Apalagi tidak ada cinta diantara keduanya, bagaimana pernikahan ini akan terjadi. Lalu, bagaimana dengan kekasih Jasmine yang sedang berada di Melbourne. Apa yang harus Jasmine katakan kepadanya.
"Entahlah! Aku sangat sulit menerima semua ini, pantas saja kalian tiba-tiba memanggilku. Aku serahkan keputusan ini kepada Junior saja" pungkas Jasmine lalu bangkit dari duduknya.
Langkahnya terhenti ketika ia berpapasan dengan Junior, Junior baru saja mendapatkan surat dari Paris. Ia bergegas mengunjungi kediaman keluarga William, ia sebenarnya tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan perusahaan.
Namun, ia datang ke kediaman William untuk mengabulkan wasiat dari wanita yang ia cintai. Senyum terukir di wajah Jasmine ketika melihat Junior datang. Ia yakin Junior pun akan menolak pernikahan ini.
"Kebetulan sekali kau datang, katakan kepada mereka-" belum sempat Jasmine menyelesaikan ucapannya Junior memotong ucapannya.
"Baiklah! Aku akan menikahi Jasmine sesuai apa yang diinginkan Paris" tegas Junior membuat semua orang tercengang mendengarnya.
Termasuk Jasmine yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar, bahkan senyum yang sempat terukir kini memudar.
"Kau serius? Apa kau salah minum obat atau kesambet sebelum pergi kemari?" tanya Jasmine masih tidak percaya.
"Aku sadar dan sangat sadar" tegas Junior.
"Baiklah, kita harus persiapkan semuanya dari sekarang. Karena pernikahan akan berlangsung besok pagi" ucap Uncle Kaivan.
"Apa? Besok?" Jasmine masih belum dapat menerima semua ini.
"Please, cubit aku kalau aku enggak lagi mimpi kan?" Jasmine masih belum bisa menerima semua yang terjadi padanya.
"Enggak usah sampe kaget gitu, menikah denganku itu suatu anugerah yang jarang orang lain dapatkan" celetuk Junior.
Manik mata Jasmine membelalak mendengar ucapan narsis Junior. Ingin rasanya ia mengacak-acak rambut pria itu, pria yang besok akan menjadi suaminya.
Jasmine melangkahkan kakinya memasuki kamarnya, ia membaca surat yang ia temukan di dekat pigura foto dirinya dan Paris. Jasmine membuka surat itu, ia menangis karena ternyata surat itu surat pemberian Paris.
Gadis itu sepertinya mengetahui apabila penyakitnya semakin menggerogoti tubuhnya.
Dear Jasmine adikku tercinta
Maafkan aku yang egois menyembunyikan semua ini dari kalian semua. Kakak melakukan ini agar kalian semua dapat kembali melanjutkan hidup indah kalian tanpa adanya aku.
Kau pernah mengatakan apapun yang aku inginkan akan kau turuti. Kali ini kakak ingin meminta kamu Jasmine William untuk menjadi pengantin untuk Junior. Menggantikan kakakmu yang pesakitan ini, setelah surat ini berada di tangan mu mungkin kakak telah tiada.
Kakak yakin kamu dapat menjadi istri yang baik untuk Junior. Kakak yakin kamu dapat mengobati luka yang diderita Junior setelah kakak pergi jauh.
Kau tahu kan kakakmu ini suka sekali melakukan perjalanan, kali ini kakakmu sedang melakukan perjalanan panjang yang tak berujung.
Ini permintaan terakhir kakak, kakak mohon Jasmine.
Paris
Tidak mau membuang banyak waktu,sore harinya Mom Natalie dan Mom Keyzia membawa Jasmine untuk mencari gaun pengantin. Karena sangat mendadak alhasil mereka mendapatkan gaun senada. Jasmine menolak memakai gaun yang hendak dipakai oleh Paris, ia tidak ingin kembali bersedih saat melihat gaun tersebut.
Junior ikut menemani mereka ketika fitting baju, Junior kembali teringat saat ia menemani Paris mencoba gaun pengantinnya. Hati Junior terasa sesak karena impiannya hidup bersama Paris telah sirna. Kisah cinta mereka telah berakhir, kini hati Junior telah membeku, ia tidak ingin merasakan lagi cinta.
"Mom, gaun pengantin enggak ada yang pakai celana panjang aja? Aku risih banget pakai ini?" tanya Jasmine membuat Junior menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Jasmine.
Paris pernah bercerita apabila adiknya itu sangat tomboy, pantas saja ia terlihat jauh berbeda dengan Paris.
"Kamu mau nikah atau pencak silat?"
"Hah?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃
yaa kalau diterima nikah terpaksa dong
2024-10-17
2
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕸y💞ѕ¢
🤣🤣🤣sa ae min jasmin 🤦♀️
2024-10-05
1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕸y💞ѕ¢
🤣🤣🤣pede kali kau junior
2024-10-05
1