Bab 9

Junior terperanjat ketika mendengar suara teriakan Jasmine. Junior bergegas menutupi tubuh polosnya dengan handuk, sementara Jasmine masih shock dengan apa yang ia lihat barusan. Oh astaga, otaknya langsung traveling setelah melihat itu semua, bagaimana kekarnya tubuh Junior membuat jantung Jasmine berdetak lebih cepat. Junior menutup pintu kamar mandi lalu menguncinya, ia lupa apabila kini ada Jasmine yang tinggal bersama dirinya.

Keduanya merasa canggung setelah kejadian tadi, ini pertama kalinya bagi mereka. Meskipun mereka sudah resmi menikah, dan hal seperti ini lumrah bagi pasangan suami istri. Tapi mereka masih merasa malu karena belum sampai ke tahap itu.

"Maaf aku tadi enggak sengaja," ucap Jasmine dengan rona merah pada wajahnya. Ia masih terbayang-bayang tubuh polos suaminya itu.

"Iya, aku yang salah lupa mengunci pintu" sahut Junior ikut gugup. Ini pertama kalinya bagi Junior, ada wanita yang melihat tubuh polosnya.

Tak lama kemudian bibi menyajikan makan malam untuk mereka. Terong balado dan juga ayam goreng beserta sambal, Jasmine menelan salivanya kala melihat terong balado. Ia kembali teringat kejadian tadi yang membuat otaknya terkontaminasi.

"Kamu enggak makan?" tanya Junior ketika melihat Jasmine hanya terdiam sejak tadi.

"Ah, iya!" Jasmine tersentak, ia lalu mengambil nasi dan ayam goreng beserta sambal ke dalam piring.

"Bukannya kamu suka terong balado, aku sengaja suruh bibi masak karena kata Mommy kamu itu makanan kesukaan kamu," ucap Junior hendak menuangkan terong balado ke dalam piring makanan Jasmine, namun Jasmine menolak.

"Jangan! Sekarang aku enggak suka terong lagi." Jasmine mencoba untuk tetap tersenyum meskipun hatinya ketat ketir melihat terong yang sudah dipotong lalu dibumbui itu.

Ia jadi tidak lagi berselera, Jasmine menyudahi makanannya membuat Junior merasa ada yang aneh dengan istrinya itu. Ia kembali melanjutkan makanannya, mungkin Jasmine memang sudah kenyang pikir Junior.

Keesokan harinya Jasmine bangun terlebih dahulu agar kejadian kamar mandi tidak terulang lagi. Ia bergegas bersiap-siap karena ia harus membuat bekal untuk Junior. Sebelumnya ia membangunkan Junior karena sebentar lagi jam masuk kerja.

"Junjun bangun, ini udah siang" ucap Jasmine sambil menggoyangkan tubuh suaminya.

Junior pun membukan matanya, ia pun duduk di tepi ranjang lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Junior berada dalam kamar mandi, Jasmine menyiapkan pakaian Junior setelah itu ia pergi ke bawah.

Sarapan di bawah sudah tersaji, namun Jasmine pergi ke dapur untuk menyiapkan bekal suaminya. Ia tahu Junior adalah introvert yang tidak suka berkumpul dengan banyak orang. Oleh karena itu ia membuatkan Junior sandwich dan sosis bakar. Hanya ini yang bisa Jasmine buat, selebihnya ia tidak bisa.

Jasmine bergegas menghampiri Junior ketika pria itu sudah duduk di ruang makan. Ia membantu Junior menyiapkan makanannya, pandangan mata Junior tertuju pada kotak bekal dekat dengan Jasmine.

"Punya siapa itu?" tanya Junior. Ia pikir Jasmine akan memberikannya kepada Vano, karena hanya Vano pria yang dekat dengannya.

"Ini buat kamu bawa, jangan lupa dimakan saat lagi laper. Jangan telat makan lagi, hari ini aku enggak bisa anterin makanan karena aku dan Vano harus mengecek kain untuk pakaian fashion show nanti" jelas Jasmine.

"Kau senang sekali pergi dengannya?" tanya Junior memicingkan matanya.

"Aku merasa cocok bekerja dengannya karena dia tidak banyak protes seperti yang lain." Jawab Jasmine, tak lama kemudian ia pamitan kepada suaminya untuk pergi terlebih dahulu.

......

Junior menatap bekal yang dibuat oleh Jasmine, sudut bibirnya tertarik membuat senyuman. Ia melihat sandwich yang dihiasi dengan saus berbentuk wajah, beserta potongan sosis dan salad di sampingnya. Meskipun gadis itu terpaksa menikahinya, tapi Jasmine tetap melakukan kewajibannya sebagai istri.

Ia kembali melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya. Sudah lama Jasmine dan Vano berada di luar tapi mereka belum juga kembali.

Suara ketukan diluar sana menyadarkan Junior dari lamunannya. Ia mempersilahkan masuk seseorang yang baru saja mengetuk pintu, seorang wanita cantik dengan rambut bergelombang tersenyum manis kepada Junior.

"Hai! Aku datang, aku akan menjadi asistenmu mulai hari ini," ucap wanita itu dengan senyum menggoda.

"Kenapa kau tidak mengabariku, Caitlyn?" tanya Junior lalu mempersilahkan sahabatnya masuk.

Caitlin masuk ke dalam ruangan Junior lalu duduk di sofa yang ada di sana. Junior pun ikut duduk di sofa depan Caitlyn, ia meminta OB lewat telepon untuk membuatkan minuman untuk sahabatnya.

"Aku takut mengganggu kau dengan istrimu," ucap Caitlyn sengaja mencari perhatian.

"Jasmine wanita baik, ia tidak mungkin merasa terganggu dia tahu kau sahabatku." timpal Junior membuat Caitlyn tersenyum tipis.

Lagi-lagi Junior hanya menganggap dirinya sahabat, tidak masalah. Selama ia berada di dekat Junior, ia pastikan akan merebut hati Junior meskipun pria ini sudah menikah.

"Sepertinya hubungan kalian semakin baik?" tanya Caitlyn.

"Tentu saja, dia Istriku dan kami harus menerima pernikahan ini" jawab Junior.

Caitlyn pikir Junior dan Jasmine akan menjadi pasangan suami istri yang tidak akur. Mengingat tidak ada cinta diantara mereka. Tapi mendengar Junior memuji istrinya, Caitlyn tidak suka. Ia harus mencari cara merusak rumah tangga mereka. Jangan sampai benih-benih cinta hadir diantara keduanya.

"Mulai kapan kau berkerja?" tanya Junior.

"Hari ini pun tidak masalah, kau tahu kan seperti apa pekerjaanku?" tanya Caitlyn membanggakan.

Junior sangat mempercayai Caitlyn, selain ia sahabatnya sejak lama, ia pun suka dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Caitlyn.

Sementara itu saat ini Vano mengajak Jasmine untuk mampir sebentar di sebuah kafe. Jasmine sangat lelah karena seharian ini mereka berjalan memasuki satu toko ke toko berikutnya untuk mencari kain bahan pakaian untuk fashion show nanti. Ia mengibaskan tangannya ke depan wajah karena tadi ia sangat berkeringat, berada di bawah terik matahari sepanjang hari memang sangat melelahkan.

Jasmine tercengang ketika Vano menyodorkan satu porsi banana split kesukaannya. Jasmine sangat antusias ketika mendapatkan desert favoritnya.

"Wah! Terimakasih, kau memang selalu ingat apa yang aku suka!" ucap Jasmine sangat antusias.

Ia lalu hendak memotong pisang yang diatasnya terletak dua scop es krim dan juga topiing lainnya. Namun, ia kembali teringat milik Junior yang sama persis seperti pisang. Ah... gara-gara kejadian kemarin otaknya terus terkontaminasi.

Jasmine mendorong mangkuk cekung berisi banana split menjauh darinya. Tiba-tiba saja moodnya kembali hilang, ia langsung tidak berselera.

"Kenapa? Bukannya kamu suka ini?" tanya Vano merasa aneh.

"Mulai sekarang aku enggak suka pisang." tolak Jasmine.

Vano mengkerutkan keningnya mendengar ucapan Jasmine yang tidak masuk akal.

Jasmine menghela nafas kasar, mengapa sudah dua hari ini orang-orang memberikannya pisang dan terong yang kini tidak ia sukai.

Terpopuler

Comments

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

kayaknya cath tau banget jun

2024-10-27

1

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

bikin ketawa gak suka pisang juga

2024-10-27

1

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

ˢ⍣⃟ₛ ❃ ᏝᏬᏕᎥ ❃

gara-gara liat terong dikamar mandi jadi enggak suka terong balado... sama jus pisang masih mau kan tapi

2024-10-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!