Bab 20

Dengan langkah yang berat, Reka memasuki kamarnya dengan wajah yang merah padam dan tatapan yang penuh kemarahan. Dia melemparkan tasnya dengan kasar ke sudut kamar, membuat bunyi keras saat tas tersebut menghantam dinding.

“Bodoh! Sialan!” teriak Reka, suaranya terdengar penuh dengan amarah dan frustrasi. Dia merasa seakan-akan semua beban yang dia rasakan dalam beberapa hari terakhir ini meledak pada saat ini.

Reka memandang ke langit-langit kamarnya, matanya memancarkan ketidakpuasan yang mendalam. Dia merasa seperti menjadi boneka yang dikendalikan oleh tangan tak kasat mata, dan itu membuatnya frustasi.

"Kenapa aku harus terjebak dalam cerita yang tidak aku buat sendiri?!" lanjutnya dengan nada yang semakin tinggi. "Aku capek! Aku capek menjadi tokoh figuran dalam cerita orang lain!"

Dengan tatapan penuh kemarahan, Reka berdiri di tengah kamarnya sambil mengumpat kasar kepada X.

"Kau pikir kau bisa bermain-main denganku seperti ini? Kau pikir aku akan diam saja saat kau mengendalikan hidupku?" desis Reka dengan nada penuh amarah.

Sambil terus mengumpat, Reka berpikir keras bagaimana caranya agar dia bisa mengubah alur cerita dan menghindari nasib buruk yang menunggunya. Dia merenungkan setiap kemungkinan, mencoba memutar otak untuk menemukan jalan keluar dari situasi yang rumit ini.

"Harus ada cara lain, aku tidak bisa terjebak dalam lingkaran setan ini selamanya," pikirnya sambil terus berusaha memecahkan teka-teki yang mengganggu pikirannya.

Dengan napas yang terengah-engah, Reka duduk di atas tempat tidurnya, mencoba menenangkan dirinya dari gelombang emosi yang memenuhi hatinya. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin tanpa jalan keluar, dipaksa untuk mengikuti alur cerita yang ditetapkan oleh X.

“Ada harus ada cara... Cara untuk keluar dari cerita ini,” gumam Reka, suaranya hampir tersendat oleh ketegangan yang membebani pikirannya.

Dia memejamkan matanya sejenak, mencoba merenungkan setiap detail cerita dan mencari celah kebebasan di antara plot yang telah ditentukan. Dia tahu bahwa harus ada cara untuk mengubah nasibnya, untuk menemukan jalan menuju kehidupan yang sesungguhnya, di luar kendali X.

Dengan langkah mantap, Reka bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja belajarnya dengan buku catatan di tangan. Dia membuka bukunya dengan hati-hati, membiarkan jari-jarinya menyentuh halaman-halaman yang penuh dengan potensi perubahan.

“Poin penting pertama, pertunangan,” gumam Reka sambil menulis dengan cepat. “Jika pertunangan tidak diputuskan, cerita akan terus berputar dalam lingkaran yang sama.”

“Tapi, jika aku memutuskan pertunangan, maka cerita akan kembali ke titik awal...”

“Poin kedua, kejadian di luar cerita,” lanjut Reka, matanya menyapu setiap kata yang tercetak di halaman buku catatannya. “Jika ada sesuatu yang

buruk terjadi kepada tokoh utama di luar cerita, seperti kematian, cerita akan kembali ke titik awal.”

Dengan mata yang terfokus pada catatan di hadapannya, Reka menggertakkan pena di atas meja dengan frustrasi yang terasa begitu nyata.

"Arghh... bagaimana cara mengubah alurnya," desis Reka dengan frustrasi yang menggelegak di dalam suaranya. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin yang tidak ada ujungnya, tanpa petunjuk yang pasti untuk menemukan jalan keluar.

Reka menghela napas lelah, rambutnya yang terurai berserakan di sekeliling wajahnya yang penuh dengan ekspresi kekecewaan. Kepalanya mendongak, memandang langit-langit kamarnya yang terasa semakin menyempit dengan beban pikiran yang terus menghantui.

"Kenapa ceritaku berbeda," gumam Reka dengan suara yang penuh pertanyaan. "Dimana-mana, ketika orang masuk ke dalam cerita novel dan tahu bahwa peran mereka sebagai Figuran akan berakhir tragis, mereka bisa mengubah alur cerita dan menemukan kebahagiaan bersama pria tampan. Mengapa aku berbeda? Mengapa aku terus kembali ke awal cerita, hanya menjadi tunangan yang terobsesi dengan pemeran utama?"

Rasa frustasi dan kekecewaan terdengar jelas dalam suara Reka.

Dengan langkah yang berat, Reka bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi. Dia membiarkan air mengisi bak mandi dan merenung sejenak sebelum memutuskan untuk merendam dirinya di dalamnya, berharap bisa meredakan rasa frustrasinya yang terus menghantui.

Reka membiarkan air hangat memeluk tubuhnya, membiarkan pikirannya merenung di dalam kedamaian yang dibawa oleh aliran air.

Setelah setengah jam berendam, Reka akhirnya selesai dan keluar dari kamar mandi. Dia berdiri di depan meja riasnya, mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, ketika tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dengan keras.

"Yahooo, adik bantetku yang tersayang! Bagaimana kabarmu hari ini? Kakakmu yang sangat tampan ini merindukanmu," kata Arsan sambil masuk ke dalam kamar dengan antusias.

Reka, yang masih merasa kesal, melemparkan hair dryer yang digunakannya ke arah Arsan yang berdiri di depan pintu. Untungnya, Arsan sempat menghindar.

"Bantetku tersayang, kenapa?" tanya Arsan, sedikit terkejut.

Reka menatap Arsan dengan tatapan datar saat dia masuk ke dalam kamarnya.

"Tidak apa-apa," kata Reka, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Kak, bagaimana cara mengubah alur cerita?" tanyanya tiba-tiba.

"Hah? Mengubah alur cerita? Maksudnya?" Arsan memandang Reka dengan heran.

"Lupakan saja, anggap saja Kakak tidak mendengar apapun," kata Reka cepat.

"Apa kamu lagi masalah dengan Gazef lagi, sayang?" tanya Arsan dengan nada prihatin.

Reka menggelengkan kepala. "Ya begitulah. Kakak bisa keluar nggak? Aku mau sendiri," pintanya.

Arsan terdiam sejenak sebelum mengangguk dan keluar dari kamar Reka. Dia menutup pintu dengan lembut, namun setelah itu, senyumnya menghilang. Wajahnya terlihat serius dengan tatapan mata yang tajam.

Arsan turun ke lantai bawah dan masuk ke ruang kerja Gred. Gred menatap tajam Arsan saat ia langsung duduk di sofa.

"Enaknya Gazef diberi pelajaran apa ya, kak?" tanya Arsan.

Gred terdiam, melepaskan kacamata yang dipakainya. "Apa lagi yang dia lakukan?" tanyanya.

"Aku tidak tahu. Reka tidak mengatakan apa-apa. Saat aku masuk ke dalam kamarnya, Reka terlihat sangat kesal. Reka bahkan melemparkan hair dryer yang sedang dia gunakan ke arahku," jelas Arsan.

"Bagaimana jika dilenyapkan saja?" usul Gred dengan serius.

"Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Reka hanya akan semakin frustasi," kata Arsan mendengus kesal.

"Tapi kita harus menemukan cara agar Gazef tidak lagi menjadi masalah bagi Reka," sahut Gred.

"Mungkin kita bisa mencoba cara lain," saran Arsan.

"Ya sudah batalkan saja pertunanganya, reka bisa mendapatkan yang lebih baik dari pria sampah itu," Kata Gred dengan nada dingin.

Arsan mengangguk setuju. "Benar juga. Gazef memang tidak pantas bagi Reka."

"Tapi bagaimana caranya untuk membatalkan pertunangan itu tanpa menimbulkan konflik lebih lanjut?" tanya Arsan.

"Mungkin kita bisa mendiskusikan ide ini dengan Arsad," saran Arsan. "Dia mungkin punya gagasan yang bagus tentang bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

⚠️Tolong berikan Like dan Komentar sebagi bentuk dukungan ya!! Agar author semangat untuk menulis, tidak susah kok tinggal tekan 👍🏻 dan 💬 nextss saja sudah cukup. TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN MENINGGALKAN KOMENTAR DAN LIKE⚠️

⚠️Untuk yang bingung dengan ceritanya, semoga bab ini bisa memperjelas alur ceritanya ya, jika masih bingung baca judul novelnya ya, 'Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran', jika masih tetap bingung silahkan tinggalkan komentar saran agar author bisa memperbaiki tulisan agar para pembaca bisa mengerti alur cerita yang author buat. Alurnya mirip drakor Extraordinary You⚠️

Terpopuler

Comments

akyyaa_

akyyaa_

kenapa harus nolak reka? padahal kalo reka sama kael itu pasti cocok banget

2024-06-19

1

Cty Badria

Cty Badria

reka pindah sekolah ke luar negri jd ngak ad hub. LG dg para toko

2024-06-04

3

Bonny Patriadi

Bonny Patriadi

Thor ,coba nonton W two world deh,kali dapat ilham tambahan,keep on 🔥

2024-06-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!