¥¥¥¥¥¥¥¥
**Di rumah sakit**.
Altezza terlihat cemas saat menyaksikan Alettha yang kini tengah di periksa oleh dokter Gery , bahkan dia terlihat enggan untuk pergi dari ruang rawat Alettha karena takut jika terjadi sesuatu dengan Alettha nantinya , hingga beberapa saat kemudian , dokter Gery selesai memeriksa Alettha lalu menghampiri Altezza yang tidak mengalihkan tatapannya dari Alettha.
"Jangan khawatir .. dia baik baik saja , mungkin tubuhnya masih belum bisa menyesuaikan diri dengan jantung barunya , lalu apa kamu tau penyebab dia sampai seperti itu?"ucap dokter Gery sambil menepuk kecil pundak Altezza.
"Mungkin karena dia tidak bisa mengontrol emosinya , aku sempat mendengar dia meninggikan suaranya saat bicara dengan Rafka"ucap Altezza yang mendengar saat Alettha sempat marah pada Rafka sewaktu di kantin tadi.
"Jadi begitu , jika begitu untuk saat ini jangan sampai membuat Alettha marah hingga membuat emosinya tidak stabil dan berimbas pada denyut jantungnya yang tidak beraturan"
"Kamu harus lebih memperhatikan dirinya lagi mulai sekarang"ucap dokter Gery tersenyum ramah pada Gery.
"Sepertinya begitu"yang juga tersenyum balik kearah dokter Gery.
"Tuan muda"ucap seseorang yang memasuki ruang rawat Alettha.
"Kenapa Dika?"sambil melihat kearah Dika yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
"Ada panggilan dari tuan besar"sambil memperlihatkan ponselnya yang masih tersambung dengan Sebastian di seberang sana.
Tanpa belama lama lagi , Altezza mengambil ponsel milik Dika dan setelahnya mereka bicara melalui panggilan telepon pada Sebastian.
Hingga beberapa menit kemudian , Altezza mematikan panggilan itu dan mengembalikan lagi ponsel itu pada Dika.
"Dika , tolong jaga Alettha sebentar , aku ingin keluar" yang ingin beranjak keluar dari ruang rawat Alettha.
Namun sebelum dia keluar , dia mendekati ranjang Alettha dan mencium kening Alettha sebentar , lalu setelahnya Altezza benar benar pergi dari ruang rawat Alettha.
"Hei .. jangan terlalu lama bermainnya , jika Lettha bangun bagaimana?"ucap dokter Gery pada Altezza yang belum jauh keluar dari ruang rawat Alettha.
"Tidak akan lama jika mainanku bisa diajak kerjasama , jaga saja Alettha dan jangan sampai dia kabur dari rumahsakit"ucap Altezza tanpa melihat kearah dokter Gery.
Dan dokter Gery hanya bisa melihat kepergian Altezza dengan pandangan yang sulit diartikan , karena dia sangat tahu apa arti kata mainan yang dikatakan Altezza.
Karena abis di pastikan jika itu akan berkaitan dengan menghilangkan nyawa seseorang.
"Apa tuan muda masih melakukan kebiasaan buruknya"ucap penasaran Dika yang melihat kearah Altezza yang sudah tak terlihat lagi.
"Tidak seperti tahun tahun kemarin , sekarang dia lumayan bisa mengontrol diri , asalkan tidak ada yang mengusik Alettha"ucap Gery tersenyum kearah Dika.
"Tolong jaga Alettha sebentar , ada pasien yang harus ku periksa , satu jam lagi aku akan kembali melihat keadaan Alettha"ucap dokter Gery lagi yang kemudian pergi meninggalkan ruang rawat Alettha.
Dan menyisakan Dika yang menjaga Alettha sambil duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
€€€€€
**Dilain tempat**.
Seorang pemuda terlihat bersiul senang sambil berjalan menyusuri lorong sebuah tempat rahasia yang berada di kawasan markas miliknya.
Dan di depan sana dua orang penjaga bertubuh besar terlihat berdiri di samping kanan dan kiri sebuah pintu yang menjadi tempat bermainnya.
Melihat sang tuan yang sudah sampai , membuat mereka berdua dengan sigap membuka pintu tersebut dan membuat dua orang pemuda melihat kearahnya.
"Emang Lettha enggak apa apa lo tinggal Za"ucap salah satu pemuda itu.
"Lettha masih tidur dan Dika yang menjaganya"sambil berjalan mendekat kearah targetnya hari ini.
"Alamat gue enggak bisa makan selama seminggu"bisik pemuda itu pada orang yang berdiri di sampingnya.
"Bukannya lo udah biasa Arkan"ucapnya yang juga berbisik pada Arkan.
"Ck .. tetap aja , gue enggak bisa nahan mual saat ngeliat Altezza yang sudah beraksi Revan , makanya gue ngajak lo buat nemenin gue"
"Kalian berdua mau ngobrol sampai kapan?"ucap Altezza menatap datar kedua sahabatnya.
"Kagak kok Za , lo mau langsung main?"ucap Arkan sambil tersenyum cangung saat melihat kearah Altezza yang sedang menatap mereka.
"Ya iyalah sekarang , lagian gue enggak bisa lama lama ninggalin Alettha di rumah sakit"sambil melangkah menuju meja yang terdapat banyak macam benda disana.
"Bangunkan wanita itu"ucap Arkan pada salah satu bodyguard yang berjaga di sana.
Paham dengan apa yang diinginkan tuanya , membuat bodyguard tadi berjalan mengambil seember air yang memang di sediakan disana dan ..
**Byur**
**Uhuk**
Satu ember air menguyur tubuh gadis muda itu hingga membuatnya terbatuk karena merasa terkejut dengan apa yang terjadi padanya tadi.
"Sialan .. apa mau kalian Ha ..!"marah gadis itu melihat bodyguard di hadapannya yang sekarang malah terlihat berjalan menjauh saat tahu tuanya sudah ingin mulai bermain.
"Mulut lo teryata masih bisa mengumpat Riska"
"Al .. Altezza"ucap gagap Riska saat menyadari siapa orang yang sekarang berdiri di depannya.
Posisi Riska sekarang adalah terikat dengan kedua tangan yang digantung di sebuah rantai dengan masih menggunakan seragam sekolah.
Lalu Altezza terlihat menyeringai saat mendapati wajah ketakutan Riska , dan hal itu malah membuat Altezza terlihat senang saat mendapati mainannya sedang takut padanya.
"Kenapa , lo takut"ucapnya sambil tersenyum evil , bahkan kedua sahabatnya sampai merinding saat melihat senyum Altezza.
Mereka tahu benar siapa dan bagaimana watak juga kepribadian dari Altezza , hal itu karena mereka sudah lama saling mengenal satu sama lain.
Mereka juga tahu bagaimana Altezza bisa memiliki sikap seorang psikopat , karena hal itu sebenarnya adalah hasil dari kejadian di masa lalu yang membuat Altezza jadi memiliki sifat psikopat itu.
Namun Altezza masih bisa berpikir logis karena pengaruh dari pengobatan yang dia lakukan , dan alasannya adalah karena dia ingin bisa dengan Alettha.
Tetapi saat ada yang mengusik Alettha , dia jadi kesal dan marah hingga berujung dia yang ingin bermain lagi dengan mangsanya.
"Bagaimana jika mulut lo yang sudah nyakitin kesayangan gue , gue buat semakin lebar"ucap Altezza sambil memperlihatkan benda tajam yang ada di tangannya dan tersenyum seakan menikmati rasa takut di diri Riska.
"Tidak .. tolong jangan lakukan itu , gue mohon"
"AAAKKH ..."
€€€€€€
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
huh..riska yg pertama jd mainan bukannya alisya..
2024-12-05
2
rizka
Riska nma gw 🗿
2025-03-21
0
Selviana
Jadi orang jangan jahat.Itu balasan kamu sudah menyakiti kesayangan Altezza.
2024-07-08
3