Alettha ( 3 )

¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥

Sejak kejadian kemarin , sekarang Aletta berusaha untuk bersikap seperti Vanesha meski sebenarnya itu terlihat sulit bagi Aletta , dan secara diam diam , dia juga membantu Sebastian untuk menemukan Bunda Danita , orang yang sejak kecil mengasuh Aletta.

Hingga tak membutuhkan waktu lama , akhirnya Bunda Danita datang kerumah sakit bersama dengan Riko asisten Sebastian yang menjemputnya , agar Danita bisa menjemput jasad Aletta untuk segera di kebumikan dengan layak di pemakaman yang letaknya dekat dengan wilayah Bu Danita tinggal.

"*Bunda , maafin Letta yang pergi tidak pamit dulu pada Bunda , Bunda harus bahagia dan jangan bersedih terlalu lama*" batin Aletta saat melihat Sebastian juga dokter Gery yang sekarang sedang berbicara dengan Danita.

Meski terlihat baik baik saja , namun di wajah Danita nampak kesedihan yang teramat dalam sebab sudah kehilangan sang putri yang baik dan ceria seperti Aletta.

Tak tega melihat Danita yang bersedih , akhirnya Aletta memutuskan untuk kembali keruang rawat miliknya dengan di bantu oleh suster yang sejak tadi menemaninya.

Karena sepertinya mulai sekarang dia harus lebih cepat beradaptasi dengan tubuh Vanesha , agar Aletta busa lebih leluasa untuk melakukan hal yang ingin dia lakukan kelak.

Dan disaat sudah sampai di dalam ruang rawat Aletta , Aletta bisa melihat jika tunangan dari Vanesha , baru saja menampakkan batang hidungnya setelah dua hari Aletta di tubuh Vanesha.

Yang beruntungnya Vanesha meninggalkan beberapa ingatan mengenai orang orang yang ada di dekatnya , hingga tak sulit bagi Aletta untuk mengenali mereka.

Dan tanpa menyapa orang yang berstatus sebagai tunangan Vanesha , Aletta malah membaringkan dirinya di ranjang dengan kondisi ranjang yang sedikit dinaikkan hingga seperti Aletta yang sedang setengah duduk di ranjangnya.

"Darimana saja , bukankah kamu harus lebih banyak istirahat?"ucapnya yang berjalan mendekat kearah Aletta saat suster yang membantunya keluar ruangan itu.

"Apa perduli lo"ucap ketus Aletta tanpa melihat kearah pemuda yang sekarang sudah duduk di kursi di samping tempat tidur Aletta.

"Kok kamu jadi ngomong gitu?"ucapnya terkejut sebab mendengar nada bicara Aletta yang berbeda dari biasanya.

"Terus gue harus ngomong gimana sama lo"ucap Aletta melihat kearah pemuda itu dan menatapnya tajam.

Dan mungkin inilah yang menjadi perbedaan antara Aletta dan Vanesha , disaat Aletta tidak menyukai seseorang maka Aletta akan terus terang dengan ketidak sukaanya itu , dan Aletta bukanlah tipe cewek yang terlalu lebay dan sangat benci jika dibilang lemah.

Karena itulah dia terlihat sangat kesal saat melihat orang yang berstatus sebagai tunangan Vanesha ini , malah sudah secara terang terangan selingkuh di depan mata Vanesha.

"Kamu terlihat berbeda Echa"ucapnya yang memanggil dengan nama kecil Vanesha.

"Jangan panggil gue dengan nama itu , lagian yang punya nama itu sudah mati sebab dia yang begitu bodoh membiarkan orang yang di sebut tunangan kencan dengan cewek lain"

"Vanesha!!"bentaknya.

"Berani sekali kau membentak cucuku Rafka"sahut Sebastian yang baru masuk ruang rawat Aletta bersama dengan dokter Gery.

"Bukan seperti itu kek , aku tidak bermaksud membentaknya"kilah Rafka sambil menatap Sebastian takut.

"Kau pikir telingaku tuli sampai kau berpikir jika aku tidak mendengar saat kau membentak cucuku"ucap Sebastian yang menekan amarahnya karena tidak ingin jantung Aletta bermasalah lagi.

"Bukan seperti itu kek , aku ..."

"Lebih baik hentikan sampai disini , dan kuharap kakek tidak keberatan jika aku membatalkan pertunangan ku dengan Rafka"sahut Aletta yang sudah muak melihat drama dari Rafka.

"Kau yakin sayang?"tanya Sebastian memastikan , sebab dia sangat tahu jika Vanesha begitu menyukai Rafka , meski Sebastian dulu tidak pernah menyetujui pertunangan itu , tetapi demi melihat cucunya tersenyum , Sebastian memilih mengalah dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Vanesha.

"Tentu , lagipula dia sudah memiliki kekasih"ucap yakin Aletta hingga hal itu membuat Sebastian semakin marah pada Rafka.

"Kau dengar apa yang dikatakan cucuku , mulai hari ini kalian tidak memiliki hubungan lagi , dan aku akan menyuruh Riko untuk datang kerumah orangtuamu agar membatalkan pertunangan kalian"ucap tegas Sebastian hingga membuat Rafka tidak bisa berkata kata lagi dan memilih untuk pergi dari ruang rawat Aletta.

Meski Rafka terlihat berat dengan pembatalan pertunangan itu , namun dia juga tidak bisa mencari alasan saat Vanesha sudah mengatakan kepada Sebastian jika dia sudah memiliki kekasih.

Sedangkan Sebastian sendiri terlihat lega saat mendengar jika Vanesha membatalkan pertunangannya dengan Rafka , lalu dia berjalan kearah Aletta yang masih duduk di ranjangnya.

"Kamu yakin dengan keputusanmu sayang?"tanya Sebastian sekali lagi , sebab dia tidak ingin jika apa yang dia katakan Aletta tadi hanya sebuah emosi semata.

"Tentu saja aku serius kek , dan bisakah aku meminta sesuatu kek"ucap Aletta hati hati.

"Memang kamu mau minta apa sayang"sambil tersenyum kearah Aletta.

"Boleh enggak kalau mulai sekarang panggil Vanesha dengan Alettha"ucap gugup Aletta karena dia sebenarnya tidak nyaman jika harus memakai nama Vanesha.

"Tentu saja , bukankah itu juga namamu"ucap Sebastian sambil tertawa , sedangkan dokter Gery terlihat tersenyum mendengar permintaan sederhana dari Vanesha yang sudah sejak lama menjadi pasiennya.

"Tapi dokter masih boleh manggil kamu dengan pangillan Echa kan?"sahut dokter Gery.

"Tentu dokter"jawab Aletta sambil tersenyum kearah dokter Gery.

"Dan satu lagi , Lettha boleh ya sekolah di sekolah umum"ucap harap Aletta , sebab dia tahu jika selama ini Vanesha hanya melakukan homeschooling dan Aletta akan merasa bosan jika dia melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Vanesha.

"Tetapi sayang , kondisi jantungmu ..."

"Lettha janji akan hati hati dan selalu rutin chekup , jadi boleh ya .. Lettha sekolah di sekolah umum , Lettha kan juga ingin punya banyak temen kek , Lettha juga ingin seperti remaja lain yang seusia Lettha yang bermain bersama temannya , jadi boleh ya .."ucap Alettha memohon pada Sebastian agar apa yang dia inginkan dikabulkan oleh Sebastian.

"Bagaimana dokter Gery?"ucap Sebastian meminta pendapat dokter Gery.

"Saya pikir itu bukanlah ide yang buruk tuan , dengan begitu nona Alettha jadi bisa membiasakan diri dengan jantungnya yang baru"jawab dokter Gery.

"Baiklah , tapi kamu harus benar benar sembuh dulu"ucap Sebastian sambil membuang nafas panjang karena baginya itu adalah keputusan yang sulit baginya.

"Terimakasih kek"ucap girang Alettha yang tanpa sadar langsung memeluk Sebastian , hingga membuat Sebastian terharu sebab apa yang di lakukan Alettha sekarang.

Karena sejak dulu Vanesha sangat tidak suka jika dipeluk , meski itu oleh keluarganya sekalipun , namun yang ada di tubuh Vanesha sekarang adalah jiwa Alettha yang akan bersikap berbeda dengan jiwa Vanesha yang dulu.

Dan mulai sekarang kehidupan Alettha akan dimulai sebagai Vanesha , yang tentunya akan banyak kejutan didalamnya.

€€€€€

Terpopuler

Comments

isnaini naini

isnaini naini

dan petualangan letta di mulai...

2024-06-07

3

👑Кιкαη Αqυєєη👑

👑Кιкαη Αqυєєη👑

2 mawar🌹🌹 untuk Aletta dan Alettha

2024-05-25

1

👑Кιкαη Αqυєєη👑

👑Кιкαη Αqυєєη👑

kenapa berat bukan nya harusnya seneng?

2024-05-25

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!