¥¥¥¥¥¥¥¥
Sejak melihat Alissya yang jatuh sendiri di lantai , mendadak suasana kantin terlihat sunyi hingga terdengar suara teriakan yang mengalihkan atensi mereka.
"Echa!!"teriak seorang pemuda yang berjalan cepat kearah Alettha dan langsung membantu Alissya yang sedang berekting menjadi gadis polos dimata Alettha , Nara , Arkan dan Revan yang melihat dengan jelas jika itu semua hanyalah permainan dari Alissya.
"Apa yang lo lakuin sama Lisya , emang dia salah apa sama kamu?"ucap pemuda itu menatap Alettha dan merangkul pundak Alissya.
"Percuma ngomong sama lo Rafka , lagian apa yang gue omongin juga enggak bakal lo percaya , jadi mendingan lo bawa cewek pura pura polos lo itu pergi atau gue aja yang pergi , dan satu hal lagi .. jangan panggil gue dengan nama itu karena itu bukan nama gue lagi , ngerti?"ucap Alettha yang menatap datar pada Rafka.
Dan setelahnya Alettha ingin berjalan pergi dari tempat itu sebelum lagi lagi ada yang mencekal tangannya.
"Mau lo itu apa sih brengsek , lepasin tangan gue!!"ucap marah Alettha yang tanpa sadar meninggikan suaranya hingga sesaat kemudian Alettha merasakan jantungnya berpacu dengan cepat.
"*Sial .. kenapa dengan jantung gue , apa tubuh Vanesha enggak bisa nerima jantung gue , setidaknya untuk sekarang gue enggak boleh terlihat lemah di mata mereka*" batin Alettha yang sekarang merasakan jika jantungnya terasa nyeri entah karena apa.
"Kenapa lo jadi berubah gini Echa?"ucap Rafka yang sekarang mengenggam pergelangan tangan Alettha yang terkena goresan kuku dari Alissya tadi.
Melihat Rafka yang sepertinya sekarang terlihat perduli dengan Alettha , membuat Alissya mengepalkan kedua tangannya sebab merasa marah dengan apa yang di lakukan Rafka pada Alettha.
"Lo bodoh atau budeg sih , gue bilang jangan panggil gue dengan nama itu dan singkirkan tangan lo dari tangan gue"ucap Alettha yang menatap Rafka dengan penuh permusuhan.
Sehingga membuat Rafka menjadi sedih saat di tatap seperti itu oleh Alettha , padahal dulu dia sangat ingin pertunangan nya dan Alettha di batalkan , tetapi sekarang Rafka seolah tak rela jika Alettha membatalkan pertunangan itu.
"Ayo bicara"ucap Rafka yang ingin menarik tangan Alettha menjauh namun sebelum Rafka menarik tangan Alettha , tangan Rafka sudah terlepas dari pergelangan tangan Alettha.
"Padahal belum genap satu hari kamu disini , sekarang malah buat masalah di hari pertama sekolah"sahut seorang pemuda yang melepaskan tangan Rafka dari pergelangan tangan Alettha , lalu tak sengaja melihat di pergelangan Alettha yang sedikit tergores tadi , hingga membuat dia menatap kedua sahabatnya yang ada di sana.
"Gue enggak tahu kalau dia terluka"jawab Arkan yang tahu arti dari tatapan itu.
"Bukankah lo .."ucap Alettha yang terlihat familiar dengan wajah pemuda yang sedang ada di hadapannya itu.
"Hai ... cewek cantik tapi galak , kita ketemu lagi dan panggil aku Altezza atau mungkin sayang juga boleh"ucap Altezza tersenyum kearah Alettha.
**Bugh**
Satu bogeman mendarat di perut Altezza , namun Altezza malah terlihat terkekeh sambil melihat Alettha yang sudah berjalan menjauh , dan setelahnya tatapannya berubah datar saat melihat tiga orang gadis yang sudah membuat kesayangan terluka.
"Kalian sepertinya punya banyak nyawa cadangan hingga sampai membuat dia terluka , Revan urus mereka , gue enggak mau lihat wajah mereka di sekolah ini lagi dan untuk lo"sambil melihat kearah Rafka yang terlihat tidak suka dengan apa yang dilakukan Altezza tadi.
"Jangan pernah deketin cewek gue lagi , karena lo sudah membuang kesempatan yang pernah gue kasih ke lo , jadi .. jika gue lihat lo deketin cewek gue lagi , maka lo pasti tahu apa yang akan gue lakukan nantinya bukan , dan gue enggak akan perduli jika lo masih sepupu gue"ucap Altezza yang kemudian pergi dari tempat itu untuk menyusul Alettha.
Sedangkan para penghuni kantin yang lain terlihat melanjutkan aktifitas mereka dan tidak ingin ikut campur lagi dengan apa yang akan di lakukan Revan dan Arkan pada ketiga gadis kurang beruntung itu.
"Rafka apa kau tega meninggalkanmu sendirian"ucap Alissya sambil memegang tangan Rafka yang ingin pergi dari tempat itu.
"Mulai sekarang urus urusan lo sendiri dan jangan pernah cari gue lagi"ucap Rafka yang kemudian melepas paksa tangan Alissya lalu pergi dari tempat itu.
"Ck .. ck .. ck .. kacian diputusin"ejek Nara sambil tersenyum mengejek kearah Alissya.
"Makanya kalau mau ngelakuin sesuatu itu dipikir dulu"sahut Arkan.
"Mereka mana punya otak , orang yang mereka pikirkan cuman kesenangan sesaat"
"Bereskan barang kalian dan keluar dari sekolah ini , karena kalian sudah di keluarkan dari sekolah ini , dan jangan harap bisa di terima sekolah manapun"sahut Revan menyeringai lalu kemudian pergi dengan Nara dan Arkan yang mengikutinya.
Dan meninggalkan Alissya yang semakin menyimpan dendam pada Alettha.
€€€€
Sedangkan di luar gedung sekolah , Alettha terlihat berjalan sambil memegangi dadanya yang terasa semakin sakit dan sesak.
Niat hati ingin menghubungi Dika namun Alettha lupa membawa ponselnya , hingga membuat dia memilih untuk berjalan ke area parkir sekolah.
"*Sialan .. , kenapa semakin sakit , tahu begini gue enggak bakal teriak tadi , lama lama gue bisa kehabisan nafas kalau kayak gini*" batin Alettha sambil melangkah dengan pelan menuju mobil yang di parkirkan oleh Dika tadi.
Namun karena tubuhnya sudah mulai lemas akhirnya membuat Alettha jadi terhuyung dan ..
**Shet**
**Grep**
Tiba tiba tubuh Alettha merasa seperti melayang , dan saat melihat apa yang terjadi , Alettha malah melihat wajah Altezza yang terlihat cemas dimata Alettha.
"Al .."
"Jangan ngomong kalau terasa sesak"sahut Altezza yang bisa merasakan jika nafas Alettha sedang tidak beraturan.
Karena itu dia memilih mempercepat langkahnya hingga dari depan dia melihat Dika yang terlihat bingung saat melihat Alettha ada di gendongan Altezza.
"Tuan muda , nona kenapa?"bingung Dika.
"Bawa mobilnya , kita kerumahsakit sekarang dan hubungi dokter Gery untuk siaga"perintah Altezza yang sudah sampai di samping mobil dan menunggu Dika untuk membukakan pintunya.
Paham dengan perkataan Altezza , membuat Dika dengan sigap membuka pintu mobil dan membiarkan Altezza yang mengendong Alettha masuk kedalam mobil.
Lalu kemudian Dika sedikit berlari menuju bagian kemudi dan melajukan mobilnya disaat Dika sudah masuk kedalan mobil.
Sedangkan Altezza terlihat sangat cemas saat melihat Alettha yang malah menutup matanya , karena sebenarnya dita tidak suka saat melihat Alettha dalam keadaan seperti ini , dan mungkin nantinya dia akan membuat perhitungan pada orang yang sudah membuat kesayangannya jadi sakit lagi.
Dan jangan harap jika Altezza akan mengampuni mereka nantinya , karena tak akan ada yang tahu apa yang akan dilakukan Altezza nantinya.
€€€€€€
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
beybi T.Halim
kok alisya msh sekolah disini??secara kan sdh diusir sama kakek aletta?
2025-01-05
1
Shinta Dewiana
Altezza.....hmmm yg di taman kan..
2024-12-05
1
Nur Hayati
Altezza... namanya unik... mungkinkah orangnya juga seunik namanya
2024-09-05
3