Alettha ( 6 )

¥¥¥¥¥¥¥¥¥

**Kediaman Sebastian**.

"Ayah!!"teriak Ryan saat baru memasuki kediaman Sebastian.

"Rumahku bukan kebun binatang Ryan , dimana sopan santunmu sebagai seorang anak ha .."marah Sebastian saat melihat Ryan sudah ada di ruang keluarga , tempat Sebastian dan Alettha baru saja selesai bicara.

"Sopan santunya sudah hilang saat menjadi budak cintanya Carina kek"sahut Alettha sambil memakan keripik yang di berikan oleh Mery tadi.

"Echa!"bentak Ryan.

"Jangan membentak cucuku Ryan , dan jangan panggil dia dengan nama itu mulai sekarang"kesal Sebastian saat Ryan membentak Alettha , sebab Sebastian takut jika jantung Alettha akan bermasalah lagi nantinya.

Karena itulah Sebastian terlihat marah saat melihat Alettha di bentak , meski itu oleh Ayahnya sendiri.

"Sudahlah Ayah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu , dan tolong jelaskan mengenai perkataan Riko saat dia ke kantorku tadi"

"Bukankah sudah jelas apa yang di katakan oleh Riko , lalu apa lagi yang harus ku jelaskan?"sambil melihat Ryan yang memilih duduk di sofa yang berseberangan oleh Sebastian.

"Ayah , aku tahu masalah yang kuhadapi bukanlah masalah yang kecil , tapi bisakah Ayah biarkan aku untuk menyelesaikan semuanya"mohon Ryan agar diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya.

"Dan berakhir kau akan membuat perusahaanku bangkrut , kau pikir aku bodoh? hanya karena aku menyuruhmu untuk mengelola perusahaan , bukan berarti aku lepas tangan dengan kondisi perusahaan , jadi .. cukup bagiku untuk memberimu kesempatan , dan jangan harap aku akan memberimu kesempatan lagi"

"Tapi Ayah .. , apa yang akan ku katakan pada istriku nantinya jika aku sudah dipecat dari perusahaanku sendiri"

"Kau pikir aku perduli , dan siapa bilang jika perusahaan ini milikmu , asal kau tahu jika sejak awal perusahaan itu sudah atas nama Alettha , jadi .. jaga ucapanmu mulai sekarang , dan lebih baik kau urus istri dan putri barumu itu"

"Tidak mungkin"

Bukan Ryan yang mengatakan hal itu , melainkan Carina yang baru saja datang bersama dengan Alissya yang tiba tiba langsung duduk sebelum di persilahkan.

"Ayah , jika Ayah marah pada kami karena tidak menjenguk Echa saat sakit , Ayah tidak harus menarik jabatan suamiku , mau bekerja apa suamiku nantinya , belum lagi pihak Bank mulai menyegel rumah , dan apa Ayah tidak khawatir dengan pendidikan cucu Ayah"ucap Carina dengan raut memelasnya melihat kearah Sebastian.

"Cucu yang mana? cucuku baik baik saja di sini"ucap sinis Sebastian.

"Ayah , maaf jika kami baru sempat memberitahu jika ..."

"Tidak perlu menjelaskan , karena aku tidak ingin mendengarnya , dan perlu kalian tahu jika cucuku hanya satu , yaitu Alettha .. bukan yang lain"sambil menatap tak suka Alisya yang duduk di samping Carina.

"Echa , apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada kakekmu?"ucap Carina yang berharap jika Alettha akan membelanya.

Jika itu Vanesha , mungkin dia akan langsung membela Carina dari kemarahan Sebastian , namun yang ada di tubuh Vanesha sekarang adalah jiwa Alettha yang sangat benci melihat orang macam Carina yang bermuka dua.

"Siapa yang lo panggil Echa , Echa yang kalian kenal udah mati , lalu yang ada di hadapan kalian sekarang hanyalah Alettha Aldebaran bukan lagi Alettha Vanesha Aldebaran , jadi jangan panggil gue dengan nama itu lagi"ucap dingin Alettha menatap penuh permusuhan pada Carina.

Mendengar apa yang di kataka Alettha membuat Sebastian menjadi sedih , dia tidak pernah menyangka jika rasa sakit yang di terima cucunya begitu dalam hingga membuat dia tidak ingin lagi memakai nama pemberian sangat Ayah.

Hingga membuat Sebastian hanya bisa membuang nafas sebab apa yang di katakan oleh Alettha tadi.

"Dan untuk lo"sambil melihat kearah Alissya yang menatapnya dengan pandangan tidak suka melihat Alettha yang baik baik saja.

"Selamat atas masuknya lo ke keluarga Aldebaran , yang pada dasarnya hal itu tidak bisa dianggap sah karena tidak ada ijin dari kakek , dan gue juga tahu apa maksud lo ingin nama kakek ada di belakang nama lo , hal itu karena lo ingin keluarga Rafka bisa mengakui lo yang berasal dari kalangan menengah , bukan begitu?"ucap Alettha lagi sambil menyeringai kearah Alissya yang menahan kesal sebab perkataan Alettha yang memang benar adanya.

"*Alettha sialan .. , kenapa enggak mati aja sih itu anak , lalu kenapa dia terlihat sangat sehat sekarang*?" batin kesal Alissya yang juga merasa penasaran saat melihat Alettha terlihat jauh lebih sehat dari sebelumnya.

"Ha .. , udara di sini begitu pengap , aku mau jalan jalan keluar dengan bibi Mery ya kek"ucap Alettha sambil beranjak dari duduknya.

"Jangan jauh jauh"

"Beres kek"ucap girang Alettha yang kemudian mencium pipi Sebastian sebelum pergi menemui Mery untuk mengajaknya pergi jalan jalan keluar.

Sedangkan Ryan terlihat bingung dengan perubahan sikap Alettha , namun dia juga merasa bersalah sebab terlalu lama mengabaikan Alettha.

"Menyesal Ryan"ucap Sebastian saat melihat wajah Ryan yang penuh sesal pada Alettha.

"Ayah , kau tidak akan membuat kami tidur di jalanan bukan?"sahut Carina yang masih takut jika dia benar benar miskin sekarang.

"Pram"panggil Sebastian pada salah satu bodyguard kepercayaannya.

"Iya tuan"ucap Pram yang sudah ada di hadapan mereka.

"Antar mereka ke rumah yang ada di pinggir kota , dan kalian"sambil melihat kearah Ryan dan Carina.

"Tinggalkan mobil kalian di sini , dan biarkan Pram yang mengantar kalian kesana , aku juga sudah menyuruh orang untuk membereskan barang barang kalian untuk diantar ketempat itu"

"Tapi Ayah .."

"Tidak ada bantahan , jika kalian tidak ingin tinggal di kolong jembatan , lebih baik ikuti apa yang ku katakan , dan bawa putri baru kalian itu pergi dari sini"ucap Sebastian menyela perkataan Carina yang masih ingin protes pada Sebastian.

Merasa tidak ada lagi yang ingin dikatakan , akhirnya Ryan memilih beranjak lebih dulu , namun perkataan Sebastian membuat dia kembali menghentikan langkahnya.

"Setelah ini Ayah harap kau bisa membuka matamu Ryan , apa yang terlihat di hadapanmu , belum tentu akan sama seperti apa yang kamu lihat"ucap Sebastian yang kemudian memilih pergi dari tempat itu.

Meninggalkan Carina yang terlihat kesal dan marah dengan kondisinya sekarang , dan hal itu juga bisa di lihat oleh Ryan yang baru kali ini melihat Carina menatap tidak suka pada Sebastian.

Hingga membuat Ryan jadi berpikir mengenai apa yang di katakan oleh Sebastian tadi , dan itu mungkin ada hubungannya dengan sikap Carina yang tidak di ketahui oleh Ryan.

Hingga membuat Ryan berpikir untuk mencaritahu apa yang sedang di sembunyikan oleh Carina dari dirinya , dan Ryan pastikan itu tidaklah lama untuk doa mengetahui kebenaran itu.

€€€€€€€

Terpopuler

Comments

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

ayah yg membagongkan, bisa bisa nya ditipu sama medusa yg berkedok istri.
pasti ada suatu rahasia yg disembunyikan oleh carina.

2024-12-10

1

Wisteria

Wisteria

adu.,.. 1 lg korban lubang betina gy sok baik dan lembut hingga 🧠 dan 👁️ ketutup

2024-11-09

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ho..ho..ho....miskin2lah kalian....rasain

2024-12-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!