¥¥¥¥¥¥¥¥
Setelah sesi perkenalan yang singkat dan mengikuti pelajaran hari ini , sekarang Alettha sedang ada di kantin menghabiskan waktu istirahat dengan teman barunya.
"Gimana sekolah di sini Lettha?"ucap seorang gadis dengan kuncir kuda yang duduk di depan Alettha.
"Tidak buruk Nara"sambil tersenyum melihat kearah Anara Inez Nuria , teman pertama Alettha di sekolah itu.
"Jangan sungkan bertanya sama gue jika ada hal yang ingin lo ketahui"
Mendengar perkataan Nara membuat Alettha jadi teringat perkataan Jena tadi pagi , hingga akhirnya membuat Alettha memberanikan diri bicara pada Nara.
"Nara , gue boleh tanya satu hal enggak?"ucap Alettha hingga membuat Nara berhenti mengunyah makanannya lalu fokus melihat Alettha.
"Tanya aja , kalau gue bisa jawab maka gue akan jawab"
"Gue penasaran dengan perkataan Miss Jena tadi pagi , mungkin lo tahu sesuatu?"
"Perkataan yang mana?"
"Saat Miss Jena bilang jangan macam macam sama gue kalau tidak .."
"Aa .. soal itu"ucap Nara memotong perkataan Alettha.
"Iya yang itu , Miss Jena enggak lagi ngancam kalian kan?"penasaran Alettha dengan perkataan Miss Jena pagi tadi.
"Bukan Miss Jena Lettha , melainkan .."
"Hai .. Nara cantik , widih ..temen baru nih .."sahut seorang pemuda yang tiba tiba memotong perkataan Nara dan langsung duduk di samping Nara sedangkan satu orang pemuda yang lain duduk di sebelahnya.
"Sialan lo Arkan , siapa yang ngijinin lo duduk di sebelah gue?"kesal Nara dengan pemuda yang duduk di sebelahnya.
"Enggak usah marah marah juga kali , entar cantiknya ilang .. , lagian gue enggak mungkin duduk di sebelah temen lo , bisa mati muda gue"ucap Arkan yang malah mencomot snack yang di beli oleh Nara tadi.
"Kok bisa gitu , emang siapa yang mau lakuin itu ke lo"sahut Alettha yang benar benar merasa penasaran dengan pembicaraan dua orang di depannya itu.
"*Sebenarnya siapa yang sedang mereka bicarain , enggak mungkin si Rafka kan , lagian kalau itu si Rafka enggak mungkin juga Miss Jena misah kelas gue , terus siapa dong*?" batin Alettha yang merasa penasaran dengan apa yang sedang menjadi topik pembicaraan dua orang di depannya itu.
"Malaikat maut berkedok pangeran"sahut asal Nara hingga mendapatkan jitakan dari Arkan.
**Tak**
"Yakh .."kesal Nara melihat kearah Arkan sambil memegang keningnya yang terkena jitakan Arkan tadi.
"Makanya kalau ngomong itu di filter dong , entar gue juga yang kena kalau lo ngomong gitu"ucap Arkan sambil mengusap kening Nara yang memerah akibat jitakan Arkan tadi.
"Kalian berdua pacaran ya .."ucap Alettha tiba tiba saat melihat tingkah Arkan dan Nara yang saling perhatian meski harus diselingi dengan makian.
"Gue akan kasih lo pulau pribadi gue jika mereka bener bener bisa pacaran"sahut seorang pemuda yang duduk di samping Arkan sambil menyeringai kearah mereka berdua.
"Ck .. , ngerusak suasana aja lo Van"ucap Arkan yang kemudian memakan snack milik Nara.
Sedangkan Nara terlihat memasang raut wajah sedih saat Revan mengatakan hal itu , sebab Nara tahu akan seperti apa nasib dia dan Arkan nantinya.
"Lo enggak apa apa Nara?"ucap Alettha yang merasa tidak nyaman saat melihat Nara yang terlihat sedang sedih.
"Gue enggak apa apa Lettha"sambil mencoba tersenyum kearah Alettha.
Alettha yang tahu jika Nara mencoba untuk baik baik saja hanya ikut tersenyum dan tak bertanya apa apa lagi.
Lalu tak jauh dari mereka yang sedang duduk , tiga orang gadis terlihat berjalan kearah meja Alettha dan ...
**Brak**
Suara gebrakkan di meja membuat mereka melihat kearah si pelaku yang terlihat tersenyum remeh kearah mereka.
"Ck .. , cari mati mereka"ucap lirih Arkan.
"Pantau dulu"sahut Revan.
"Hei .. cewek penyakitan , ngapain lo sekolah di sini , mau ngerebut cowok sahabat gue lagi!"ucap salah satu diantara mereka yang menatap remeh kearah Alettha.
Sedangkan Alettha malah terlihat santai sambil menatap datar kearah mereka bertiga.

"Kenapa lo diam , udah enggak bisa ngomong lo ya"sahut gadis lain.
Melihat ada yang meremehkan Alettha membuat Nara kesal dan ingin membalas apa yang di katakan oleh mereka , hanya saja di tahan oleh Alettha , karena itu adalah masalahnya maka dia sendiri yang akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Lo berdua di bayar berapa sama cewek cemen di belakang lo itu"ucap Alettha sambil melirik seorang wanita yang berdiri di belakang tubuh dua orang temannya.
"Lo kalau ngomong jangan ngasal , Alissya enggak pernah bayar kita , sebagai sahabat kita juga ikut sedih saat cowoknya diambil sama cewek penyakitan kayak lo"hardik salah satu diantara mereka.
"O ... begitu , jadi kalian akan tetap bela sahabat kalian itu meski dia yang salah"
"Yaiyalah .. , karena sahabat kami enggak mungkin ganjen kayak lo"sambil menunjuk kearah Alettha yang malah terkekeh melihat kedua sahabat Alissya yang teryata sudah kena tipu oleh tampang polos Alissya.
Sedangkan Alissya terlihat mengerutkan kening saat melihat Alettha yang sepertinya tidak takut dengan sikap kedua sahabatnya.
Padahal Alissya menginginkan Alettha menangis dan terkejut saat kedua sahabatnya menggebrak meja tadi , tapi yang terjadi .. Alettha malah bersikap biasa biasa saja , hingga membuat Alissya semakin membenci Alettha.
"Wah .. lo pandai juga berekting Alissya , jadi lo nyuruh mereka ngebrak meja tadi biar gue kena serangan jantung begitu?"ucap Alettha yang gantian tersenyum remeh kearah Alissya.
"Enggak usah ngancem sahabat gue , lo itu enggak pantes sama Rafka dan seharusnya lo sadar diri"
"Iya .. cuman sahabat gue yang pantes buat dia , jadi mending lo enggak usah lagi ganggu hubungan mereka"
Ucap kedua sahabat Alissya yang membuat Alettha menjadi sakit kepala karena cara bicara mereka yang sedikit berteriak itu.
"Lo berdua apa enggak takut pita suaranya putus , kalau ngomong santai aja kali , enggak usah pake cari perhatian orang di sekitar kantin ini dengan suara keras kalian itu , lagian gue udah enggak punya hubungan lagi sama si Rafka jadi ... silahkan ambil dia dan pergi dari hadapan gue , jika tidak .. maka gue enggak tahu apa yang akan gue perbuat dengan kalian berdua nantinya"ucap Alettha sambil menatap tajam kedua sahabat Alissya.
Melihat kedua sahabat Alissya hanya diam membuat Alettha beranjak dari tempat duduknya dan ingin kembali ke kelas bersama dengan Nara yang juga beranjak dari duduknya.
Namun dengan tiba tiba tangan Alettha diraih dengan paksa oleh Alissya hingga kuku panjang Alissya menggores pergelangan tangan Alettha , dan setelahnya Alissya menjatuhkan dirinya sendiri seperti terlihat jika hal itu dilakukan oleh Alettha.
Tetapi hal itu tidak berlaku dengan Nara , Arkan dan Revan yang melihat dengan jelas jika Alissya menjatuhkan dirinya sendiri.
"Echa!!"
"Ck .. drama"
"Panggil si bos"
"Udah mau kesini"
€€€€€
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
drama ikan terbang ini si medusa /Facepalm/
2024-12-10
2
Shinta Dewiana
ha...aa..haaa..aaaa..aaa....jalang mulai mendrama..
2024-12-05
1
Syng Joo
ada tikus dibawah hahaha
2024-08-09
1