Alettha ( 4)

¥¥¥¥¥¥¥¥¥

Sudah lebih dari satu minggu Alettha berada di rumah sakit , dan hari ini dia sudah diperbolehkan untuk pulang bersama dengan sang kakek yang selalu menemaninya.

Dan sudah satu minggu lebih pula Alettha tidak melihat kedua orangtua Vanesha datang untuk menjenguknya , entah apa yang mereka lakukan Alettha tidak ambil pusing , karena bagi Alettha .. orang yang akan menjadi keluarga mulai sekarang hanya Sebastian.

Hingga dia tidak begitu memikirkan mengenai orangtua Vanesha yang tidak tahu dimana keberadaannya.

"Kamu ingin pulang kemana sayang?"ucap Sebastian yang baru selesai berbicara dengan dokter Gery.

"Tentu saja aku pulang kerumah kakek , memang mau pulang kemana lagi?"jawab Alettha yang sebenarnya tahu maksud dari Sebastian menanyakan hal itu.

"Maksudnya kamu mau tinggal dengan kakek? enggak mau pulang kerumah orangtuamu?"ucap Sebastian memastikan lagi.

"Memangnya aku memiliki orangtua kek? aku bahkan tidak pernah melihat keberadaan mereka di sini"

Paham akan maksud dari Alettha , membuat Sebastian hanya bisa tersenyum sambil mengusap sayang kepala Alettha.

"Baiklah ayo pulang sayang"ucap Sebastian sambil membantu Alettha turun dari ranjang lalu kemudian berjalan keluar ruangan dengan barang barang Alettha yang dibawa oleh Riko.

Meski tubuh Alettha masih terasa lemas , namun dia harus bisa membiasakan dirinya agar bisa cepat pulih.

"*Ini tubuh Vanesha sebenarnya kenapa sih? yang sakitkan jantungnya , lalu kenapa tubuhnya jadi lemes gini ya .. , kayak ada yang enggak beres dengan tubuh Vanesha*" batin Alettha yang merasa curiga dengan apa yang sudah dialami oleh Vanesha sebenarnya.

"*Kalau kayak gini PR gue jadi nambah lagi*" batin Alettha lagi.

Sebab dia sekarang tak hanya mencaritahu mengenai orang yang ada di lokasi saat dia mengalami kecelakaan , namun Alettha juga harus mencaritahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Vanesha sebelum dia masuk rumah sakit.

Meski terlihat sulit , tetapi dia tetap harus mencaritahu mengenai hal itu , agar nantinya tidak ada orang yang akan mengusiknya lagi selagi dia di tubuh Vanesha.

Dan kurang lebih menempuh perjalanan satu setengah jam , akhirnya sekarang mobil yang membawa Alettha dan Sebastian sudah sampai di kediaman Sebastian yang juga akan menjadi tempat tinggal Alettha mulai sekarang.

![](contribute/fiction/8555907/markdown/47582453/1715578872073.jpeg)

"Ayo sayang , kakek sudah menyuruh Mery untuk menyiapkan kamarmu"ajak Sebastian pada Alettha saat mereka sudah turun dari mobil yang diikuti oleh Riko yang membawa barang milik Alettha tadi.

"Iya kek .."yang kemudian berjalan beriringan dengan Sebastian.

Hingga saat mereka masuk keadalam rumah , mereka sudah di sambut oleh wanita paruh baya yang tersenyum kearah mereka.

"Akhinya nona muda pulang , saya senang melihat anda sekarang baik baik saja"ucapnya tersenyum hangat kearah Alettha.

"Iya bi , terimakasih ya .. karena selama ini sudah mendampingi Alettha"ucap Alettha balas tersenyum.

"Alettha?"bingung wanita itu.

"Iya Mery , mulai sekarang panggil dia dengan nama Alettha , perintah nona muda"sahut Sebastian sambil bercanda hingga membuat Mery tersenyum dan paham kenapa nonanya tidak ingin lagi di panggil Vanesha.

Dan mungkin hal itu ada hubungannya dengan kedua orangtuanya dan juga mengenai tunangannya yang dikabarkan sudah memiliki kekasih , hingga membuat Mery berpikir jika Alettha ingin mencari suasana baru dengan pangillan yang baru juga.

"O ... begitu , baiklah kalau begitu , mari saya antar kekamar nona"ucap Mery sambil meraih tangan Alettha untuk dia tuntun menunju kamarnya.

"Istirahat ya sayang .. , dan jangan terlalu banyak pikiran jika ingin cepat sekolah"sambil mengusap sayang kepala Alettha.

"Iya kek , Lettha kekamar dulu"ucap Alettha yang kemudian berjalan menuju kamarnya dengan dibantu oleh Mery yang menuntunnya.

Sedangkan Sebastian memilih untuk duduk di sofa sambil menunggu Riko selesai meletakkan barang Alettha.

"Bagaimana Riko?"ucap Sebastian saat Riko sudah ada di hadapannya.

"Menurut dari CCTV yang saya lihat , sepertinya hari itu menantu anda sengaja membuat nona mengalami serangan jantung , dan saya juga melihat jika dia sempat memberikan sesuatu pada nona sebelum nona ditemukan pingsan di kamarnya"ucap Riko melaporkan mengenai kejadian yang menimpa Vanesha sebelum masuk rumah sakit.

"Apa yang di berikan wanita itu pada cucuku?"ucap penasaran Sebastian.

"Itu .."ragu Riko.

"Katakan Riko"

Tidak menjawab , namun Riko malah memberikan sebuah botol kaca kecil kepada Sebastian dan diterima baik oleh Sebastian.

Namun Sebastian terlihat menaikan satu alisnya karena merasa bingung dengan botol tanpa label yang ada di tangannya

"Apa ini Riko?"penasaran Sebastian sambil memutar botol kecil itu untuk mencari sebuah petunjuk.

"Itu adalah obat pelumpuh saraf tuan , dan saya sudah menanyakan hal itu pada dokter Gery saat saya menyuruh dokter Gery untuk memeriksa obat itu , dan ini hasilnya"sambil memberikan sebuah amplop coklat yang berisikan keterangan lab mengenai kandungan yang ada di dalam obat itu.

Dan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Riko , jika obat itu adalah sebuah obat pelumpuh saraf , dan dengan tidak berperasaannya orang yang di sebut Ibu oleh Alettha tega memberikan dia obat pelumpuh saraf.

"Sepertinya selama ini aku telah salah menilainya"ucap Sebastian sambil mengenggam erat kertas di tangannya hingga tak berbentuk.

"Jangan sampai Alettha tahu soal ini , dan ambil kembali apa yang sudah kuberikan padanya , tanpa terkecuali Riko , aku ingin besok semuanya sudah beres"ucap Sebastian lagi sambil menahan amarah yang sudah sampai ubun ubun.

"Saya sudah kerjakan apa yang anda minta , tinggal menunggu ijin dari anda saja maka hari ini semua aset milik tuan Ryan akan atas nama nona Alettha dan ada satu hal lagi yang harus anda tahu tuan"

"Apa?"

"Sejak nona masuk rumahsakit , mereka mengangkat nona Alisya sebagai putri mereka , dan hari ini nona Alisya sudah resmi menjadi anak angkat tuan Ryan"terang Riko.

"Kurang ajar , berani beraninya Ryan mengambil keputusan tanpa diriku!!"marah Sebastian hingga tidak sadar jika nada tingginya dapat didengar oleh Alettha.

Hingga Alettha yang penasaranpun berjalan menghampiri Sebastian yang terlihat sedang menahan amarah sebab hal yang Alettha masih belum tahu apa itu.

"Kakek kenapa marah marah"ucap Alettha hingga membuat Sebastian terkejut dengan kehadiran Alettha di ruang keluarga itu.

"Sayang , apa yang kamu lakukan di sini?"ucap Sebastian sambil berjalan menghampiri Alettha.

"Lettha cuman lihat lihat sebentar , terus Lettha denger kakek marah marah"ucap Alettha yang memang tadinya ingin tahu seluk beluk dari rumah Sebastian agar nantinya dia tidak tersesat.

"Tidak apa apa sayang , hanya masalah

pekerjaan"kilah Sebastian.

"Kakek bohong , itu pasti ada hubungannya dengan orangtua Lettha bukan?"

"Lettha kamu .."

Melihat keterkejutan Sebastian membuat Alettha hanya tersenyum , sebab tadi dia sebenarnya hanya menebak apa yang terjadi dari ucapan Sebastian yang sempat Alettha dengar.

Dan saat mendapati Sebastian yang terkejut karena ucapannya , membuat Alettha yakin jika itu ada hubungannya dengan kedua orangtuanya Vanesha yang tak tahu apa yang terjadi.

£££££

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

apa vanesha bukan anaknya masak tega kasih obat pelumpuh..malah mengangkat anak lain...jangan2 itu yg anak kandungnya

2024-12-05

2

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

msh penuh dgn teka teki

2024-12-10

1

Nur Hayati

Nur Hayati

mulai seru .. sepertinya.. ayoo semangat thor

2024-09-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!