Bab 03

Tidak lama kemudian, akhirnya Chen Cen, Chen luo serta ketiga lebah penyerap Qi sudah selesai dalam berkultivasi. Lalu mereka semua pun mulai menatap kearah Chen Feng, yang masih belum selesai dengan kultivasinya.

"Dari aura yang ayah keluarkan, seperti nya sebentar lagi ayah akan segera menerobos." gumam Chen Cen kepada para saudaranya.

"Ya benar yang kakak katakan. Sepertinya ayah memang akan segera menerobos ke ranah alam dewa abadi." timpal Chen Lou setuju.

"Seumur hidup hanya kakak lah yang dapat melakukan hal seperti ini. Bahkan hanya dalam rentang waktu sepuluh tahun, kakak telah mencapai ke ranah alam dewa abadi. Padahal para Kultivator kultivator lain yang sangat berbakat, harus berusaha melakukannya dalam kurun waktu ratusan tahun. Benar benar bakat yang begitu mengerikan." puji Chen Xiao si lebah penyerap Qi berwarna merah.

"Sekarang! Ayo masukkan aura sejati milik kita untuk menanamkan aura dari alam seratus dunia ini." ajak Chen Nan si lebah penyerap Qi berwarna kuning kepada para saudaranya.

Mendengar apa yang ajakan Chen Nan, membuat mereka semua segera mengeluarkan aura sejati milik mereka dan langsung mentransferkan nya ke dalam tubuh Chen Feng.

Hingga tak lama kemudian, aura sejati yang diperlukan oleh Chen Feng pun telah selesai dimasukkan oleh para keluarganya itu. Lalu mereka kembali menatap lekat kearah Chen Feng.

"Kini kita tinggal menunggu kakak selesai bermeditasi, setelah itu kita akan segera pergi menjelajahi alam 100 dunia ini." ujar Chen Xiao si lebah penyerap Qi berwarna merah.

Mendengar perkataan Chen Xio, mereka semua pun hanya mengangguk mengerti, hingga selang beberapa waktu, akhirnya Chen Feng pun telah berhasil menyelesaikan meditasinya. Lalu tubuh Chen Feng tampak melayang ke atas udara, dan fenomena alam di sekitar tempat di mana mereka berada pun menjadi terdistorsi, gemuruh angin menerpa di sekitar tempat mereka, diselingi dengan awan petir yang mulai menyambar nyambar.

"Benar saja apa yang kamu katakan Chen Cen. Ternyata kakak memanglah orang yang dapat membuat semua alam menjadi iri kepadanya, bahkan langit di alam 100 dunia ini pun sangat iri melihat bakat dari kakak, sehingga ia pun mencoba untuk memusnahkan kakak." ucap Chen Mou si lebah penyerap Qi berwarna hijau.

"Yah benar apa yang dikatakan oleh Paman Chen Mou, jika diperlukan maka kita akan membantu ayah." timpal Chen Luo bersiao siaga.

Sementara itu, Chen Feng pun mulai membuka kedua matanya. Saat mendengar suara petir yang saling menyambar nyambar. Lalu Chen Feng tersenyum menyeringai sambil menatap keatas langit.

"Cih...! Berusaha ingin menghentikanku! Kalian bahkan belum layak untuk melakukannya." ucap Chen Feng geram dan langsung melesat ke atas awan.

Setelah itu Chen Feng pun segera melayangkan pukulan-pukulan ganasnya ke arah petir petir itu yang berusaha menyerang dirinya. Hingga tidak lama berselang, akhirnya Chen Feng dapat berhasil memenangkan pertarungannya melawan awan petir yang ada di langit di alam 100 dunia itu.

Melihat keberhasilan yang dia dapati, Chen Feng tersenyum senang, lalu dia langsung menyerap esensi sejati dari hilangnya serangan-serangan kilatan petir yang membumbung tinggi di awan-awan tersebut, hingga tidak ada tersisa sedikitpun esensi esensi sejati yang berterbangan di atas awan.

Kemudian Chen Feng menuju turun menemui seluruh anggota keluarganya yang saat ini sedang menatap takjub kearah dirinya.

"Ayah! Ayah benar-benar sangat hebat. Ayah adalah makhluk terhebat yang pernah aku temui" puji Chen Cen si bayi api hitam kecil berteriak memuji.

"Terima kasih anakku. Ini semua juga berkat bantuan mu dan bantuan kalian semua, yang telah menjadikan aku bisa sehebat ini. Kalau sudah seperti ini, pastinya kultivasiku telah cocok untuk bersaing di alam 100 dunia ini bukan?" tanya Chen Feng kepada mereka semua.

"Tentu ayah! Tentu. kultivasi milik ayah saat ini bahkan sudah sebanding dengan para kultivator yang ada di dataran Tengah ataupun dataran tinggi, dan itu artinya ayah telah mampu bersaing melawan kultivator di tempat tersebut." jawab Chen Cen menjelaskan.

"Benarkah! Wah, kekuatan kakak ternyata sudah bertambah sangat hebat. Dan aku yakin, tidak akan ada banyak kultivator kultivator yang dapat bersaing dengan kakak, lalu di masa depan kakak hanya perlu berlatih lebih keras lagi, agar kakak bisa bersaing dengan para klan klan utama yang ada di alam 100 dunia ini." jelas Chen Xiao si lebah penyerap Qi berwarna merah.

"Kalau begitu tunggu apa lagi! Ayo kita pergi dari tempat ini menuju tempat di mana adanya kehidupan ataupun kota kota kecil. Aku sudah sangat penasaran, seperti apa alam 100 dunia ini." ajak Chen Feng yang langsung melesat ke langit luas diikuti oleh seluruh anggota keluarganya itu.

_________

Di tengah perjalanan, dari atas udara Chen Feng melihat ada beberapa orang yang sedang menggunakan kereta kuda, sedang dihadang oleh beberapa orang yang memakai topeng di wajahnya.

Lalu terlihat jika para penghadang itu sedang memegang golok di tangan mereka masing masing. Chen Feng yang melihat kejadian itu pun segera melesat turun dan bersembunyi di balik dahan dahan pepohonan.

"Kalian! Cepat serahkan harta benda kalian dan wanita yang ada di kereta kuda itu!" tungkas salah seorang yang memakai topeng di wajahnya.

"Siapa kalian? Berani sekali kalian menghadang rombongan keluarga Su kami. Apakah kalian tidak takut akan kemarahan dari patriark keluarga Su kami." jawab pengawal dari keluarga Su itu menatap tajam.

"Cih...! Terlalu banyak omong, cepat kalian lakukan apa yang kami minta, atau jika tidak maka kami akan membunuh mereka semua!" ancam pria itu kembali.

"Tidak! Kami tidak akan menuruti permintaan kalian."

"Kurang ajar! Kalian semua cepat ambil harta benda mereka dan juga wanita yang ada di dalam kereta kuda itu!" titah salah satu orang dengan jubah hitam bertopeng yang tampaknya ia adalah ketua dari kelompok orang bertopeng itu.

Mendengar apa yang diperintahkan oleh ketua mereka, membuat para orang-orang dengan jubah dan memakai topeng itu segera melesat ke arah anggota dari keluarga Su dengan niat membunuh yang sangat mengerikan.

Melihat serangang yang dilancarkan untuknya, komandan dan pengawal dari keluarga Su langsung memerintahkan kepada bawahannya untuk melawan para komplotan orang-orang berjubah yang memakai topeng di wajahnya tersebut

Lalu seluruh pengawal dari keluarga Su pun mencabut pedang milik mereka dan langsung melesat ke arah orang-orang berjubah dan memakai topeng di wajahnya.

Hingga detik kemudian, pertempuran di antara kedua kubu itu pun tidak dapat terhindarkan lagi. Bunyi nyaring dari pedang dan golok yang saling bertabrakan bergema di sekitar arena pertarungan tersebut.

Walaupun terlihat imbang, tapi tampak terlihat jelas jika orang-orang dari kelompok berjubah yang memakai topeng di wajahnya itu lebih unggul dari pada kelompok keluarga Su. Dan benar saja, tidak lama kemudian para pengawal dari keluarga Su dapat ditaklukan oleh orang-orang bertopeng tersebut.

Melihat hal itu, komandan dan pengawal dari keluarga Su langsung melapor kepada wanita yang berada di dalam kereta kuda milik keluarga Su.

"Nona! Kondisi semakin gawat nona. Nona harus segera pergi dari tempat ini, biar kami yang melawan para penjahat itu untuk memberikan jalan kepada nona agar nona bisa pergi dari tempat ini." ucap komandan dan pengawal.

"Tidak! Tidak mungkin aku pergi meninggalkan kalian semua. Aku adalah nona dari keluarga Su. Mana mungkin aku meninggalkan anggota keluargaku yang sedang berjuang mati-matian hanya untuk menyelamatkanku. Aku juga ingin berjuang bersama kalian." tolak nona dari keluarga Su sambil keluar dari kereta kuda miliknya.

Melihat kehadiran dari nona keluarga Su. Para kelompok pria berjubah dan bertopeng itupun langsung tersenyum jahat.

"Oh..! Akhirnya keluar juga nona muda dari keluarga Su. Sekarang menyerahlah kalian! Karena kalian tidak akan mungkin menang melawan kami" ucap ketua dari kelompok orang berjubah hitam dengan memakai topeng di wajahnya.

"Apa kau bilang! Menyerah! Cih, lebih baik aku mati daripada aku menyerah dari keluarga Fei milik kalian. Jangan kalian kira aku tidak tahu kalau kalian itu berasal dari keluarga Fei." sarkas nona dari keluarga Su itu.

"Hebat hebat! Sungguh hebat nona dari keluarga Su ini, ternyata kabar yang beredar memang tidak salah, jika nona dari keluarga Su memang terkenal dengan kepintarannya. Bahkan kami yang sudah menekan aura asli dari keluarga Fei kami, tapi kau pun masih bisa melihat jelas di mata nona Su, sekarang aku menaruh hormat kepada nona Su." ucap ketua dari kelompok berjubah yang memakai topeng di wajahnya sambil menangkupkan kedua tangannya tanda memberikan hormat.

"Sudah tidak perlu berbasa-basi lagi" sarkas nona dari keluarga Su sambil mencabut pedang miliknya.

"Wah, kalau begitu baiklah. jika nona menantang kami, maka aku minta maaf! Jangan salahkan aku kalau aku bertindak kasar kepada nona dari keluarga Su kalian.." ucap ketua dari kelompok berjubah hitam dan langsung melesat ke arah nona dari keluarga Su tersebut.

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

/Panic//Panic//Panic/

2025-03-25

0

Mamat Stone

Mamat Stone

/Doubt//Doubt//Doubt/

2025-03-25

0

Reymundo Hidayat

Reymundo Hidayat

hajar

2025-03-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01
2 Bab 02
3 Bab 03
4 Bab 04
5 Bab 05
6 Bab 06
7 Bab 07
8 Bab 08
9 Bab 09
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26 Tiba di Paviliun Pil
27 Ketegangan Di Paviliun Pil
28 Chen Feng Alkemis Suci Tahap Keempat
29 Petualangan Selanjutnya
30 Kejadian Mengejutkan
31 Chen Feng Memulai Petualangan
32 Bertemu Binatang kuno Suci
33 Mendapatkan Kekuatan Baru
34 Kecurigaan Para Kultivator Lain
35 Chen Feng Tiba Di Kota Yan
36 Ikut Kompetisi Di Kota Yan
37 Keberhasilan Chen Feng
38 Kompetisi Tahap Kedua
39 Pemenang Kompetisi
40 Perjalanan Selanjutnya
41 Ketegangan Yang Terjadi
42 Kompetisi Di Central Palace
43 Tiba Di Tanah Terlarang Suci Kuno
44 Lin Yang Dan Para temannya
45 Mencari Harta Pusaka Di Tanah Reruntuhan Kuno
46 Menemukan Aura Dewa Asura
47 Menyatukan Kekuatan Bloodline
48 Memperebutkan Harta Pusaka
49 Perebutan Harta Pusaka
50 Chen Feng Yang Licik
51 Kemarahan Kedua Keluarga Kuno
52 Berhasil Menguasai Senjata Pusaka
53 Pertempuran Kedua Teman Chen Feng
54 Kehebatan Chen Feng
55 Keributan Di Central Place
56 Perpisahan Chen Feng dan Lin Yang
57 Mencari Alam Api dan Alam Binatang Kuno
58 Melihat Pertempuran
59 Tiba Di Lembah Sungai Es
60 Keluarga Han Membuat Ulah
61 Kericuhan Di Keluarga Yui
62 Kedatangan Leluhur Keluarga Han Mencari Chen Feng
63 Kedatangan Dewa Racun
64 Rencana Penyerangan
65 Kedatangan Para Musuh
66 Pertarungan Sengit
67 Pertarungan Masih Berlanjut
68 Chen Feng Melanjutkan Perjalanan
69 Mendapatkan Dua Boneka Iblis
70 Bertemu Naga Raksasa
71 Menjelajahi Wilayah Binatang Kuno Legendaris
72 Kembali Bertarung
73 Kehebatan Chen Feng
74 Kembali Menjelajah
75 Menuju Ke pasar Gelap
76 Bertemu Kultivator Lain
77 Dendam Lin Dong
78 Tiga Lebah Penyerap Qi
79 Bertemu Lebah Pencari Informasi
80 Chen Feng Bertemu Ketiga Adiknya
81 Ketiga Lebah Menjadi Buronan
82 Keluar Dari Wilayah Lebah Penyerap Qi
83 Di Kejar Oleh Pasukan Lebah Tua
84 Chen Feng Tak Sadarkan Diri
85 Kepanikan Saudara Chen Feng
86 Identitas Asli Chen Feng
87 Berhasil menipu Ras lebah Penyerap Qi tua
88 Chen Feng mencari Lonceng Suci
89 Menemukan Lokasi Lonceng Suci
90 Chen Feng Di Serang Bayangan Hitam
91 Mengelabui Musuh
92 Berusaha Keras Mendapatkan Lonceng Suci
93 Perjalanan Masih Terus Berlanjut
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 01
2
Bab 02
3
Bab 03
4
Bab 04
5
Bab 05
6
Bab 06
7
Bab 07
8
Bab 08
9
Bab 09
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26 Tiba di Paviliun Pil
27
Ketegangan Di Paviliun Pil
28
Chen Feng Alkemis Suci Tahap Keempat
29
Petualangan Selanjutnya
30
Kejadian Mengejutkan
31
Chen Feng Memulai Petualangan
32
Bertemu Binatang kuno Suci
33
Mendapatkan Kekuatan Baru
34
Kecurigaan Para Kultivator Lain
35
Chen Feng Tiba Di Kota Yan
36
Ikut Kompetisi Di Kota Yan
37
Keberhasilan Chen Feng
38
Kompetisi Tahap Kedua
39
Pemenang Kompetisi
40
Perjalanan Selanjutnya
41
Ketegangan Yang Terjadi
42
Kompetisi Di Central Palace
43
Tiba Di Tanah Terlarang Suci Kuno
44
Lin Yang Dan Para temannya
45
Mencari Harta Pusaka Di Tanah Reruntuhan Kuno
46
Menemukan Aura Dewa Asura
47
Menyatukan Kekuatan Bloodline
48
Memperebutkan Harta Pusaka
49
Perebutan Harta Pusaka
50
Chen Feng Yang Licik
51
Kemarahan Kedua Keluarga Kuno
52
Berhasil Menguasai Senjata Pusaka
53
Pertempuran Kedua Teman Chen Feng
54
Kehebatan Chen Feng
55
Keributan Di Central Place
56
Perpisahan Chen Feng dan Lin Yang
57
Mencari Alam Api dan Alam Binatang Kuno
58
Melihat Pertempuran
59
Tiba Di Lembah Sungai Es
60
Keluarga Han Membuat Ulah
61
Kericuhan Di Keluarga Yui
62
Kedatangan Leluhur Keluarga Han Mencari Chen Feng
63
Kedatangan Dewa Racun
64
Rencana Penyerangan
65
Kedatangan Para Musuh
66
Pertarungan Sengit
67
Pertarungan Masih Berlanjut
68
Chen Feng Melanjutkan Perjalanan
69
Mendapatkan Dua Boneka Iblis
70
Bertemu Naga Raksasa
71
Menjelajahi Wilayah Binatang Kuno Legendaris
72
Kembali Bertarung
73
Kehebatan Chen Feng
74
Kembali Menjelajah
75
Menuju Ke pasar Gelap
76
Bertemu Kultivator Lain
77
Dendam Lin Dong
78
Tiga Lebah Penyerap Qi
79
Bertemu Lebah Pencari Informasi
80
Chen Feng Bertemu Ketiga Adiknya
81
Ketiga Lebah Menjadi Buronan
82
Keluar Dari Wilayah Lebah Penyerap Qi
83
Di Kejar Oleh Pasukan Lebah Tua
84
Chen Feng Tak Sadarkan Diri
85
Kepanikan Saudara Chen Feng
86
Identitas Asli Chen Feng
87
Berhasil menipu Ras lebah Penyerap Qi tua
88
Chen Feng mencari Lonceng Suci
89
Menemukan Lokasi Lonceng Suci
90
Chen Feng Di Serang Bayangan Hitam
91
Mengelabui Musuh
92
Berusaha Keras Mendapatkan Lonceng Suci
93
Perjalanan Masih Terus Berlanjut

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!