Tak lama berselang Chen Feng pun telah sampai di atas kediaman keluarga Fei. Dia berdiri tepat di atas atap bangunan milik keluarga Fei itu.
Hingga detik kemudian, Chen Feng segera melepaskan kekuatan jiwanya ke segala penjuru kediaman keluarga Fei untuk mencari keberadaan perkumpulan dari keluarga Fei berada.
Sementara itu di dalam kediaman keluarga Fei, beberapa orang-orang yang memiliki kekuatan terkuat di dalam keluarga Fei mulai menyadari kehadiran seseorang yang memiliki kekuatan yang cukup tinggi yang tengah berada di atas kediaman mereka.
Lalu orang-orang kuat di dalam keluarga Fei pun saling memandang antara satu sama lain. Mereka benar-benar merasa terkejut, karena ada orang yang lancang datang ke kediaman mereka. Setelah itu Tertua Agung pun berkata dengan sangat marah.
"Kurang ajar! Siapa? Siapa yang tidak sopan dan tidak memiliki etika datang ke rumahku!" teriak Tetua agung itu dan langsung menghilang dari pandangan semua orang yang berada di dalam aula kediaman keluarga Fei.
Melihat Tertua mereka melesat pergi, dengan cepat beberapa orang yang memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Tetua agung juga ikut melesat menyusul Tetua Agung. Tak terkecuali patriak dari keluarga Fei.
Sedangkan para keluarga yang lain, yang melihat para petinggi di keluarga Fei mulai menghilang satu persatu, akhirnya seluruh anggota keluarga Fei yang masih terisa berada di dalam aula itupun, juga ikut melesat keluar dari aula tersebut.
Sedangkan Chen Feng, saat ini dia telah melayang di atas udara. Menyadari kehadiran dari beberapa orang kuat yang mengarah ke arah dirinya, dia pun langsung mengeluarkan lebah menyerap Qi yang dia simpan di dalam spiral miliknya.
"Kakak! Ada apa kakak memanggil kami?" tanya Chen Xioa kepada Chen Feng.
"Bersiaplah! Kita akan segera bersenang-senang, aku ingin sekali menjajal orang-orang kuat di daerah ini." jawab Chen Feng tersenyum menyeringai.
"Bagus kak bagus, aku juga sudah lama tidak merasakan nikmatnya Qi milik kultivator yang lumayan kuat kultivasi nya." jawab Chen Mou dengan nada senang.
"Benar-benar, mari kita bersenang-senang." timpal Chen Nan tak kalah bahagia.
Hingga tak berselang lama, akhirnya Tetua agung, Patriark keluarga Fei dan beberapa ahli-ahli kuat yang ada di dalam keluarga Fei muncul tepat di depan mata Chen Feng.
"Siapa kau anak muda! Berani sekali kau masuk ke dalam kediaman keluarga Fei ku dengan cara yang tidak sopan seperti ini!" seru seorang ahli kuat di dalam keluarga Fei.
Sedangkan tuan muda Fei Tian, yang melihat paras dari pemuda yang melayang di udara itu, langsung terkejut setengah mati.
"Ayah ayah! Itu dia orang asing yang telah membunuh beberapa anggota keluarga Fei kita, sewaktu kami berada di kediaman keluarga Su!" tunjuk tuan muda Fei Tian kearah Chen Feng.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan muda Fei Tian, membuat seluruh ahli-ahli kuat di dalam keluarga Fei menjadi semakin marah.
"Kurang ajar! Kurang ajar kau bocah! Berani sekali kau membunuh anggota keluarga kami!" teriak beberapa orang ahli itu dengan tampang membunuh yang begitu mengerikan.
Sambil bersiap siap hendak menyerang Chen Feng. Namun tindakan mereka dihentikan oleh Patria keluarga Fei.
"Hentikan! Jangan ada yang berani mengambil tindakan menyerang!" ucap patriak keluarga Fei memberi peringatan.
"Ayah! Apa maksudmu? Kenapa kau menghentikan kami untuk membalaskan dendam atas kematian dari anggota keluarga kita?" tanya tuan muda Fei Tian menatap kesal.
"Diam kau Fei Tian! Kekuatan anak itu bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap remeh, coba lihatlah ketenangannya. Dia sama sekali tidak takut akan jumlah kita, dan dia masih saja tenang dengan orang-orang kuat di sekelilingnya itu, menandakan bahwa dia yakin akan kekuatan yang ia miliki." jelas patriak dari keluarga Fei.
"Benar yang dikatakan Patriark tuan muda. Sebaiknya kita jangan gegabah mengambil tindakan. Sebab anak ini tidak sesederhana kekuatannya, pasti dia sengaja menyembunyikannya dari pandangan kita semua." timpal tetua Long Yo setuju
Lalu dengan menahan emosi di dalam hatinya, tuan muda Fei Tian akhirnya terdiam, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh ayah dan tetua Long Yi.
Hingga tak lama kemudian, tetua Agung memberanikan diri untuk bertanya kepada pemuda yang masih melayang di udara itu.
"Maaf tuan! Jika boleh tahu, apa maksud dan tujuan tuan datang ke kediaman keluarga Fei kami?" tanya tetua agung kepada Chen Feng.
"Perkenalkan! Namaku Chen Feng, maksud dan tujuanku datang ke kediaman keluarga Fei kalian, karena aku ingin mengetahui seberapa kuat kah keluarga Fei milik kalian itu. Sebab dari tingkah laku tuan muda Fei Tian milik kalian, dia mengatakan bahwa keluarganya adalah salah satu yang terkuat di daerah sudut hitam ini." jawab Chen Feng menjelaskan.
Mendengar perkataan Chen Feng, Patriark dari keluarga Fei pun langsung tertawa sambil berkata.
"Hahhahahaa...!! Maafkan putraku Tuan. Omongan dari Fei Tian tidak perlu tuan Chen Feng hiraukan. Dia hanyalah orang bodoh yang tidak mengerti seberapa tinggi gunung yang ada di hadapannya." ucap Patriark keluarga Fei sambil tertawa.
"Benarkah! Tapi mengapa sikap dari keluarga Fei yang ku lihat, tidak sama seperti yang anda katakan. Padahal dari awal aku berpikir, jika aku datang seperti ini pasti mereka akan menang menyerangku dengan membabi buta." sarkas Chen Feng dengan nada menyindir.
"Kakak! Tetaplah waspada, aku mencium aroma yang tidak menyenangkan dari tindak tanduk keluarga Fei ini." bisik Chen Xiao si lebah penyerap Qi berwarna merah.
"Benar kak, tetaplah waspada. Kami akan selalu mendukung kakak apapun yang terjadi." timpal Chen Mou.
"Dan kami juga telah mengerahkan seluruh saudara-saudara lebah ke setiap penjuru dari kediaman Fei ini, aku merasa ada sedikit keanehan di seluruh wilayah kediaman keluarga Fei." jelas Chen Nan ikut berbisik.
Lalu dengan langkah yang santai, Tetua agung dari keluarga Fei mendekati Chen Feng dan berdiri tepat di atas Chen Feng.
"Maaf tuan muda! Jika boleh tahu, berasal dari manakah tuan muda ini?" tanya tetua agung dari keluarga Fei itu.
"Aku hanyalah seorang pengembara yang kebetulan lewat di daerah sudut hitam ini." jawab Chen Feng dengan santai.
"Jika memang begitu, matilah kau di tempat ini." teriak tetua agung dari keluarga Fei sambil mengangkat tangan kanannya.
Hingga dengan cepat, munculah lingkaran sihir muncul yang berasal dari tanah dan langit di kediaman keluarga Fei.
Sedangkan seluruh anggota keluarga Fei yang melihat lingkaran sihir itu pun langsung melesat keluar dari wilayah lingkaran Sihir itu.
"Hei Bocah nakal! Terimalah kematianmu! Walaupun kekuatan yang kau miliki begitu besar, kau tetap akan mati di dalam formasi pembunuh dari keluarga Fei kami!" teriak tuan muda Fei Tian tersenyum penuh kemenangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun habiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiissiiiiiiiiiiiii
2025-03-19
0
Reymundo Hidayat
Mati...kalian yg akan mati
2025-03-20
0
Mamat Stone
hancuuuuuuurrrrr kan /Skull//Skull//Skull/
2025-03-25
0