Akan tetapi tiba-tiba saja Luna mengambil selembar tisu dan mengelap bibir Andika yang gelepotan sehingga membuat Andika terkejut.
Seketika Andika melihat Luna sehingga mereka saling memandang dalam beberapa detik.
Luna yang di tatap Andika tampak malu dan berdebar-debar. Luna merasakan bahwa tampaknya dia jatuh cinta kepada Andika.
"maaf aku hanya membantu membersihkannya" ujar Luna mulai menarik tangannya yang memegang tisu.
Setelah itu mereka juga melanjutkan makannya sampai selesai. Setelah mereka baru selesai makan tiba-tiba saja ponsel milik Luna berbunyi.
Luna mengambil ponselnya dan menyadari bahwa panggilan itu berasal dari kakaknya yaitu Yolanda. Luna juga langsung mengangkat panggilan itu.
"halo Luna kamu sedang di mana" tanya Yolanda dari telepon.
"aku sedang makan di luar bersama Andika ada apa kak"
"ayah mencari mu lebih baik cepat kembali soalnya ayah bilang penting".
"baik kak"
Panggilan itu kemudian berakhir, Luna tampak penasaran ada apa ayahnya mencarinya malem-malem seperti ini. Luna tampak sedikit kesal dia baru saja menikmati kebersamaan bersama Andika.
"Luna ada apa" tanya Andika.
"ayah meminta ku kembali".
"kalo begitu kita lebih baik kembali mungkin ada sesuatu yang penting".
Kemudian mereka segera kembali menuju ke rumah. Sampai di rumah Luna langsung menuju ke kamar David sementara Andika menuju ke kamarnya. Sampai di kamar Luna langsung berbicara kepada David.
"ayah ada apa ayah mencariku" tanya Luna.
"maksudmu Luna" David tampak terkejut. Kenapa Luna tiba-tiba datang dan mengira bahwa dirinya mencarinya.
"tadi kak Yolanda bilang ada sesuatu yang ingin ayah bicarakan kepada ku" jelas Luna.
"ayah bahkan tidak bertemu dengan kakakmu dan tidak ada yang ingin ayah katakan kepadamu". Jelas David.
Mendengar itu Luna tampak heran ternyata ayahnya tidak mencarinya. lalu kenapa kakaknya membohonginya pikir Luna.
Sementara Yolanda sendiri mencari alasan agar Luna segera kembali karena entah kenapa Yolanda merasa resah jika Luna pergi bersama Andika.
Pagi hari Yolanda tampak mengenakan setelan baju olahraga celana pendek untuk pergi berolahraga lari pagi. Hari ini adalah hari Minggu sehingga Yolanda tidak masuk kantor.
Yolanda mulai lari di sekitaran kompleks rumah hingga setengah jam Yolanda tampak berkeringat dan lelah. Kemudian Yolanda berhenti di sebuah toko untuk membeli sebotol minum.
Yolanda mulai masuk ke dalam toko akan tetapi ketika dia keluar dari toko tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras sehingga Yolanda memutuskan untuk menunggu hujan reda baru kembali.
Setelah menunggu hampir satu jam bukannya hujan reda justru semakin deras. Yolanda kemudian mulai duduk di kursi yang tersedia di depan toko.
Kemudian datanglah Andika menuju ke toko itu sambil memegang sebuah payung di tangannya.
"Yolanda apa yang kamu lakukan di sini" ujar Andika.
Yolanda tampak terkejut dan menyadari ternyata telah ada di hadapannya.
"aku sedang beristirahat sehabis berolahraga" jawab Yolanda.
"oo" kemudian Andika mulai masuk ke dalam toko untuk membeli sesuatu.
Beberapa saat kemudian Andika sudah keluar dari toko dan berbicara kembali kepada Yolanda.
"Yolanda kamu bawa payung untuk kembali" ujar Andika sambil memberikan payungnya.
sebelumnya ketika Andika berada di dalam toko, penjaga toko mengatakan bahwa Yolanda sudah satu jam berapa di sana di karenakan cuaca sedang hujan.
"tidak usah kamu kembali saja lagian payung mu hanya satu" jawab Yolanda.
"kalo begitu aku akan menemanimu sampai hujan nya berhenti" Andika mulai duduk di kursi panjang tepat di samping Yolanda.
Yolanda tampak terkejut melihat tingkah Andika ini. Dengan jarak yang begitu dekat ini membuat Yolanda sedikit gerogi.
Andika mulai melihat Yolanda yang berada di sampingnya dengan pakaian olahraga dan rambutnya yang di ikat tampak begitu manis.
"kenapa kamu menatapku seperti itu" ucap Yolanda yang semakin gerogi bila terus di tatap Andika seperti ini.
"tidak apa-apa" jawab Andika kemudian pandangan mulai melihat ke arah kaki Yolanda di mana Yolanda menggunakan celana olahraga pendek sehingga memperlihatkan sedikit bagian di atas lutut yang sangat putih.
"sialan apa yang kamu lihat" Yolanda tampak kesal kemudian berdiri akan tetapi Yolanda tidak menyadari bahwa tali sepatunya terbelit hingga membuatnya jatuh.
"bruk" Yolanda jatuh ke bawah.
Andika tampak terkejut dan kemudian membantu Yolanda untuk kembali duduk.
"au" Yolanda merasakan pergelangan kakinya sakit.
Ketika Yolanda melihatnya ternyata pergelangan kakinya terkilir dan tampak lebam.
Melihat Yolanda yang merintih sakit membuat Andika menjadi kasian. Andika juga menyadari kaki Yolanda terkilir dan cukup serius. Andika bisa saja memijitnya tapi dia harus menggunakan minyak khusus karena jika dia memijitnya sekarang Yolanda pasti akan sangat kesakitan.
Sedangkan minyak khusus milik Andika berada di kamarnya. Minyak itu adalah minyak yang dia racik sendiri ketika berada di bukit guna memijit gurunya.
Kemudian hujan mulai reda seketika Andika berjongkok di depan Yolanda.
"ayo naik aku kan menggendong mu kembali ke rumah" ujar Andika.
"tidak perlu" jawab Yolanda. Yolanda merasa malu jika harus di gendong Andika.
Kemudian Yolanda mulai memegangi kakinya dan merintih kesakitan kembali.
"sudahlah ayo naik kamu tidak akan mungkin bisa kembali sendiri dengan kondisi yang seperti ini".
Yolanda tampak diam benar apa yang di katakan Andika dirinya tidak mungkin bisa kembali sendiri pikirnya.
Menyadari Yolanda masih diam saja Andika langsung menggendong Yolanda secara tiba-tiba sehingga membuat Yolanda tersebut.
"sudah aku tidak bisa meninggalkan seorang wanita yang sedang terluka begitu saja" sambung Andika sambil berjalan mengendong Yolanda di punggungnya.
Yolanda juga hanya diam entah kenapa Yolanda merasa sangat nyaman berada di gendongan Andika. Sementara Andika merasakan adanya perasaan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Perjalanan dari toko menuju kembali ke rumah lumayan cukup jauh. dan membutuhkan waktu belasan menit untuk bisa sampai.
Di sepanjang perjalanan Yolanda tanpa sadar memeluk punggung Andika dengan erat bukan karena takut akan jatuh tapi karena Yolanda merasa nyaman melakukannya.
Hingga akhirnya mereka telah sampai di halaman depan rumah. Andika mulai menurunkan Yolanda dari gendongannya.
"kamu tunggu di sini ya" ujar Andika sembari berjalan masuk ke dalam rumah.
Yolanda kemudian mulai duduk di sofa rumah yang berada di ruang tamu. Tidak beberapa lama Andika sudah kembali dengan membawa sebotol kecil minyak di tangannya.
"Andika apa yang mau kamu lakukan" tanya Yolanda.
"aku akan memijit kakimu yang terkilir" jawab Andika.
Yolanda sedikit terkejut mendengar jawaban dari Andika. Tapi kemudian Andika mulai melepaskan sepatu yang ke kenakan oleh Yolanda.
Andika mulai memijit secara perlahan menggunakan minyak yang di bawanya. Perlahan Andika merasakan kulit kaki Yolanda yang begitu halus dan lembut. Minyak yang di pakai Andika juga begitu mujarab hingga membuat Yolanda tidak merasakan sakit sama sekali. Justru sakit di kakinya perlahan hilang di gantikan rasa hangat dan nyaman.
Beberapa menit kemudian Andika telah selesai memijat Yolanda dan mulai kembali memasang penutup botol minyaknya. Yolanda cukup kagum kepada Andika dia tidak menyangka Andika memiliki kemampuan memijit.
"bagaimana apakah sudah mendingan" tanya Andika.
Yolanda mulai menggerak gerakan kakinya dan ternyata jauh lebih baik dari sebelumnya. bahkan Yolanda mulai berdiri dan tidak merasakan sakit sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Waspray Aja
andika suka menatap paha mulus cewek ya thor?
2024-04-06
2