Aku berjalan hendak menuju perpustakaan sebelum pergelangan tangan ku di tarik oleh seseorang
"Nala makanannya belum habis, kok malah pergi sih" ucap kak Arya sembari mengimbangi langkah ku
"aku kenyang kak" ucapku sembari menundukkan kepalaku
"kenyang, atau malu nih"ucapan kak Arya tepat menyerangku, yang membuat aku menghentikan langkahku dan terdiam sebentar dengan wajah yang mulai memucat karena malu
Kak Arya tersenyum tipis "nggak ada salahnya kok, ngapain malu lagian itu hal yang biasa kok"ucap kak arya padaku
Aku menoleh ke arah kak Arya.
"itu mungkin akan biasa saja buat kakak, tapi aku yang nggak biasa kak" ucap ku kesal
yang malah di balas tawa oleh kak Arya,
"Nala, kamu sadar nggak sih kalo kamu itu lucu" ucap kak Arya sembari memegang ujung hidungku dengan telunjuk nya
"kok kak Arya malah ketawa, kak Arya ngeledek aku yaa" ucapku dengan wajah cemberut
"ehhh, kok malah ngambek sih kan jadi jelek, maksud kakak itu muji kamu loh, dan kakak juga seneng kamu udah mulai terbuka kaya gini walaupun sebenarnya kakak masih kesal sama kamu karena ngilang 3 hari ini badan kamu juga agak kurusan, tapi pas dengar ucapan Raka tadi kakak nggak jadi marah kakak malah bangga sama kamu" ucap kak Arya sembari mengelus rambutku
Perlakuan kak Arya benar-benar membuatku malu, ini pertama kalinya aku di perlakukan seperti ini aku sangat merasa aman dan tenang bahkan sekarang pipiku terasa seperti terbakar, aku yakin jika sekarang pipiku mengeluarkan warna merah merona.
"kak Arya nggak marah kan sama Nala" ucapku masih menundukkan kepala, aku malu jika kak Arya melihat pipiku yang tampak bagai kan tomat masak
"tadinya sih iya, tapi sekarang udah enggak tapi kalo kamu masih terus ngehindar mungkin kakak bakalan marah lagi"ucap kak Arya melepaskan tangannya dari kepalaku
Mendengar ucapan kak arya barusan sentak membuatku mendongakkan kepala melihat kak Arya
"Nala minta maaf kak" ucapku tanpa sadar dan langsung di hadiahi senyuman manis kak Arya
Aku yang mulai sadar dengan ucapan ku barusan membuat wajahku semakin merah bak tomat masak,dan refleks membuat ku menutup mulut dan hendak berlari rasanya aku ingin sekali menenggelamkan kepalaku pada air dan tak ingin muncul dihadapan kak Arya
"ini beneran SYAHNALA? Gadis kecil yang terkenal cuek dan selalu sendiri?" ucap kak Arya sembari menekan kata syahnala pada kalimatnya
"aku nggak tahu apa yang terjadi selama 3 hari ini, karena tiap kakak kerumah kamu, kata mamah kamu, kamu lagi nggak di rumah tapi kakak senang kamu nggak kenapa-napa, tetapi tetap aja kalo ada apa-apa cerita sama kakak"ucap kak Arya sembari tersenyum manis yang benar-benar membuatku merasa seperti kupu-kupu berterbangan di perutku
aku tak berani melihat ke wajah kak Arya, yang kulakukan sekarang hanyalah membuang pandangan ku ke arah kiri
"Nala pulang nanti bareng kakak yah, kalo gitu kakak pergi dulu"ucap kak Arya hendak pergi
"jangan lupa cuci muka, muka kamu merah banget tuh kayak tomat"ucap kak Arya yang berhasil membuat ku merasa sangat malu
Aku berlari menuju toilet melihat dari cermin, apa yang kak Arya katakan barusan ada benarnya Wajahku benar-benar merah bak tomat yang baru masak, bahkan dengungkan jantung ku juga mulai cepat.
Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini, apa yang kak Arya katakan ada benarnya aku hari ini tampak berbeda aku juga menyadari akan hal itu, jika di hari-hari sebelumnya aku tak banyak menampilkan ekspresi bahkan untuk berbicara pun aku malas.
Hari-hari sebelumnya dimana aku hanya menghabiskan waktu ku untuk membaca buku dan belajar, tak ingin pergi ketempat dimana orang-orang berkumpul. Namun hari ini aku merasa bukan seperti diriku, mulai dari pertama kali aku mengucapkan terima kasih pada kak Raka dan tak ingin menemui nya karena masih merasa malu, dan saat Tasya mengajak ku ke kantin tempat dimana para siswa dan siswi berkumpul, dan perlakuan kak Arya yang berhasil membuat ku salah tingkah.
aku merasa lebih terbuka hari ini, aku juga merasa sangat senang hari ini, aku merasakan perasaan sama seperti waktu aku masih tinggal bersama Kakek dan nenek, aku merasa seperti lahir kembali aku sangat senang sekarang.
Bahkan saat ini wajah kak Arya terekam jelas di kepalaku yang tanpa sadar membuatku tersenyum tipis, saat melihat ke depan cermin aku merasa wajahku benar-benar bersinar aku kembali merasakan kebahagiaan, yang aku harapkan sekarang hanyalah kebahagiaan ini bersifat selamanya bukan hanya sementara, aku berharap jika aku keluar dari toilet aku tetap akan mendapatkan senyuman ini kembali.
..."Senyuman yang telah lama pergi akhirnya kembali"...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments