..."Hal yang aku harapkan bersifat selamanya ternyata hanya sementara, senyuman yang telah kembali akhirnya pergi lagi, takdir seseorang yang tak bisa diubah, dan kegelapan yang mungkin tak bisa untuk ku tinggalkan"...
Aku berjalan keluar toilet dengan perasaan penuh kebahagiaan, rasanya sekarang aku hanya ingin bersama Tasya, kak Raka,dan kak Arya.
Perasaan yang selama ini menghilang dari diriku akhirnya kembali hal itu yang membuatku menjadi tak fokus hingga aku menabrak seseorang
"awhh, maaf yah aku nggak sengaja" ucapku mungkin dulu aku hanya akan diam dan menatap orang itu tanpa memperdulikan nya.
Tapi Nala yang sekarang sudah menghilang, apa yang dini katakan ada benarnya jika kita meminta maaf dan berterima kasih akan membawa kebahagiaan yang besar untuk kita
"ihhh gue merinding"ucap seseorang yang tak sengaja ku tabrak tadi
Ia adalah kak Raka, sebenarnya aku benar-benar malas berdebat dengannya mungkin tadi aku mengatakan ingin bersama kak Raka tetapi bukan hanya dengan dia tapi juga dengan kak Arya dan Tasya
Jika hanya dengannya lebih baik aku terkurung di dalam gudang selama seminggu daripada harus berdua dengan kak Raka itu hanya akan membuat ku kesal dan menambah bebanku
"makanya kak kalo jalan tuh lihat-lihat" ucapku kesal
Kak Raka berdiri dan memasang wajah kesal lalu berkata "ehhh yang ada gue yang bilang gitu, Lo yang nabrak gue" ucap kak Raka seraya menunjuk ke arahku
"tapi aku udah minta maaf" ucapku kesal
"nah itu dia yang buat gue merinding, Lo ngilang 3 hari ini nggak kesambet setan kan, dari tadi pagi Lo tuh aneh tahu nggak"ucap kak Raka yang membuat ku makin kesal
"iya, aku lagi kesambet setan" ucapku kesal "ehh salah deh bukan kesambet tapi di tabrak setan"lanjutku
"apa Lo bilang, jadi maksud Lo itu gue setanya"ucap kak Raka tak kalah kesal
"aku nggak ada bilang tuh, kak Raka sendiri yang bilang"ucap ku dengan wajah ngeledek
"dasar loh yah bocah kematian"ucap kak Raka marah dan hendak memukul kepalaku, sebelum tangannya menarik lenganku kedalam pelukannya
Apa yang kak Raka lakukan itu refleks karena sebuah bola sepak sedang melaju menuju ke arahku, yah seperti inilah sekolah ku lapangan yang tak ada pagar penghalang nya yang bisa membuat anak-anak murid lainnya terkena bola.
aku yang sadar akan hal itu segera melepaskan pelukan kak Raka padaku.
"apaan sih mesum" ucapku kesal
"mesam mesum tuh bola hampir kena kepala Lo, bukanya makasih malah ngatain orang"ucap kak Raka tak kalah kesal
"gue juga bisa ngehindar sendiri kali, bilang aja emang kakak yang mau modus" ucapku sambil menekan kata modus
"modusin Lo, pihh ngapain ogah banget gue" ucap kak Raka sembari ngeledek
"nggak apa-apa kali kalo mau jujur, aduh habis ini gue harus mandi bersih" ucapku seraya menyapu-nyapu badanku
"Lo pikir gue najis apa" ucap kak Raka semakin kesal
"tau, coba aja tadi kak Arya yang meluk aku, bukan malah setan freak ini" ucapku sambil menekan kata freak
"owh jadi selain Lo aneh Lo mesum juga yah"ucap kak Raka sembari tersenyum licik
"pikiran kakak aja tuh yang kotor, lagian nih yah bau kak Raka kan jadi nempel di aku, malah aku nggak bawa parfum lagi" ucapku kesal hendak beranjak dari tempat itu
Sebelum aku benar-benar pergi aku menginjak sepatu kak Raka kuat yang membuatnya semakin kesal dengan ku
"dasar bokem Lo"teriak kak Raka yang masih bisa ku dengar
Tanpa aku sadari saat kak Raka hendak menolong ku, ada seseorang dari balik pintu kelas yang melihat dengan penuh amarah hal itu mungkin akan menjadi hal dimana masalah ku bertambah.
..."kebahagiaan hanya bersifat sementara, tawa itu akan kembali hilang,rasa sakit baru akan segera muncul,dan rasa cinta seseorang akan mengahancurkan kehidupan"...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments