...Disinilah Nala sekarang, di atas rooftop sendiri menangis tanpa henti, mengapa dia harus melalui semua ini? Apa yang salah padanya?...
Nala menatap ke depan dengan pandangan kosong, tanpa dia sadari ada seseorang yang menuju ke arahnya.
"Nala nggak belajar" ucap seseorang yang tak asing baginya
Nala menoleh ke arah orang itu, dan mendapati hidan dengan senyuman khasnya.
Nala kembali melihat ke arah depan dengan tatapan kosong.
"Ehmm basi banget yah basa basi kakak heheh" ucap hidan dengan sedikit tawa di akhir kalimatnya
"Kakak biasa disini kalo lagi stress, ngeliat sekolah dari atas itu bikin pikiran agak lega"ucap hidan yang dari tadi melihat ke arah nala
"Orang seperti kakak bisa stres" tanya Nala dengan wajah datar dan masih fokus ke depan
"Why not, I am a human"ucap hidan
"Tapi kakak selalu tersenyum" ucap Nala dan sedikit menoleh ke arah hidan
"Ehmm orang yang selalu tersenyum bukan berarti dia nggak punya masalah kan, ada beberapa orang yang sangat ceria ternyata menyimpan banyak luka kita nggak bisa mendeskripsikan masalah seseorang hanya dari senyuman bukan" ucap hidan sambil melihat ke depan
Nala memikirkan perkataan hidan seseorang yang selalu tersenyum bukan berarti mereka bahagia, tapi bukanya senyuman itu hanya untuk orang-orang yang bahagia bukan?
Nala bahkan tak mengingat bagaimana caranya tersenyum, tapi mengapa dia bisa berfikir seperti itu, apakah dia juga harus menutupi lukanya dengan senyuman palsu itu?
Tapi bagaimana caranya Tersenyum? Nala sudah banyak menghabiskan hal yang menyakitkan, hingga dia tak tahu bagaimana caranya Tersenyum dan mengapa semua orang bisa dengan gampangnya tersenyum padanya. Nala terus berkelahi dengan pikirannya hingga hidan menyadarkan nya.
"Nala hei, kamu okay"ucap hidan sembari menggoyangkan pundaknya
Nala hanya mengangguk, menandakan bahwa dia baik-baik saja, walaupun di masih terus memikirkan perkataan hidan tadi.
"Woy ngapain Lo berdua mau mesum yah"ucap seseorang yang tak asing bagi mereka
Nala melihat ke arah pintu rooftop dan benar saja disana sudah berdiri dua orang yang dia kenal Arya dan Raka.
Raka dan Arya berjalan menuju ke arah mereka berdua.
"Wah parah Lo hidan Lo mau pedofil yah"ucap Raka sambil memukul pundak kak hidan
"Pedofil maksud Lo apasih rak, udah deh jangan cari masalah" ucap Arya mengingatkan
"Lah, beneran si hidan mau pedofil, nih anak TK, dan.... gue kasih tau ke Lo yah kasihan anaknya masih kecil, masih belajar ngomong, jangan di deketin deh, dia ini yah kayak kertas HVS putih gampang banget di beri warna, anaknya masih polos dan.... jangan deh"ucap Raka
Sebenarnya Nala, sangat kesal sama kata-kata yang keluar dari mulutnya rasanya nala ingin menutup mulutnya dengan sepatu milik Nala.
"Nala, kakak balik dulu yah mau ngurus keperluan OSIS lagi"ucap hidan pamit sembari tersenyum
"Lo nggak pamit gitu sama gue" ucap Raka sembari menunjuk dirinya sendiri
"Raka, udah deh jangan cari masalah"ucap Arya
"Nala, ngapain tadi berduaan Sama hidan?"ucap Arya
"Dia, hanya mengajari ku beberapa hal" balasnya
"Nala saran aku sih kamu jangan terlalu percaya sama dia, bukannya aku mau ngatur kamu tapi dia itu nggak sebaik yang kamu kira"ucap Arya mencoba meyakinkannya
Apa yang salah dengan hidan?
Jika Nala lihat hidan bahkan lebih baik dari mereka, nala nggak pernah lihat hidan merokok, bolos, ataupun berkelahi. menurutnya hidan cowok yang baik dan kalem, tapi mengapa Arya mengatakan itu padanya?
Tapi apa yang Arya katakan juga ada benarnya, dia tak boleh mempercayainya begitu saja, bahkan dia juga belum terlalu mengenalnya.
"Btw, nanti kamu pulang sama siapa"tanya Arya padaku
"Dijemput"jawabnya ingkat
"Kamu mau ikut kita nggak"ucap Arya
"Ehh jangan gitu dong Ar, gue nggak mau semobil sama dia"ucap Raka
"Aku udah bilang kalo aku dijemput bukan"ucanya melihat ke arah Arya lalu beranjak dari tempat itu tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.
"Tuh anak waktu Mak nya hamil dia ngidam apasih"ucap Raka
Nala berjalan menuruni tangga, hingga tanpa sengaja dia bertemu dengan sesosok perempuan cantik dengan rambut terurai pakaian sekolah yang nampak rapi dan wangi.
"Anak baru yah"ucap wanita itu padanya
Nala hanya menggelengkan kepalanya.
"Oh.... tapi ini First time kita ketemu bukan"tanya gadis cantik itu
Nala hanya mengangguk dengan wajah datarnya.
"Kalo gitu gue Amel ipa 3" ucap Amel sambil mengulurkan tangannya
IPA 3 yah berarti dia sekelas dengan hidan pikirannya.
"Nala" jawabnya membalas uluran tangannya
"Ternyata Lo tau cara berkenalan yaa"ucap Raka yang Tiba-tiba muncul dari belakang
"Raka Arya"ucap Amel
"Hai mel"ucap Arya
"Hai juga Arya, hai Raka"ucap Amel
"Tunggu, Lo dari rooftop ya"tanya Amel padanya
"Iya"jawabnya singkat
"Berarti kalian bertiga dari rooftop?" Tanya Amel
"Iya kami bertiga habis nyebat di atas"ucap Raka yang membuat Nala menoleh ke arahnya
"Apa lihat-lihat ntar Lo naksir lagi"ucap Raka sombong
Nala benar-benar di buat kesal oleh Raka hari ini, dia ingin segera balik ke dalam kelas dan tidur, dan berharap tidak bertemu Raka lagi setelah ini.
"Lo suka sama Raka"tanya Amel pada Nala yang membuat Nala merasa kesal.
"Nggak, dia itu orang aneh" ucapnya sembari berlalu dari tempat itu, jika terus berlama-lama disana mungkin dia akan jadi gila.
"Yee ngaca Lo, Lo juga aneh kali"teriak Raka
"Udah rak, Mel kita pergi dulu yah"ucap Arya
"Gue ikut kalian boleh NGGAk?"ucap Amel
"nggak boleh, kita mau ke WC" balas Raka
"hah, kan kita mau ke..." ucap Arya sebelum di potong oleh Raka
"iya, gue ke belet ini" ucap Raka, sembari menarik tangan Arya dan meninggalkan Amel sendiri.
"rak, Lo kenapa sih" tanya Arya
"Lo yang kenapa tolol, gue malas banget ber urusan sama cewek Anabelle itu" ucap Raka kesal
"wkwkwk, tapi dia itu kelihatannya cinta mati banget sama Lo rak.." ucap Arya
"anjing Lo, udahlah kita masuk kelas aja" ucap Raka
...**********...
Nala berjalan dengan pandangan kosong menuju kelas, sesampainya di kelas Tasya langsung menghampirinya diikuti oleh Alya di belakangnya.
"Gue minta maaf, gue tahu gue salah tiba-tiba nampar Lo gitu aja" ucap Alya padanya
"Aku memang tidak tau caranya berminta maaf, tetapi setahuku jika kau ingin meminta maaf bukankah kau harus melihat wajahnya" ucap Nala dengan wajah datar lalu berlalu meninggalkan Tasya dan Alya.
"Lo pikir Lo siapa, gue juga mau minta maaf karena di paksa sama Tasya kalo nggak gue juga nggak mau minta maaf sama Lo dan ingat gue itu nggak salah"ucap Alya marah lalu meninggalkan kelas
"Nala tolong yah maafin Alya"ucap Tasya memohon
Nala, hanya melihat sekilas ke arah Tasya lalu membuka buku favoritnya tanpa menjawab ucapan Tasya tadi.
...Happy reading ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments