Ragas

Hari ini Raka datang ke kantor sedikit lebih lambat dari biasanya. Ia selalu datang tepat waktu, bahkan lebih datang lebih awal karena hobi Raka adalah pekerjaannya. Namun sepertinya cepat atau lambat hobinya itu akan terganti.

Raka masuk ke dalam ruangan pribadinya, di sana sudah ada Malvin sebagai asisten yang sudah menunggu kedatangannya.

Raka duduk di meja yang di atasnya terdapat papan nama meja yang terbuat dari kaca yang bertulisan CEO Of Enemy Company Group.

Bukan hanya itu, di mejanya juga sudah ada banyak tumpukan laporan dan map yang belum ia baca. pemandangan yang sudah biasa bagi Raka.

Laporan demi laporan ia mengambil dan membacanya, Raka juga meminta Malvin untuk membantunya agar pekerjaan lebih cepat selesai.

"Ada jadwal apa saya hari ini?" Tanya Raka yang sedang membaca laporan jadwalnya.

"Maaf, saya lupa mengabari anda. Hari ini ada jadwal pertemuan makan siang dengan Presdir perusahaan Lenee. Pukul 13.00 di restoran pisula"

Perusahaan Lenee, perusahaan di bidang pemasokan yang telah bekerjasama dengan Enemy Company Group selama bertahun-tahun.

"Siapkan data-data yang diperlukan."

...****************...

Vyora dan Lila sudah berada di kantin sekolah, mereka sedang menunggu pesanan datang.

Dengan tiba-tiba ada seseorang yang jahil menempelkan minuman dingin pada pipi keduanya.

"Ashh! Ragas!" Tukas Vyora.

"Dingin tau." timpal Lila.

Yang disalahkan malah tertawa seperti kuda. Dia adalah Ragas Ravindra, si tampan jago main basket. Statusnya di sekolah ia menyandang sebagai wakil ketua club basket yang berada di bawah naungan sekolah, ia juga populer di kalangan kaum hawa.

Sama halnya seperti Lila, Ragas sudah berteman dengan Vyora sejak SMP tahun ke dua. Dan kalian harus tahu bahwa tidak ada pertemanan atau persahabatan yang murni di antara perempuan dan laki-laki. Pasti di salah satu dari mereka ada yang menyimpan perasaan. Sama seperti Ragas, ia menyimpan perasaannya pada Vyora selama 6 tahun.

Ragas senang jika berada di dekat Vyora meski hanya sebatas teman, jika ia mengungkapkan perasaannya dan ditolak Vyora, Ragas takut itu akan merusak hubungan pertemanan mereka.

Ragas menyukai Vyora saat mereka bertemu di hari pertama sekolah, ia sangat mengagumi Vyora kala itu, sangat lucu dan menggemaskan. Namun Ragas mendekatinya bukan dengan cara yang romantis atau harmonis, Ragas mendekatinya dengan cara mengganggu dan menjahilinya. Bukan hanya Vyora saja yang dijahili, Lila pun ikut dijahili.

Dan entah sejak kapan mereka bertiga menjadi teman dekat. Seingatnya, mereka pernah tersesat bareng saat mengikuti acara jambore di hutan. Sangat unik bukan?. Dan mungkin sejak saat itu mereka menjadi dekat sampai sekarang.

Ada satu kejadian yang paling Ragas ingat saat itu. Ketika mereka sedang menunggu tim SAR Ragas tiba-tiba bertanya pada Vyora, jika Vyora disuruh memilih antara hubungan pacar atau teman, ia akan memilih yang mana?. Lalu Vyora menjawab teman, karena hubungan pertemanan tidak ada kata putus. Dan saat itu juga Ragas memutuskan untuk menjadi temannya dan menyimpan perasaannya dalam dalam.

Namun sejak masuk SMA Ragas terpisah kelas dengan Raka dan Lila, karena kelas dibagi dengan tingkatan nilai. Jika nilainya tinggi maka akan ditempatkan di kelas A, begitu sebaliknya. Tapi untuk masuk ke sekolah sunshine high school sudah dipastikan tidak ada yang nilainya kecil. Nilai Ragas sedikit lebih rendah dari nilai mereka berdua, sehingga ia ditempatkan di kelas B.

"Nih buat kalian."Ragas memberikan minuman itu pada Vyora dan Lila. Kemudian duduk menyempil di tengah-tengah mereka.

"Kamu ngapain sih nyempil-nyempil segala" ucap Vyora yang duduknya tergeser.

"Ya emang kenapa sih, ga apa-apa kali."

"Nyempetin tau." Sarkas Lila.

"Tinggal geser. Eh kalian mesen apa?" Pas pasan Ragas berbicara seperti itu, pesanan Vyora dan Lila berupa bakso datang.

"Jahat banget kalian ga mesenin aku." Keluhnya saat melihat bakso itu dimakan.

"Kita kan ga tau kamu suka apa" jawab Lila mengelak.

"Temenan bertahun tahun tapi ga tau makanan kesukaan temennya sendiri. Parah." Ucapan Ragas seolah mereka melupakan dirinya, padahal cuman makanan kesukaannya yang dilupakan. Sungguh drama king.

"Ya udah iya, aku yang pesenin." Vyora menawarkan dirinya untuk memesan karena tak tahan dengan rengekan Ragas.

"Nah gitu dong. Mie ayam, ya."

Vyora pun pergi untuk memesannya. Tidak lama setelah itu Vyora pun datang dengan semangkuk mie ayam di tangannya.

Betapa terkejutnya Vyora saat melihat Ragas yang tengah menikmati baksonya.

"Ragas! Kok bakso aku dimakan sih?!!"

"Lagian menggoda sih baksonya, kayak kamu." Candaan seperti itu sudah biasa keluar dari mulut Ragas, jadi Vyora sudah terbiasa. Ia tidak akan terbawa perasaan.

Vyora duduk di depan Ragas dan menarik mangkuk baksonya. "Ga mau ah, baksonya dimakan." Vyora tidak menerima bahwa baksonya yang dimakan Ragas.

"Ya kalau bukan baksonya yang dimakan, terus apanya yang mau dimakan? Mangkuknya? Lagian yang aku makan cuman sedikit"

Vyora mengerucutkan bibirnya. Ia hanya terus menatap baksonya yang sudah tidak lagi utuh.

"Kalau baksonya ga mau dimakan, sini tukeran aja sama mie ayam."

"Ga. Ga usah." Tolak Vyora secara mentah-mentah. Pasalnya ia tidak menyukai mie ayam, Vyora penyuka bakso dan seafood garis keras.

Sebenarnya Ragas tahu kalau Vyora tidak menyukai mie ayam, Ragas menawarinya hanya untuk basa basinya saja dan sebagai rasa bersalahnya saja.

Mau tidak mau Vyora pun memakan bakso bekas Ragas karena lapar, jika diingat Vyora belum makan apapun sedari tadi pagi.

Meja pun hening, tidak seperti biasanya yang penuh dengan cerita-cerita Vyora setiap harinya. Ragas sampai berfikir apakah ini Karena dirinya yang memakan bakso Vyora, sehingga ia marah dan diam seperti ini?.

Padahal Vyora sedang memikirkan apakah ia harus memberi tahu pacarnya soal pertunangannya atau merahasiakannya.

Ragas mendekat pada Lila "Vyora kenapa?" Bisiknya namun masih bisa didengar Vyora.

"Ga tau, tadi aja di kelas dia dihukum" ucapan Lila sangat bisa didengar Vyora dengan jelas. seolah sengaja agar Vyora menyadari bahwa mereka sedang membicarakan dirinya.

"Iya aku tahu kalian lagi ngomongin aku, aku denger."

"Bagus kalau denger, sekarang coba jelasin. Kenapa kamu jadi gelisah galau merana?. Apa jangan-jangan kamu diputusin!?" Ragas berbicara dengan nada senang sehingga dilirik tajam oleh Vyora.

"Eh beneran?" Sahut Lila.

"Engga, ya. Jangan sampe."

"Terus kenapa? Marahan?" Tebak Ragas.

Marahan? Sepertinya iya. Vyora masih marah pada pacarnya saat kejadian di kafe kemarin sore, memang bukan salahnya sepenuhnya tapi tetap saja pacarnya membuat Vyora berdebat dengan laki-laki yang kini menjadi tunangannya.

Vyora tidak menjawab pertanyaan Ragas, dan Ragas anggap jawabannya adalah iya.

****************

*visual Ragas Ravindra

*visual Malvin

Terpopuler

Comments

Rey

Rey

Ragas bakal patah hati kalau tau Vyora udah tunangan.

2024-03-23

0

Rey

Rey

6 tahun? lama Bener.

2024-03-23

0

Rey

Rey

berganti dengan Vyora ya Ka😊

2024-03-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!