Di grup WhatsApp Alligator Blood, Raka mengirimkan pesan ke mereka agar bersiap-siap untuk bertempur.
(Jam 12 kita serang markas kapak merah) Isi pesan Raka
Bang Leo
(Baik tuan kita akan bersiap dari sekarang)
Muan
(Baik tuan)
Bandi
(Siap tuan, sudah lama aku tidak pernah bertempur dan sekarang aku akan menjajal kemampuan ke mereka)
Fel
(Siap tuan, kapak merah harus musnah karena mereka aku kehilangan keluarga ku)
“Zio buka toko sistem”
Secara otomatis sebuah hologram muncul di depan Raka, ia segera mencari barang yang akan dibelinya dan ia juga membeli kalung untuk Aletta. Raka menghabiskan uang hampir 7 triliun untuk membeli berlian Jacob diamond dan kalung yang berbandul Hope Diamond.
Dan masih banyak balasan dari anggota lainnya, kini Raka berada di kediaman keluarga Danu Baskara dan sedang melakukan makan malam bersama dan ada juga orang tua kandung Danu Atmaja.
Setelah acara makan selesai mereka semua mengobrol di ruang keluarga, bahkan tak canggung bagi Raka untuk meledek Danu Atmaja yang membuat semuanya tersenyum.
“Apa kau tidak takut dengan Danu dan oppa”tanya Victor ayah Danu
“Tidak opa, kenapa harus takut dengan om sama opa? Apakah kalian berdua sangat berbahaya”tanya Raka
“Hahahaha, tidak-tidak hanya saja opa heran dengan mu saja karena sepertinya kamu sangat percaya diri”ucap Victor
“Ya gitulah opa, meskipun wajah opa dan om Danu itu seram sih, oh ya ini hadiah yang kamu minta tadi”
Aya menerima hadiah dari Raka, ia juga bingung memang apa yang ia minta tadi? Tapi ia bisa melihat bungkus kado yang sangat mewah dan tentu di dalamnya pun lebih mewah
“Kalau begitu Raka pamit dulu karena ada urusan, hadiahnya nanti di buka setelah Raka pergi dari rumah ini”ucap Raka
“Makasih yah, hati-hati dijalan”ucap Aya
Raka mengalami mereka semua setelah itu menuju apartemen Aletta dan sesampainya disana ia langsung memarkirkan mobil Lamborghini nya. Ia berjalan menuju resepsionis dan menanyakan kamar Aletta
“Apakah ini tuan Raka?”tanya nya
“Iya benar, apa kau mengenal ku”tanya Raka balik
“Tidak tuan, kamar non Aletta berada di lantai 4 nomor 2”
Raka langsung menuju lift menuju lantai empat setengah itu ia mencari kamar Aletta, ternyata lantai empat ini sangat mewah dan sepertinya kamar tingkat papan atas.
Sebelumnya Raka sudah mengabari jika dirinya sudah sampai di lantai empat, ia langsung mengetuk kamar nomor dua tersebut
Tok
Tok
“Masuk”jawabannya dari dalam
Raka memutar knop pintu dan masuk, ia melihat Aletta yang sedang duduk dan menatap layar laptopnya. Raka menghampirinya dan langsung memeluk dari belakang
“Kenapa kamu sangat ceroboh tidak mengunci pintu hm, apa kamu sedang sibuk”tanya Raka
“Lagi banyak kerjaan jadi aku malas membuka pintu makannya tidak aku kunci”jawab Aletta
“Lain kali jangan begitu lagi, apa mau aku bantu agar pekerjaanmu cepat selesai”tanya nya lagi
“Emang kamu bisa? Coba aja kalau kamu ngerti”
Aletta bangun dari duduknya dan kini gantian Raka yang duduk dan ia menarik tubuh Aletta hingga terjatuh di pangkuan Raka, Raka memainkan jari-jarinya di keyboard laptop dan mengerjakan yang sedang dikerjakan oleh Aletta
Klik
Beberapa menit kemudian pekerjaan yang Raka lakukan sudah selesai, Aletta yang memperhatikan nya dari tadi sangat terkejut dengan kecepatan jari-jari Raka.
“Apa semuanya sudah selesai”
“Semuanya bagus dan gak perlu direvisi, dari mana kamu belajar seperti ini”tanya Aletta
Saat ini keadaan mereka saling berhadap-hadapan, Raka bisa melihat jelas wajah cantik Aletta dan sebaliknya Aletta bisa melihat jelas wajah tampan lelaki yang sedang memangku nya.
Aletta bangun dari duduknya dan menuju kasur, Raka hanya menatap wanita itu dari bawah hingga atas karena saat ini Aletta memakai piyama pendek.
“Apa kamu sudah makan?”tanya Raka
“Belum, aku mau kamu masakin nasi goreng buat aku”jawab Aletta manja
“Oke, kita ke dapur”
Raka masih betah memeluk tubuh Aletta, bahkan ke dapur pun ia masih memeluk tubuh wanita itu apalagi wangi dari tubuhnya yang membuat Raka candu
Setelah menyiapkan bahan-bahannya, Raka langsung memasak nasi goreng dan beberapa menit kemudian nasi goreng pun sudah jadi.
“Mmm harum sekali, apa kamu gak mau makan”tanya Aletta
“Aku udah makan tadi, jadi kamu cicipi masakanku”
Aletta menghabiskan semua nasi goreng buatan Raka, ternyata selain pintar dan tampan lelaki di depannya ini sangat pandai memasak. Mereka berdua duduk di sofa dan mengobrol
“Ini hadiah untukmu, jadi jangan marah lagi ya”ucap Raka
“Hadiah apa? Siapa juga yang marah”jawab Aletta
Aletta membuat hadiah pemberian dari Raka, ia terkejut melihat kalung yang begitu cantik dan sangat elegan baginya. Aletta berlari ke meja riasnya dan ia langsung memasangkannya sedangkan Raka hanya terkekeh melihat kelakukan Aletta
“Jadi apa jawabanmu? Apa kamu mau jadi kekasih”
“Kalau aku menolak apa kamu akan mengambil kalung ini kembali? Dan apa kamu akan membenciku”jawab Aletta
“Aku gak akan mengambil barang yang sudah ku kasih terhadap seseorang, aku tak akan membencimu”jawab saja dingin
“Aku gak bisa..”
“Kalau itu jawabanmu, aku pergi dulu karena banyak urusan”jawab Raka
Raka merasakan hatinya sakit, baru pertama kali ia mengajak seseorang untuk menjadi kekasihnya namun jawabannya sangat di luar nalar. Raka berjalan menuju pintu keluar namun tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang
“Aku mohon jangan pergi dulu, a..aku belum selesai berbicara jadi dengarkan aku dulu”ucap Aletta
“Apalagi yang harus dibicarakan, semuanya udah jelas dan kamu tenang aja aku gak bakal membencimu”jawab Raka
“Dengerin aku dulu, aku gak bisa menolak kamu entah kenapa aku takut kehilanganmu jadi jangan pernah tinggalin aku lagi dan soal perempuan lain kamu boleh mempunyai banyak kekasih tapi aku harus menyeleksinya dulu”
Raka membalikkan badan dan terlihat mata Aletta yang sudah memerah hendak menangis, Raka langsung memeluknya dan mencium kening dan merambat mencium bibirnya.
“Apa kamu mau membunuhku hah”ucap Aletta mengatur nafasnya
“Ng..ngak sayang, abisnya enak rasa strawberry kesukaan ku”
“Ish dasar bocil mesum”ucap Aletta
“Tapi suka kan hmm”
Aletta langsung meninggalkan Raka begitu saja, ia duduk di atas kasur dan Raka menghampirinya dan langsung memeluk tubuh wanita itu.
Mereka berdua menghabiskan waktunya untuk mengobrol dan membagi cerita, Aletta sangat gemas dengan kekasihnya ini selain masih bocil dia juga sangat usil.
“Sayang, apa aku boleh pulang? Malam ini aku ada janji dengan teman ku”ucap Raka
“Nggak, apa kamu lebih memilih mereka daripada aku?”tanya Aletta mode galak
“B..bukan begitu sayang, ya udah aku kabarin mereka dulu”jawab Raka
Karena jam sudah menunjukkan pukul 22:30, Raka memberi kabar ke mereka jika ia tidak bisa hadir malam ini dan membatalkan acara penyerangan ke markas kapak merah
Bang Leo
(Tuan tenang dan istirahat saja untuk persiapan pentas seni besok, karena Deon sudah memberi kabar ke kita jika tuan sedang sibuk dan tuan tenang saja kami akan tetap menyerah markas mereka karena berani mengganggu keluarga tuan dan bahkan anggota kami akan membalaskan dendam atas kematian para orang tuanya)
Bang Marvin
(Benar tuan, lebih baik tuan mempersiapkan untuk esok hari dan misi ini serahkan ke kami)
Jerry
(Benar apa kata mereka, kami akan tetap menyerang mereka)
(Baiklah, kalian bagi kelompok menjadi empat dan serang mereka di setiap penjuru dan jangan ada yang terluka sama sekali dan sebelum itu kalian minum pill yang diberikan oleh Leo dan ingat kalian harus berhasil dan jangan membunuh pemimpinnya terlebih dahulu kalian bawa dia ke ruang bawah tanah) balas Raka
Feri
(Siap tuan, kamu semua sudah meminum pill tersebut dan kami merasakan tubuh kami lebih kuat dan segar dari sebelumnya)
Aletta memandang Raka yang sedang fokus ke handphonenya, Raka yang melihat Aletta mendekat langsung mematikan handphonenya karena ia masih merahasiakan tentang Alligator Blood.
Di markas kapak merah, Nick sangat marah karena anak buahnya yang ditugaskan tidak balik ke markas untuk melapor bahkan ia melihat berita jika mobil yang ia kenali mengalami kecelakaan.
“Bajingan, siapa yang melakukan ini semua”bentak Nick
“Kalian semua tidak becus tidak berguna sama sekali, hanya mengawasi bocah seperti dia saja mereka hilang seperti ini”lanjut Nick
Semua anggota kapak merah tak ada yang berani membuka suara, mereka juga heran kemana perginya para anggota yang bertugas bahkan ponselnya pun tidak bisa dihubungi dan tidak bisa dilacak
“Lapor tuan, markas kita diserang orang-orang bertopeng”lapor salah satu anggotanya
“Habisi mereka semua, Berani sekali mereka datang ke markas ku apa mereka mencari mati”ucap Nick
Diluar sana terjadi peperangan antara mafia, kekuatan anggota kapak merah tak ada apa-apa bagi anggota Alligator Blood karena itu semua berkat pill, dan ternyata Leo memajukan jadwal penyerangan ke markas ini.
Dor
Dor
Dor
Para pasukan inti anggota Alligator Blood langsung masuk ke dalam dan menyerang mereka semua, tiba-tiba Nick datang dan melihat mayat yang berserakan di markasnya
“Siapa kalian, kenapa kalian menyerang markas ku”
“Kami Mafia Alligator Blood, dan gara-gara kau separuh anggota ku kehilangan keluarganya karena kalian semua membunuhnya”ucap Leo
“Ternyata kalian, ok untuk soal itu gue minta maaf dan apa kalian mau bekerja sama dengan mafia gue? Kita bisa bersatu dan kita bisa menguasai dunia ini”ajak Nick
“Cih, kami tidak sudi untuk bergabung dengan mafia sampah seperti mu dan asal kau tau gara-gara mu keluarga pemimpin kami hampir celaka”ucap Deon
“Serang dia”ucap Deon
Para anggota Alligator Blood yang memiliki dendam langsung menyerang Nick hingga membuat lelaki itu kewalahan menghadapi anggota Alligator Blood. Nick tak menyangka jika kekuatan mafia baru ini tidak bisa dianggap remeh
“Kekuatan mereka bahkan lebih besar dari gue, gue harus bisa kabur sebelum mati sia-sia”batin Nick
“Mau ke mana bajingan, tangkap dia”
Dor
Dor
Deon dan Gilang langsung menembak kedua kaki Nick hingga lelaki itu terjatuh, para anggota Alligator Blood langsung menghajarnya hingga tak berdaya setelah itu membawanya ke markas. Namun sebelumnya Leo menancapkan bendera Aligator di tempat itu.
[Misi terdeteksi, Bunuh seorang pembunuh bayaran yang mengincar Queen]
"Dimana dia Zio"
[Dia berada di ruangan nomor tiga tuan]
Raka yang masih nyenyak tertidur pun merasa terganggu dengan suara sistem, namun saat mendengar nama Queen ia segera bangun secara diam-diam karena takut membangunkan Aletta yang masih tertidur.
Raka keluar kamar hotel dan ia mengetuk kamar sebelah namun tak ada jawaban sama sekali, Raka terus mengetuk pintu tersebut hingga akhirnya terlihat pria yang membuka pintu dengan raut wajah kesal
“Apa apa?”tanya pria itu judes
“Dimana kekasihku, apa kau menyembunyikan”ucap Raka berlagak mabok
Ia masuk begitu saja dan langsung menutup pintu tersebut, Raka melihat jika ada pria lainnya di kamar ini tanpa aba-aba Raka langsung mengeluarkan elemen api dan membakar mereka hidup-hidup dan ia kembali ke kamarnya.
“Zio tolong hapus semua rekaman cctv di ruangan ini, apakah tidak ada yang melihat ku kan”
[Baik tuan, tidak ada yang melihat tuan]
[Selamat tuan mendapatkan uang sebesar 1 milyar]
[Selamat tuan mendapatkan 300 poin sistem]
“Lumayan lah”
Raka mencuci mukanya setelah itu ia ke dapur dan memasak nasi goreng, Aletta yang mencium harum makanan pun langsung bangun dan menuju dapur, ia kaget melihat lelaki dikamar
“Siapa kamu, pergi dari sini”ucap Aletta
“Kamu kenapa hm”tanya Raka
“Ra…Raka, sedang apa kamu pagi-pagi gini di kamar ku hah”
“Hey, bukankah semalam aku tidak diperbolehkan pulang hm? Kenapa pagi-pagi begini kamu mendadak amnesia,
lebih baik kamu mandi dan siap-siap setelah itu sarapan”
Aletta menuruti Raka, saat ia berjalan ke kamar mandi ia baru ingat jika semalam mereka resmi pacaran dan juga ia melarang Raka untuk pulang.
Maaf kalo banyak tapyo, yang harusnya pedang serigala iblis malah jadi naga api
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Ai Gown
sekedar saran bro tolong penulisan kata2 sedikit diatur dan direncanakan
agar tidak terlihat blepotan saat di baca salam sukses
2024-09-22
0
Dewo Bumi
wah maaf gw hapus dari daftar, ceritanya terlalu menarik saking menariknya sampai bosan membacanya
2024-08-26
3
Ahmad R Laros
omng2 kok aneh bonus milyaran beli berlian trilyunan duitnya author banyak hhha
2024-05-25
2