Setelah pertemuan itu, Raka mengajak Leo dan lima lainnya keruangan khusus karena ada beberapa hal yang akan dibahas oleh mereka.
“Lapor tuan, Saya sudah mendapatkan rekaman cctv dan ini rekamannya”
Leo memberikan handphonenya dan menyetel kan sebuah rekaman cctv tersebut, Raka bisa melihat jelas jika si pengendara mobil itu sangat sengaja untuk mencelakai ibunya.
“Menurut informasi yang kami dapat, jika pelaku itu bernama Yoga dari keluarga Wijaya dan kami juga sudah memastikan ke kediaman Wijaya jika mobil yang ada di sana sama persis dengan mobil yang menabrak ibu anda tuan, bahkan plat mobilnya pun sama”jelas Alex
“Ternyata mereka sudah mulai bergerak, seharusnya rumah itu adalah milikku tapi keluarga bajingan itu mengusir ku saat umurku 10 tahun dan kami bertiga hidup di kampung bahkan untuk makan pun susah”ucap Raka
Semuanya hanya diam saja tak ada yang berani berbicara, mereka sangat kasihan dengan kisah tuannya ini. Didalam hati mereka masing-masing mereka sangat dongkol dengan keluarga Wijaya karena berani menyakiti keluarga tuannya.
“Tuan tenang saja, kami akan membalas perlakukan mereka lima kali lipat”ucap Leo
“Ya benar tuan, kami akan buat mereka menderita seperti apa yang tuan rasakan”
Semuanya nampak memberi semangat dan dukungan untuk Raka, Raka yang mendengar itu sangat terharu
“Terimakasih semuanya, oh ya apa kalian keberatan jika kak Leo saya angkat menjadi wakil saya dan kalian bisa menjadi wakil dari kak Leo”tanya Raka
“Tidak tuan, malahan kami sangat setuju jika Leo yang menjadi wakil ketua dari tuan dan kami juga sangat senang jika kami masih bisa bersama karena kami adalah teman sewaktu sma”jelas Yogi
“Kami setuju tuan, hidup tuan Raka”
“Hidup tuan Raka”
“Terimakasih tuan atas kepercayaan tuan terhadap saya, saya berjanji akan setia dan tidak akan berkhianat terhadap tuan dan organisasi ini, dan jika saya terbukti berkhianat maka tuan bisa membunuh saya”ucap Leo
“Kami juga tuan, jika kami berkhianat kami siap mati”
Raka hanya tersenyum puas dengan mereka, ke enam mantan begal itu sampai tertegun melihat senyuman Raka yang begitu manis. Raka beranjak dari duduknya dan berjalan keluar
“Baiklah pertemuan kita sampai di sini, nanti besok akan ada seseorang yang akan mengawasi dan mengajari kalian semua, dan kalau hanya ada kita panggil saya dengan nama saja anggap saja saya ini keluarga kalian dan saya juga sudah menganggap kalian kakak saya sendiri”
Mereka yang mendengar itu tentu saja sangat senang, Raka keluar dari ruangan khusus itu dan ia masuk ke dalam kamar karena letak ruangan khusus itu berada di lantai tiga.
(Ibu, malam ini Raka menginap di rumah teman Raka dan kemungkinan besok siang atau sore Raka pulang, ibu jangan lupa makan, minum obat dan beristirahat maaf ya bu malam ini Raka gak bisa temenin ibu) itulah isi pesan yang dikirim Raka ke ibunya
Ding
(Iya nak, kamu juga jangan lupa makan dan jangan buat repot teman mu yah) balas ibunya
(Iyah ibu siap, ibu langsung istirahat yah jangan coba-coba mengangkat barang yang berat)
Raka berdiri di balkon kamarnya, ia menatap rembulan yang ditemani bintang-bintang. Ia masih tak terbayang dengan keberadaan sistem yang membantu merubah kehidupannya.
Setelah puas menatap langit yang begitu indah, Raka merebahkan tubuhnya di atas kasur dan di dalam kamar Raka terdapat rak buku yang begitu besar dan tentunya banyak buku. Namun dibalik rak tersebut terdapat ruang rahasia namun Raka masih belum mengetahuinya.
[Apakah tuan ingin login]
“Simpan dulu saja Zio, hari ini gue pengen bangun siang”
[Baik tuan]
Raka kembali memejamkan matanya, karena hari ini adalah hari sabtu karena di sma Mandala jika hari Sabtu-Minggu itu adalah hari libur.
Tok
Tok
“Dek bangun, udah siang”ucap Leo
Namun tak ada jawaban dari dalam, Leo kembali mengetuk pintu terus menerus membuat Raka kesal setengah hidup karena berani mengganggu waktu tidurnya
Krek
“Ada apa sih bu, masih pagi ini”ucap Raka
“Masih pagi apanya, ini udah jam 9 lagian ini bukan ibumu dan cepat mandi sana”ucap Leo galak
“Hah jam 9? Padahal masih pagi kak”
“Cepat mandi terus turun kebawah untuk makan, katanya bakal ada orang yang akan mengajarkan kami ilmu bela diri”ucap Leo
“Mandi cepat atau abang yang mandiin kamu”ucap Galang
“E..eh kok kalian jadi galak sih pedahal waktu malem kalian baik-baik aja”ucap Raka
“Mandi cepat”ucap Gilang dingin
Mendengar suara Gilang, Raka segera menutup pintu kamarnya ia merasa heran dengan mereka semua kenapa menjadi galak seperti ini.
Galang dan Gilang adalah adiknya kembar, sedangkan anggota yang dianggap kakak oleh Raka itu bernama Leo, Yogi, Marvin dan Felix. Mereka semua adalah teman sewaktu sekolah sma dan umur mereka pun sekitar 20 dan 21 tahun.
Raka turun menggunakan lift yang tersedia dan bebas untuk digunakan siapapun karena tak mungkin mereka menggunakan tangga jika ada hal yang penting, Raka menuju ruang makan yang tersambung dengan dapur dan di sana sudah ada Marvin dan Gilang.
“Makan dulu dek, Abang buatin kamu nasi goreng”ucap Marvin
“Abang juga buatin kamu susu coklat”ujar Gilang
“Wahh Abang tau dari mana kalau Raka suka susu coklat anget”
“Ya karena di kulkas penuh dengan susu coklat dan minum stroberi”timpal Felix
“Oh heee, Raka sangat suka susu coklat dan stroberi dan nasi goreng”jawab Raka
Mereka bertiga yang melihat itu merasa gemas dengan Raka, Marvin dan Felix mencubit pipi Raka dengan gemas sedangkan Gilang hanya diam saja ya namanya juga kulkas dingin.
Raka yang mendapat serangan seperti itu merasa jengkel, setelah makan selesai ia kembali ke kamar dengan wajah yang cemberut dan langkah yang dihentakan.
“Zio, bagaimana mengeluarkan bodyguard itu”
[Tuan cukup katakan, bodyguard keluar dan sebaliknya jika menyuruh mereka untuk menghilang]
“Baiklah Zio, bodyguard keluar”
Wushhh
Sepuluh bodyguard berbadan kekar berpakaian hitam dan tentunya tampan keluar dari penyimpanan sistem, mereka semua berlutut di hadapan Raka sebagai tanda hormat
“Salam hormat tuan muda”ucap mereka serempak
“Salam kembali, berdirilah dan kalian bertiga ikut ku keluar sedangkan yang lain kembali ke tempat kalian”
“Baik tuan muda”
Wushhh
Mereka langsung menghilang hanya tersisa tiga orang, Raka berjalan keluar kamar dan di ikuti oleh tiga orang tersebut. Sesampainya di belakang mansion mereka semua sudah berkumpul karena halaman di belakang itu sangat luas.
“Kenalkan diri kalian”
“Baik tuan muda, saya Vano”
“Saya Gani”
“Saya Gala”
“Baiklah, tugas kalian di sini adalah mengawasi dan mengajari mereka”
“Baik tuan muda”ujar mereka bertiga
Raka duduk di salah satu gajebo dekat mereka semua yang sedang berlatih, Raka sangat menikmati udara pagi di mansion ini apalagi letaknya di tengah hutan dan pastinya tak ada yang mengetahui tempat ini.
“Oh ya, Zio apakah bisa login sekarang “
[Bisa tuan]
“Login Zio”
[Selamat tuan mendapatkan ilmu beladiri kuno]
[Selamat tuan mendapatkan pill penyembuh]
“Hmm, ilmu beladiri kuno ya, udah lama gue gak pernah melatih ilmu beladiri gue”
Saat mendapatkan hadiah beladiri kuno, Raka merasa tubuhnya sangat hangat dan ingatan-ingatan semua gerakan ilmu beladiri itu terpampang jelas di benak Raka.
Raka mulai pemanasan setelah itu ia memasang kuda-kuda dan mulai menggerakkan ilmu beladiri yang ia dapat dari hadiah sistem, beberapa anggota Alligator Blood yang melihat itu merasa terpaku karena ilmu beladiri yang digerakkan Raka sangat asing dan terlihat sangat keren.
“Lumayan cape juga ya, kalo gitu gue pulang dulu lah apalagi beberapa bulan ini mau ujian”batin Raka
Ia pun masuk kembali kedalam mansion dan mengambil kunci motornya, setelah itu ia menghampiri seluruh anggotanya.
“Saya akan keluar dan saya serahkan semuanya ke kak Leo selaku wakil saya, jika kalian membutuhkan sesuatu langsung bilang ke kak Leo saja”
“Baik tuan”jawab mereka serempak
Leo, Galang serta Marvin mengantar Raka ke parkiran motor, mereka sepertinya enggan untuk ditinggal pergi oleh Raka namun mereka juga harus mengerti jika ketuanya adalah siswa sma.
“Raka percayakan semuanya ke kak Leo dan kalian semua kalau ada apa-apa kalian langsung kabari Raka ya, mungkin Raka bakal ke sini beberapa Minggu lagi dan kalian tetap cari anggota sebanyak mungkin dan buatlah mereka sekuat-kuatnya”ucap Raka
“Iya dek, kalo udah sampe rumah kabarin Abang yah nanti kapan-kapan kami main ke rumah kamu”ucap Marvin
“Iya dek, kamu harus belajar yang rajin apalagi sebentar lagi ujian kelulusan”timpal Galang
“Kak Leo bakal berusaha semaksimal mungkin untuk mencari anggota baru dan membuat mereka kuat, hati-hati di jalan jangan lupa kabarin kita kalau udah sampai”
“Oke, Raka pamit dulu”
Raka pun mencium tangan mereka bertiga setelah itu pergi keluar mansion. Mereka bertiga menatap kepergian Raka setelah itu kembali ke anggota yang sedang berlatih.
Sesampainya di rumah, Raka langsung masuk begitu saja ia tak tahu jika di rumahnya sedang ada tamu yang sudah beberapa jam menunggu kedatangannya.
“Akhirnya lu datang juga ka”ucap Arga
“Lu dari mana aja bro, kita bertiga lelah menunggu lu dan untungnya aja banyak cemilan”timpal Aldi
“Lu kalo ngomong suka bener hahaha”timpal Dirga
“Kita ke kamar gue aja”ajak Raka
Mereka berempat pun menaiki tangga, setelah itu masuk ke dalam kamar Raka yang sudah dilengkapi dengan peralatan game. Mereka berempat duduk di balkon kamar Raka dan menatap hamparan bunga karena Naomi menanam beberapa bunga di samping rumahnya.
“Tumben kalian ke sini, pasti ada sesuatu”tanya Raka penuh selidik
“Curigaan mulu nih bocah, oh ya gue mau nanya kok gue gak pernah liat bokap lu sih”tanya Dirga penasaran
“Iya bener tuh”
“Gue gak punya bokap sejak umur 10 tahun, lu tau Yoga Prasetyo dari keluarga Wijaya? Dia bokap gue tapi dia dan keluarganya ngusir gue, Lea dan ibu gue karena dia lebih memilih wanita jalang yang sekarang jadi istrinya dan rumah yang mereka tempati adalah rumah ibu gue dan mereka semua mengambil semua harta milik ibu gue bahkan perusahaan ibu gue yang dibangun dari nol dengan seenaknya mereka mengambil itu”jelas Raka memandang lurus
Mereka bertiga langsung terdiam saat mendengar cerita dari teman barunya, mereka bertiga merasa iba dengan Raka dan keluarganya dan mereka juga tak menyangka jika Raka mengalami kejadian pahit seperti itu.
“Jadi dia itu bokap kandung lu, gue gak nyangka sih ternyata dibalik kesuksesannya keluarga Wijaya mereka tega mengusir pemilik sah dari harta mereka”timpal Aldi
“Gila bener, jadi perusahan mana yang milik nyokap lu”tanya Arga
“Pt Champion Grup dan sekarang udah diubah jadi Pt Brawijaya”jawab Raka
“Yang sabar ka, gue gak nyangka ternyata hidup lu penuh dengan luka dan lu tenang aja kita pasti bantu lu kok”ucap Arga
“Makanya gue pengen kita buat organisasi untuk membantu orang yang kurang mampu, gue berencana mau ngajak lu ka”timpal Dirga
“Makasih semuanya, tapi gue udah punya klan mafia yang siap membantu masyarakat kurang mampu dan memberantas pemberontak, kalo kalian ingin gabung silahkan nanti kita ke markas”ucap Raka
Mereka terkejut bahwa Raka memiliki klan mafia pedahal umur ia masih sangat muda sedangkan mereka bertiga berumur 19 tahun dan masih kuliah, mereka benar-benar bangga terhadap Raka dan tanpa mereka sadari ternyata Deon sudah mendengar obrolan mereka berempat
“Jadi semalam kamu dari mana dek? Apa kamu bohong ke ibu”tanya Deon tiba-tiba
Raka yang melihat itu gelagapan apalagi tatapan Deon sangat tajam, tiga temannya pun dibuat merinding dengan itu
“J..jangan marah kak, semalam Raka tidur di markas baru maafin Raka karena udah bohong sama kalian semua tapi Raka lakuin itu agar kalian gak khawatir”
“Dek, apa kamu tahu kalau mafia itu sangat berbahaya”
“Tahu kak, tapi jadi mafia itu udah termasuk cita-cita Raka sejak smp dan saat ini Raka udah bangun sebuah klan mafia”jawab Raka
“Ya sudah, tapi kakak bakal ikut sama kamu karena kakak gak mau kamu terluka”jawab Deon langsung pergi
Raka dan tiga temannya menghela nafas kasar, Raka meninggalkan tiga temannya yang sedang main game. Raka menuju kamar ibunya karena sejak ia pulang ia belum sempat ke kamar ibunya.
Saat masuk, terlihat ibunya yang sedang tertidur pulas. Raka mendekat dan memandangi wajah ibunya itu. Ia sangat sakit hati saat melihat sebuah ingatan muncul di kepalanya ia selalu menyaksikan ibunya menangis karena pria brengsek itu.
“Kamu udah pulang nak, eh kenapa menangis”tanya Naomi
“Gak papa kok Bu, oh ya Raka ada pill untuk ibu minum”
Raka mengeluarkan pill merah untuk ibunya, dan menyuruh Naomi meminumnya setelah itu keluar cairan hitam yang berasal dari tubuh Naomi dan wanginya pun sangat tidak sedap
“Kenapa bau seperti ini? Dan kenapa ibu merasa lebih sehat dari sebelumnya, Pill apa yang kamu kasih ke ibu”
“Yang keluar itu semua racun yang ada di tubuh ibu, itu namanya pill penyembuh penyakit ringan Bu”
“Kamu dapat dari mana Pill itu?”
“Raka dapet beli Bu, dan pill seperti itu sangat langka di dunia, lebih baik ibu mandi gih”
“Ya udah ibu mandi dulu”
Maaf ya kalo banyak tapyo karena baru pertama kali nulis cerita mohon di maklumi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Chaca Sunday
lebay
2025-04-03
0
Ai Gown
sama anak buah sendiri kok gitu
anak buahnya kaya semena2 jadi eneg
2024-09-22
1
Adam Warisman
cium tangan juga/Hey//Hey//Hey/
2024-09-13
0