Sedangkan ditempat lain, Lea langsung masuk ke dalam rumah begitu saja ia berdiam diri didalam kamarnya ia masih tak percaya jika abangnya sudah tak sayang lagi.
“Lea kenapa Mahira”tanya Naomi
“Tadi pas di jalan kami disuruh naik taksi oleh den Raka sepertinya ada urusan yang mendadak, tapi Lea ingin pulang diantar den Raka tapi den Raka nya langsung pergi begitu saja”jelas Mahira
“Hm anak itu, ya sudah kamu bagikan pesanan mereka dan simpan pesanan Raka ke kamarnya”
“Baik Bu”
Naomi pun masuk kedalam kamar anak perempuannya terlihat Lea yang sedang terisak menangis, saat melihat ibunya ia langsung memeluknya
“A..abang udah gak sayang lagi sama Lea bu tadi abang ninggalin Lea”
“Jangan menangis sayang, mungkin bang Raka ada urusan mendadak dan gak bisa anter Lea pulang. Bang Raka sangat sayang ke Lea buktinya apapun yang Lea inginkan bang Raka selalu turuti”jelas Naomi
“Tapi bu tadi itu abang langsung pergi gitu aja, Abang gak sayang sama Lea”
“Bang Raka sangat sayang terhadap Lea, kita tunggu bang Raka datang”
Tok
Tok
“Ada apa bi”tanya Naomi
“Maaf Bu, di luar ada tamu yang mencari den Raka”
Naomi pun berjalan keluar rumahnya, dan ia mendapati beberapa orang yang menanyakan anaknya. Naomi menjelaskan jika Raka belum pulang
“Silahkan tanda tangan bu, tuan Raka sudah mengabari kami jika ia sedang di luar dan ia menyuruh ibu untuk bertanda tangan di sini”
“Baiklah”
Tentu saja yang memberi kabar adalah sistem karena handphone milik Raka mati total, mereka pun menurunkan mobil Lamborghini Veneno yang membuat seisi rumah melongo bahkan ada beberapa tetangga yang datang
“Mobil gitu aja bangga, suami saya juga mampu beli mobil kaya gitu mah malahan lebih dari itu apalagi suami saya itu manajer di Vendoria Restauran”ucap bu Tina
“Sadar bu rumah aja masih nyicil, suami saya aja yang punya showroom mobil belum tentu mampu beli mobil mahal seperti itu”timpal bu Wanda
“Ya itu mah suami kamu nya aja yang pelit, mobil kaya gitu mah palingan harganya 200 juta beda sama mobil saya yang harganya 400 juta”ucap Bu Tina
“Mobil masih kredit aja bangga, coba kamu tanya berapa harga mobil itu”tantang Bu Lina
“Oke, kalo harganya di murah kalian harus kasih saya 50 juta per orang tapi sebaliknya saya kasih kalian masing-masing 100 juta “ucap bu Tina
Sedangkan para pekerja di rumah Raka pun hanya diam saja karena mereka yakin jika harga mobil ini bukan kaleng-kaleng apa lagi tuan mudanya memiliki motor keren dan juga tadi siang beli mobil
“Emang berapa sih harga mobil itu sampai kalian mau-maunya nganterin mobil murah itu”tanya bu Tina sombong
“Kita harus mengantarkan pesanan dengan sebaik mungkin apalagi mobil ini yang harganya sangat mahal dan kami tidak ingin membuat pelanggan kecewa, asal ibu tau mobil yang ibu banggakan itu gak seberapa dengan harga mobil ini”cibir salah satu pengantar mobil
“Eh saya juga mampu kali, mobil jelek kaya gitu aja bangga emang berapa sih harganya”
“Harganya 68,7 milyaran dan ini mobil Lamborghini Veneno, buta sekali mata anda dasar ibu-ibu rese”
Semuanya dibuat melongo kembali saat mendengar harganya, Naomi juga sangat terkejut dengan harganya dan darimana anaknya mendapatkan uang sebanyak itu
“Palingan mereka itu pemuja iblis yang meminta kekayaan seperti itu, percuma beli mobil mahal kalau uangnya haram”ucap Bu Tina kembali
“Cukup ya bu, silahkan anda pergi dari rumah ini sebelum saya seret anda”bentak pak ujang
“Jangan lupa janji kamu, 100 juta”ucap Bu Wanda
“Eh majikan kalian itu pastinya pemuja iblis atau melakukan pesugihan babi ngepet, kok kalian mau-maunya kerja sama mereka yang gajinya tak seberapa”ucap Bu Tina
“Majikan kami itu sangat baik bukan seperti anda, pantas saja banyak pekerja yang tak betah orang majikannya macam setan kaya gini”timpal bi Iyem
“Sudah pak, maaf ya ibu-ibu kalau mau mampir silahkan masuk”ucap Naomi
“Beneran boleh mbak, wah kalo gitu aku mau mampir deh jarang-jarang kita masuk ke rumah orang sultan”ucap Bu Winda dan di ikuti beberapa ibu-ibu
“Norak sekali kalian, saya sih ogah masuk ke rumah hasil pesugihan gak level”ucap bu Tina
“Pak tutup saja gerbang, kalau meladani si mulut tukang iri ya begitu”ucap Bu Lina
Pak Udin pun langsung menutup gerbang dan langsung menguncinya agar wanita itu tidak bisa masuk, sedangkan ke tiga ibu-ibu itu langsung mengikuti Naomi masuk ke dalam rumahnya.
Sedangkan Raka berada di rumah sakit, setelah kejadian itu ia mengalami benturan di kepalanya dan luka-luka akibat pecahan kaca yang hancur.
“Gimana keadaan tante dan om, apa ada luka serius”tanya Raka
“Kami baik-baik saja cuma ada beberapa luka benturan, terimakasih banyak sudah menolong kami, kenalkan nama Tante Raveena dan yang itu suami Tante namanya om Baskara”
“Salam kenal Tante Vena dan Om Bas, kenalkan saya Raka”
Mereka pun mengobrol sambil berjalan sedangkan Baskara hanya diam dan menyimak saja, Raka tak tau jika orang yang ditolongnya adalah ketua mafia Red Blood mafia yang sangat disegani dan menduduki peringkat pertama
Sesampainya di parkiran, Raka berpamitan dan mencium tangan kedua pasangan itu mereka yang diperlakukan seperti itu tentu saja terkejut dan anak buah Baskara pun hendak memberi pelajaran ke Raka karena berani menyentuh tuannya namun Baskara memberi kode agar mereka diam
“Raka pamit dulu tante dan om”ucap Raka
Ia menaiki taksi yang sudah dipesankan oleh mereka karena Raka menolak untuk diantarkan, Raveena memandang kepergian Raka dan ia teringat dengan anaknya yang sudah beberapa bulan ini tak tinggal dengannya
“Hmm, cari informasi tentang dia”ucap Baskara
“Baik tuan”
Raka turun dari mobil taksi, pak Ujang yang melihat tuan mudanya datang segera membukakan gerbang tersebut namun mereka dibuat heran dan khawatir dengan keadaan tuan mudanya ini
“Aden kenapa?”tanya pak Udin
“Gak papa kok pak, oh ya Lea sama kak Mahira udah datang belum”
“Udah dari tadi den, oh iya tadi ada yang mengirimkan mobil pesanan aden “ucap pak Ujang
“Hmm”Raka hanya berdehem saja
Ia berjalan masuk ke rumahnya dan pandangannya terhenti saat melihat ibu nya sedang mengobrol dengan ibu-ibu lain, Raka pun mengalami mereka satu persatu
“Wah ini pasti anaknya ya jeng, tapi kenapa banyak luka seperti ini”ucap bu Wanda
“Eh iya nak, kamu habis dari mana? Kenapa banyak luka seperti itu”tanya Naomi
“Tadi di jalan Raka bantuin orang kerampokan bu, jadi ya sedikit berantem tapi Raka udah kerumah sakit kok”
“Sudah tampan, sopan, baik lagi, mending kamu istirahat saja”timpal bu Ajeng
“Ya udah, Raka istirahat dulu ya”
Raka pun menaiki tangga menuju kamarnya sedangkan para ibu-ibu masih dibuat kagum oleh sosok Raka. Setelah membersihkan tubuhnya ia merebahkan badannya di atas kasur yang sangat empuk
[Ding! Apakah tuan ingin membuka hadiah]
“Buka Zio”
[Selamat tuan rumah mendapatkan 75% saham PT GEMILANG ABADI]
[Selamat tuan rumah mendapatkan 100% saham VENDORIA RESTAURANT]
[Selamat tuan rumah mendapatkan uang sebesar 2 triliun]
Uhuk
Uhuk
Raka yang mendengar hadiah itu di buat terbatuk-batuk karena hadiah kali ini bukan kaleng, Raka memikirkan kedepannya dan ia berencana untuk membuat perusahaan baru
Malam pun tiba dan ketiga teman barunya datang ke rumah Raka dan kebetulan akan makan malam, mereka semua makan malam dengan nikmat namun didalam otak mereka bertiga merasa heran karena para pekerja makan bersama dengan majikannya
“Kak Mahira tolong ambilkan belanjaan yang warna hijau dan sekalian handphone Raka”
“Iya den”
Lea masih diam dan tak mengajak Raka untuk berbicara meskipun Raka sudah menjelaskan, Mahira pun datang membawakan salah satu belanjaannya
“Abang beliin adek dan ibu handphone, gimana nih permintaan maaf abang diterima apa nggak? Atau Abang kasih ke yang lain aja handphonenya”
“Ish jangan, ya udah Lea maafin tapi nanti besok Abang anterin Lea sekolah”
“Iyah bawel, ini buat adek, ini buat ibu dan ini buat kak Mahira”
“Gak usah den, belanjaan tadi aja udah cukup kok jadi gak usah beliin handphone buat saya”ucap Mahira
“Terima saja kak, Raka lihat handphone milik kak Mahira sudah tak layak dan untuk lainnya kalau butuh apa-apa tinggal bilang saja jangan merasa iri dengan yang lainnya “
Kring
Kring
Handphone milik Raka pun berdering dan terlihat nomor asing yang menelpon nya
“Hallo selamat malam apa benar ini tuan Raka”
“Ya benar”
“Perkenalkan saya Surya pemilik Vendoria Restoran, dan apakah tuan Raka ada waktu untuk menandatangani surat kepemilikan restoran ini”
“Hm mungkin besok sore saya kesana”ucap Raka
“Baik tuan, saya tunggu kedatangan tuan Raka dan untuk lokasinya sudah saya kirimkan “
Tut
Panggilan pun berakhir namun dering ponsel milik Raka berdering kembali dan terlihat nomor asing yang sedang menginginkannya, ketiga temannya dibuat cengo saat mendengar pembicaraan Raka dengan pemilik restoran itu
“Hallo selamat malam, apa benar ini dengan tuan Gahana Raka Leandra “
“Iya benar”
“Maaf mengganggu waktunya, perkenalkan saya Zerin sekretaris dari CEO PT GEMILANG ABADI, saya mewakili pak CEO mengucapkan selamat bergabung di PT GEMILANG ABADI karena tuan sudah membeli 75% dan termasuk pemilik saham terbesar pertama di perusahaan kami”
“Maaf sebelumnya karena pak CEO tidak langsung menghubungi tuan dikarenakan sedang ada urusan mendadak apakah nanti besok tuan bisa datang ke perusahaan dan menyampaikan beberapa arahan untuk kami”
“Seperti besok saya tidak bisa datang dan saya mempercayakan semuanya terhadap CEO kalian, mungkin lain kali saya akan menghubungi kak Zelin dan selebihnya saya serahkan terhadap kalian”jawab Raka
“Baik tuan, kalau begitu terimakasih sudah mempercayakan semuanya terhadap kami dan saya izin tutup panggilannya selamat malam”
Lagi dan lagi mereka semua dibuat terkejut, mereka bertiga tentu saja tau restoran dan perusahaan yang disebutkan seseorang itu, restoran yang sangat terkenal dan menduduki peringkat ke dua sedangkan perusahaan gemilang abadi menduduki peringkat ke satu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
Zelin Saha? jangan kasih orang sembarang orang kalo main2 saham kyk gitu biasanya berkhianat apalagi saham nya besar
2024-05-15
1
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
kan ada gajii mcc MC kenapa naif bgt , pdhl tinggal di kasih gaji 2 - 4 juta saja udh cukup itu
2024-05-15
0
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
oyy umur lu 14
2024-05-15
0