Raka kembali dalam perjalanan pulang dan masalah di restauran sudah dibereskan, Raka juga memecat Rudi sedangkan tiga pegawai lainnya diberikan kesempatan oleh Raka untuk tetap bekerja.
[Ding! Apakah tuan ingin login]
“Iya Zio”jawab Raka
[Selamat tuan rumah mendapatkan 100% saham PT Garuda Global]
[Selamat tuan rumah mendapatkan skill keterampilan medis tingkat dewa]
“PT Garuda? Gue baru denger perusahaan itu”
[Ding! PT Garuda berada di negara K dan perusahaan terbesar disana]
“Ouh pantesan, oh ya Zio suara Ding mu itu bisa dihilangkan gak? Rasanya mau meledak telinga gue kalo denger suara itu”
[Ding! Bisa tuan]
Pak Udin yang melihat mobil tuan mudanya datang langsung membukakan gerbang dan memberikan hormat, Raka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah namun pandangannya tertuju ke dua orang yang sedang mengobrol dengan ibunya namun salah satu dari mereka terlihat sedang memaki-maki ibunya
Mereka yang melihat kedatangan Raka langsung berjalan ke arahnya, dan si wanita itu juga hendak menampar Raka namun pergerakannya sangat lambat bagi Raka sehingga dengan mudahnya Raka menghindar
“Dasar tidak tau diri, apa yang kau lakukan ke suamiku hah kenapa kau bocah sialan menyuruh pemilik Restauran itu memecat suami saya hah”bentak Tina
“Oh jadi masalah itu, apa suami anda tidak menceritakan semua? Ahk baiklah biar saya beritahu restauran itu sudah menjadi milik saya dan suami anda sudah selalu mengambil gaji para karyawan hampir 70%”
“Jika pak Rudi tidak mengembalikan uangnya dalam tiga hari maka saya akan laporkan dia ke penjara, sudahlah lebih baik kalian pergi dari sini dan renungi kesalahan suami anda itu”ucap Raka
“Kau jangan coba-coba membodohi ku bocah sialan, sebelum kau melaporkan mas Rudi ke polisi akan ku pastikan polisi sudah menjemput mu terlebih dahulu keparat”bentak Tina
“Silahkan pergi dari sini”jawab Raka dingin
Tiba-tiba suasana didalam rumah menjadi dingin, kaki kedua pasangan itu terasa gemetar saat mendengar suara Raka yang sangat dingin. Naomi juga merasakan hal yang sama namun ia bingung kenapa anaknya memiliki aura seperti ini
Kring
Kring
Setelah kepergian mereka berdua, terdengar dering ponsel milik Raka dan Raka sudah menebaknya jika yang menelponnya adalah pihak PT Garuda Global
“Hallo, selamat malam apa benar ini dengan tuan Raka”tanya di seberang sana
“Ya”jawab Raka singkat
“Baiklah, perkenalkan saya Alina asisten pribadi pemilik PT Garuda Global dan apakah tuan Raka memiliki waktu datang ke negara ini untuk menandatangani surat kepemilikan”
“Mungkin besok siang”jawab Raka
“Baik tuan”
Telpon pun berakhir, Raka mengirimkan pesan ke pak Surya untuk memesankan tiket pesawat. Raka masih diruang tamu bersama ibu dan dari tadi Naomi memperhatikan anaknya yang sangat sibuk itu
“Sepertinya kamu sangat sibuk”tanya Naomi
“Iya Bu, beberapa hari ini Raka sangat sibuk apalagi tadi di tempat restauran Raka ketemu brengsek itu tapi ibu tenang aja Raka bakal mengambil semua aset milik ibu kembali”
Naomi sangat kaget mendengar cerita anaknya yang bertemu dengan mantan suaminya itu, memang dari dulu Raka sangat anti memanggil Yoga dengan sebutan ayah.
Raka menceritakan semua kejadian yang ia alami di restauran itu, Naomi juga tentu sangat terkejut saat mendengar anaknya memiliki beberapa perusahaan dan restauran
“Ibu, nanti kapan-kapan kita ke rumah paman Hendi yah kan sekarang hidup kita sudah sangat baik dan Raka ingin membalas kebaikan paman Hendi dan keluarganya”
“Iyah nak, setelah pak Hendi pindah rumah ke desa sebelah kita jarang ketemu mereka semua”jawab Naomi
“Iyah bu, mungkin setelah acara lomba olimpiade kita ke sana nya, sekarang ibu istirahat yah”
Raka mencium kening dan pipi ibunya, setelah itu ia menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah mandi ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan teringat dengan masa lalu dimana orang-orang selalu menjauhi keluarga Raka namun keluarga Hendi selalu ada untuknya
Flashback
Jarak rumah Raka dengan rumah pak Hendi hanya perlu melewati satu rumah saja, dan saat itu kehidupan keluarga pak Hendi bisa dibilang lumayan baik dibanding dengan keluarga Raka apalagi keluarga pak Hendi memiliki kebun cabai dan jagung
Deon adalah sahabat kecil Raka dan sekaligus anak bungsu pak Hendi, setiap sudah panen cabai keluarga pak Hendi selalu jalan-jalan dan tentunya mengajak Raka
“Dra, kata bapak nanti besok lu mau ikut ke kebun binatang ngga? Kalo lu nggak ikut kakak juga nggak”tanya Deon
“Andra ikut kak, Andra gak pernah ke kebun binatang”ucap Raka/Andra
Usia Raka dan Deon hanya terpaut satu tahun, Andra? Deon selalu memanggil Raka dengan sebutan Andra diambil dari kata Leandra dan tentu saja panggilan itu sangat spesial karena Deon sangat menyayangi Raka.
Kali ini kita panggil Raka dengan sebutan Andra ya, keesokannya Deon menjemput Andra sedangkan Naomi tidak ikut apalagi usia Lea masih kecil dan Naomi takut merepotkan keluarga Hendi.
Singkat cerita, setelah sampai di sana Raka terus bertanya ke mereka tentang ini hewan apa, bertelur atau tidaknya karena saat itu Andra/Raka masih polos dan tak tau apa-apa
“Kak Deon liat itu, gajahnya besar sekali”ucap Andra
“Iyah bener, maka nya kamu itu harus makan banyak biar badannya besar kaya gajah”ledek Deon
“Nggak mau, nanti kalau badan aku sebesar gajah yang ada rumah aku roboh”
“Paman, gajah itu bertelur nggak”tanya Raka/Andra
“Gajah itu tidak bertelur”jawab Neni istri Hendi
“Bibi bohong, Andra pengen telur gajah huhuhu”
Raka/Andra pun menangis karena menginginkan telur gajah, Hendi pun berjanji akan membelikan telur gajah itu namun dengan syarat harus berhenti menangis.
Setelah selesai berkeliling, Raka menanyakan telur gajah tersebut namun sebelumnya Hendi sudah menelpon anak buahnya untuk membeli dua buah kelapa dan dicari warna putih
“Telurnya ada di rumah paman, kalau Raka pengen telurnya harus berhenti menangis yah”
“Bener yah paman”jawab Raka/Andra
Sesampainya di rumah Hendi, Raka terus bertanya tentang telur gajah itu namun karena catnya masih basah Hendi meminta agar besok harinya Raka datang untuk mengambilnya.
Keesokannya, pagi-pagi sekali Raka mengetuk pintu rumah Hendi dan langsung menanyakan keberadaan telur gajah itu dan Hendi pun langsung memberikan kelapa yang sudah di cat putih itu intinya hampir mirip dengan telur
“Paman, kalau telur kan harus dierami, Hendi pun bingung dan akhirnya ia meminta ibu dan bapaknya untuk mengerami telur gajah itu.
Setiap hari Raka datang ke rumah Hendi untuk mengecek keadaan telur gajahnya. Namun lama-kelamaan Raka/Andra merasa kesal karena telur gajahnya tidak menetas.
Hari ini Raka datang masih pagi, ia berharap telurnya sudah menetas, Raka langsung merogoh ke dalam sarung kakek Sugiono atau bapaknya Hendi
“Kakek belalainya sudah keluar”
Lalu ia beralih ke satunya yang sedang dierami oleh Nek parmi ibunya Hendi
“Nenek, kok gajah yang ini hidungnya pesek yah”
Sontak mendengar perkataan Raka/Andra seisi rumah langsung keluar menemui mereka bertiga, dan terlihat Raka yang bingung
“Ada apa nak? Tadi kamu bilang belalai nya sudah keluar mana coba paman pengen liat”ucap Hendi
“Bener tuh, emang gajah bertelur yah pak”tanya Deon
“Iya bener kak Deon, telur yang di kakek udah ada belalainya terus banyak bulu-bulunya juga tapi kalo yang di nenek gak ada belalainya apa gajahnya pesek yah tapi kok banyak bulunya gitu”jelas Raka
Semuanya melongo dan terkekeh geli mendengar penjelasan Raka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
deon laki atau prem?
2024-05-15
1
Nf@. Conan 😎
kepolisian X thor bkannya kepenjara, penjara kan buat nahan org
2024-05-05
0
Gatot Suharyono
mau melawak Thor !?
2024-04-24
0