Di markas Alligator Blood, mereka yang akan ikut ke Pt Autrof Company sudah berkumpul namun baru saja hendak berangkat handphone Raka berdering dan terlihat nomor tak dikenal
“Angkat”ucap Raka
Raka memberikan handphonenya ke Deon karena ia sedang malas untuk mengangkat teleponnya, Deon yang paham langsung mengangkat teleponnya
“Hallo selamat siang, dengan siapa dan ada keperluan apa”tanya Deon
“Selamat siang kembali tuan, apakah benar ini tuan Raka?”
“Mohon maaf sebelumnya saya Deon asisten pribadi tuan Raka dan saat ini beliau sedang sibuk, apakah ada yang ingin disampaikan tuan? Atau saya langsung menghubungi nomor nomor tuan”tanya Deon
“Baiklah tuan, silahkan hubungi nomor saya”
“Baik tuan”
Panggilan pun berakhir, Deon kembali ke kamarnya karena pekerjaan sangat menumpuk dan ditambah orang ini. Hari ini ia tidak ingin ikut untuk ke perusahaan tersebut.
Mereka semua langsung berangkat menuju Pt Autrof Company dan sesampainya di sana beberapa penjaga langsung menghalangi orang-orang bertopeng, sebagai dari anggota Alligator Blood membereskan mereka dan yang lainnya ikut bersama Raka.
“Di mana bos mu”tanya Raka
“A..ada tuan, apakah tuan sudah membuat janji dengan beliau “tanya resepsionis dengan gugup
“Tidak, lantai berapa ruangan bos mu”tanya Raka kembali
“T.. tapi tuan jika tidak memiliki janji maka tidak bisa bertemu dengan beliau”jelasnya
“Katakan sebelumnya kepalamu hancur”ancam Marvin
“B..baik tuan, beliau berada di lantai paling atas”
Raka dan beberapa anggota senior langsung masuk ke dalam lift dan menuju lantai paling atas, sesampainya disana ternyata banyak penjaga bersenjata. Mereka yang melihat orang bertopeng langsung saja menyerang
Bugh
Dor
Dor
Dor
Penjaga tersebut langsung menembaki para manusia bertopeng namun tak ada sama sekali yang berhasil melukainya, malahan mereka lah yang babak belur oleh anggota Alligator Blood
Raka langsung masuk ke ruangan tersebut dan terlihat seseorang yang sedang duduk memunggungi dirinya, tanpa rasa sopan santun Raka langsung duduk begitu saja.
“Kenapa kau membuat kantor ku kacau hah, ada urusan apa kau dengan ku”tanya wanita itu
“Tidak, aku hanya ingin bermain-main saja ke sini”jawab Raka
Wanita itu memutarkan kursinya hingga Raka bisa melihat jelas siapa sosok wanita ini, Raka sangat kenal dengan wanita ini karena beberapa hari lalu wanita ini sempat memukuli Raka.
“Katakan apa tujuanmu datang kesini atau ku bunuh kau”
“Bunuh saja jika bisa”jawab Raka santai
“Bajingan”
Wanita itu langsung mengarahkan pistol ke arah Raka, namun Raka masih duduk dan terlihat sangat santai hingga detik berikutnya keberadaan Raka sudah tidak ada membuat wanita itu merasa bingung
“Kau mencari ku nyonya Vionetta”bisik Raka
Wanita itu langsung membalikan badan karena mendengar bisikan suara tersebut dan benar saja jika sekarang pria bertopeng itu berada di belakangnya.
Dor
Dor
Semua tembakan itu tidak akan mempan baginya, Raka mengeluarkan elemen angin untuk menghajar wanita itu dan terlihat jika wanita yang bernama Vionetta itu terpental hingga menabrak dinding.
Wush
Raka mengeluarkan pedang naga api dan di tangan kirinya ia mengeluarkan elemen apinya, Vio tentu saja terkejut melihat itu.
“Aku hanya meminta agar kau tidak mengganggu warga kampung trikala dan carilah lahan kosong di kota ini, apa kau kira dengan tindakan mu itu sangat hebat hm? Kau sama seperti pengecut yang berani menindas orang lemah seperti mereka”ucap Raka
“Jika anak buah ku yang disana melaporkan bahwa masih ada orang suruhan mu maka akan kubakar kau seperti ini”
Wushhh
Raka membakar sofa di ruangan ini namun yang terbakar hanya sofa saja tidak merambat kemana pun, tentu saja Vio ketakutan melihat pria bertopeng di hadapannya ini bagaimana mungkin seseorang memiliki kekuatan mengerikan seperti ini, meskipun dia seorang ketua mafia tapi dia juga tidak ingin mati sia-sia
“Baik, aku dan anak buah ku tidak akan mengganggu mereka lagi”ucap Vio dengan gemetar
Beberapa hari lalu Vio baru saja datang ke negara Indonesia karena ada urusan pekerjaan dan sekaligus mencari sosok penyelamat mommy nya.
Raka langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, anak buahnya yang melihat tuannya sudah keluar dari tempat ini segera mengikutinya dari belakang.
“Apa kau sudah mengirimkan surat perjanjian ke markas Levator”tanya Raka sambil berjalan
“Sudah tuan”
Sesampainya di markas, Raka dan Deon langsung pulang ke rumahnya sedangkan Arga, Dirga dan Aldi masih ingin di markas dan berlatih agar ia jago berkelahi.
Untuk bodyguard Deon, itu hanya dibutuhkan jika Deon sedangkan bepergian sendiri jika ia sedang bersama Raka maka bodyguard itu menjaga orang dirumahnya.
Hingga di pertigaan jalan, Raka membelokkan mobilnya menuju minimarket ia segera turun dan diikuti oleh Deon. Saat masuk banyak pasang mata yang melihat Raka bahkan mereka ada yang berteriak kala melihat orang yang sedang viral itu.
“Itu pria yang sedang viral itu kan, yang menyelamatkan anak kecil di taman kota”
“Iya bener, ternyata selain pemberian dia juga sangat tampan”
“Aku mau minta foto lah”
“Mas, mas tampan yang sedang viral itu kan saya boleh foto bareng mas-mas tampan nya kan”
Raka dan Deon hanya tersenyum dan mengangguk, setelah beres acara fotbar mereka berdua langsung membeli beberapa sembako dan makanan, Deon tak banyak tanya ia hanya mengikuti Raka saja.
“Totalnya 12 juta enam ratus ribu mas”
Raka memberikan Black card, setelah membayar semuanya Raka menuju panti asuhan yang selalu ia kunjungi waktu dulu.
Sesampainya di sana para anak-anak yang melihat mobil mewah masuk ke perkataan tempatnya pun langsung menghampirinya, Raka dan Deon turun dan disambut hangat oleh para anak-anak
“Kakaknya tampan sekali, apa kakak mau mencari ibu”tanya salah satu dari mereka
“Iya, apa ibu Nina nya ada?”tanya Raka
“Ada kak, ibu lagi di dapur lagi masak biar aku panggil”
Deon membawa barang yang mereka beli, bahkan mereka berdua langsung membagikan satu persatu coklat Silverqueen untuk mereka.
“Eh, ada tamu rupanya, maaf ya tuan saya tidak mendengar suara mobil kalian”ucap wanita itu
Raka mengalami wanita tersebut, sedangkan Deon diajak bermain oleh mereka. Kedatangan Raka membuat senyum wanita itu kembali karena sudah beberapa bulan ini tak ada yang memberikan donatur untuk tempat panti nya.
“Bagaimana kabar ibu? Apa ibu tidak mengenali say”tanya Raka
“Kabar saya baik, maaf tuan sepertinya saya tidak pernah melihat tuan apakah tuannya pernah datang ke sini”
“Saya Raka Bu, yang dulunya sering main ke sini meskipun hanya sekedar mengajari anak-anak belajar, dan apa ibu sudah lupa terhadap saya”ucap Raka
Bu Nina yang mendengar itu terkejut, dia ingat betul waktu dulu seorang remaja selalu datang tiga kali seminggu ke tempat ini, tapi beberapa bulan ini ia tidak pernah melihat remaja itu main ke sini lagi dan sekarang lelaki tampan yang sedang duduk bersamanya mengaku kalau dia remaja itu
“Apa benar itu kamu nak, kamu kemana aja beberapa bulan ini gak pernah main ke sini lagi, adik-adikmu selalu bertanya ke ibu tentang kamu”ucap Bu Nina memeluk Raka
“Maaf ya bu Raka gak pernah datang ke sini lagi. Ibu, kenapa keadaan panti seperti ini?”
“Setelah kamu gak pernah ke sini lagi, semua donatur di panti ini tak ada yang memberikan bantuannya ke kami bahkan tanah ini akan digusur oleh pemiliknya”jelasnya
“Ibu dan yang lainnya gak usah sedih, sekarang Raka ada di sini dan Raka akan mencari rumah untuk kalian tinggali, Ibu tenang aja sekarang Raka udah kerja kok”
“Ibu tidak setuju nak, lebih baik gaji kamu berikan ke ibu kamu untuk kebutuhan kalian sehari-hari, kami tidak apa-apa kok sementara ini tinggal di sini”tolaknya
“Gak ada penolakan, izinkan Raka untuk membalas kebaikan ibu karena ibu selalu memberikan makan untuk keluarga Raka. Besok bakal ada yang jemput kalian dan ibu dan yang lainnya harus bersiap-siap bawa barang yang diperlukan untuk pakaian nanti kita beli”
Bu Nina tentu saja menangis, bahkan anak-anak panti yang mendengar itu ikut menangis dan memeluk ibu yang sudah merawat mereka. Mereka tak menyangka jika lelaki ini adalah kakaknya yang selalu bermain dan mengajarkan mereka untuk belajar.
Setelah itu Raka pamit pulang, di dalam mobil Raka menyuruh Deon untuk membeli rumah untuk anak panti. Deon pun merasa bangga dengan adiknya ini.
Saat dipertengahan jalan, ia melihat seorang wanita yang dikenalnya sedang bersama seorang pria yang tak dikenalnya, namun wanita itu terlihat tidak nyaman sekali malahan merasa risih karena lelaki itu terus berusaha merangkul pinggang wanita itu.
“Berhenti disini kak, kak Deon pulang duluan aja nanti Raka pulang naik taksi”
“Hm oke, tapi jangan malem-malem pulangnya”
Raka turun dan langsung menghampiri wanita dan lelaki itu yang sedang masuk ke dalam cafe, Raka mencari keberadaan mereka hingga akhirnya mata ia menemukan keberadaannya.
“Sayang, sedang apa kamu disini hm”tanya Raka
“R…Raka”ucap wanita itu
“Siapa kau dan berani sekali kau mengganggu wanita ku”tanya pria itu
“Wanita mu? Apa kau sedang bermimpi atau sedang menghalu tuan? Jelas-jelas wanita yang bersamamu itu pacarku, bukankah begitu Aletta sayang”
“I..iya benar, dia pacar ku dan aku minta stop untuk mendekatiku lagi Nick”ucap Aletta
“Apa kau sedang tidak berbohong Aletta? Bagaimana mungkin kau memiliki pacar bocah ingusan seperti itu”ucap Nick
Cup
Raka mencium pipi Aletta yang membuat empunya itu melotot ke arahnya, namun Raka tak ambil pusing malahan ia tersenyum puas melihat reaksi lelaki dihadapannya ini
“Ayo sayang kita pergi dari sini, aku akan mengajakmu makan di restauran bintang lima bahkan di restauran termahal pun aku sanggup tidak seperti dia yang membawa pacarku ke cafe seperti ini”ucap Raka menyindir
“Apa kau tidak tahu aku siapa hah, aku Nick Bimasena pemimpin mafia kapak merah”ucap pria itu
“Lah urusannya sama gue apaan? Mau lu anak pengusaha, anak kambing atau anak orang utan pun gue gak peduli, ayo sayang kita pergi”
Raka merangkul pinggang Aletta dan mengajaknya keluar cafe ini, Nick yang melihat itu tentu saja sangat marah karena dari dulu ia sudah mengincar Aletta dari dulu.
Bukannya Aletta takut untuk melawan Mafia kapak merah namun kekuatan anggotanya tidak sebanding dengan mereka bahkan Nick sempat dijodohkan dengan Aletta oleh orang tuanya.
Mereka menaiki taksi dan menuju Vendoria Restauran, bahkan selama perjalanan pun tak ada yang berbicara hingga akhirnya mereka sampai ditempat tujuan dan langsung menuju ruangan Raka namun sebelum itu Raka sudah menyuruh karyawan untuk membawakan menu paling favorit.
“Siapa lelaki itu? Kenapa kamu hanya diam saja”tanya Raka dingin
“Hmm, dia Nick lelaki pilihan Deddy beberapa tahun lalu yang akan dijodohkan denganku, sifat dia sangat beda jika dengan kedua orang tua ku tapi aku sangat tidak menyukai lelaki seperti dia yang memiliki banyak kekasih”
“Tapi akhirnya Daddy mengetahui sifat asli dia dan membatalkan perjodohan itu tapi Nick terus mengejar ku”lanjut Aletta
“Hm, sudah dari dulu aku mengagumimu bahkan dari dulu aku selalu memperhatikanmu meski kamu tak pernah melirik ku sedikitpun karena dulu aku hanya seorang anak miskin dan sangat jelek, aku menyukaimu apa kamu mau menjadi pacarku”ucap Raka
Aletta menatap Raka dengan tatapan terkejut, selama itu ia tak pernah memperhatikan muridnya yang satu ini apalagi muridnya yang ini selalu membuatnya kesal karena tidak pernah bisa menjawab soal matematika dan sangat lemah.
“K…kak Aletta pikir-pikir dulu aja jangan terburu-buru, Raka bakal menunggu jawaban dari kak Aletta dan mungkin kedepannya Raka akan memiliki perempuan lain selain kak Aletta tapi tenang saja kak Aletta cinta pertama bagi Raka, itu pun jika kak Aletta menerima Raka”jelas Raka
Tok
Tok
Dua karyawan masuk membawakan pesanan Raka setelah itu mereka kembali keluar, di dalam ruangan suasananya sangat canggung bahkan Aletta tak menyangka jika muridnya barusan mengungkapkan perasaannya.
“Biar Raka antar kak Aletta pulang”
Setelah makan, Raka berencana untuk mengantarkan Aletta pulang dan wanita itu hanya mengangguk sebagai jawaban setuju.
Mereka berdua menaiki taksi yang sudah di pesannya dan sesampainya di apartemen wanita itu langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu katapun
Apakah Aletta akan menerima Raka atau malah menolaknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Rodiah Rodiah
terimah...terimah👍🥰
2024-03-19
2
Bagas
Daddy
2024-03-12
1
Bagas
menyalami
2024-03-12
1