Setelah mereka berkoordinasi dengan polisi yang menjaga. maka mereka pun langsung kembali ke mobil dan meluncur ke markas. kembali mereka merasakan padatnya lalu lintas dijakarta pada jam makan siang.
Setelah sampai ternyata sudah ada mahendra disitu.
"Kapan kau sampai mahendra?".
"Baru saja ki. aku ada kesibukan sedikit dirumah teman. jadi darimana kah ki sarma?". ki sarma menghela nafas sebentar lalu menjawab.
"Hmm...ada kasus baru yang sedang kuselidiki. baru saja kami dari tempat kejadian perkara mehendra. kau tentu ingat malapetaka yang terjadi di banyuwangi 10 tahun lalu bukan?. dimana para korban nya kurus kering bagai dihisap darahnya?". mahendra berpikir sejenak.
"Oh yaa..aku ingat ki. selendang penebar maut itu bukan?".
"Benar mahendra. selendang nyai sekar caraka".
"Ya aku ingat ki. akan tetapi kasus itu seperti terhenti begitu saja tanpa ada yang bisa membongkarnya".
"Nah mahendra. selendang itu kini telah kembali menelan korban. seorang wanita telah mati kurus kering di atas langit-langit rumahnya". maka terkejut lah mahendra.
"Benarkah ki sarma?".
lalu ki sarma mengambil buntalan kain kecil yang berisi abu arang hitam lalu memberikan nya kepada mahendra.
"Kau buka dan hirup abu ini".
Mahendra pun membuka dan menghirupnya. maka ia pun mengetahui sesuatu.
"Arang bandu jami. hmm..arang setan penghisap darah yang berwujud selendang putih. tidak salah lagi ki sarma. selendang itu telah kembali dan mulai mencari korban. akan tetapi. nyai caraka sudah meninggal ki. lalu siapakah yang menggunakan nya sekarang?".
"Itulah tugas kita sekarang. aku telah mendapatkan petunjuk tentang itu. darah korban yang kuhirup aromanya ternyata mengandung kencur. juga aku menghirup sedikit aroma jahe. lalu ku hirup hawa mulut korban. ternyata sama sekali tak terhirup bau kencur atau jahe. korban tidak mengkonsumsi nya. aroma itu murni dari darahnya. yang kuyakin telah terkontaminasi selendang setan itu". lalu mahendra mengerutkan kening sambil memilin dagunya.
"Hmmm. kencur dan jahe..kalau lah benar yang kuduga ini, mestilah dari seorang penjual jamu. benarkah demikian ki?".
"Untuk sementara aku berpikiran sama mahendra".
"Lalu apa yang harus kita lakukan ki?".
"Nah ini tugasmu besok pagi. kau harus mengawasi semua tukang jamu yang memakai selendang putih disekitar area rumah korban. mudah-mudahan kita mendapat petunjuk lebih lanjut".
"Kenapa mesti besok ki?".
"firasatku mengatakan bahwa tukang jamu itu biasa berjualan pagi hari. bukankah itu firasat yang sangat tajam mahendraaaa??. ki sarma mengatakan nya sambil melotot tapi sebenarnya sedang bergurau.
"Ohh..hahaha. maaf ki. aku belum pernah beli jamu sebelumnya jadi aku tak tahu mengenai itu".
"Ah sudahlah. hari sudah siang. kita libur dulu hari ini. aku pulang dulu. dan besok kau harus ke TKP". lalu ki sarma memberikan alamat rumah korban.
"Hmm. begitu jauh. alamat ini dekat sekali dengan bekasi. tapi baiklah ki. besok pagi aku kesana".
"Bagus. nah siang ini terserahlah kalian mau apa. aku pulang dulu".
"Baik ki. sepertinya aku disini saja sampai esok pagi menemani benji". lalu benji pun menyahut.
"Bah tumben sekali kau mahendra. biasanya kau pun ngalor ngidul entah kemana".
"hehe. gua hari ini ga ada kesibukan nji. jadi mungkin hari ini gua mo cari cara buat ngempesin perut lo. behahaha".
"Bah suka-suka kau lah. tak peduli aku. asal kau jangan bikin huru hara saja disini seperti kemarin".
"Hee..tapi huru-haranya bikin lo selamat kan?".
"olo-olo (iya-iya)".
Maka hari itu ki sarma pulang. sementara mahendra tetap di markas menemani benji yang ndut tapi imut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Amelia
yoi ... anda betul...😅😅
2024-08-14
1
®️ed 🔱hite
kempesin aj. biar kurusan🤣🤣
2024-08-12
0
anggita
🎗nyai sekar caraka...
2024-04-02
2