Selesai Makan Dan Membayar Makanan Huang Zi Pun Bergegas Mencari Penginapan Di desa Embun Dia pun menemukan sebuah penginapan sederhana.
"Selamat datang tuan di penginapan Embun Salju " Ucap Pelayan Penginapan
"Saya Ingin memesan 1 kamar untuk 1 hari" Ucap Huang zi sambil memberikan 10 Koin emas
"Baik tuan mari ikuti saya" Pelayan Itu sambil Mengantar ke kamar dan memberi kan kunci kepada Huangzi
Huang zi pun masuk ke dalam Kamar Dan merebah kan Badan nya
" Sudah lama Aku tidak merasakan tidur di kasur empuk seperti ini" sambil kembali mengingat tempat dia tinggal di pulau petir dan itu membuat dia kembali teringat guru nya .
Akhir nya Huang Zi pun tertidur sambil membayang kan kebersamaan nya bersama guru nya dulu .
Pagi Hari Huang Zi Pun Terbangun Lantas Membersihkan diri dan Beranjak mencari makan di retsroran .
Setelah keluar dari penginapan Huang Zi pun berjalan dan kembali ke restoran kemarin untuk sarapan.
"Selamat pagi tuan" Ucap Pelayan yang mengenali Huang zi langsung membawa dia ke Lantai 2
"Berikan makanan yang enak" mambil memberikan 5 koin emas
"Ah tuan ini terlalu banyak"
"Ambil Sisanya untuk mu"
"Terima Kasih Tuan" Pelayan itu pun pergi dengan hati gembira karna 1 koin emas bisa jadi penghasilan dia selama 1 minggu
Tida lama setelah Itu makanan yang di Pesan Huang Zi pun datang
"Silahkan di makan tuan" Ucap pelayan sambil berlalu pergi
Tak lama setelah itu datang 5 orang Pendekar berwajah gelap dangan urat yang menonjol .
"Pelayan berikan kami makanan yang enak" sambil memanggil pelayan
Tida lama pelayan itu pun membawa pesanan ke 5 penderak itu Dan tanpa di sangka pelayan itu pun di tarik oleh salah seorang pendekar itu
"Kamu Cantik Temani aku makan di sini" Ucap pendekar itu sambil menarik paksa pelayan
"Maaf tuan saya masih harus melayani tamu lain" Ucap Pelayan Itu sambil Berusaha melepas kan diri dari pendekar itu Tapi pendekar itu terus memaksa hingga pelayan itu duduk di paha si pendekar
Huang zi Yang tadi tidak ingin terlibat konflik menjadi geram karna tingkah laku Pendekar Dan dia pun akhir nya menghampiri pendekar terserbut .
"Maaf Tuan bukan kah memaksa seseorang itu tidak baik"
"Siap Kau berani ikut campur urusan kami hah" Ucap pendekar itu dengan tampang kesal
"Aku hanya seorang pengembara, aku sebeneran nya tidak ingin ikut campur tapi kelakuan anda membuat saya merasa perlu ikut campur" Ucap Huang Zi Masih Terlihat tenang
Pendekar yang ada di hadapan Huang zi Setidak nya hanya pendekar Kelas II Huang Zi Yang Saat Ini Sudah berda di tingkat Pendekar Raja karan pemahaman dari guru nya dia pun bisa menyembunyikan tingkat pendekar nya orang yang melihat nya akan merasa kalo Huang zi adalah orang biasa Kalo bukan Karna Huang Zi Selalu Membawa Pedang Di samping nya, sebenar nya di Tingkatan Raja Huang Zi Bisa saja Menang Dari Pendekar tingakat kaisar dengan menggunakan jurus dewa milik nya akhir nya huang zi pun berjalan keluar restoran karna tidak mau terjadi keributan di dalam restoran
"K*parat Kau Berani Ikut Campur Urusan Kami, Apa Kau Tida Tau siapa kami" Ucap Pendekar itu sambil Berdiri dengan penuh emosi
"Aku Tidak Tau Kalian Siaapa dan aku tidak mau tau kalian siapa yang aku tau kelakuan kalian sama saja seperti binatang"
"Haha Cari mati kau kami Murid Sakte Langit Kegelapan , Akan Ku Pastikan ku mati mengenas kan"
Semua orang yang mendengar teriakan Dari pendekar itu berlalu keluar karna mereka tidak mau terlibat masalah dengan salah satu sakte besar aliran hitam walau pun mereka geram tapi mereka tidak memiliki keberanian berurusan dengan sakte keji itu
"Coba Saja Kalo Bisa mari kita bermain Main sebentat di luar" Ucap huang zi Sambil keluar Restoran
Ke 5 orang itu pun mengikuti huang zi keluar restoran.
Diluar Restoran tampak banyak orang yang menyaksikan bermacam komentar terlontar entah itu mengasihani Huang zi Atau pun menutuk Huang zi Karna berani Berurusan dengan salah satu sakte aliran hitam yanng di takuti.
"Sekarang Mari Bermain Main Sebentar Untuk merenggangkan otot otot ku yang kaku" Ucap Huang Zi Sambil Menggerakan tubuh nya
"Kepar*t Kubunuh Kau" ucap Salah Satu pendekar Maju kehadapan Huang Zi
"Jurus Bumi Pembelah Gunung" Seketika Pedang pendekar itu pun diselimuti aura hitam pekat yang membuat aura di sekitar nya mencekam
Di sisi lain Huang zi Tidak bergeming sedikit pun membiarkan jurus itu menhhantam tubuh nya
Boom , Boom
Seketika suasan pun menjadi hening saat jurus itu mengenai Huang Zi
Pria itu tertawa lantang.
"Itu Akibat nya berani mencampuri Urusan ku hahhaa" Pria itu pun tertawa lantang
tapi tawa nya hilang ketika debu menghilang ada seorang pemuda yang berdiri disana tanpa bergeming dan tubuh nya di selimuti petir dia pun mulai berkeringat dingin.
"Tubuh Dewa Petir Emang Hebat" Huang Zi pun berdecak kagum
"Tidak, Tidak Mungkin Aku Yakin Jurus ku mengenai nya" Ucap pria itu sambil kebingungan di barengi dengan keringan bercucuran
Suana pun kembali Hening orang yang menyaksikan pun tidak habis pikir bagai mana bisa seorang pemuda masih bisa berdiri saat terkena jurus itu dengan telak ,
"Siapa Kau Sebenar nya" Ucapa salah satu teman pria tadi yang merasa ada yang aneh dengan diri pemuda di depan nya
"Siapa Aku tidak Penting yang pasti aku akan melenyap kan kalian dari muka bumi ini" Ucap Huang zi Dengan Nada dingin
Tanpa Banyak Pilihan Para pendekar itu pun menyerang kembali dengan Jurus mereka sekarang mereja maju bersamaan .
"Jurus Bumi Mebelah Gunung"
"Jurus Rantai Hitam"
"Jurus Tapak Hitam"
"Jurus Pembekal Bukit"
"Jurus Rantai Jiwa"
Boom Booom Booomm
Boom Booomm
Kelima Jurus Itu pun melesat kearah Huang zi Tapi sayang di Luar perkiraan Para pendekar itu semua Jurus mereka Hanya Mengenai Ruang Hampa Karan Huang Zi Menggungakan Jurus Naga Membelah Awan dengan kecepatan Cahaya Dia pun sudah Ada di Belakang Para pendekar itu ,
"Kemana dia" Ucap Papa pendekar Kebingungan
"Kalian mancariku" Ucap Huang zi Mengagetkan semua orang termasuk kelima pendekar itu
Belum Sempat Mereka Menoleh Huang Zi Pun menge luar kan Jurus nya
"Tapak Dewa Petir" Tiba Tiba Muncul Tapak Dengan Di kelilingi oleh petir tanpa bisa menghindar keliama pendekar itu mati menjadi kabut darah
Semua orang yang melihat termasuk pendekar yang ada di sana hanya bisa ternganga melihat apa yang di lakukan Huang Zi .
Setelah Itu dia pun pergi berniat melanjutkan perjalanan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
spooky836
3 tahun ranah raja. thor nak mampua buat cerita sampah. ooopsss... lupa anak pelacur bukan tau apa apa otak kosong
2025-01-08
0
Ahmad Abadi
kasian jadi lupa makan.udah bayar lunas lagi
2022-12-20
0
herry bjb
sedikit saran..untuk pertarungan mungkin di awali dari pertarungan keterampilan jarak dekat baru menggunakan jurus pamungkas...kan lumayan untuk menambah keseruan juga jumlah kata...serta untuk hasil kekalahan musuh jangan langsung semuanya jadi kabut darah karena dalam penggunaan kekuatan masih bisa di atur powernya
2022-10-30
0