Pagi Hari Yang Cerah Suara Burung pun terdengar merdu mereka seakan tau kalo Huang Zi Akan Meninggal Kan Pulau Petir.
"Baik Lah Hua'er , Inget Pesan Guru Semalam" Ucap Kakek Lou Dengan Serius
"Baik Guru Murid Tidak Akan Lupa Dengan Pesan Guru" Ucap Huang Zi Sambil Memeluk Kakek Lou
"Tapi Sebelum Pergi Guru akan memberikan pedang ini" Kakek Lou Pun memberikan Sebuah pedang yang berkilau dan mengeluarkan kilatan petir serta aura yang menakutkan
Huang zi pun mengambil Pedang itu Sambil Melihat lihat Pedang itu
"Itu nama nya Pedang Dewa petir dulu pedang itu di gunakan oleh dewa petir untuk menumpas kejahatan di alam dewa" Sambil menjelaskan nya
"Kenapa guru bisa tau dan mendapatkan pedang ini guru" Huang zi pun bertanya sambil memegangu pedang nya.
"Dulu guru mendapatkan nya di goa ketika guru sedang bermeditasi disana sebenar nya guru menemukan pedang itu dengan semua kitab yang telah kamu pelajari hua'er" Kakek Lou Pun Sambil melihat ke arah depan
"Baik Lah guru, murid pamit undur diri untuk mengembara" Ucap haung zi sambil memberikan hormat pada guru nya
"Baik lah Hua'er Hati Hati Dan jangan lupa pesan guru" ucap kakek lou sambil tersenyum
"Pejamkan mata mu Hua'er dan pikir kan lah dimana pertama kali kamu sebelum memasuki pulau petir"
Huanh Zi pun menutup mata sambil memikir kan kembali hutan yang penuh Kilatan Petir, tanpa menunggu lama Huang zi Pun Sudah Berada di Hutan Yang Dimana banyak kilatan Petir nya.
"Aku Harus Kemana ? terlebih dahulu" Ucap Huang Zi
Tidak Berapa Lama dia pun berjalan kembali ke desa dimana dia dulu menyaksikan ayah dan ibu nya terbunuh oleh para perampok, sebenar nya ketika meningat itu Huang Zi pun ingin sekali Balas dendam tapi dia tidak mau mengecewakan guru nya sehingga iya mengurung kan niat nya itu.
Setelah Beberapa Lama berjalan dia pun tiba di desa dmana dia dulu tumbuh desa yang dulu selalu ramai sekarang sudah jadi tanah lapang yang luas dia pun berjalan ke arah rumah nya dlu walau pun sudah rata dengan tanah tapi dia masih ingat letak rumah nya dulu.
Sesampai nya disana Huang zi Pun menangis ingatan yang dlu ketika ibu dan ayah nya terbunuh pun kembali teringat jelas dia pun akhir nya meninggal kan desa nya karna tidak mau larut dalam kesedihan.
Dia pun berlalari Mengunakan Ilmu Meringan kan tubuh nya untuk bisa sampai ke desa selanjut nya untuk beristirahat .
Ketika hari sudah mulai sore Huang Zi Pun Baru Tiba Di sebuah Desa yang sangat Ramai Di Papan Besar Tertulis " Desa Embun " Akhir nya Huang zi Pun mengantri Untuk Masuk Ke Desa itu
setelah beberapa saat akhir nya giliran Huang Zi Mendapat giliran masuk .
"20 Koin Perak Untuk Masuk" Ucap penjaga gerbang kota
Huang zi pun memberikan 1 koin emas untuk penjaga dan dia pun berlalu masuk kedalam.
setiba nya di dalam kota
"Ramai Sekalai kota ini lebih ramai dari desa ku dulu" Ucap Huang Zi Sambil Melihat Sekeliling kota
"Aku akan mencari restoran dan penginapan dulu" Ucap huang zi sambil berjalan di keramaian kota embun
Setelah beberapa saat mencari Huang Zi Pun menemukan Sebuah Restoran yang cukup ramai di desa itu dia pun masuk ke restoran itu
"Selamat Datang Tuan Di restoran Bulan" Ucap Pelayan yang berada di depan restoran itu
"Aku ingin makananan yang paling enak disini" Ucap Huang Zi
Pelayan itu pun menjelaskan di resoran ini terdapat 3 lantai masing masing lantai nya memiliki harga berbeda di lantai 1 20 koin perak lantai 2 satu koin emas di lantai 3 tiga koin emas dan pelayan itu menjelas kan bahwa di Lantai 2 untuk pendekar sedangkan untuk di lantai 3 biasa nya di pakai oleh para bangsawan .
Akhir nya huang zi pun memilih lantai 2 menurut dia bagus untuk mendapatkan informasi kemana dia harus melangkah selanjut nya , akhir nya dia pun memberikan 1 koin emas.
"Mari ikuti saya tuan" ucap pelayan itu
Akhir nya Huang zi pun duduk di pojok dekat dengan jendela di depan Huang zi terdapat 3 orang pendekar memakai Jubah Putih dan aga gambar pedang sedang membicarakan sesuatu
Awal nya Huang Zi Tidak tertarik Setelah sekian lama dia pun akhir nya mulai tertarik dengan apa yang di bicarakan para pendekar itu.
"Apa kamu tau Sakte Rantai Besi Telah Hancur Karna ulah aliran hitam" Ucap pendekar yang paling Muda
"Yah Aku pun mendengar Kabar Itu , Sekarang aliran hitam mulai menunjukan diri dan menghancurkan sakte kecil aliran putih dan menengah secara terang terangan" ucap pendekar paling sepuh
"Maka Dari itu kita harus bisa memperkuat diri untuk menjaga sakte kita dari kehancuran" ucap salah satu pendekar
"Benar Kita Tidak bisa terus mengandalkan 4 sakte besar untuk membantu kita terus menerus"
"Benar karna sakte Naga langit sakte terkuat dari 4 sakte sedang ada masalah karna Patriak meraka sekarang katanya sedang sakit"
Di kaisar Han Sakte Naga Langit menjadi Sakte terkuat Aliran Putih Sakte Pedang Perak Menjadi Sakte kedua yang terkuat Sakte Rajawali Menjadi Sakte terkuat ke 3 Dan Sakte Teratai Ungu Menjadi sakte paling kuat ke 4 ,
Sedang kan Di aliran Hitam Ada 5 sakte kuat Sakte Iblis Biru , Sakte Kalajengking merah , Sakte Bunga beracun, Sakte Api Hitam, Sakte Langit kegelapan Walau pun masih kalah dari 4 Sakte aliran Putih Tapi Cara Licik Dan keji mereka membuat sakte aliran putih kerepotan .
Huang Zi Pun akhir nya Tau Kemana dia akan melangkah setelah dari desa Embun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
spooky836
apa ranah huang zi
2025-01-08
0
Ge-man
huang zi udah di tingkatan apa kekuatan nya
2023-02-18
0
Imet Armis
ayo Huang tunjukkan siapa kamu
2023-01-28
0