Pov author
Hari itu Burhan ada dirumah nya sendirian. Semenjak Kemala pergi ia harus membereskan rumah seperti memasak dan mencuci sendiri. Pekerjaan yang selama ini mudah menurut isi pikiran nya.
"Capek juga ya mengerjakan ini semua. Rumah nggak punya kulkas. Kompor pun nggak ada. Kalau di rumah Ibu semua lengkap. Menyesal aku tidak membeli nya." Burhan pun berbicara dengan dirinya sendiri.
Saat ia sedang memasak di dapur, ia mendengar ada suara orang yang sedang berjalan.
" Kemala! Akhirnya kau pulang juga ya."
Ucap Burhan yang sedikit takjub dengan penampilan Kemala yang baru.
Walaupun memakai baju lusuh namun hari itu Kemala kelihatan cantik. Badannya pun semakin berisi. Seketika pikiran Burhan langsung berkelana kemana-mana. Burhan berpikir pasti Kemala berubah karena ingin terlihat cantik di depan Laki-laki itu.
Burhan memikirkan hal-hal buruk di kepalanya. Saat melihat Kemala yang tanpa rasa takut berani melawannya dan Ibu nya seketika itu juga Burhan mulai menyiksa Kemala kembali.
Burhan bahkan tidak segan-segan memukul Kemala mengunakan periuk nasi. Hal itu menyebabkan banyak d*rah yang keluar dari mulut dan hidung Kemala.
"Berhenti! Apa yang sudah kalian lakukan?"
Tiba-tiba saja Wak Nur datang membawa beberapa orang dan disana juga Laki-laki yang pernah hadir di masa lalu Kemala datang.
Burhan sangat ketakutan melihat sorot mata Laki-laki itu yang penuh dendam.
"Kau sudah menghancurkan hidup ku, dan sekarang kau menghancurkan hidup wanita yang ku cintai. Tunggu saja pembalasan ku Burhan."
Laki-laki itu berbisik di telinga Burhan tanpa membiarkan satu orang pun mendengar perkataan nya.
Burhan dan Ibu nya langsung pergi setelah Kemala di bawa ke Rumah Sakit. Mereka ketakutan setengah mati.
Setelah sampai dirumah Ibunya, Burhan pun kembali menyusun rencana licik.
"Bu, bagaimana kalau kita duluan yang melaporkan Kemala. Jadi kita nanti punya alasan karena sudah membuat dia seperti itu." Ucap Burhan kepada Ibu nya.
"Kau benar Burhan. Ayo kita ke kantor polisi."
"Mau ngapain Ibu dan Burhan mau ke kantor polisi?" Tanya Tiwi yang tiba-tiba ada disana.
"Mau melaporkan Kemala karena sudah mencuri sawit kami." Ucap Ibunya Burhan.
Setelah berkata seperti itu, mereka berdua pun langsung pergi dan melaporkan Kemala karena pencurian itu.
Sudah beberapa kali polisi datang ke Rumah Sakit, namun Kemala belum juga sadarkan diri.
Namun di hari berikutnya polisi pun langsung menanyai Kemala ketika ia telah sadarkan diri. Polisi di buat bingung saat melihat kondisi Kemala, apalagi saat mendengar jawaban dari mulutnya.
"Apakah mereka buta sehingga tidak dapat melihat ku Pak Polisi?"
Begitulah kata-kata yang di ucapkan Kemala. Cukup masuk akal karena jika mereka sudah tahu itu Kemala, mengapa mereka masih memukulnya sedemikian rupa. Bukan kah Kemala itu juga Istri dan Menantu dirumah itu.
Karena takut rencananya akan gagal Burhan dan Ibu nya kemudian berpura-pura baik dan datang ke Rumah Sakit untuk meminta maaf kepada Kemala dan mengatakan kalau mereka salah paham.
"Tunggu surat cerai dan hak asuh Aska akan menjadi milik kami."
Burhan sangat ketakutan saat Ibu nya mengatakan hal itu. Ia sama sekali tidak ingin bercerai dengan Kemala. Bagi nya menikah cukup sekali seumur hidup. Apalagi dulu ia begitu susah untuk mendapatkan Kemala di bunga desa.
Burhan sangat takut, bagaimana ketika sudah bercerai dari nya Kemala akan menikah kembali dengan laki-laki itu. Tidak, Burhan tidak akan menceraikan Kemala. Biarkan saja status mereka seperti itu. Kemala harus menjadi istri Burhan selamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Hartini Donk
thorrr suka bener buat cerita orang sakit jiwa....gemesshh akuuu...
2024-10-07
0
Neulis Saja
hrs menjadi istrimu selamanya tapi disiksa tanpa dosa apakah kamu dendam karena istrimu banyak yg mencintainya? sedangkan kau kalau semua perempuan tahu pastilah tak ada yg mau dipinangnya karena kamu berakhlak iblis
2024-10-01
0
siti yanti
Burhan laki laki PE'A
2024-09-03
0