Saat Pulang kerumah aku melihat rumah ku yang biasa nya terang benderang, kini sudah gelap gulita. Kemana si Kemala itu pikir ku. Tidak biasanya dia pergi sampai tidak pulang hingga malam hari.
Saat aku membuka pintu rumah, pintu itu pun tidak terkunci. Luar biasa sekali si Kemala itu. Pergi sampai tidak mengunci pintu rumah ini. Kalau ada barang yang hilang bagaimana.
Aku pun terus menggerutu karena kecerobohan Kemala. Namun, saat aku melihat ke dalam kamar, baik itu pakaian Aska anakku atau pakaian Kemala sudah tidak ada lagi di dalam kardus tempat biasa Kemala menempatkan baju-bajunya.
Kami memang tidak memiliki lemari baju. Menurut ku itu hanya pemborosan tempat saja. Lagian baju Kemala juga tidak ada bagusnya, jadi tidak masalah jika ditempatkan dimana saja.
"Buk, sepertinya Kemala kabur dari rumah ini. Kemana ya dia?"
Aku pun mencoba menelpon Ibu ku siapa tahu beliau melihat Kemala.
"Kurang aj*r sekali istri mu itu. Sudah tidak tahu berterima kasih. Main kabur lagi seperti anak kecil saja. Biarkan saja dia pergi dari rumah. Untuk apa kau pikirkan itu Burhan. Dari dulu bukan kah Ibu memang tidak setuju kau menikahinya."
Lagi-lagi Ibu mengungkit masa lalu ku dan Kemala. Aku sangat kesal saat ini. Perut ku sangat perih karena lapar. Dan Ibu pun memarahi ku karena Kemala yang pergi entah kemana.
Ku lihat di dapur tidak ada makanan apapun. Ingin memasak menggunakan Periuk, aku tidak bisa. Bahkan Kemala menggunakan kompor kayu. Hebat juga istri ku itu ya.
Akhirnya aku memutuskan pergi membeli nasi bungkus yang sudah tinggal sisa-sisa dari penjual nya. Maklum, ini hampir tengah malam dan semua penjual makanan sudah menutup kedai nya.
Setelah makan, aku pun masuk ke dalam kamar yang biasa nya di tempati oleh Aska dan Kemala istriku. Aku selama ini sudah tidak mau lagi tidur dengan nya.
"Mala, mulai sekarang kau tidur lah berdua dengan Aska. Abang akan tidur diluar. Mana bisa Abang tidur di kasur mu yang seperti ini."
"Abang saja tidak bisa, apalagi Mala bang. Bukan kah tempat tidur pengantin kita masih ada."
"Tidak enak lah Abang minta dikembalikan lagi Mala! Kau jangan buat Abang jadi anak durhaka."
"Trus mau Abang gimana?"
"Kau tidur saja di kamar bersama Aska, nanti Abang akan beli kasur baru."
Setelah malam itu aku langsung pergi mencari kasur yang murah saja untuk ku sendiri. Mala dan Aska sudah enak ku izin kan tidur di dalam kamar. Harus nya mereka bersyukur masih ada tempat untuk berteduh.
" Bang, kasur nya kok cuma satu? Buat kami mana?"
"Kalian kan sudah ada kasur di dalam kamar. Buat apa lagi Abang belikan buat kalian?"
Kemala langsung diam dan tidak menjawab. Banyak sekali mau nya wanita itu. Pusing aku memikirkan nya.
Keesokan hari nya, aku terbangun tanpa Kemala dan Aska di rumah. Baru ku sadari ternyata mereka telah pergi dari rumah ini.
Rencana nya pagi ini aku akan berlari pagi sebentar sebelum berangkat kerja. Aku harus selalu menjaga stamina agar tubuhku selalu sehat dan bugar.
Saat aku sampai di tikungan, aku tidak menyangka akan berpapasan dengan laki-laki yang paling tidak ingin ku temui.
Laki-laki yang telah ku hancurkan masa depan nya. Seketika jantung ku langsung berdegup kencang. Aku kehilangan keseimbangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Neulis Saja
ah kau bastard go to hell
2024-10-01
0
Maz Andy'ne Yulixah
Weeh Apakah sebenernya Calon Mala,tapi dicelakai Burhan jadi gak bisa hadir🤔🤔
2024-06-30
0
Dwi Setyaningrum
jgn2 calonnya Mala dl dicelakai sm Burhan makanya ga bisa dtg k pernikahannya dg Mala🤔🤔
2024-05-22
1