Bab 18 Bang Heru

"Alhamdulillah, hari ini kau sudah bisa keluar dari Rumah Sakit Kemala. Kasihan si Aska sudah rindu sekali dengan kau."

"Iya Wak, Mala juga sangat merindukan Aska." Ucap Kemala dengan air mata di pelupuk mata.

Untuk saat ini Aska lah yang membuat diri nya kuat. Ia tidak akan sanggup membayangkan jika tidak ada Aska. Entah harus bagaimana hidup nya kedepan nanti.

Kemala di jemput oleh Wak Nur dan Heru. Mereka pulang dengan menggunakan mobil milik nya. Mobil milik sejuta umat itu baru saja di beli Heru saat ia mendapatkan gaji pertama nya sebagai seorang pengacara.

Uang hasil menabung selama lajang, ditambah Gaji pertama dan uang tambahan dari Wak Nur, jadi lah Mobil sejuta umat itu ia miliki. Heru memang tidak ingin mengambil kredit. Ia lebih suka menabung dan membeli mobil itu langsung.

Mala tidak ingin banyak bertanya, ia langsung naik dan duduk di belakang dengan Wak Nur. Pikiran nya saat ini sudah penuh dengan begitu banyak nya masalah.

"Loh, kok pada duduk di belakang semua? Yang nemenin Heru siapa ni? Udah kayak Abang supir aja."

"Waduh, Ibu nggak berani duduk didepan Ru, Ibu jantungan. Apalagi kau kalau bawa mobil itu suka selip sana sini. Mala, kau temani Heru di depan. Jangan merajuk nanti dia kita jadikan supir."

"Apa an sih Bu. Nggak sampe merajuk juga, kan Heru udah besar. Memang nya Asih tu yang sering merajuk."

"Memang nya nggak apa kalau Mala duduk di depan? Mala takut nanti ada yang salah paham." Ucap Mala pelan.

"Duduk saja Mala. Kau itu baru sembuh dari sakit. Kan ada Wak di belakang. Sudah, ayo naik nanti keburu siang. Kasihan Aska menunggu kau dirumah dari tadi."

"Iya Wak. Terimakasih ya. Oh ya kita ke toko mainan sebentar apa boleh Bang? Mala nggak mungkin pulang dengan tangan kosong."

"Siap Ibu Ratu Kemala."

"Bang Heru ada-ada saja."

Mobil itu pun melaju dari pelataran Rumah Sakit ke Jalan Raya. Tidak lupa mereka mampir di toko mainan. Selama hidup nya Aska tidak pernah tahu seperti apa itu mainan. Selama ini ia hanya memainkan mobil-mobilan milik anak tetangga yang badan mobil nya sudah lepas semua.

Setelah mendapat kan satu set mobil-mobilan model terbaru, mereka pun langsung pulang. Tidak sabar rasa nya Kemala ingin bertemu Aska anak nya.

"Wah, belum juga kita cerai sudah gatal saja kaki mu itu pergi dengan laki-laki lain."

Tiba-tiba Burhan melintas dengan sepeda motor nya di depan Kemala yang baru saja turun dari mobil.

Kemala tidak membalas perkataan Burhan. Buat apa ia buang-buang waktu meladeni laki-laki seperti Burhan.

" Kalau aku ngomong itu di jawab. Apa sudah tuli kau Kemala!"

Suara Burhan menggelegar seperti biasanya. Tidak, ia tidak akan pernah berubah. Bahkan baru beberapa hari yang lalu Mak nya Kemala mengatakan Burhan akan berubah. Tapi ternyata memang keputusan untuk berpisah itu lebih baik.

" Bukannya tuli, tapi aku malas menjawab pertanyaan yang tidak penting. Minggir, aku mau lewat."

"Sombong sekali kau Kemala. Kau itu cuma gadis miskin dulunya. Beruntung aku mau menikah dengan kau sehingga kau bisa hidup layak."

"Bahkan semiskin-miskin nya aku dulu, aku tidak pernah masak di dapur kayu. Aku tidak pernah makan kerak nasi campur garam, aku juga selalu bisa membeli baju baru setiap lebaran tiba. Tapi setelah menikah dengan mu, itu semua hanya mimpi. Bahkan, aku sudah sangat menyesal menikah dengan mu Burhan."

Tidak ada lagi yang harus di jaga. Bagi Kemala sekarang Burhan hanyalah orang lain. Jadi, tidak perlu lah ia hormat dan bermanis kata dengan laki-laki penghancur hidup nya itu.

" Awas saja jika kau pulang kerumah, akan ku patah kan kedua kaki mu itu supaya tidak bisa lagi menggatal kemana-mana."

"Yang menggatal itu kau Burhan. Pergi kesana kemari setiap hari hanya berdua dengan si Tiwi. Bahkan istri mu saja tidak pernah kau bawa jalan-jalan."

Tiba-tiba Wak Nur datang menimpali ucapan kami. Ternyata mulut Wak Nur sudah gatal dari tadi hanya bisa diam dan tidak di izinkan oleh Heru untuk ikut campur.

" Jangan ikut campur! Ini urusan ku dengan istriku Kemala. Kau cuma orang asing di sini. "

"Sebentar lagi Kemala akan menceraikan kau Burhan. Sadar dirilah kau itu. Sudah pelit, tidak bertanggung jawab malah suka menyiksa istri." Ucap Wak Nur lagi.

"Siapa kau berani menyuruh Kemala untuk bercerai dengan ku? Tau apa kalian soal perceraian. Kalian itu hanya orang kampung yang tidak mengerti hukum."

"Perkenalkan saya Heru pengacara yang di tunjuk oleh Ibu Kemala. Saya sudah mendapatkan beberapa bukti yang kuat sehingga Ibu Kemala bisa dengan mudah berpisah dengan anda."

Burhan ternganga, ia tidak percaya sama sekali ternyata Kemala berani ingin bercerai dengan nya. Padahal belum lama ini, Mak nya Kemala sampai berlutut di hadapan Ibunya.

" Bukankah Mak mu tidak setuju kita bercerai Kemala?"

" Yang akan bercerai itu aku. Bukan Mak ku yang ada di kampung. Jadi, hal ini tidak ada urusan nya dengan beliau. Mulai sekarang jauhi aku dan anakku. Kita akan segera bercerai bang."

Setelah mengatakan itu Kemala langsung masuk kedalam rumah Wak Nur. Burhan yang mendengar penjelasan Kemala langsung terduduk lemas di atas sepeda motor nya yang baru.

Entah dari mana uang untuk membeli sepeda motor keluaran terbaru itu, Kemala tidak mau tahu. Bagi nya ia ingin hidup tenang untuk saat ini tanpa hinaan, cacian, bahkan pukulan. Hidup Kemala begitu berharga.

"Bundaaaaa..."

Aska berteriak kegirangan saat melihat Kemala pulang sambil menenteng mobil mainan.

"Bunda apa kabar nya? Aska rindu sekali sama Bunda. Wajah Bunda kenapa? Kok kepala nya di perban?"

"Bunda nggak sengaja kejedut lemari sayang. Bunda terlalu senang karena bisa pulang dan menemui Aska, sampai-sampai ada lemari di depan tidak Bunda hiraukan."

"Bunda nggak bohong kan? Aska tahu Bunda bukan pulang dari bekerja. Tapi Bunda baru pulang dari Rumah Sakit."

Kemala sangat terkejut mendengar nya. Tidak ia sangka Aska mengetahui hal yang selama ini berusaha ia tutupi.

"Memang nya Aska tahu nya dari mana? Kan Aska nggak lihat sendiri."

"Kata Mama nya Tika. Waktu itu Aska lagi main sama teman-teman di surau, trus Mama nya Tika nanya-nanya Aska. Kata Tante Tiwi, nanti Aska boleh ikut kerumah nenek karena Bunda masih dirumah sakit."

"Apa Tante Tiwi bilang ke Aska penyebab Bunda masuk rumah sakit?"

"Enggak Bunda, karena setelah itu Aska langsung lari dan kabur. Aska nggak mau tinggal di rumah nenek sihir. Aska takut Bunda. Apalagi sama Mama nya Tika yang super galak. Nanti Aska di cubit, kan sakit."

"Memang nya Mama nya Tika pernah cubit Aska?"

"Pernah, kan waktu kerumah yang waktu itu."

"Ayah nggak lihat?"

"Lihat, tapi Ayah nggak marahin Tante Tiwi. Malah ayah diam saja."

"Yasudah, kita lupakan saja semua yang sudah terjadi ya sayang. Mulai sekarang Aska akan tinggal sama Bunda saja. Nggak papa kan kalau Ayah nggak tinggal bersama kita lagi?"

"Horeeeeeeee, akhir nya kita nggak tinggal lagi sama ayah."

Hati Kemala terenyuh, sesenang itu kah anak nya hidup berpisah dari Ayah kandung nya. Bahkan Aska meloncat-loncat kegirangan saat di beri tahu.

"Halo anak ganteng. Kok kayak nya senang sekali ni."

"Iya om, Aska senang karena kami nggak perlu lagi tinggal sama Ayah. Ayah jahat om. Jahat sekali. Aska benci Ayah."

"Eh, anak ganteng nggak boleh ngomong gitu. Nggak baik. Ni, om ada hadiah untuk Aska."

"Wahhh, ini kan mainan mobil yang ada remote nya Bunda. Makasih ya Om Heru, Aska senang sekali."

Tiba-tiba Aska langsung memeluk dan mencium pipi Heru.

"Aska, tidak boleh seperti itu nak. Tidak sopan itu namanya."

"Tidak apa Kemala, kau tenang saja. Aska dan Heru memang sudah lama seperti itu." Ucap Wak Nur.

"Iya Bunda, Om Heru yang setiap malam menemani Aska tidur. Kan Aska usah besar, jadi nggak boleh tidur dengan Kak Asih. Malu."

"Anak Bunda sudah besar. Sudah tahu apa itu malu ya nak. Oh ya, Bunda hampir lupa. Bunda juga punya oleh-oleh untuk Aska."

"Terima kasih Bunda. Aska senang sekali rasanya. Hari ini banyak dapat hadiah."

Setelah itu Aska langsung berlari menuju rumah teman-teman nya yang lain. Ia ingin menunjukkan mainan nya yang baru ia dapat itu.

"Terima kasih Wak Nur dan Bang Heru sudah banyak menolong Kemala dan Aska. Kemala tidak tahu bagaimana jika tidak ada kalian." Ucap Kemala dengan air mata yang jatuh di pipi nya.

"Sudah jangan bersedih lagi Kemala. Kau harus kuat demi Aska. Bangkit lah mulai sekarang. Kau itu pintar, apa saja jadi uang jika berada di tangan mu."

"Ah Wak Nur bisa aja. Memang nya Mala penyihir bisa mengubah barang menjadi uang."

Hari itu, mereka menghabiskan waktu dengan tertawa dan bercerita. Kemala seakan lupa dengan masalah hidup yang ia alami. Ternyata di balik kesusahannya, ia masih memiliki orang-orang baik yang selalu datang menolongnya.

Kemala berharap, suatu saat nanti ia bisa membalas budi kepada Wak Nur dan juga Heru. Orang-orang yang sudah menganggap nya sebagai saudara.

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

accept love him

2024-10-01

0

martina melati

martina melati

keinginan burhan x dbenci anak... pdhl cuman ada satu anak

2024-07-18

1

martina melati

martina melati

tuh... belum jg nyerah malah somsee

2024-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Gara-gara Ayam
2 Bab 2 Uang Jajan ku dua ribu
3 Bab 3 Jamur Sawit
4 Bab 4. Anak Yatim
5 Bab 5 Istriku Pelit
6 Bab 6 Usaha Sampingan
7 Bab 7 Selalu Salah
8 Bab 8 Mencoba Hal Baru
9 Bab 9 Rezeki Aska
10 Bab 10 Fitnah
11 Bab 11 Instalasi Gawat Darurat
12 Bab 12 Menjadi Tersangka
13 Bab 13 Isi Pikiran Burhan
14 Bab 14 Kecurigaan Burhan
15 Bab 15 Tidak Rela
16 Bab 16 Bangkit Atau Jatuh
17 Bab 17 Di Buang
18 Bab 18 Bang Heru
19 Bab 19 Cerai
20 Bab 20 Apa Mau mu!
21 Bab 21 Viral
22 Bab 22 Pratiwi
23 Bab 23 Lagi dan lagi
24 Bab 24 Aku Bukan Pelakor
25 Bab 25 Apa lagi ini?
26 Bab 26 Cerai atau Tidak?
27 Bab 27 Kebenaran di Masa lalu
28 Bab 28 Hidup baru
29 Bab 29 Itu Tiwi?
30 Bab 30 Di Permalukan
31 Bab 31 Sejarah Kampung Kemala
32 Bab 32 Selamat Tinggal
33 Bab 33 Cinta
34 Bab 34 Akhirnya Malu
35 Bab 35 Pesta Pernikahan
36 Bab 36 Nina dan Burhan
37 Bab 37 Tiwi berulah
38 Bab 38 Enak kan, Tiwi!
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Gara-gara Ayam
2
Bab 2 Uang Jajan ku dua ribu
3
Bab 3 Jamur Sawit
4
Bab 4. Anak Yatim
5
Bab 5 Istriku Pelit
6
Bab 6 Usaha Sampingan
7
Bab 7 Selalu Salah
8
Bab 8 Mencoba Hal Baru
9
Bab 9 Rezeki Aska
10
Bab 10 Fitnah
11
Bab 11 Instalasi Gawat Darurat
12
Bab 12 Menjadi Tersangka
13
Bab 13 Isi Pikiran Burhan
14
Bab 14 Kecurigaan Burhan
15
Bab 15 Tidak Rela
16
Bab 16 Bangkit Atau Jatuh
17
Bab 17 Di Buang
18
Bab 18 Bang Heru
19
Bab 19 Cerai
20
Bab 20 Apa Mau mu!
21
Bab 21 Viral
22
Bab 22 Pratiwi
23
Bab 23 Lagi dan lagi
24
Bab 24 Aku Bukan Pelakor
25
Bab 25 Apa lagi ini?
26
Bab 26 Cerai atau Tidak?
27
Bab 27 Kebenaran di Masa lalu
28
Bab 28 Hidup baru
29
Bab 29 Itu Tiwi?
30
Bab 30 Di Permalukan
31
Bab 31 Sejarah Kampung Kemala
32
Bab 32 Selamat Tinggal
33
Bab 33 Cinta
34
Bab 34 Akhirnya Malu
35
Bab 35 Pesta Pernikahan
36
Bab 36 Nina dan Burhan
37
Bab 37 Tiwi berulah
38
Bab 38 Enak kan, Tiwi!
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!