Bab 14 Kecurigaan Burhan

Masih Pov Burhan.

Ketika melihat laki-laki itu, seketika jantung ku langsung berpacu. Apa yang dilakukan nya di desa ini. Aku bahkan sampai berpikir jika laki-laki itu pasti ada hubungan nya dengan kepergian Kemala. Dan Aku pun langsung menghubungi Ibu ku.

"Buk, laki-laki itu sekarang di kampung kami."

"Laki-laki yang mana Burhan?"

"Laki-laki yang dulu hampir saja melamar Kemala dan aku gagalkan."

"Mau apa dia disana. Apa jangan-jangan kepergian Kemala ada hubungan nya dengan laki-laki itu?"

"Burhan juga curiga terhadap mereka buk. Apa yang harus Burhan lakukan sekarang?"

"Kita cari Kemala di kampung orang tua nya. Jika ia tidak ada disana, baru lah nanti kita pikirkan apa yang harus kita lakukan. Kamu nanti diam saja dan jangan banyak protes dengan apa yang ibu lakukan."

"Baik bu, ayo kita pergi sekarang tapi Burhan numpang makan dulu ya bu. Sudah lapar sekali dari semalam cuma makan sedikit."

"Terserah kau lah saja Burhan."

KemuidanAku pun melajukan kendaraan roda dua milik ku ke rumah Ibu ku saat ini. Rumah mewah dengan dua lantai itu sungguh sangat mencolok karena di kiri kanannya terdapat rumah-rumah yang masih di bangun dengan kayu.

Bahkan pagar rumah itu saja mungkin tidak terkira harganya.

Keluarga Burhan adalah keluarga berada, Bapak Burhan meninggal dengan banyak meninggalkan harta warisan kepada anak dan istri nya.

Jatah masing-masing dari perkebunan sawit selalu di kelola oleh Ibu nya Burhan. Dan Ibu nya sendiri yang akan memberikan hak anak-anak nya.

Kemala bahkan tidak pernah tahu jika Burhan memiliki 5 hektar kebun sawit. Dengan jumlah pendapatan sebulan bahkan bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Kemala dan Aska.

Burhan pun tidak ingin mengatakan apapun karena harta tersebut adalah milik orang tua nya. Dan Kemala tidak berhak tahu.

"Udah siap buk? Kita berangkat sekarang?"

"Sebentar Ibu pagi nyuapin Tika ni. Nanti dia ngambek lagi."

"Memang nya Tiwi kemana? Kok anak nya Ibu yang urus."

"Kamu kok ngomong nya gitu Burhan? Tika ini cucu kesayangan Ibu. Wajar dong Ibu juga ikut mengurus nya. Lagian Tiwi juga masih tidur. Kasihan kan kalau di ganggu."

"Tidur? Jam segini? Kalau Kemala yang begitu sudah Ibu Jambak rambut nya." ucap ku menyindir Ibu ku.

Ibu ku langsung mendelik kan mata nya ke arah ku tanda tidak suka aku mengatakan hal tersebut.

"Kemala dan Tiwi itu beda kelas. Jangan kau samakan mereka Burhan!"

"Terserah Ibu saja deh. Toh selama ini Ibu tidak pernah baik dalam memperlakukan Istri ku."

"Lama_lama bicara mu sudah seperti Kemala saja. Yasudah, ayo kita berangkat sekarang. Tika sama bibik dulu ya. Nanti kalau mau main bangunkan mama di atas."

"Iya nek. Nenek hati-hati ya."

"Duh, manis nya cucu nenek. Bilang Mama mobil nya nenek pinjam sebentar."

"Oke nek!"

Aku dan Ibu pun pergi ke kampung halaman nya Kemala. Di kampung itu juga kami pernah tinggal. Setelah aku menikah, Keluarga ku menjual seluruh aset yang ada di sana dan pindah ke Desa ini.

Ibu sudah tidak nyaman tinggal disana karena masih sangat terpelosok. Jalan menuju ke desa itu masih sangat buruk jika musim hujan.

"Masih sama saja jalan di sini ya. Entah kapan mereka akan membangun jalan yang lebih baik lagi. Untung saja kita sudah pindah. Kalau tidak sangat susah rasanya kalau Ibu harus pergi ke kota."

"Iya bu."

Aku hanya menjawab seadanya. Pikiran ku sedang tidak baik-baik saja ketika masuk ke desa ini. Ada rahasia yang terpendam di sini. Rahasia masa lalu ku yang sudah ku kubur lama.

Kami di sambut hangat oleh kedua orang tua Kemala. Ah, seperti nya istriku itu tidak kesini. Ku lihat rumah mertua ku sepi.

"Wah, ada rencana besar apa ini besan? Kok tiba-tiba saja datang ke sini? Dimana Aska dan Kemala?"

"Justru karena itu lah kamu kesini. Kami pikir Kemala akan pulang ke rumah ini."

"Maksudnya Kemala pergi dari rumah?"

"Iya besan."

Ibu ku langsung memeluk Mak Mertua ku itu sambil pura-pura menangis. Ibu juga mengatakan kalau Kemala pergi dari rumah karena tidak sanggup hidup dengan ku yang sederhana. Bahkan Ibu juga mengatakan kalau Kemala pergi bersama laki-laki lain.

Seketika hati ku langsung di liputi rasa cemburu. Mungkin kah seperti itu? Apalagi sekarang Laki-laki dari masa lalu nya telah hadir kembali.

"Maafkan Kemala ya Burhan. Ibu akan coba menghubungi nya nanti dan bicara dengan tegas."

Aku bingung, dengan cara apa Mak mertua ku itu menghubungi Kemala. Sedangkan selama ini saja mereka saling bertukar kabar dengan menggunakan ponsel ku.

Kemala tidak memiliki barang seperti ini. Ia tidak cocok memakai nya.

" Kalau begitu kami permisi dulu ya besan. Kami akan coba mencari Kemala di tempat lain."

"Kalian sangat baik sekali sampai ingin mencari putri ku yang kabur. Kau tenang saja Burhan, biar Mak beri pelajaran itu si Kemala."

Kemala memang sangat menurut kepada kedua orang tua nya. Hal itu lah yang membuat ku jatuh cinta kepadanya selain ia cantik dan berisi.

" Akhirnya, keluar juga kita dari rumah reyot itu! Ibu tahan-tahan dari tadi supaya tidak muntah. Kenapa sih, tidak di renovasi saja."

"Kan keluarga mereka tidak mampu bu."

"Sudah Ibu bilang dulu jangan menikahi perempuan miskin. Lihat lah akibat nya sekarang."

"Iya bu. Kan dulu Burhan sangat mencintai Kemala."

"Makan tu cinta! Lihat saja nanti, pasti Kemala akan menemukan Laki-laki yang lebih baik dari mu. Kau bisa apa?"

"Ibu jangan ngomong seperti itu dong. Kemala masih istriku. Tidak mungkin dia berbuat hal yang aneh."

"Terserah kau saja lah Burhan. Ibu sudah malas meladeni kau."

Terpopuler

Comments

G** Bp

G** Bp

ratu dan raja drama😠😠

2024-10-14

0

Neulis Saja

Neulis Saja

heran biasanya kalau cinta terhadap pasangannya akan melakukan apapun asal dia bahagia, evething i do, i do it for you eh ini malah disiksa heran 😡

2024-10-01

0

martina melati

martina melati

bersiaplah terima akibat yg sdh dperbuat... ingat karma

2024-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Gara-gara Ayam
2 Bab 2 Uang Jajan ku dua ribu
3 Bab 3 Jamur Sawit
4 Bab 4. Anak Yatim
5 Bab 5 Istriku Pelit
6 Bab 6 Usaha Sampingan
7 Bab 7 Selalu Salah
8 Bab 8 Mencoba Hal Baru
9 Bab 9 Rezeki Aska
10 Bab 10 Fitnah
11 Bab 11 Instalasi Gawat Darurat
12 Bab 12 Menjadi Tersangka
13 Bab 13 Isi Pikiran Burhan
14 Bab 14 Kecurigaan Burhan
15 Bab 15 Tidak Rela
16 Bab 16 Bangkit Atau Jatuh
17 Bab 17 Di Buang
18 Bab 18 Bang Heru
19 Bab 19 Cerai
20 Bab 20 Apa Mau mu!
21 Bab 21 Viral
22 Bab 22 Pratiwi
23 Bab 23 Lagi dan lagi
24 Bab 24 Aku Bukan Pelakor
25 Bab 25 Apa lagi ini?
26 Bab 26 Cerai atau Tidak?
27 Bab 27 Kebenaran di Masa lalu
28 Bab 28 Hidup baru
29 Bab 29 Itu Tiwi?
30 Bab 30 Di Permalukan
31 Bab 31 Sejarah Kampung Kemala
32 Bab 32 Selamat Tinggal
33 Bab 33 Cinta
34 Bab 34 Akhirnya Malu
35 Bab 35 Pesta Pernikahan
36 Bab 36 Nina dan Burhan
37 Bab 37 Tiwi berulah
38 Bab 38 Enak kan, Tiwi!
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Gara-gara Ayam
2
Bab 2 Uang Jajan ku dua ribu
3
Bab 3 Jamur Sawit
4
Bab 4. Anak Yatim
5
Bab 5 Istriku Pelit
6
Bab 6 Usaha Sampingan
7
Bab 7 Selalu Salah
8
Bab 8 Mencoba Hal Baru
9
Bab 9 Rezeki Aska
10
Bab 10 Fitnah
11
Bab 11 Instalasi Gawat Darurat
12
Bab 12 Menjadi Tersangka
13
Bab 13 Isi Pikiran Burhan
14
Bab 14 Kecurigaan Burhan
15
Bab 15 Tidak Rela
16
Bab 16 Bangkit Atau Jatuh
17
Bab 17 Di Buang
18
Bab 18 Bang Heru
19
Bab 19 Cerai
20
Bab 20 Apa Mau mu!
21
Bab 21 Viral
22
Bab 22 Pratiwi
23
Bab 23 Lagi dan lagi
24
Bab 24 Aku Bukan Pelakor
25
Bab 25 Apa lagi ini?
26
Bab 26 Cerai atau Tidak?
27
Bab 27 Kebenaran di Masa lalu
28
Bab 28 Hidup baru
29
Bab 29 Itu Tiwi?
30
Bab 30 Di Permalukan
31
Bab 31 Sejarah Kampung Kemala
32
Bab 32 Selamat Tinggal
33
Bab 33 Cinta
34
Bab 34 Akhirnya Malu
35
Bab 35 Pesta Pernikahan
36
Bab 36 Nina dan Burhan
37
Bab 37 Tiwi berulah
38
Bab 38 Enak kan, Tiwi!
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!