Bab 12 Menjadi Tersangka

"Aska aman bersama tetangga kau itu. Sudah istirahat saja Mala."

Setelah sebentar sadar aku pun pingsan lagi selama beberapa hari.

Setelah beberapa hari melewati masa-masa yang melelahkan aku pun terbangun kembali.

Ku lihat Mak ku di sana bersama Aska. Mereka sedang bercanda ria bersama. Aska pun terlihat senang berada di pangkuan Mak ku.

"Bunda. Apa Bunda masih sakit?"

"Apa yang terjadi pada ku Mak?"

Aku mengabaikan pertanyaan Aska. Aku masih belum bisa fokus untuk saat ini.

"Istirahat dulu, Mak panggilkan dokter ya."

Dokter masuk dan memeriksa ku. Ternyata aku pingsan kembali setelah beberapa hari yang lalu sadar. Kata Mak, aku bahkan sempat muntah-muntah ketika tidak sadarkan diri. Ternyata separah itu kali ini bang Burhan melukai ku.

" Ah, apa kabar nya laki-laki itu sekarang. Apa dia sudah bahagia karena berhasil membuat ku babak belur?" ucapku dalam hati.

"Coba kau makan bubur ini pelan-pelan Mala. Sudah lama perut mu kosong."

Setelah aku selesai makan, tiba-tiba polisi datang menemui ku.

"Maaf, dengan Ibu Kemala?"

"Ada apa ini pak polisi? Anak saya baru saja sadar setelah beberapa hari pingsan."

"Saya mendapat laporan bahwa Ibu Kemala telah melakukan pencurian di ladang Ibu Hindun."

Aku sungguh terkejut dengan kenyataan ini. Baru sadar dari pingsan sekarang malah menjadi tersangka pencurian.

"Bagaimana cara nya saya mencuri pak polisi? Bahkan untuk makan saja saya kesulitan akibat di pukul oleh suami dan mertua saya." ucap ku sambil tertawa.

"Maka dari itu kami akan menanyakan beberapa hal terkait kasus ini. Karena menurut cerita Pak Burhan dan Ibu Hindun, mereka tidak sengaja memukul Ibu Kemala karena di sangka pencuri."

"Apakah mereka buta Pak Polisi sehingga tidak bisa melihat wujudku?"

Polisi itu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kurasa ia pun bingung dengan laporan yang di layangkan oleh dua manusia tukang drama itu.

Setelah aku menjawab beberapa pertanyaan dari polisi itu, Saudari ipar ku yang tercinta datang. Entah apa maksud kedatangannya kali ini.

"Kenapa kau tidak m*ti saja Kemala! Kau itu sangat menyusahkan."

"Supaya kau bisa menikah dengan adik ipar mu kak? Bukan kah itu cita-cita mu selama ini?"

"Kau memang sudah gil* Kemala! Otak mu benar-benar sudah terbentur."

"Otak ku bukan terbentur, tetapi di benturkan oleh mereka. Jika kau menjadi aku, mungkin kau sudah lama m*ti."

"Memang susah berbicara dengan mu. Pantas saja bang Burhan tidak tahan dengan tingkah laku mu."

"Trus, ada lagi yang ingin kau katakan Calon madu?"

Dengan menahan amarah dan rasa kesal, Kak Tiwi langsung pergi begitu saja. Sudah lama aku tahu kalau kak Tiwi memang menyukai suami ku.

Dulu kak Tiwi mengira jika bang Burhan yang datang melamar nya. Namun sayang setelah dia menerima lamaran dari mertua ku, ternyata Abang nya bang Burhan yang akan menjadi suami nya.

Aku sangat tahu bagaimana dulu ia tergila-gila pada bang Burhan. Namun pada saat itu bang Burhan hanya menyukai ku. Sehingga ia mau menjadi pengganti calon suami ku yang pergi tak tahu entah kemana.

"Tadi itu kakak ipar kau Mala?"

"Iya Mak, kak Tiwi namanya."

"Beda sekali penampilannya dengan kau ya. Malah Mak lihat kau yang seperti janda Mala!"

"Iya Mak, Mala memang sudah lama menjadi janda."

Mak hanya menghembuskan nafas nya kasar. Semenjak aku siuman, Mak sama sekali tidak bertanya apapun perihal bang Burhan. Dan aku pun tidak ingin memulai cerita tentang nya.

Tok.. Tok.. Tok..

Terdengar suara ketukan di pintu. Kulihat bang Burhan datang bersama mertua ku. Aku hanya diam tanpa menanggapi kedatangan mereka berdua.

Ku lihat Mak hanya duduk saja di atas tikar pandan yang telah usang. Kebetulan pasien di sebelah ku baru saja pulang jadi ruangan ini menjadi sepi.

"Bagaimana kabar mu Mala? Maafkan Ibu ya nak. Ibu kira kau adalah maling di perkebunan kami. Kami tidak tahu ternyata itu adalah kau nak."

Aku hanya diam dan tidak ingin melihat ke arah mereka.

"Mala, maafkan Abang juga ya. Karena abang sudah memukul mu dan melaporkan mu ke polisi. Abang tidak tahu bahwa separah ini luka mu. Jika saja Abang tahu pasti Abang tidak akan menjadikan mu Tersangka Pencurian."

"Apa kalian sudah selesai bersandiwara? Kenapa? Kenapa harus aku yang menjadi tersangka? Apa karena kalian takut aku laporkan ke polisi? Dan karena hal itu kalian melaporkan ku duluan?"

Setelah mengatakan hal itu aku langsung tertawa. Mak hanya melihat kami sekilas tanpa ingin ikut campur. Aku tidak tahu kali ini Mak akan memihakku atau mereka seperti biasanya.

"Apa yang kau katakan itu Mala? Semuanya tidak benar."

Lagi-lagi aku hanya tertawa. Dan terus tertawa. Membuat Ibu dan anak itu heran.

"Polisi itu bukan orang bodoh. Mereka tahu mana benar dan mana yang salah. Apa kalian telah kehabisan bahan untuk melakukan drama? Sehingga sekarang datang tanpa rasa bersalah sama sekali."

Ku lihat wajah Bang Burhan dan Mertua ku merah memendam amarah. Namun karena aku masih dirumah sakit, dan di samping ku Mak tidak beranjak, mereka pun tidak berani macam-macam dengan ku.

" Memang kau keras kepala sekali Mala, tidak pernah kau berubah."

"Kepala ku memang keras bang. Jika lembek, sudah lama aku m*ti di tangan mu."

"Ayo pergi Burhan, percuma saja kita datang kesini tapi tidak di hargai. Ibu dan anak sama saja. Oh ya, kami akan mengantarkan surat perceraian kepada kau Mala. Siap-siap hak asuh Aska akan jatuh kepada kami."

Jantung ku langsung berpacu. Emosi ku langsung tidak bisa terbendung lagi kala mereka membahas tentang hak asuh Aska.

" Jangan berani-berani nya kalian menyentuh anakku. Jika kalian tidak percaya tunggu saja apa yang akan aku lakukan." ucapku sambil menatap kedua mata bang Burhan.

"Apa yang perempuan miskin seperti mu lakukan?"

"Itu bukan urusan anda. Jadi jangan coba-coba mengusik ku dan anakku lagi. Pergilah kalian dari sini."

Setelah kepergian mereka aku langsung lemah kembali. Aku sangat khawatir jika mereka mengambil Aska. Bagaimana jika disana Aska akan di siksa seperti selama ini.

Aku tidak mau Aska menderita lagi saat jauh dari ku. Dan aku pun tidak sanggup kalau harus jauh dari anak ku.

"Tenang lah Mala. Jangan kau hiraukan perkataan mereka. Mak akan menolong kau, kita akan memenangkan hak asuh Aska."

"Terima kasih Mak."

"Sekarang kau harus kuat dulu supaya kita bisa melaporkan kembali suami dan Mertua mu itu."

Lagi-lagi suara pintu di ketuk kembali terdengar. Entah siapa lagi kali ini yang akan membuat mood ku hancur. Baru saja aku sadar, namun masalah terus menerus berdatangan.

" Mala! Kau sudah sadar?"

Ah ternyata Wak Nur dan seorang Pria yang datang. Aku sama sekali tidak mengenal Pria tersebut.

"Kenal kan ini Heru anak Wak yang sudah menjadi pengacara di kota. Abang nya si Asih."

Aku pun memperkenalkan diri ku seadanya. Hati dan keadaan ku masih belum memungkinkan untuk banyak berinteraksi. Apalagi tadi tenaga ku sudah terkuras habis.

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

mudah2an menjadi jodohmu Mala, i hope like that

2024-10-01

0

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Siapa tau Jodohnya Mala anak Mak Nur si Heru😁

2024-06-30

0

Eliyana

Eliyana

Drama suami dan mertua julid..

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Gara-gara Ayam
2 Bab 2 Uang Jajan ku dua ribu
3 Bab 3 Jamur Sawit
4 Bab 4. Anak Yatim
5 Bab 5 Istriku Pelit
6 Bab 6 Usaha Sampingan
7 Bab 7 Selalu Salah
8 Bab 8 Mencoba Hal Baru
9 Bab 9 Rezeki Aska
10 Bab 10 Fitnah
11 Bab 11 Instalasi Gawat Darurat
12 Bab 12 Menjadi Tersangka
13 Bab 13 Isi Pikiran Burhan
14 Bab 14 Kecurigaan Burhan
15 Bab 15 Tidak Rela
16 Bab 16 Bangkit Atau Jatuh
17 Bab 17 Di Buang
18 Bab 18 Bang Heru
19 Bab 19 Cerai
20 Bab 20 Apa Mau mu!
21 Bab 21 Viral
22 Bab 22 Pratiwi
23 Bab 23 Lagi dan lagi
24 Bab 24 Aku Bukan Pelakor
25 Bab 25 Apa lagi ini?
26 Bab 26 Cerai atau Tidak?
27 Bab 27 Kebenaran di Masa lalu
28 Bab 28 Hidup baru
29 Bab 29 Itu Tiwi?
30 Bab 30 Di Permalukan
31 Bab 31 Sejarah Kampung Kemala
32 Bab 32 Selamat Tinggal
33 Bab 33 Cinta
34 Bab 34 Akhirnya Malu
35 Bab 35 Pesta Pernikahan
36 Bab 36 Nina dan Burhan
37 Bab 37 Tiwi berulah
38 Bab 38 Enak kan, Tiwi!
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab 1 Gara-gara Ayam
2
Bab 2 Uang Jajan ku dua ribu
3
Bab 3 Jamur Sawit
4
Bab 4. Anak Yatim
5
Bab 5 Istriku Pelit
6
Bab 6 Usaha Sampingan
7
Bab 7 Selalu Salah
8
Bab 8 Mencoba Hal Baru
9
Bab 9 Rezeki Aska
10
Bab 10 Fitnah
11
Bab 11 Instalasi Gawat Darurat
12
Bab 12 Menjadi Tersangka
13
Bab 13 Isi Pikiran Burhan
14
Bab 14 Kecurigaan Burhan
15
Bab 15 Tidak Rela
16
Bab 16 Bangkit Atau Jatuh
17
Bab 17 Di Buang
18
Bab 18 Bang Heru
19
Bab 19 Cerai
20
Bab 20 Apa Mau mu!
21
Bab 21 Viral
22
Bab 22 Pratiwi
23
Bab 23 Lagi dan lagi
24
Bab 24 Aku Bukan Pelakor
25
Bab 25 Apa lagi ini?
26
Bab 26 Cerai atau Tidak?
27
Bab 27 Kebenaran di Masa lalu
28
Bab 28 Hidup baru
29
Bab 29 Itu Tiwi?
30
Bab 30 Di Permalukan
31
Bab 31 Sejarah Kampung Kemala
32
Bab 32 Selamat Tinggal
33
Bab 33 Cinta
34
Bab 34 Akhirnya Malu
35
Bab 35 Pesta Pernikahan
36
Bab 36 Nina dan Burhan
37
Bab 37 Tiwi berulah
38
Bab 38 Enak kan, Tiwi!
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!