Meskipun Hector merasakan adanya nyeri di tempat dimana tadi dia mengalami luka tusuk, tapi bagi seorang Hector luka itu bukanlah hal yang berarti dibandingkan dengan rasa penasarannya tentang apakah syal milik gadis itu bisa ditemukan atau tidak, dan memulih untuk pergi sendiri mencari kejelasan tentang keberadaan syal itu.
“Yang Mulia….” Dengan gerakan cepat dan sikap gugup sekaligus kaget, para pengawal yang sedang berjaga di depan pintu kamar Hector dirawat langsung membungkukkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya untuk membantu Hector yang tiba-tiba saja keluar dari kamar dengan pakaian pasiennya.
“Maaf Yang Mulia, luka Yang Mulia….”
“Antar aku ke ruang direktur rumah sakit ini sekarang!” Hector memberikan perintah dengan mata menatap ke arah kursi roda yang terlipat, dan berada di dekat pintu masuk ruangan tempatnya keluar secara tiba-tiba tadi.
Tanpa berani membantah sepatah katapun, dua orang pengawal segera bergerak mengambil kursi roda itu, membukannya dan mendorongnya di belakang Hector, lalu pengawal yang lain langsung membantu Hector untuk duduk di sana dan membawa Hector ke ruang direktur rumah sakit dengan gerakan cukup cepat.
Karena siapapun yang bekerja dengan Hector tahu dengan pasti bagaimana Hector adalah orang yang paling tidak sabaran dan tidak suka dengan orang yang bermalas-malasan dan orang yang suka menunda-nunda waktu.
# # # # # # #
“Ya… kerahkan semua tenaga cleaning service di tempat ini, termasuk orang-orang yang sedang tidak sibuk, semua harus turun mencari syal milik yang mulia putra mahkota Hector.”
“Tidak perlu sampai orang tahu siapa pemilik syal itu, hanya tunjukkan ciri-cirinya sesuai dengan rekaman cctv yang ada.”
"Cek semua tempat sampah yang ada di seluruh sudut rumah sakit tanpa terkecuali."
"Aku tahu sampah seperti itu kemungkinan hanya akan ditemukan di ruang insinerator, tapi tidak ada salahnya mencari di semua tempat sampah."
"Lakukan dengan baik dan dengan cepat."
“Ya… ya… lebih baik kamu juga pastikan tidak ada sampah yang keluar ari rumah sakit sebelum syal itu ditemukan.”
Begitu memasuki ruangan direktur rumah sakit, tampak dokter berusia paruh baya itu sedang sibuk berbicara melalui panggilan telepon dengan seseorang yang diperintahkannya untuk mengerahkan orang agar mencari syal itu.
Kesibukan itu membuat direktur rumah sakit sampai tidak menyadari kalau Hector yang berada di atas kursi roda sudah berada di depan meja kerjanya dan menunggu dia selesai berbicara di telepon.
“Yang… Yang Mulia….” Dengan kaget dan langsung bersikap sopan serta hormat, dokter yang menjadi direktur rumah sakit itu langsung menyapa Hector begitu dia menghentikan teleponnya dan melihat sosok Hector yang tiba-tiba sudah duduk diam di depan meja kerjanya, di atas kursi roda.
“Mohon maaf Yang Mulia… saya baru saja memerintahkan para karyawan untuk mencari syal itu.” Dengan buru-buru dokter itu meletakkan handphonenya dan langsung mendekati Hector yang tampak menyandarkan kedua siku tangannya di pegangan tangan kursi roda, dan saling menautkan tangannya.
Tatapan mata dingin sekaligus serius yang terlihat di mata Hector menunjukkan bahwa putra mahkota kerajaan Crownhill itu tampak tidak sabar karena harus menunggu dokter tadi berbicara dan tidak melihat kedatangannya.
“Apa syal itu sudah ditemukan?” Dengan suara terdengar berat dan sikap dingin Hector bertanya sambil menatap lurus ke arah dokter itu, yang jujur saja, sebenarnya sama seperti Jackson, tidak menyangka kalau hanya karena sebuah syal membuat seisi rumah sakit dan puluhan pengawal istana mengobrak-abrik tempat sampah yang ada di rumah sakit, bahkan harus menghentikan proses insenerasi (proses pembakaran yang dilakukan pada mesin insenarator) yang sedang berlangsung.
Meskipun bagi dokter itu perintah untuk mencari syal dengan noda darah dan kemungkinan tidak akan bisa kembali seperti sedia kala meskipun dicuci bersih adalah hal yang aneh, tapi karena itu perintah langsung dari Hector sebagai putra mahkota Crownhill, membuat doker yang merupakan direktur rumah sakit itu tidak bisa menolaknya.
“Maaf Yang Mulia, semua sedang berusaha untuk mencari keberadaan syal itu, semoga segera ada kabar baik tentang itu.” Jawaban dokter itu membuat tatapan Hector semakin tajam, membuat dokter itu hanya bisa diam dan berdoa dalam hati agar syal itu benar-benar bisa segera diketemukan.
“Dokter….” Sebuah teriakan pelan diberengi dengan suara dibukanya pintu masuk ke ruangan direktur rumah sakit tanpa mengetuk pintu, membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah pintu.
“Selamat malam Yang Mulia… maaf dokter, saya masuk tanpa mengetuk pintu, karena ada hal penting yang harus saya sampaikan.” Seorang dokter wanita yang tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu berekata kepada direktur rumah sakit setelah menyapa Hector dengan sikap hormat, dan memberikan salam penghormatan khas untuk bangsawan Crownhill, dimana baik seorang wanita akan menyatukan tangannya di perut dan membungkukkan tubuhnya dan sedikit menundukkan kepalanya saat memberikan penghormatan mereka kepada bangsawan Crownhill yang memiliki status di atasnya.
Yang Mulia Hector Adrojan… pria paling tampan yang dimiliki oleh kerajaan Crownhill, idaman dan impian semua wanita lajang di Crownhill….
Dokter wanita itu berkata dalam hati tanpa bisa menyembunyikan rasa kaget bercampur kagumnya saat melihat sosok Hector, meskipun dengan rambut terlihat sedikit berantakan dan mengenakan pakaian pasien yang tetap saja tidak bisa menyembunyikan sosok tampan dan bentuk tubuh atletisnya yang sempurna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Hanya syal milik Vienna yg bisa membuat satu rumah sakit sibuk 🤭🤭
2024-02-24
2
Syifanya
semua dibikin heboh gara gara syal..
2024-01-08
4
Una_awa
jadi heboh gara-gara syal,, Hector udah jatuh cinta pada orang yang belum dia kenal😁
2024-01-08
4