Hector sungguh tidak menyangka saat bertemu kembali dengan Vienna sungguh jauh berbeda dengan yang selama beberapa hari ini dia bayangkan.
Di dalam angan-angan Hector, begitu bertemu dengan Vienna, dia akan langsung bertanya apa yang membuat Vienna tidak juga menemuinya, dan apa yang diinginkan Vienna sebagai balas budi dari tindakannya yang sudah menyelamatkannya waktu itu.
Akan tetapi begitu benar-benar berhadapan dengan Vienna, Hector yang baru menyadari kalau Vienna ternyata tidak mengenalinya sebagai putra mahkota Crownhill justru memilih diam.
Selain kenyataan bahwa Hector tidak menyangka Vienna tidak mengenalinya sebagai putra mahkota Crownhill, begitu bertemu gadis cantik berambut emas dengan mata hazelnya itu, pikiran Hector justru langsung terbayang-bayang dengan kejadian dimana Vienna yang dengan berani duduk di atas pangkuannya, memeluknya, dan mendekatkan bibir mungilnya ke bibirnya, meskipun kedua bibir mereka tidak sampai bersentuhan.
Tanpa sadar pikiran Hector yang mengembara membuat wajah Hector tampak sedikit memerah, dan itu dilihat Vienna sebagai tanda-tanda bahwa Hector sedang emosi dan marah melihatnya yang sudah berani melakukan hal tidak sopan waktu itu.
Apalagi saat ini tatapan mata Hector tampak menatap lurus ke arah Vienna tanpa berkedip dan tanpa senyum di wajahnya, seolah dengan terpaksa tadi Hector membalas sapaan dan salam penghormatan Vienna padanya tadi.
“Maaf Yang Mulia… maafkan sikap lancang saya waktu itu. Saya sungguh tidak tahu kalau pria yang saya temui malam itu adalah putra mahkota Crownhill. Maafkan ketidaksopanan saya malam itu Yang Mulia.” Dengan kepala tertunduk, Vienna berkata dan meminta maaf dengan wajah penuh penyesalan, membuat Hector menahan nafasnya sebentar, karena sebenarnya bukan permintaan maaf yang dia harapkan dari Vienna.
“Vienna….” Dengan suara beratnya, Hector menyebutkan nama Vienna tanpa embel-embel putri, karena tadi dia sempat mendengar dan memperhatikan kalau di depan Jackson, Vienna lebih suka dipanggil dengan namanya langsung, meskipun di sisi lain, Hector memang dengan sengaja ingin memanggil Vienna seperti itu agar merasa lebih dekat dengan Vienna.
“Terimakasih untuk pertolonganmu waktu itu. Kalau tidak, mungkin sekarang kondisiku tidak akan sebaik sekarang, dan bisa saja jauh lebih buruk dari sekedar tidak sadarkan diri.” Kata-kata Hector dengan suara baritonnya yang terdengar tenang meskipun dengan intonasi datar, membuat Vienna memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya, dengan bibir sedikit terbuka karena kaget dengan sikap lembut dan sopan Hector padanya.
Dan itu membuat Hector harus menahan nafasnya dan dengan diam-diam menelan ludahnya dengan susah payah, karena saat ini Vienna terlihat begitu cantik dan menggemaskan baginya, bahkan membuat Hector ingin sekali mencium bibir mungil yang sedikit terbuka itu dan merasakan kelembutan serta manisnya bibir itu.
Gila! Kenapa saat aku bertemu dengan Vienna, pikiranku menjadi kacau dan liar seperti ini? Apa gadis ini benar-benar memiliki kekuatan untuk memikat hati orang lain?
Hector berteriak dalam hati sambil sedikit mengalihkan pandangannya dari Vienna yang menunjukkan wajah begitu menggodanya bagi Hector yagn selama beberapa hari ini bahkan sulit untuk tidur karena terbayang-bayang sosok cantik gadis itu.
Vienna sendiri, yang awalnya berpikir akan mendapatkan hukuman dari Hector justru kaget karena ternyata Hector justru mengucapkan terimakasih alih-alih memarahinya dan memberikan hukuman padanya.
“Tidak… Bukan… Eh… maksud saya… tidak perlu seperti itu Yang Mulia. Sudah sepatutnya saya menolong orang yang sedang mengalami kesulitan seperti Yang Mulia waktu itu….” Dengan cepat Vienna menanggapi kata-kata Hector dengan sikap tulus membuat Hector yakin, bahwa Vienna benar-beanr gadis yang baik hati, dan tidak memiliki tendensi lain atau motivasi tersembunyi saat menolongnya waktu itu.
Sepertinya… dia memang pantas menjadi putri mahkota kerajaan Crownhill…
Tanpa sadar dalam hatinya, keinginan Hector untuk memiliki Vienna dan menempatkan Vienna di sisinya sebagai pasangan hidupnya semakin besar dan semakin mantap.
“Meskipun begitu, aku harus mengucapkan terimakasih karena tanpa pertolonganmu, aku tidak akan bisa duduk dengan santai di tempat ini bersamamu.” Hector kembali mengucapkan terimakasihnya kepada Vienna yang akhirnya bisa bersikap lebih santai, setelah tidak melihat adanya tanda-tanda marah pada Hector yang tampak terlihat lebih santai dan lembut padanya sekarang.
Astaga! Bagaimana bisa seorang putra mahkota Hector Adrojan memasang wajah selembut itu di depan seorang gadis yang baru dkenalnya?
Jackson yang mengamati pembicaraan mereka berdua, hanya berani memberikan penilaian dalm hati tanpa ikut mengambil bagian dari pembicaraan mereka.
“Sebagai ungkapan rasa terimakasihku, bisakah kamu menghadiri acara afternoon tea di istana besok sore?” Undangan dari Hector, yang untuk pertama kalinya diucapkan pada seorang gadis yang bukan anggota keluarga istana, membuat Jackson semakin merasa heran, begitu juga Vienna.
“Yang Mulia… bukannya saya tidak menghargai undangan dari Yang Mulia, hanya saja… sepertinya saya tidak pantas untuk ikut hadir dalam acara penting seperti itu.” Vienna yang sadar akan posisinya sebagai warga negara asing, berusaha menolak undangan Hector dengan sopan.
“Kalau kamu menganggap itu acara penting dan kamu mau menunjukkan penghargaanmu terhadap putra mahkota Crownhill, bukankah seharusnya kamu menerima undangan itu Vienna?” Ucapan Hector selanjutnya membuat Vienna akhirnya hanya bisa terdiam sesaat sebelum akhirnya menyanggupi untuk datang ke acara afternoon tea yang akan diadakan di istana.
Hector sendiri, sengaja mengundang Vienna besok, bukan hari ini, karena dia berencana untuk memberikan afternoon tea istimewa untuk Vienna besok, dan bahkan ingin mengumumkan kepada penghuni istana bahwa Vienna adalah orang yang sudah menyelamatkannya malam itu dan Hector meminta orang-orang memperlakukannya sebagai bagian dari penghuni istana Crownhill, menunjukkan bahwa Vienna memiliki temapt yang sangat istimewa di hati Hector.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Gadis2 Gracetian emang mempesona, Yang Mulia Alvero aja langsung jatuh cinta saat bertemu dgn Deanda begitupun dgn Duke Evan..
2024-02-26
2
Sri Astuti
gercep banget Hector.. ya mmg sbg keturunan pangeran Gracetian jelas Viena kandidat yg baik utk mendampingi putra,mahkota..
2024-01-11
2
Windy Veriyanti
sekalinya ketemu dengan wanita yang telah menolongnya, seketika itu juga Hector ingin memilikinya...😁
2024-01-11
3