Apa… sebenarnya rencana gadis ini? Gadis ini benar-benar… berniat menciumku? Hah! Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan gadis ini?
Hector berkata dalam hati dengan mata yang masih terbeliak kaget karena berpikir Vienna sedang berusaha menciumnya, apalagi sebelum mendekatkan wajahnya ke wajah Hector, kedua tangan Vienna tampak bergerak memeluk leher Hector.
Meskipun Hector tahu itu dilakukan Vienna untuk menolongnya, tapi Hector sungguh tidak menyangka kalau Vienna yang tidak mengenalnya akan berani melakukan hal seperti itu, meskipun seperti terhipnotis, Hector bahkan tidak menggerakkan tubuhnya untuk berusaha menghindar dan justru menantikan apa yang akan dilakukan Vienna padanya.
“Tuan…. Lebih baik mereka berpikir kalau kita sedang berciuman, maaf jika ini membuat Anda merasa canggung. Saya hanya ingin menolong Tuan….” Gerakan Vienna yang tiba-tiba berhenti tepat sebelum bibirnya menyentuh bibir Hector, dan berbisik pelan kepada Hector, membuat Hector menelan ludahnya dengan kasar, dadanya serasa akan meledak karena debarannya di dalam sana berpacu dengan begitu cepat tanpa bisa dikendalikan oleh Hector.
Bagaimanapun, Hector tidak menyangka sama sekali kalau ternyata Vienna tidak benar-benar berniat menciumnya, hanya berpura-pura dan dengan rambutnya yang panjang, menyempurnakan aktingnya, membuat siapapun yang melihat posisi mereka berdua saat akan berpikir bahwa Hector dan Vienna sedang berciuman, dan itu membuat tanpa sadar ada sedikit rasa kecewa di hatinya, sungguh menggelikan dan aneh.
“Tolong jangan bergerak Tuan… karena saya tidak berniat memberikan ciuman pertama saya kepada laki-laki yang tidak saya cintai, apalagi laki-laki yang tidak saya kenal.” Vienna kembali berbisik pelan begitu dirasakannya ada sedikit gerakan dari kepala Hector, yang mau tidak mau akhirnya terdiam karena perkataan Vienna.
“Haist! Kenapa anak muda sekarang sembarangan memilih tempat untuk bercinta?” Salah satu orang yang mengejar Hector langsung mengomel begitu melihat ada sepasang kekasih yang tampak berciuman di tempat yang cukup gelap itu.
“Apa tidak ada tempat yang lebih nyaman sih? Dasar anak muda jaman sekarang!”
“Mereka pasti dua orang mabuk yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi!”
“Cepat pergi dan cari lagi dengan teliti orang itu!” Dengan cepat anggota lain dari gerombolan itu segera memberikan perintah untuk segera meninggalkan Vienna dan Hector, berniat mencari keberadaan orang yang sedang mereka kejar tadi.
“Maaf….” Begitu gerombolan itu terdengar menjauh dan tidak lagi tampak adanya tanda-tanda mereka kembali ke dalam gang itu, dengan cepat Vienna langsung berdiri dari posisi berlututnya di depan Hector, yang hampir terbatuk karena beberapa saat sempat menahan nafasnya saat bibir Vienna tadi berada begitu dekat dengan bibirnya, meskipun tidak sampai bersentuhan.
Kehangatan nafas dari bibir Vienna yang menyapu wajahnya, dan juga bau segar dan juga manis yang keluar dari bibir Vienna, membuat Hector sempat sedikit melupakan rasa sakit pada perutnya, dan tanpa sadar hampir menggerakkan bibirnya untuk bisa menyentuh bibir mungil gadis di depannya itu.
Entah apa yang membuat Hector hampir lepas kendali, tapi keberadaan Vienna benar-benar membuatnya hampir lupa diri, dan merasakan dorongan begitu kuat dalam dirinya untuk menunjukkan dirinya sebagai laki-laki di depan Vienna, yang justru ingin benar-benar berciuman dengan gadis itu.
“Terimakasih…. Nona….” Alih-alih menjawab permintaan maaf Vienna, Hector justru mengucapkan terimakasihnya kepada Vienna yang langsung tersenyum ke arahnya sebagai tanggapan atas ucapan terimakasih dari Hector.
Sebuah senyum yang akhirnya menjadi saru-satunya senyum seorang gadis yang membuat Hector terus terbayang-bayang dan tidak bisa melupakannya sama sekali.
“Tolong Tuan tunggu sebentar, saya akan memastikan kondisi aman, untuk mengambil mobil saya, setelah itu saya akan mengantar Tuan ke rumah sakit….” Vienna berkata sambil memandang ke arah Hector dengan posisi berdiri di hadapannya.
“Nona… tidak perlu repot….” Tiba-tiba saja tangan Hector meraih pergelangan tangan Vienna yang berniat melangkah pergi melakukan apa yang baru saja dikatakannya kepada Hector.
“Ah… jangan khawatir, Anda sama sekali tidak merepotkan saya. Saya akan segera kembali….” Dengan lembut Vienna berkata sambil melepaskan cekalan tangan Hector dari pergelangan tangannya.
“Tuan!” Sebuah teriakan dari beberapa orang yang tiba-tiba saja muncul dan berlarian ke arah mereka berdua, membuat Vienna menghentikan kata-katanya dengan tubuh yang tersentak kaget, karena berpikir bahwa orang-orang jahat yang mengejar laki-laki yang ditolongnya itu kembali lagi ke tempat mereka berada.
“Jangan takut, mereka orang-orangku….” Melihat wajah panik dari Vienna setelah mendengar dan melihat kedatangan puluhan orang di tempat itu dan berlari ke arah mereka, Hector segera menenangkan Vienna.
“Tuan… maaf kami datang terlambat….” Dengan sikap hormat, puluhan orang itu tampak menundukkan kepalanya dan sedikit membungkuk, menunjukkan sikap hormat mereka kepada Hector.
Ah, melihat sikap orang-orang yang baru datang itu, sepertinya laki-laki yang aku tolong barusan, adalah salah satu bangsawan dari kerajaan Crownhill. Kenapa dia sampai terluka dan dikejar-kejar seperti tadi? Apa dia sudah melakukan kecurangan atau kejahatan terhadap orang rakyat jelata sehingga membuat orang-orang tadi marah?
Lebih baik aku segera pergi dan tidak lagi terlibat urusan dengan laki-laki itu sebelum terlambat. Lagipula, orang-orang itu pasti akan segera menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.
Sepertinya aku tidak perlu lagi mengkhawatirkan laki-laki itu.
Vienna berkata dalam hati sambil dengan diam-diam menyelinap pergi, begitu melihat puluhan orang yang baru datang itu langsung mengerumuni Hector, sehingga tidak terlihat lagi sosok Hector di mata Vienna, tertutup oleh tubuh-tubuh tegap orang-orang yang baru datang itu.
Begitu Vienna merasa Hector akan baik-baik saja, Vienna langsung bergegas kembali ke mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang, segera meninggalkan tempat itu.
“Ah… syal Hermesku… bisa-bisanya aku bertindak bodoh, membiarkan syal Hermest hadiah ulang tahun dari Tira lepas dari tanganku untuk orang yagn tidak aku kenal.” Vienna bergumam pelan dengan tangan yang memegang erat setir mobilnya.
Bukannya menyesal sudah membiarkan syal mahalnya kotor dan tidak mungkin kembali padanya, hanya saja Vienna seolah baru tersadar bahwa tindakan nekatnya tadi, bisa membuatnya ikut terluka, bahkan kehilangan nyawanya.
Jika Vienna mau, dia bisa saja tidak perduli dan tidak ambil pusing melihat kondisi Hector yang terluka dan dikejar oleh beberapa orang membawa senjata tajam.
Saat itu, bisa saja Vienna pura-pura tidak tahu dan tetap melenggang pergi. Akan tetapi entah kenapa saat itu dengan spontan Vienna justru mendekat ke arah Hector, dan berpura-pura menjadi kekasih Hector sedang menikmati kemesraan bersama kekasihnya dengan mencium dan memeluk Hector, sehingga para pengejarnya berpikir bahwa Hector dan Vienna adalah sepasang kekasih yang sedang bermesraan di salah satu sudut gang yang ada di daerah itu, dan membuat para pengejar Hector mengejarnya ke arah yang salah.
Beruntungnya tidak terjadi apa-apa dengan dirinya, atau Vienna akan merasa bersalah kepada mamanya yang pasti akan panik dan ketakutan kalau terjadi sesuatu yang buruk padanya, karena hal yang selalu ingin dilakukannya adalah melindungi mamanya dengan baik.
Apalagi, jika sampai dia terluka, dan tidak bisa lagi bekerja, Vienna yakin, kondisi perusahaan orangtuanya akan semakin memburuk, dan memikirkan itu, membuat tubuh Vienna bergidik ngeri.
“Dimana gadis itu?” Begitu para pengawal istana yang tadi menyusulnya, memapahnya menuju mobil untuk dibawa ke rumah sakit, Hector langsung bertanya kepada salah satu pengawalnya dengan matanya memandang ke sekelilingnya, mencari sosok Vienna yang tiba-tiba menghilang dari pandangan matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Susan Dewi Susanti
Mulai Seruuu nih.. 👌
2024-08-20
1
Syifanya
kisah cinta yg pastinya tak kan kalah seru dgn kisah cinta para pangeran dan putri adalvino yg lain.. lanjut..
2024-01-07
4
Una_awa
gara² ketinggalan bab, bacanya jadi maraton 😁🤭
2024-01-06
3