Pemikiran Jackson tentang tidak lagi berguna dan berharganya syal itu membuat dia bertindak ceroboh dengan membiarkan syal itu tergeletak begitu saja di keranjang sampah rumah sakit yang ada di ruang operasi tadi.
Dan sekarang, dengan tidak disangka-sangka Hector menanyakan keberadaan syal yang sekarang entah sudah berada dimana, bahkan bisa jadi sudah hancur dalam ruang insenerator rumah sakit.
(Insenerator atau “incinerator” dalam hal ini merupakan sarana atau perangkat berupa mesin pengolah limbah medis padat. Dengan demikian selain mengurangi volume limbah padat medis, insenerator juga mengatasi pencemaran lingkungan di rumah sakit akibat penumpukan limbah medis.
Insenerator merupakan alat yang digunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padat dan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu. Teknologi ini merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan limbah.
Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah menghancurkan sampah padat (solid) dengan membakar. Bahan-bahan bakar yang digunakan adalah sampah padatan. Proses insinerator ini dilakukan dengan membakar sampah pada temperatur tinggi (600 oC – 1.000 oC), sehingga sampah padat tersebut berubah bentuk menjadi abu.
Kandungan racun pada asap yang dihasilkan insinerator dapat dinetralkan dengan plasma sehingga asap yang dihasikan bersih dan aman untuk dilepas ke lingkungan).
Melihat bagaimana Hector yang menanyakan tentang keberadaan syal itu dengan wajah dan tatapan mata terlihat begitu serius, Jackson yakin bagi Hector syal itu pastilah penting atau bahkan bisa jadi sangat berharga.
Memikirkan itu membuat Jackson sedikit bergidik ngeri membayangkan bagaimana marahnya Hector jika mengetahui kalau keberadaan syal itu untuk saat ini tidak bisa diketahui.
“Ma… maaf Yang Mulia, saya tidak tahu keberadaan syal itu sekarang. Terakhir kali saya melihatnya berada di tempat sampah ruang operasi yang disingkirkan dari ruang operasi setelah Yang Mulia berganti pakaian dengan pakaian pasien tadi di ruang operasi." Jawaban dari Jackson membuat mata Hector terbeliak kaget, dengan tangannya yang langsung terkepal erat dengan nafas yang memburu karena menahan emosi, membuat Jackson bisa melihat bagaimana kaget dan marahnya Hector saat ini karena kehilangan syal yang dicarinya.
Entah kegilaan macam apa yang sedang diderita oleh Hector, selembar syal itu baginya saat ini bahkan lebih penting dari pakaian paling berharga yang dia miliki, yang membuatnya tadi sempat berpikir bahwa keberadaan syal itu, mungkin saja bisa membuat keberadaan gadis itu bisa segera ditemukan.
Bahkan karena syal itu, Hector sempat berpikir dan berharap kalau-kalau gadis penolongnya tiba-tiba muncul di hadapannya untuk meminta kembali syal yang harganya tidak murah bagi sebagian besar orang (harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta untuk jenis-jenis tertentu), meskipun bagi seorang Hector, bukanlah barang mahal sama sekali.
Hector sempat berpikir bahwa yal itu akan mempertemukannya kembali dengan Vienna secepatnya.
Tapi kata-kata Jackson barusan benar-benar membuat otak Hector menjadi panas dan hatinya langsung emosi.
“Apa maksudmu? Jadi kalian membuangnya?” Suara Hector langsung memecah keheningan yang sempat terjadi antara Jackson dan dirinya.
Selama ini Hector memang dikenal dingin, tegas dan pemarah, tapi biasanya, kemarahan Hector terjadi karena sesuatu yang penting dan jelas alasannya, seperti halnya saat terjadinya kasus penyelundupan senjata, info peningkatan kejahatan di daerah pinggiran ibu kota, atau kinerja karyawan atau jajaran managemennya yang tidak becus dalam bekerja dan salah saat memberikan laporan kepadanya.
Akan tetapi Hector marah karena sebuah syal yang tidak jelas siapa pemiliknya dan apa arti pentingnya buat Hector, membuat Jackson merasa sedikit bingung.
“Tidak Yang Mulia… kami tidak bermaksud membuangnya, tapi….”
“Aku tidak mau tahu alasanmu! Sekarang juga kerahkan orang-orang kita untuk mencarinya sampai ketemu. Cuci bersih dan bawa kepadaku kembali syal itu!” Hector mengakhiri perintahnya sambil membuang mukanya ke samping, rasanya dia begitu menyesal karena sedari awal tidak meminta Jackson untuk menyimpan syal itu untuknya.
“Baik Yang Mulia….” Dengan cepat Jackson langsung menjawab perintah Hector dan keluar dari ruangan tempat Hector dirawat, untuk memberikan perintah kepada pengawal yang lain agar segera mencari syal itu, sebelum terlambat.
Sambil menjelaskan tugasnya kepada para pengawal yang berjaga di depan pintu kamar tempat Hector dirawat, Jackson hanya bisa bedoa dalam hati agar syal itu bisa benar-benar ditemukan, atau dia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Hector kalau sampai syal itu benar-benar sudah dihancurkan di insenerator.
Yang pasti, Jackson juga tidak berani membayangkan hukuman apa yang akan diterimanya dari Hector kalau sampai hal itu terjadi.
Aku harusnya langsung tanggap saat di mobil tadi yang mulia Hector terus memegang ujung syal yang melilit di tubuhnya, menunjukkan kalau syal itu memiliki arti khusus untuk yang mulia.
Jackson berkata dalam hati sambil berlarian kecil ke arah kantor direktur rumah sakit, untuk meminta bantuannya mencari info melalui rekaman cctv, kemana tempat sampah dari ruang operasi dipindahkan tadi.
“Sial! Kenapa Jackson ceroboh sekali hingga membiarkan syal itu tidak jelas keberadaannya!” Hector bergumam dengan nada kesal sambil memandang keluar jendela ruangan tempat dirinya dirawat.
Siapa sebenarnya gadis itu? Sampai-saampai membuat hatiku tidak tenang seperti ini? Hah! Aku benar-benar menjadi seperti orang gila hanya karena seorang gadis yang tidak aku kenal?
Hector berkata dalam hati sambil menghela nafas panjang, karena setiap kali pikirannya terarah pada Vienna, maka yang diingatnya adalah hal-hal yang membuat dadanya berdebar dengan begitu keras, dan rasa ingin begitu bertemu kembali dengan gadis itu sangat besar.
Dan celakanya, sejak dia terbangun tadi, tidak sedetikpun, pikirannya bisa melupakan sosok gadis cantik bermata hazel dengan rambut pirangnya yang seperti ema situ, warna rambut yang begitu berkebalikan dengan warna rambut Hector yang hitam legam, yang kadang semakin mempertegas sosok dingin dan emosionalnya selama ini.
# # # # # # #
“Apa Jackson berhasil menemukan syal itu? Kenapa lama sekali dia tidak memberikan kabar kepadaku?” Hector kembali bergumam sambil melirik ke arah jam di dinding kamar tempatnya di rawat.
Meskipun jika dilihat dari jarum jam yang bergerak belum lebih dari 10 menit Jackson meninggalkan ruangannya, tapi bagi hector rasanya sudah berjam-jam berlalu dan Jackon belum memberikan kabar sedikitpun padanya.
Hal itu membuat Hector dengan gerakan kasar dan tidak sabar langsung menyingkapkan selimut yang menutupi setengah tubuhnya bagian bawah dan memaksakan dirinya untuk turun dari tempat tidur, lalu berjalan ke arah pintu keluar ruangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Syifanya
ngga sabar nunggu hector milih cari sendiri..
2024-01-07
3
Sri Astuti
oh.. mungkinkah kamu bs ditemukan Syal....
benda yg menurut para pengawal dan paramedis tdk berharga krn kotor itu sangat berharga bagi Hector...
2024-01-07
4
Windy Veriyanti
syal oh syal...dimanakah keberadaanmu?
hidup Jackson dipertaruhkan karena raibnya sebuah syal...
2024-01-07
3