“Gadis yang mana maksud Tuan?” Salah satu pengawal istana yang memang tidak sempat memperhatikan keberadaan Vienna tadi karena terlalu fokus pada Hector, bertanya dengan wajah bingung.
“Gadis yang sudah menolongku dan pemilik syal ini.” Hector berkata sambil memegang ujung syal Hermes milik Vienna yang diikatkan ke tubuhnya.
“Ah….” Dengan wajah kebingungan pengawal tadi mendesah sambil memandang ke sekelilingnya, mencoba mencari gadis yang dimaksud oleh Hector, tapi sepanjang dia memandang memang ada beberapa gadis yang berlalu lalang di sekitar mereka, tapi tampak jelas bahwa para gadis itu bukan gadis yang dimaksud oleh Hector.
“Sepertinya gadis yang dimaksud oleh Yang Mulia, tadi langsung pergi begitu kami datang menemui Yang Mulia….” Pengawal pribadi Hector, yang sudah memastikan tidak ada orang lain yang bisa mendengar perkataan mereka langsung berkata kepada Hector dengan sikap hormatnya, dan kembali memanggil Hector dengan sebutan “yang mulia” yang memang merupakan putra mahkota Crownhill.
Mendengar perkataan Jackson, Hector yang sudah duduk di dalam mobil langsung menahan nafasnya sesaat, dengan wajah dingin yang tampak jelas di wajahnya.
Meski wajahnya terlihat dingin, tapi dalam hatinya, Hector merasa panas karena merasa begitu kehilangan saat menyadari Vienna yang tiba-tiba tidak lagi berada di sekitarnya.
Dan kepergian Vienna yang tiba-tiba setelah menolongnya tanpa mengucapkan kata perpisahan sepatah katapun, membuat Hector jadi berpikir negative terhadap Vienna.
Apa dia sengaja pergi dan ke depannya akan meminta balas budi kepadaku? Aku benar-benar penasaran dengan gadis itu. Apa benar dia tadi menolongku tanpa mengharapkan balasan apapun dariku?
Hector berkata dalam hati sambil sekali lagi berusaha mencari sosok Vienna di sekitar tempat itu, meeskipun hasilnya tetap nihil.
Hector yang terbiasa hidup di tengah-tengah medan pertempuran selama beberapa tahun ini sebagai orang yang diakui memiliki kemampuan jenius dalam memimpin departemen persenjataan dan pertahanan di negaranya karena keahliannnya dalam mengatur strategi perang dan mengenali serta menggunakan berbagai macam jenis senjata, memang dikenal dingin dan orang yang tidak mudah tersenyum apalagi menunjukkan sikap ramah pada seseorang.
Kehidupan Hector di militer yang cukup keras dan juga keberadaan beberapa orang yang dia tahu ingin merusak kehidupan keluarga istana Crowhill, membuatnya menjadi orang yang selalu bersikap waspada dan tidak mudah percaya dengan orang lain.
Aku tidak tahu pasti apa yang diinginkan oleh gadis itu. Lebih baik aku menunggu beberapa waktu ke depan, melihat perkembangan yang terjadi dan menunggu apa yang akan dilakukan gadis itu untuk meminta balasan padaku atas jasa besarnya sudah menyelamatkan seorang putra mahkota Crownhill.
Hector berkata dalam hati dengan hati yang terasa gamang, karena ada pertentangan besar dalam hatinya sekarang ini tentang sosok gadis yang sudah menolongnya tadi.
Di satu sisi, Hector merasa begitu takut kalau gadis itu adalah musuh yang sedang memerankan sosok penolong dan akan menusuknya sewaktu-waktu dari belakang.
Akan tetapi di sisi lain, Hector merasa begitu penasaran dengan gadis bermata hazel yang merupakan gadis pertama dalam hidupnya, yang tiba-tiba saja sanggup membuat dadanya berdebar-debar seperti orang gila dengan pikiran yang tidak terkendali, dan takut jika dia tidak swgera mencarinya gadis itu benar-benar akan menghilang dari dunianya.
“Yang Mulia… mungkin gadis itu adalah pihak musuh yang menyamar dan berbahaya….” Jackson menghentikan bicaranya karena tatapan dingin yang begitu menusuk dari Hector sedang diarahkan kepadanya, menunjukkan tanda secara tidak langsung bahwa Hector tidak suka mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Jackson tentang gadis cantik penolongnya itu, meskipun semenit sebelumnya, pikiran yang sama tentang Vienna di otak Hector, tidak ada bedanya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Jackson barusan.
“Bagaimanapun caranya dan dengan cara apapun, segera temukan info tentang gadis yang sudah menolongku tadi!” Perintah tegas dari Hector, langsung disambut dengan sebuah anggukan hormat dari Jackson, yang dalam otak encernya langsung memikirkan cara tercepat untuk bisa dapat segera menemukan info maupun keberadaan gadis yang dimaksudkan oleh Hector tadi.
“Jika kami sudah menemukannya, apakah kami harus membawanya ke hadapan Yang Mulia?” Jackson yang terbiasa dengan tugas seperti itu dan yakin bahwa dia akan bisa segera menyelesaikan tugas itu bertanya kepada Hector yang tampak mengernyitkan kening, berpikir sejenak.
“Tidak perlu. Aku hanya ingin tahu siapa dia dan ingin kalian mengamati gerak-geriknya agar kita bisa pastikan posisi dia sebagai kawan atau lawan kita. Kami secara otomatis pasti akan segera bertemu saat dia ingin aku mengucapkan terimakasih padanya.” Hector mengakhiri kata-katanya sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi mobil yang membawanya, sambil memejamkan matanya.
Shiii…iiitt.
Sebuah umpatan pendek timbul dalam hati Hector, karena begitu dia memejamkan matanya, di pikirannya langsung terbayang bagaimana indahnya mata hazel milik Vienna, dan juga manisnya bentuk bibir Vienna yang mungil, yang tadi sempat hanya berjarak beberapa mili dari bibirnya dan hampir membuatnya bergerak benar-benar mencium bibir mungil itu.
Jackson harus segera menemukan info tentang gadis itu atau aku akan mati karena penasaran dengannya.
Hector berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang, karena kembali merasakan sakit akibat tusukan di perutnya, yang tadi sempat dia lupakan karena sedang fokus terhadap sosok gadis yang menolongnya tadi.
“Tutup semua akses di rumah saakit ketika kita masuk nanti. Blokir semua wartawan atau siapapun yang berniat menyebarkan berita tentang terlukanya aku. Aku tidak mau ada orang yang tahu tentang kejadian hari ini sampai kita membabat habis semua anggota perusuh yang sudah menyerangku hari ini.” Hector kembali berkata sebelum akhirnya dia terdiam, menenangkan dirinya sampai dia benar-benar tiba di rumah sakit dan mendapatkan pertolongan dari dokter karena luka tusukan yang dialaminya.
# # # # # # #
Karena cukup banyak kehilangan darah dan harus menjalani operasi kecil karena luka tusukan itu, pada akhirnya Hector yang sebenarnya ingin langsung kembali ke istana dan menyelesaikan masalah gerombolan preman yang sudah menyerangnya saat dia sedang melakukan penyamaran penyelundupan senjata api, harus menginap di rumah sakit.
Begitu sadar dari tidurnya setelah menjalani operasi yang pertama dilakukan Hector adalah memegang area perutnya, tepat di tempat dimana dia ditusuk oleh pisau oleh salah satu preman yang menyerangnya.
Hector melakukan itu bukan karena dia curiga dokter tidak menangani lukanya dengan baik, tapi saat ini dia tiba-tiba teringat tentang syal Hermes yang sebelum operasi masih dengan setia terlilit di pinggangnya, tapi sekarang sudah tidak adalagi di sana.
Dengan tatapan mata menyelidik, mata Hector segera memutari sekeliling ruangan tempatnya dirawat, yang merupakan area khusus dengan kelas di atas VVIP, yang memang diperuntukkan oleh para keluarga istana Crownhill jika ada yang dirawat di tempat itu.
Sayangnya, seejauh mata Hector memandang, dia tidak berhasil menemukan syal Hermest milik gadis penolongnyaa itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Semoga syalnya tdk dibuang yaaa...Syal kenangan yg akan menghubungkan Vienna dan Hector
2024-01-23
2
Syifanya
makin kesini makin seru..
2024-01-07
4
Windy Veriyanti
Syal Hermes yang meninggalkan kenangan...
Hector bakal insomnia akut saking penasarannya sama keberadaan Vienna...
2024-01-06
3