Selain Hector akhirnya menyadari kalau selama beberapa waktu ini Vienna benar-benar tidak mengenalinya sebagai putra mahkota Crownhill, ada sedikit rasa bahagia terselip di hati Hector, begitu melihat bagaimana Vienna yang tampak dengan sikap tulusnya tadi menanyakan keadaan lukanya, menunjukkan kalau Vienna ternyata ingat dan perduli padanya.
“Ah… begini Putri Vienna….” Jackson yang mendengar perkataan Vienna sebelumnya, akhirnya berusaha menjelaskan tentang siapa Hector sebenarnya kepada Vienna agar Vienna tidak berlarut-larut dengan sikap santainya saat berhadapan dengan Hector sebagai putra mahkota Crownhill.
“Maaf Tuan, tolong panggil saja saya dengan sebutan Vienna, saya merasa lebih terbiasa dengan panggilan itu….” Vienna langsung memotong perkataan Jackson karena merasa tidak nyaman dengan Jackson yang memanggilnya dengan sebutan putri di depannya dan juga orang lain yang belum dikenalnya.
“Ah, tapi begini….” Jackson langsung menghentikan bicaranya begitu melihat mata Vienna yang terlihat melotot dan sedang menatap ke arah lain dan lagnsung bangkit dari duduknya, membuat Jackson ikut kaget dan akhirnya bersama Hector yang juga bingung dengan apa yang sedang dilihat oleh Vienna langsung mengarahkan mata mereka berdua, mengikuti kemana mata Vienna tertuju saat ini.
“Akhirnya… pelaku penusukan putra mahkota Hector Adrojan berhasil ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.” Kata-kata dari pembawa berita di televisi berukuran besar yang ada di dekat tempatnya duduk, tergantung di dekat meja kasir restoran itu, membuat mata Vienna terbeliak karena di layar televisi itu tampak menampilkan foto Hector dengan pakaian kebesarannya sebagai putra mahkota Crownhill yang didominasi dengan warna hitam dan emas.
“Berita terkini disampaikan oleh juru bicara istana tentang berhasilnya proses penangkapan para sekelompok orang yang terlibat dalam penyelundupan senjata illegal yang baisa melakukan transaksi mereka di pinggiran kota Louvrei. Masyarakat merasa bersyukur tidak terjadi hal buruk terhadap putra mahkota Hector Adrojan yang dikabarkan kondisinya sudah jauh lebih baik setelah para pengawal istana waktu itu berhasil segera membawanya ke rumah sakit.”
“Putra mahkota Hector dikabarkan sempat terluka setelah mengalami peristiwa pengejaran oleh para preman yang sengaja membuat putra mahkota Hector terpisah dari para pengawal istana.”
“Klarifikasi sudah diberikan oleh pihak istana bahwa putra mahkota Hector semapt terpisah dari para pengawal karena melakukan penyamaran untuk terjun sendiri menangkap para penyelundup itu, dan ada kecurigaan dimana para preman yang sempat melukai putra mahkota di tunggangi oleh orang lain dengan kekuatan besar yang mungkin memang sengaja menargetkan putra mahkota Hector.”
“Sampai sekarang penyelidikan tetap berlanjut, dan kita berharap, orang yang ada di balik kejadian ini bisa segera ditemukan dan ditangkap.”
“Sekian berita yang bisa kami sampaikan, berikut kutipan video yang diambil saat juru bicara istana memeberikan keterangan resminya. Kami berharap putra mahkota Hector segera pulih dan sehat kembali. Terimakasih untuk para pengawal istana yang sudah berjuang keras untuk menyelamatkan putra mahkota Hector Adrojan.”
Sembari mendengarkan pembawa berita it uterus menyampaikan kata-katanya, beberapa kali, Vienna tampak melirik ke arah Hector dan layar televisi secara bergantian, dan mencoba membandingkan antara gambar Hector yang ditampilkan di layar televisi dan laki-laki tampan yang sedang berdiri di depannya, dengan mata yang juga menatap ke arah layar televisi, dan memperhatikan berita yang disampaikan oleh pembawa berita.
Ya ampun… aku baru sadar sekarang kalau laki-laki yang aku temui malam itu di gang adalah putra mahkota Hector Adrojan. Tidak salah lagi! Mereka adalah orang yang sama.
Hah, sedari awal aku sudah merasa tidak asing dengan laki-laki itu ketika pertama kali bertemu dengannya, dan merasa pernah melihatnya di suatu tempat, tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau dia adalah yang mulia putra mahkota Hector Adrojan.
Vienna berkata dalam hati sambil terus mengingat-ingat dan membandingkan antara laki-laki yang ditemuinya di lorong malam itu, laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya saat ini, dan juga foto dan video dari sosok Hector Adrojan yagn ada di televisi saat ini, yang masih ditayangkan di televisi sembari penjelasan dari juru bicara istana terdengar dari arah layar televisi.
Astaga! Benar-benar celaka! Matilah aku.
Vienna langsung terpekik dalam hati begitu dia ingat malam itu dia yang bermaksud menolong Hector, dengan tidak sopannya duduk di pangkuan Hector, melingkarkan kedua lengannya di leher Hector, bahkan mendekatkan bibirnya ke bibir Hector, dimana jika salah satu dari mereka bergerak dengan tiba-tiba pasti secara otomatis akan membuat mereka saling berciuman tanpa bisa dihindari lagi.
Meskipun Vienna merasa beruntung saat itu dia tidak sampai benar-benar mencium bibir Hector, tapi tindakannya yang duduk di pangkuan Hector, memeluk lehernya, dan bahkan sempat berbicara dengan nada santai dan terkesan tidak hormat pada pada pria berkuasa itu, membuat dada Vienna berdetak keras dan tubuhnya tiba-tiba merasakan udara yang begitu dingin, dengan bulu kuduk yang berdiri karena itu, apalagi Hector dikenal sebagai pria yang dingin dan tidak sabaran meskipun ketampanannya membuat banyak wanita tergila-gila padanya.
Setelah ini… apakah aku akan dijebloskan ke dalam penjara karena dianggap sudah melecehkan yang mulia Hector?
Dengan menggigit bagian bawah bibirnya, Vienna berkata dalam hati dengan kepala sedikit tertunduk dan rasa khawatir serta takut berkecamuk dalam dadanya, khawatir bahwa kalau ada apa-apa dengannya, maka dia harus meninggalkan mamanya berjuang seorang diri, yang Vienna yakin, mamanya tidak akan sanggup melakukan hal seperti itu.
Sebagai seorang putri yang dibesarkan di Gracetian yang memiliki sistem monarki absolut seperti yang ada di kerajaan Crownhill juga, Vienna tahu bagaimana tunduknya setiap warga negara itu terhadap seorang raja atau putra mahkota di kerajaan tersebut, sehingga membuat Vienna harus menahan nafasnya saat mulai menebak-nebak apa yang akan dilakukan Hector kepadanya dan hukuman apa yang akan diterimanya karena sikap kurangajarnya pada Hector waktu itu.
“Se… selamat siang Yang Mulia Hector… maaf karena saya terlambat mengenali Yang Mulia….” Akhirnya, Vienna memberanikan diri untuk menyapa Hector dengan benar, dan memberikan salam penghormatannya kepada Hector yang langsung menoleh ke arah Vienna, cukup kaget dengan apa yang baru dilakukan Vienna.
“Eh… selamat siang….” Mau tidak mau Hector dengan sikap canggung membalas sapaan dari Vienna.
Hal itu membuat Jackson menatap ke arah Vienna dan Hector secara bergantian, dan dari situ Jackson bisa merasakan bagaimana kedua orang itu tampak begitu canggung satu sama lain.
“Karena Anda berdua secara tidak langsung sudah saling mengenal, bisakah kita duduk dengan nyaman untuk melanjutkan pembicaraan?” Jackson langsung berkata sambil menarik salah salah satu kursi agar diduduki oleh Hector, setelah itu dengan gerakan cepat Jackson mendekat ke arah Vienna dan melakukan hal yang sama, menyiapkan kursi untuk gadis cantik itu.
Dan itu membuat mau tidak mau, Vienna menarik nafas dalam-dalam sambil mengambil posisi duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Jackson untuknya, menyusul Hector yang sudah terlebih dahulu duduk dengan mata yang terus menatap Vienna tanpa henti, seperti tatapan seseorang yang begitu merindukan kekasih yang sangat dicintainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Susan Dewi Susanti
Terharu..
akhirnya ketemu.. ❤❤
2024-08-21
2
Aad
ho ho ho. akhirnya
2024-02-21
2
Sri Astuti
surprise banget Vienna ktm lagi dgn sang putra mahkota
2024-01-11
2