Mata Hector hanya bisa menatap Vienna dengan tatapan dan perasaan aneh karena melihat dirinya yang terluka, tatapan mata Vienna sebagai seorang gaids, justru tidak menunjukkan adanya rasa takut atau curiga kalau dia orang jahat, tapi justru terlihat khawatir.
Dan entah kenapa, tatapan mata yang menunjukkan rasa khawatir di mata hazel Vienna, seeolah berhasil membuat Hector terhipnotis, sehingga kata-kata dan umpatan kasar yang sudah dia siapkan di otaknya, untuk dilontarkan kepada Vienna agar gadis itu merasa terusir dan memutuskan untuk segera pergi, tehenti begitu saja di tenggorokan Hector dan tertahan di sana.
Bahkan bukan itu saja, entah darimana datangnya perasaan itu, melihat sikap Vienna yang tampak khawatir padanya, membuat Hector merasa senang dalam hati kecilnya, bahkan dalam hatinya mulai mengakui betapa cantiknya gadis berambut emas yang sedang berjongkok di samping tubuhnya yang mulai merasa semakin lemas itu.
Aku sepertinya benar-benar sudah gila! Kenapa aku bisa memiliki perasaan seperti ini terhadap gadis yang baru aku temui hari ini, dan tidak aku kenal sama sekali. Apa gadis ini adalah seorang penyihir?
Hector yang sedikit tersadar dengan sikap anehnya langsung mengomel dalam hati.
Sikap Vienna yang awalnya masih tampak diam tertegun melihat pada sosok laki-laki muda yang terluka itu, langsung berubah menjadi rasa kaget begitu melihat bagaimana diantara jari-jari tangan laki-laki yang sedang memegang perutnya itu tampak cairan kental berwarna merah yang mengalir diantara sela-sela jari-jari tersebut.
“Tuan… apa Anda baik-baik saja?” Bukannya menjauh pegi dengan wajah ketakutan, tapi dengan cepat Vienna mendekat dan berjongkok di depan laki-laki itu dan memandangi luka maupun wajah laki-laki itu secara bergantian, berusaha memikirkan dengan cepat apa yang bisa dia lakukan untuk membantu dan menolong laki-laki itu.
Dalam kondisi normal, gadis biasa pasti akan menjerit dan akan berlari menjauh jika melihat orang tidak dikenal terlihat terluka dengan tusukan seperti dirinya, tapi Vienna jelas-jelas tidak menunjukkan reaksi seperti itu sama sekali.
Secara normal kepada orang yang tidak dikenal pasti tidak mau mengambil resiko berada di dekat orang asing yang sedang terluka dan tidak jelas apakah dia orang baik-baik atau orang jahat.
“Ah….” Dengan sebuah desahan pelan dari bibir mungilnya, Vienna yang di bahunya tergantung sebuah tas langsung membuka resleting tasnya dan mencari syal Hermes miliknya yang biasanya memang dia bawa, terutama pada musim gugur seperti saat ini, karena angin bertiup cukup keras dan kadang membuatnya kedinginan.
(Syal adalah sepotong kain panjang yang dikenakan di atau di sekitar leher, bahu, atau kepala . Syal digunakan untuk kehangatan, perlindungan terhadap sinar matahari, kebersihan, fashion, alasan agama, atau untuk menunjukkan dukungan terhadap klub atau tim olahraga. Syal dapat dibuat dari bahan-bahan antara lain wol , linen , sutra , dan katun .
Syal telah dipakai sejak zaman kuno. [2] Pada tahun 1350 SM, di Mesir Kuno , Ratu Nefertiti dikatakan mengenakan jilbab yang ditenun rapat, dan patung Ashurnasirpal II dari abad ke-9 SM menggambarkan kaisar mengenakan selendang.
Pada tahun 500 SM di Athena, wanita mengenakan syal untuk meningkatkan pesona menggoda mereka; pada periode yang sama, wanita India memakainya dengan genit sebagai penutup kepala.
Pada masa pemerintahan Kaisar Tiongkok Cheng , dari tahun 259 hingga 210 SM, syal digunakan sebagai penanda militer untuk mengidentifikasi pangkat prajurit Tiongkok atau status mereka sebagai perwira; banyak Prajurit Terakota digambarkan memakainya.
Pada pertengahan abad ke-20, syal menjadi salah satu aksesoris pakaian paling serbaguna baik untuk pria maupun wanita. Thierry Hermès dari Hermès menciptakan syal sutra yang meniru model yang dikenakan tentara Napoleon dalam pertempuran. Hermes mulai membuat syal yang dirancang oleh beberapa nama besar di industri fashion dan musik di Hollywood. Hermes mengimpor sutra mentah dari Tiongkok yang dibuat menjadi kain berkualitas tinggi yang tahan lama dengan cetakan tangan; prosesnya melibatkan 43 layar untuk menghasilkan efek warna).
Tanpa berbicara sepatah katapun, Hector hanya memandangi Vienna dengan intens sambil tetap menahan sakit akibat tusukan di perutnya.
“Tuan… permisi… saya akan gunakan syal ini untuk mengikat luka Tuan agar tidak semakin dalam dan berdarah. Saya akan membantu Tuan untuk pergi ke rumah sakit terdekat setelah ini….” Vienna berkata sambil menggerakkan tangannya dengan cepat, berusaha mengikatkan syal mahal miliknya untuk menutup sekaligus menekan luka di tubuh Hector yang seperti kerbau dicocok hidungnya hanya terdiam sambil mengamati setiap gerakan yang dilakukan Vienna untuknya.
Gadis ini… bahkan tanpa ragu memberikan syal Hermesnya hanya untuk membantu mengatasi luka tusukku, padahal dia tidak mengenal siapa aku. Atau jagnan-jangan… dia sengaja berpura-pura baik padaku karena tahu siapa aku?
Hector berkata dalam hati sambil menatap ke arah Vienna dengan tatapan menyelidik.
“Nona… kenapa Nona menolong saya? Apa Nona tidak takut dengan saya? Apa Nona mengenal saya?” Pertanyaan Hector, membuat Vienna mengernyitkan dahinya, menatap laki-laki itu dan sempat menghentikan gerakan tangannya yagn sedang mengikat syalnya di tubuh Hector, lalu menarik nafas panjang sebelum akhirnya kembali fokus pada apa yang dikerjakannya tadi.
“Memangnya harus orang yang dikenal yang membuat kita membantu orang lain? Lagipula, kalaupun Anda orang jahat, setelah ini saya berharap Anda selamat dan tidak lagi menjadi orang jahat. Bagi saya itu sudah cukup.” Kata-kata Vienna dengan wajah dan sikapnya yang tulus membuat Hector menahan nafasnya, karena dia bisa melihat bagaimana Vienna bukanlah orang yang terliaht licik dan memiliki pamrih saat menolongnya.
“Malam ini kita harus bisa menangkap dan membawanya ke depan bos!”
“Jangan sampai dia berhasil melarikan diri!”
“Dia sedang terluka! Dia pasti belum jauh dan masih ada di sekitar tempat ini!”
“Cepat periksa gang itu!”
Suara-suara teriakan dari orang yang sedang mengejar dan mencari keberadaan Hector, membuat tangan Vienna yang baru selesai mengikatkan syalnya pada tubuh Hector tampak sedikit bergetar.
Bohong jika Vienna tidak takut mengetahui banyaknya orang bersenjata tajam yang sedang mengejar laki-laki di depannya ini dan pastinya salah satu dari mereka yang sudah memberikan luka pada tubuhnya.
Apalagi, Vienna bukanlah gadis yang memiliki kemampuan beladiri, hanya seorang gadis biasa yang meskipun tidak suka ikut campur urusan orang lain, paling tidak tahan jika melihat ada orang lain menderita, dan orang ayng akan dengan senang hati membantu saat ada seseorang yang memohon bantuan padanya.
Akan tetapi, rasa perikemanusiaan dalam diri Vienna yang memang merupakan orang yang tidak tegaan membuat Vienna tidak bisa jika dia harus meninggalkan laki-laki yang terluka itu ditemukan oleh para pengejarnya, yang Vienna yakin dari penampilan dan tampang mereka, yang sempat dilihat Vienna sekilas tadi, bukanlah orang baik-baik.
“Tuan, maaf… mungkin ini akan terasa tidak nyaman bagi Anda, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantu Tuan….” Vienna berkata dan tanpa disangka-sangka oleh Hector, gadis itu tiba-tiba melangkahkan kakinya, membuat kedua kaki Hector yang sedang berselonjor ada diantara kedua kaki Vienna yang tiba-tiba berlutut tepat di hadapan Hector, dan Vienna mendekatkan wajahnya ke wajah Hector yang tampak terbeliak kaget melihat apa yang sedang dilakukan oleh Vienna sekarang ini padanya, yang jujur saja membuat dada Hector berdetak dengan kencang, suatu hal yang belum pernah terjadi saat Hector berdekatan dengan gadis manapun selama ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 249 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Org2 yg mengejar Hector klo melihat apa yg dilakukan oleh Vienna pd Hector pasti menyangka klo mrk hanyalah pasangan kekasih yg sedang bermesraan..🤭🤭
2024-01-23
3
Syifanya
pertemuan yg memang sangat mengesankan dan takkan terlupakan
2024-01-07
4
Sri Astuti
Hector beruntung bertemu Viena yg penuh empati..
2024-01-06
4