Episode 20: Masa lalu

Satu tahun yang lalu.

23 Mei 2022, Pasuruan, Jawa Timur.

Pov Caca

Hari dimana aku bertemu denganmu. Aku sudah sejak lama ingin memainkan permainan ini. Namun, aku kekurangan uang. JAdi, aku selalu menabung setiap hari. Bekerja keras entah apapun yang aku lakukan yang terpenting mendapatkan uang. kecuali hal negatif.

Aku duduk di sebuah kursi yang dimana kata teman-temanku itu tempat untuk mendapatkan droid. Aku membayar mahal untuk hal ini.

"Mbak Caca sudah siap?" Kata pria yang mengenakan jas. Pria itu seperti karyawan perusahaan Tencent.

Aku mengangguk, ku sandarkan punggung ku ke kursi itu agar rileks. Memang hari ini aku sangat gugup dan bahagia menjadi satu. Entah, apa rasanya.

Pria itu kemudian memasang alat seperti helm ke kepalaku, terdapat kabel panjang mengarah ke komputer pada helm itu, "Mbak caca nanti rileks saja ya, dan pikirkan apa yang mbak Caca suka, " Kata pria itu tersenyum, kemudian meninggalkan ku.

"Oke, segera aktifkan pembuatan droidnya, " Perintah pria itu ke orang-orang yang ada di dlaam ruangan. Mereka semua langsung menuruti perkataan pria berjas itu.

Kepalaku terasa berat, dan tiba-tiba muncul rasa kantuk. Aku pun langsung memejamkan mata.

"Euhm.. " Aku kemudian merasa seperti tenggelam kedalam lautan, tubuhku terjatuh kedalam air semakin dalam. Aku perlahan membuka mataku, terdapat cahaya  yang bersinar. Ku melihat banyak sekali ikan-ikan yang berenang lalu lalang di atas.

Aku hanya merasa lemas pada saat itu, entah kenapa aku tidak dapat menggerakkan tubuhku.

"Caca..." 

Muncul gema suara entah dari mana. Suara itu terus menerus muncul, "Siapa?" Tanya ku lirih.

Seketika tubuhku seperti diangkat menuju ke permukaan, aku menoleh pelan kebelakang agak kaget, "Hahh..??"

Sebuah putri duyung, berambut hijau berekor warna biru serta memakai gaun panjang. Sorot matanya seakan tersenyum kearah ku.

Saat aku diangkat ke permukaan, tiba-tiba aku tidak terjatuh lagi ke dalam air. Tubuhku menyentuh air tapi tidak tenggelam.

"Caca.."

Duyung itu mengguncang badanku. Entah apa yang terjadi sepertinya dia khawatir kepadaku. Aku beranjak kemudian duduk sila menatap nya.

"Caca.. "

Katanya terus memanggil namaku, "Ya?" Aku menjawab panggilannya, dia kemudian mengeluarkan tongkat kecapi magis berwarna kuning.

"Caca.."

"Kau mau memainkan sebuah musik untukku?" Tanya ku bengong.

Duyung itu hanya mengangguk. Ia kemudian memainkan kecapinya sambil bernyanyi. Seketika dia melayang, aku hanya tercengang melihatnya. Suara nya yang sangat indah masuk kedalam telingaku. Mataku berbinar mendengar dan melihat penampilannya.

"Laaa.... Hemm... Laaa.."

Ikan-ikan dari dalam laut langsung terbang berenang keatas permukaan mengitari duyung tersebut. Sungguh ini seperti mimpi. Namun, terlihat seperti asli bagiku.

"Siren.. Namaku, " Kata Duyung itu, memperkenalkan diri. Ia kemudian memainkan senar terakhir, muncul pelangi yang sangat indah.

Aku tidak sadar air mata membasahi kedua pipiku, betapa indahnya melodi dan penampilannya.

Wung...

Muncul cahaya yang sangat terang, aku sampai memejamkan mataku.

"Hah.." Aku terbangun terkejut berada di ruangan tadi.

"Gimana perjalanannya mbak Caca? Ini droidmu, Siren, " Pria itu kemudian memberikan tabung droid yang didalamnya terdapat sperti action figur Siren.

Pria itu kemudianmembantuku melepas helm di kepalaku, Aku mengambil tabung droid milik Siren.

"Jika ingin mendapatkan kartu skill, anda harus sering-sering mengikuti pertandingan untuk meningkatkan Exp dan kedekatan/Bond terhadap droid."

Aku mengangguk dan mengucapkan banyak terimakasih. Lalu, meninggalkan tempat tersebut.

"Siren... Akhirnya, kau adalah droid milikku, " Batin Caca sambil tersenyum melihat tabung droidnya.

30 Juni 2022

Ini pertandingan yang sudah ku lalui beberapa kali, "Kartu skill aktif, Anthemusa!!" Kataku sambil menghentakkan kartu dengan kasar kearah dek.

"Yeay, pemenangnya adalah Caca!!" Kata pembawa acara. Semua sorak penonton mendukung ku.

Aku pulang dengan perasaan yang sangat bahagia, di tengah-tengah perjalanan menuju pulang. Ponsel ku berdering. Aku melihat kearah dari dinding ponsel dan mendapatkan panggilan dari Ayah. Langsung saja ku angkat dan mengira ayah akan menanyakan pertandinganku.

"Halo Yah. Apa ayah melihat pertandinganku?"

"DASAR ANAK ENGGAK TAU DI UNTUNG!!! LO BELI MAINAN BODOH ITU BUAT APAAA?!?!?!? LAGI PULA DIA JUGA GABISA NGEHASILIN APAPUN BUAT KITAA!!! SEKARANG CEPET PULANG!! " bentak ayahku dari balik telepon. Hatiku langsung hancur saat mendapati perkataan ayah yang sekasar itu.

Sedari kecil memang aku hidup pada lingkungan keluarga yang toxic. Makanya, aku bekerja keras untuk membeli apapun yang aku mau dengan uang ku sendiri.

Aku melangkah dengan hati yang remuk, aku menahan air mata. Ku pikir, saat bermain droid war dapat membahagiakan orang tua ku. Malahan, aku yang menyiksa mereka.

***

Aku sampai di depan pintu rumah, muncul rasa takut yang menyelimutiku membuat tidak ingin membuka pintu. Tapi, aku tetap membuka pintu itu. Mendapati ayah yang tengah duduk dengan ekspresi wajah serius dan ibuku yang tengah duduk sambil menundukkan kepalanya takut. Di meja, terdapat struk pembayaran ku kepada Tencent untuk membuat droid.

"Aku..pulang, " Kataku lemas.

"MANA PERMAINAN BODOH MU ITU!!!" Langsung saja suara ayahku menggelegar serasa jendela rumah akan pecah.

Aku dengan gemetar memberikan tabung droid Sirenoid ke ayahku.Ayahku langsung mengambil paksa dan membanting tabung droid itu tepat di hadapanku. Entah mengapa aku langsung tertegun melihatnya.

Jantungku seperti dtumbuk beberapa kali. Sakit rasanya. Ibuku langsung menghampiri ku dan memelukku menenangkanku sambil mengelus belakang kepalaku. Aku menahan air mata ku.

"GAUSAH MAIN SAMPAH KAYAK GINI LAG!!!!"

Aku menahan tangis, mataku mulai berkaca-laca. entah bagaimana rasanya untuk mengungkapkan perasaanku. Aku hanya menatap tabung droid milik SIren yang tetap utuh tanpa rusak sedikitpun. Walaupun begitu, tetap saja aku  sakit hati.

Ayah langsung masuk kedalam ruangannya.

Sejak saat itu.. Aku mengurung niat untuk bermain droid war. Selama beberapa bulan, hingga ayahku telah meninggal dunia. Aku tau dia jahat kepadaku. Tapi, tetap saja dia ayahku sendiri kan?

Bulan terus berlalu, hingga seminggu sebelum turnamen ibuku jatuh sakit. Ia haru smendapat perawatan khusus. Ibuku mengidap penyakit abses otak. Yaitu, sekumpulan nanah yang berkembang di otak karena adanya infeksi.

"Mainlah droid war lagi, " lirih sang ibu sambil mengelus kepala sang anak gadisnya.

"Bu.. Tapi--"

"Ibu mengizinkanmu. Walau dulu, ayah mu sangat begitu membencinya.."

Aku hanya berdiam, lalu bernajak dari kursi. Aku menarik nafas dalam, "Ya.." Kataku hanya itu saja yang dapat kuucapkan. Meskipun banyak sekali ha yang aku ingin ucapkan. Ibuku hanya tersenyum. Kemudian perawat menghampiriku dan menyuruhku untuk kelaur karena ibu harus di periksa lagi.

Aku keluar dan berjalan-jalan saja di taman. Aku melihat ada dua orang yanng tengah bermain droid disana, "Ahh..jadi kangen.." Batinku.

Aku mendongakkan kepalaku menatap langit yang biru itu. Sambil menikmati hembusan angin yang segar.

"Droid war..."

-Bersambung-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!