DI warung pecel lele tepatnya di Surabaya. Ada dua orang yang tengah membicarakan sesuatu, mereka membicarakan tentang permainan Droid War yang telah diluncurkan Tencent Games. Terdapat keanehan saat tiba-tiba perusahaan tencent mengadakan turnamen.
"Droid war. Permainan itu sepertinya sangat membahayakan. Aku mendengar pada berita ada beberapa orang menghilang saat tengah malam seminggu sebelum turnamen di laksanakan, " Kata Ozi. Pekerjaannya sebagai polisi sebagai detektif. Dan rekan bicaranya Pak Rahmat, ketua dari tim penyelidik.
"Halah, gausah ngaco lu Ji.." Kata Pak Rahmat, wajahnya tertutup asap yang mengepul keluar dari mulutnya, sambil tangannya memegang batang rokok yang terbakar setengah.
"Hadeh... Tapi pak, bapak ga mendengar di berita? Ada satu lagi anak laki-laki kira-kira usianya 19 tahun. Dia baru aja masuk televisi pas menang turnamen Droid War tiba-tiba menghilang, " Oji langasung memperlihatkan ponselnya yang berisi tentang berita menghilangnya anak di Jakarta pada dinding ponselnya.
"Dia ada sangkut pautnya sama game Droid War sih. Tapi, kita gaada bukti yang kuat buat langsung menangkap pihak Tencent. Bagaimanapun juga, reputasi mereka sungguh sangat sempurna di mata publik."
Oji langsung terdiam mendengar perkataan pak Rahmat, ia menatap kearah Gedung megah pencakar langit yang bertuliskan 'Tencent Games' yang snagat besar.
"Kalau kita mau menyelidiki tentang hal ini, bapak punya asisten buat nemenin kamu kerja. Pika namanya, " pak Rahmat menghisap rokoknya lagi sebentar, lalu melepas dan muncul asap dari dalam mulutnya keluar
"Kok cewek?"
"Dia anggota baru. Jadi, bapak pengen liat kemampuan dia."
"Dih, sama cowok aja loh pak."
"Udah, lo jomblo kan? "
Oji mengangguk, " Nah sip, kebetulan dia juga jomblo, jadi srepet aja."
Oji menjatuhkan rahangnya kaget. Agak laen emang pemikiran pak rahmat itu, Oji berpikir sejenak lalu menerima tawaran pak Rahmat sambil senyum-senyum seneng. Stress ketemu tolol jadi satulah ya kayak gini.
***
Bagas tengah berjalan dengan droidnya mencari kunci, sisa 2 lagi, dan ia Bersama kelompoknya yang terpencar akan segera masuk ke babak selanjutnya
"Putri Diao Chan, aku tahu kita sepertinya akan kalah di turnamen kali ini. Tapi, aku tidak akan menyerah. Meskipun lawan ku ada Yura, Ella, dan Arga. Demi ibu, aku tidak akan menyerah dan berjuang hingga batas terakhir ku."
"Tuan muda, Diao chan akan selalu berada di sisi tuan. Diao chan akan selalu berperang dengan tuan muda. DIao Chan tidak akan meninggalkan tuan muda.."
BAgas tersenyum manais, ia kemudian membuka peta digitalnya. Terdapat titik berwarna merah yang mendekat kearahnya, titik itu bergerak dengan sangat cepat. Muncullah 3 orang dari balik labirin sambil berlari, mereka Caca, Emyrza dan Citra. Mereka bertiga menaiki droid milik Emyrza, Sphinx namanya.
Sphinx makhluk mitologi Yunani dan Mesir dengan tubuh singa memiliki sayap dan kepala wanita cantik.
"Sial.. Kita bertemu droid mitologi.."
"Cit, Ca. Lo berdua mencar aja, biarin gue ngelawan dia. Oke?"
"Sipaling lu, Emy.. Ayo deh CIt.." Caca langsung mengajak citra lari.
Mereka berdua lari atas perintah Emyrza, kini tinggal Emyrza dan Bagas dengan droid mereka, Diao chan dan Sphinx.
"Lo punya berapa kunci?" Tanya Emyrza dengan pasang wajah sok nantangin.
"9, lo berapa?"
"Cuma satu gue hahahhah"
"LAH LU DARI TADI NGAPAIN MEK!!!"
"Main lah, kan ini tempatnya.."
"Udah deh, gue mau serius sama lu.."
"DIh. Najis, ogah gue sama lu."
"TANDING WOY BUKAN TENTANG HUBUNGAN!!!"
"Ohhh... Bilang dong dari tadi."
Bagas menepuk jidatnya, 'nih cewek tolol apa gimana' batinnya.
"Udah deh gausah basa-basi lagi. Diao chan... serang!!"
Diao Chan mengeluarkan cambuk rantainya, Ia melompat dengan indah sambil menari-nari diudara dengan cambuknya, muncul siluet bulan dan bunga-bunga disekeliling Diao Chan, Sphinx menatap serius kearah Diao chan. Ia kira itu adalah jebakan.
"Hiya.. " Sphinx terbang dan hendak mencakar Diao chan.
Ctas...
Diao chan langsung menangkis serangan Sphinx, ia melakukan backfli dengan cambuk yang menyerang serangan Sphinx. Gerakannya sungguh indah sekali.
Diao chan mendarat dengan anggun, ia mengelus cambuknya dari atas hingga bawah dengan tangan kirinya dan tangannya memegang cambuk.
"Droid mu, lincah juga ya.."
"Sphinx juga termasuk karakter tercepat."
EMyrza senyum miring, ia mengeluarkan kartu skill, "Kartu skil aktif,Earth power.."
Muncul aura berwarna coklat pada tubuh Sphinx, kekuatannya menambah. Ia menyerap seluruh kekuatan dari bumi.
"Diao chan.." Bagas mengode dengan menganggukkan kepalanya. Diao chan merasa paham. Ia langsung melesat maju, "Hiyaaa.."
"Kartu skill aktif, biance huoyan (Cambuk api) "
Seketika cambuk rantai milik Diao chan mengeluarkan api yang snagat panas. Dicambukkan cambuk rantai berapi itu pada tubuh Sphinx.
Tidak seberjalan mulus itu, Sphinx berhasil menghindari serangan dari Diao Chan. Kini Sphinx maju dengan cakarnya.
Crakkk
Blar..
Bagas mengaktifkan kekuatan asli cambuk api milik Diao chan menjadi baozhawu bian (cambuk peledak)
Saat Sphinx menyerang kearah Diao chan, segera Diao chan melindungi dirinya dengan cambuk miliknya, dan saat di sentuh oleh Sphinx. Cambuk itu langsung meledak.
Hp milik Sphinx berkurang menjadi 75% Serangannya cukup mengejutkan.
"Untung saja tuan muda menyelamatkanku..." Diao Chan menghela nafas lega, ia mengelus dada.
"Diao Chan, kita harus menyerangnya, sebelum EMyrza melakukan sesuatu terhadap droidnya.."
"Siap.."
Diao Chan melesat maju lagi dengan cambuk rantai yang dapat meledak jika menyentuh musuh, "Sphinx menghindar!!"
Wush..
Sphinx terbang menjauh-----menghindari serangan dari Diao Chan. Dengan sayap nya Sphinx dapat leluasa menghindar dan menyerang.
" Diao Chan, pergantian elemen ke angina, Biance Xinyuan ( cambuk angin ) "
Diao Cha langsung menari-nari berputar, tangannya diatas kepalanya layaknya berputar-putar layaknya ballerina, muncul kelopak bunga beterbangan menuju kearahnya memutari seluruh tubuhnya.
Sphinx yang tengah terbang diudara merasa tubuhnya tertarik oleh kekuatan angina milik Diao Chan, "AGHhh.."
"Kartu skill aktif, Puzzle of death!!" Segera Emyrza meletakkan kartu skill andalannya ke dek miliknya.
Mata Sphinx langsung memancarkan cahaya berwarna merah, seluruh efek kertu skill lawan dihentikan, Muncul balok bangunan dari bawah tanah. Sphinx kemudian duduk dan mendarat disana.
"K-kekuatan macam apa ini..." Bagas begidik ngeri saat melihat kekuatan sang Sphinx yang menurutnya begitu ngeri dan memang sih Ngeri banget. Suasana semakin mencekam, DIao chan mengernyit heran pada kekuatan Sphinx. Bagas dan Diao chan belum pernah bertemu dengan droid berekuatan aneh dari pertandingan – pertandingan mereka sebelumnya.
Tiba-tiba area sekitar berubah agak gelap. Kini Sphinx layaknya hakim yang akan menentukan hukuman mati atau hidup pada Diao chan.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments