*
*
*
"David mana?" Tanya Risa ke Aji yang tengah duduk di kursi ruangan. Rauangannya buat semua player yang lolos sih. Banyak banget suara disana.
"Gatau gue. Gue dari tadi main hp, " Kata Aji sambil ngemil snack, ia ngeliat daftar-daftar droid dari web Tencent.
Risa mendengus kesal, ia kemudian duduk disamping Aji. Memang turnamen akan diselenggarakan besok, dan itu membutuhkan wkatu sangat lama utuk selesai. Karena, mereka harus menjadi yang bertahan dalam satu arena.
"Huh, gue gayakin bisa menang ngelawan tuh cewek, " Kata Risa dengan nada lesu sambil menatap kearah Tasya yang tengah mengobrol dengan Arga.
"Siapa?" Aji melirik mengikuti pandangan Risa mengarah ke Tasya, " Toh juga bisa kita lawan bareng."
"Ya sih..."
***
Mereka berdua tengah mengobrol santai di toilet mengenai mata Keyla, "Gue gatau kalau ada pola warna bintang di mata gue...Gue baru aja nyadarnya sekarang.
"Aneh."
Keyla menatap tajam kearah David. David melihat kearah bawah hingga atast tubuh Keyla, tidak mendapati tabung droid sama sekali.
"Baram kemana?"
"Gue juga gatau, tiba-tiba pas gue bangun. Baram itu langsung hilang. Entah, dia kemana deh."
Tiba-tiba saja Arga masuk kedalam toilet, "Lagi ngobrol apa kok serius banget?" Tanya nya sambil mencuci kedua tangannya di wastafel.
"Emh.. Cuman ngobrol biasa aja.."
"Ohh, " Arga lalu mengibaskan kedua tangannya ke wastafel, Ia berkacak pinggang, "Besok siapin diri kalian ya, gue tunggu di final."
"Ya.."
David dan Keyla hanya menatap aneh pria itu itba-tiba sok asik, "Lo kenal dia Keyla?" Tanya David
"Dia kan setim sama aku sama-sama tim 1. Yang pertamakali lolos."
"Ohh.."
Setelah selesai mengobrol David beranjak pergi, Ia kemudian keluar dari toilet. Keyla hanya berdiam disana, menatap dirinya sendiri pada cermin, "Mata gue.." Keyla memperhatikan matanya itu yang terdapat pola bintang. Muncul ingatan dalam pikirannya tentang Baram
Entah kemana hilangnya droid itu masih menjadi misteri oleh Keyla, Tidak lama kemudian pintu toilet dibuka oleh David dengan pakaian yang bau busuk dan basah semua.
"Ewhh baunya..."
"Aji gajelas banget cok. Gue masak disiram sama air selokan."
David lalu melepas jas dan kaosnya, kini ia telanjang dada, "Biar gue cuci, " Keyla segera mengambil pakaian kotor milik David.
Tubuh David yang agak bertto tuh terlihat jelas, tapi Keyla ga kegoda ya teman-teman karena ya gitu cuman temen, "Lo ga kedinginan gitu gapakek baju?"
"Tenang, cuci aja tuh.."
"Ini keringnya bakal lama, gue tanya lo ga kedinginan ga pake baju kayak gitu?"
David menghela nafas capek, "Iya.. iya gue kedinginan, " David langsung melipat tangannya di depan dada.
Keyla segera melepas hoodie berwarna putih bergambar kucing. Keyla pakek daleman kaos kok guys jadi tenang aja.
"Nih, pakek aja." Keyla memberikan hoodienya ke David.
"Gausah. Biar gue cuci aja sambil nunggu kering disini."
"Pakek.." Keyla memaksa
Kalau sudah begini, David harus nerima aja sih. Lagan Keyla juga minjamin paai hati, "Yaudah, yaudah."
David melepas kaos hitam polosnya dan diganti dengan hoodie milik Keyla, "XIXIIX cakep.." Keyla menunjukkan dua jempol.
David nyengir dipuji.
"Kalau gitu. Jas sama kaosnya biar gue cuci. Ya?" Keyla mengambil jas dan kaos hitam David.
"Dahlah, istri idaman ini mah."
"APASIH.." Muka Keyla langsung memerah dan ia menghidupkan kran wastafel, air langsung mengalir dari tempat itu.
Keyla mengucek pakaian David, pakai sabun tangan. Minim sabun sih, yakali harus beli dulu.
David menatap kearah Keyla dalam, ia suka tersenyum-tersenyum saat melihat wajah Keyla. Keyla tetao melanjutkan aksi mencuci pakaian David.
"Liatin apa sih?" Keyla melirik.
"Liatin lo. Cakep bangetsih, EMUACH" David mendekatkan bibirnya kearah pipi Keyla, Keyla yang mendapati ciuman dari David sontak terpaku.
"ALAH TAI.." Keyla mengusap bekas kecupan David kasar. Setelah mencuci dikeringkan tuh pakaiannya dengan pengering tangan di toilet.
David membuka kran air,"Keyla.." Panggilnya. Saat Keyla menoleh, David langsung menciprati air kearah Keyla.
Keyla langsung berusaha menghindari cipratan air David, "Kekanakan banget lo anjing."
David terus menerus menciprati Keyla. Keyla langsung menaruh pakaian David di wastafel dan ia masuk kedalam tempat wc duduk.
"Keyla??"
"HIYAAA!!!" Keyla keluar-keluarnya membawa jet shower dan langsung disemprotkan tuh banyak air kearah David.
Taw mereka mengisi ruangan toilet hingga, Bayu, Galih, dan reva menguping saat mendengar suara tawa tersebut.
"Itu suara Keyla gak sih?" Tanya Bayu
"Mirip, tapi emang dia?"
"YAudah bukak aja, gas yok?" Celetuk Galih dengan idenya. GAlih langsung sontak membuka pintu toilet, mendapati Keyla dan David tengah basah-basahan bermain air.
Keyla dan David langsung menghentikan aksi nya, mereka berdua cengo kayak kaming congek ngeliat Bayu, Reva, dan Galih di ambang pintu toilet.
Srashh..
Keyla menekan jet showernya lagi dna menyirma kearah David, "EHH.." David yang lelet gabisa ngehindar.
***
Keyla dan David kemudian keluar dari tempat kumpulan player dan mereka mencoba jalan-jalan di Surabaya, suasana malam yang indah, bahkan angina yang berhembus ini terasa segar bukan dingin.
"Keyla... Lo kangen ke gue nggak?"
"G-gue??? Entahlah."
"Tega banget lu. Gue aja kangen banget sama lo."
"Gak gituuuuu, Dengerin dulu napa."
"Oke..oke.. lanjut."
"Gue tiba-tiba ga inget kejadian pas gue pulang dari rumah lo. Gue ngerasa tidur panjang bangethingga hari ini, gue ngerasa baru bangun."
David mengernyit heran, walaupun tidak mengetahui apa yang terjadi pada Keyla. Ia juga tetap khawatir. Bagaimana bisa ada orang yang tidur seminggu, pikirnya David.
David mengusap tengkuk Keyla, "Hihh.." Keyla bergidik geli, "Heh, gausah macem-macem yaaa, " Tangan Keyla menunjuk kearah David, ia menjauhkan badannya.
"Heh.. lo bisa geli juga ternyata.. SINI LUU!!!" David segera menyerang tubuh Keyla dengen menggelitiki perutnya.
"HEHHE" Keyla yang berusaha kabur sambil ketawa-ketiwi gara-gara David. Agak laen emang pria satu ini.
Malam itu sungguh malam penuh kenangan terindah Keyla dan David. Canda, dan tawa yang mereka belum lakukan selama berada di Jakarta, kini bisa di lakukan di Surabaya. Walaupun mereka bertemu hanya di turnamen.
Kenangan itu membekas pada benak David. Ia duduk memandangi langit dan disampingnya Keyla yang tengah tertidur di bahunya, sambil memeluk boneka kucing pemberian David. David menoleh kearah Keyla dan tersenyum, " Temen gue udah kayak kebo banget dah.. Dimana-mana turu.. "
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments