Pagi itu, Keyla langsung bergegas. Ia bersiap mandi kemudian sarapan. Setelah melakukan rutinitas pagi harinya, Keyla pergi ke kamarnya. Ia menyalakan ponselnya dan mengirimi David sebuah pesan.
Keyla: Piiiiiidddddd ayoooo jalaannnn!!!!
Belum ada jawaban dari David. Mungkin masih tidur atau memang sengaja tidak di balas, "Aneh, biasanya selalu fast respon.. Apa... Gue samperin aja kali ya?" Keyla mengide kemudian berjalan keluar kamar. Tidak lupa berpamitan ke ibunya.
Keyla menaiki sepeda kayuh menuju rumah David, sepeda kayuh berwarna biru dengan ranjang besi di depannya, serta ada tempat boncengan di belakang.
"LAlalalalal~~~" Keyla bernyanyi sambal mengayuh sepda, menikmatii hembusan angina pagi yang segar. Ia kemudian menoleh kesamping karena banyak kerumunan warga disana. Segera Keyla memberhentikan sepedanya dan melihat dari kejauhan.
"Itu apaan?"
Keyla menyipitkan matanya. Udah sipit makin sipit...
Terdapat toko eskrim yang baru buka, jadi gratis hanya satu hari. Gak heran juga banyak warga yang berkumpul.
"Tapi, rame. Beli di indoapril aja deh, " Mengalihkan pandangannya ke depan dan mengayuh sepeda nya lagi.
***
David yang sedari tadi tidak merespon pesan Keyla, ia akan bersiap kembali kerumahnya, di Yogyakarta. Ia berkemas-kemas memasukkan barang-barangnya ke koper dan tas punggung nya.
"Huh..." David menghela nafas dan menyalakan ponselnya. Ada pesan dari Keyla. Namun, dia tidak membalasnya. Ia malah membuka postingan Instagram Tencent, "HAdiah 20 juta, diselenggarain di Surabaya, ya? Minggu depan."
David mematikan ponselnya lalu sambung mengemasi barang-barangnya. Ia udah pesen tiket online di travelburung. Jujur, dia gapengen banget ninggalin Keyla sendirian.
Tidak lama kemudian Keyla membuka pintu ruangan David, "Pid.."
David menoleh setelah telinganya menangkap suara yang sepertinya dia kenal. Ia sedikit terkejut melihat Ry ada di hadapannya dengan memakai hoodie oversize warna putih dan celana pendek berwarna putih.
"Keyla? Lo ngapain disini?" David ngeliat penampilan Keyla dari bawah sampai atas. Ia malah salah fokus dengan paha mulus tanpa bulu dan putih milik Keyla. David sontak menelan ludah kasar.
"L-lo mau kemana?"
"Mau pulang lah..Kemana lagi?"
Keyla mendekat kearah David. Memeluknya erat, "Lo mau ninggalin gue gara-gara kemarin kan?" Kata Keyla tidak jelas, wajahnya bersembunyi di bahu David. David kemudian membalas pelukan tersebut.
"Hmm? Ya mana mungkin lah Keyla... Gue pindah ya udah waktunya pulang kalik. Kan, ini bukan rumah gue, " David memegang kepala Keyla dan menghadapkannya untuk menatap wajahnya.
"Soalnya lu kemarin---------"
"Hah? Kita cuma sahabat gausah ngelebih-lebihin deh.." David menatap aneh kearah Keyla.
Keyla langsung lepas dari pelukan David. Ia membersihkan bajunya kayak ngebersihin debu, "OHh.."
"Sombong lu njay sekarang.. Jadi panggil bubub gak nih?"
"Taik lu..."
Katanya bestie tapi kok udah cium pipi. Dasar aneh.
Keyla kemudian membantu David mengemasi barang-barangnya. David kemudian melempar kolor miliknya kearah muka Keyla.
Plok..
"WOII ANJING!!!"
David langsung ketawa sambil lari muter-muter kamar dari kejaran Keyla yang udah kayak orang kesurupan bawa kolor orang lain.
"PId...!!!!"
"HAHAHHA IYA IYA MAAAF.."
David dilempar kolor nya sendiri. Membuat sang empu berekspresi kayak orang ga niat hidup. Mereka kemudian serius memang gak sih persahabatan selalu kayak gini? Atau menurut gue aja ya??
Bu Aisyah membuka pintu kamar sambil membawa nampan berisi es teh segar, "NIh, minum tehnya. Kalian kalo ketemu udah kayak tom and jerry aja.." Ejek bu Aisyah.
"Hehe, Davidnya nih loh bi.. Ngelemparin muka Keyla pakek kolornya. Kan jijik banget."
Seketika bu Aisyah terkekeh mendengar perkataan Keyla, Segera bu Aisyah pergi tak lupa juga menutup pintu rapat.
Keyla menatap kearah David dan langsung memutar bola mata malas, " Sok cool lu. Nih.." David kembali melempar kolor biru ke mukanya.
"Byah.."
Keyla membalas David. Kini barang yang dikemasi rapi-rapi didalam koper udah berantakan aja diberantakin dua anak manusia yang dulu ngidamnya lumba-lumba stroke.
"Ch, jadi berantakan Keyla.." David ngedumel kesal ke Keyla. Padahal, dia juga ikut ngeberantakin, benar kan pemirsa sekalian? Memang otak di lutut ya begini. Keyla hanya berekspresi mirip kambing congek.
"UDah, udah yok di beresin, " Kata Keyla sambil melipat baju-baju David yang berserakan.
David ngikut. Tapi, David bagian ngambilin kolor miliknya, "Keyla, minum dulu tehnya. Biar gue aja."
"Oke, " Keyla langsung mengambil gelas dan dituangin tuh es teh seger ke gelasnya. Ia mengeuk sedikit teh itu. Memang sih pas lagi gerah minum es tuh bikin seger poll
"Ambilin gue dong satu..."
Keyla langsung memutar bola mata malas tapi masih diambilin sih teh buat David bestie minus akhlaknya. Keyla hanya menuangkan tehnya setengah gelas lalu memberikan ke David dengan ekspresi gak niat.
"Bjir kata gue mah, " David menerima pemberian Keyla dan langsung meneguknya..
"Ahhh.."
David menaruh gelas itu ke nampan. Lalu, lanjut mengemasi barang-barangnya. Sedangkan Keyla, hanya berjalan-jalan keliling ruangan kamar David. Ia melihat banyak piala emas di atas lemari, "Wahh.." Mata Keyla berbinar melihatnya.
Keyla kemudian duduk di tepi kasur sambil melihati David yang tengah memberesi pakaiannya dengan serius. Keyla kemudian menyalakan ponsel miliknya dan memainkannya.
"Lo mau balik ke mana?"
"Ke Jogja lah.."
"Ohh aja sih"
David nahan emosi ke kutu kupret satu ini. Tapi, tenang aja, masih belum dibanting
Hingga sorenya, David yang sudah berdandan kece, dia memakai jas hitam dengan daleman kaos hitam, celana panjang hitam serta mengenakan masker hitam juga. Seba hitam, gelap kek masa lalu Author.
David dan Keyla kini berdiam di pekarangan rumah paman dan bibi David. Ia menunggu jemputan dari Aji.
Tidak lama kemudian, Aji dating dengan mobil sedan berwarna merahnya di depan jalan rumah. David memeluk Keyla dan mengusap belakang kepala hingga tengkuknya, "Aku pulang dulu ya.."
Keyla agak sedih dengan momen perpisahan ini, ia sedikit meneteskan air matanya, "g-gue bakal ikut turanmen ini."
David tersenyum doraemon ke arah Keyla dan berpamitan ke paman dan bibinya. Ia pun menaruh barang-barangnya ke bagasi mobil di bantu Aji. Segera mereka berdua meninggalkan pekarangan rumah tersebut.
Keyla menatap dalam kearah mobil yang semakin lama-semakin menghilang dari pandangannya.
Keyla pulang dengan keadaan agak menyedihkan. Hari muali gelap dan jalanan menuju rumah Keyla sangat sepi tidak ada siapapun.
"Kok tumben sepi banget ya.." Keyla menatap sekeliling, toko-toko sudah tutup tidak ada mobil atau motor yang lalu-lalang di jalanan
"AAAAAAAAAAAAA"
Muncul tangan yang membawa sapu tangan langsung membungkam mulut Keyla. Keyla mlihat ada beberapa sosok pria berpakaian jas mengenakan kemeja putih dan berkacamata. Keyla merasa kepalanya berat. Ia langsung tak sadarkan diri karena efek bius pada sarung tangan.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments