Episode 8: Dikasih uang segepok

Risa berjalan kembali kerumahnya setelah menonton konser gratis bersama teman-temannya dengan kondisi kesal, "Duh kenapa sih barang-barang yang lainnya lebih mewah. Kan aku, pengen..."

Sedari tadi di perjalanan Risa hanya ngedumel sendiri. Dia selalu ingin ikut apa-apa yang trending dan ngikutin gaya temen-temennya. Pokoknya ingin lebih unggul lah. Tapi, Risa juga liat barang yang dia punya terlebih dahulu. Jika, masih bagus menurut Risa tersu sama temen-temen dekatnya gabakal dibuang

Apalagi saat ini yang lagi trending adalah game Droid War. Risa harus ngeluarin uang sebesar 450k buat beli game itu dan dapet si Sirden. Risa jarang banget bermai droid. JAdi, dia kurang terbiasa.

"Duh, tas ini juga bagus sih. Tapi, udah jelek pas gue ngeliat tas temen-temen yang lebih bagus. Malah tasnya dari brand terkenal, " Risa menatap tas bahu agak besarnya itu berwarna putih bersih dan masih bagus.

Risa sampai ke pekarangan rumahnya, ayahnya hanya kerja sebagai buruh pabrik dan ibunya bekerja sebagai pencuci baju, "Bu, Risa pulang.." Ucap Risa melangkah kan kakinya kedalam rumah dengan nada bicara yang gak niat.

Si Ibu Sella langsung keluar menghampiri anaknya dengan pakaian daster bunga khas emak-emak, dasternya agak kotor dan lusuh, "Gimana mainnya sama temen-temen?" 

"Bu, " Risa memberikan selembaran poster yang ia keluarkan dari tasnya. Poster itu berisi turnamen Droid war dengan hadiah sebesar 20 juta rupiah jika menang.

"Wah... Kamu mau ikut Ris?" Tanya bu Sella agak terkejut setelah melihat poster tersebut.

"Iya bu, sama David. Gapapa kan?" Risa langsung tersenyum lembut ke ibunya.

"Ya gapapa dong. Kan sama David yang bisa jaga kamu," ibu Sella menyenggol anaknya bercanda.

"Apasih ibu, bisa aja. Bu, tas ini masih bagus kan?" Risa menunjukkan tas bahu putihnya yang masih ia kaitkan pada bahunya.

"Masih bagus kok nak, kenapa? Temen-temen mu ngejek tas kamu?" Seketika raut wajah ibu Sella berubah menjadi khawatir.

"Enggak kok bu, cuman Risa tadi agak emosi aja ngeliat taas nya temen-temen bagus terus dipuji. Risa juge pengen dipuji..." Kata Risa lirih, ia menunduk.

"Duh, itu bagus kok tas mu Risa. David aja pasti bakal kagum pas ngeliat kamu pakai ini, " Puji sang ibu agar hati anaknya merasa tenang.

"Gimana kamu sama David?" Tanya Ibu menuntun Risa duduk di kursi ruang tamu.

"Risa sakit hati bu."

"Loh kenapa? David nyakitin kamu?"

"ENggak cuman, " Mata Risa berkaca-kaca menahan tangis yang akan keluar, "Ada orang yang tiba-tiba bikin David tertarik, Risa pernah sekali emosi ke dia.Tapi, bukan Risa yang malah dibel, malah si orang baru itu."

Ibu Sella lalu mengelus punggung anaknya itu dengan lembut, " Udah, udah. Kenapa kok David bisa suka sama dia? Bukannya kalian lebih sering deket, ya?"

"Aku deket sama David pun, David gabakal suka sama aku, bu. David selalu ngira kalau hubungan kita cuman teman. Dan mereka berdua tiba-tiba deket akibat turnamen pertama."

"LOH, SI COWOK YANG KULITNYA PUTIH BANGET ITU?? TERUS MATANYA SIPIT??" Ibu Sella langsung terkejut mendengarnya.

Risa mengangguk dengan wajah melasnya, ibu Sella kaget ga percaya kalau David gay, "Hih, mungkin aja cuma sahabat Risa. Gabakal dong dia suka sama cowok." ibu Sella mencoba menenangkan.

"Duh, Risa juga bingung bu. Tapi, kelakuan mereka di depan Risa mirip kayak sahabat sih. Mungkin aja pernah jadi sahabat waktu SMP."

Sang ibu langsung tersenyum dan berbicara ke Risa mau ngelanjutin cucian. Kemudian, berjalan menuju kebelakang. Risa menyandarkan bahu nya ke kursi lemas, "Huh.. Capek beut.."

"Bu, aku pulang, " Datang abangnya si Risa. Raja namanya , "Kemana aja bang?" Tanya Risa antusias.

"Main lah, Nih, " bang Raja memberikan uang segepok uang 1 juta hasil main droid war.

"Buat aku bang? MAKACIEHHHHH " Risa langsung mengambil uang itu, Di hirup tuh bau uang nya. Wangiii

"Yaampun, giliran duit aja nyahut nya cepet."

Bang Raja langsung masuk ke dalam kamarnya.. Bang aja tingginya 178Cm, kulitnya agak coklat, badannya agak berotot, rambutnya panjang dibelah tengah. Meskipun gitu masih jomblo.

"Hihihihi..."  Risa langsung berlari loncat-loncat menuju kamarnya. Ia simpan duit itu di laci meja belajarnya, "Yeayyy buat uang jajan turnamennn!!!!" Risa langsung merebahkan diri sambil tersenyum bahagia banget dah.

***

David dan Aji tengah mengantar Keyla pulang kerumahnya dengan jalan kaki. Gaada yang bawa motor .

"Nih gue udah sampek, " Kata Keyla sambil menunjuk ke rumahnya yang benar saja rumahnya dekat dengan starbak yang kemarin.

Rumah Keyla ga besar. Cuma, halamannya luas bener cuy. rumahnya tuh ya rumah biasa gaada tingkat berapa gitu.

"Byeee" Keyla melambaikan tangan ke David dan berlari meninggalkan Aji dan David. David menatap terus punggung Keyla yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.

"Yok main, " Pinta Aji. David mengiyakan ajakan Aji. Mereka kemudian nongkrong di starbak deket rumah Keyla.

***

"Lo sama Keyla pacaran?" Celetuk Aji. Membuat David hampir tersedak dengan minumannya, "HEh, enggak yo su!!" Kata David sarkastik.

"Gue cuma tanya, ngapain lo sampek kaget gitu? Wah berarti beneran ya??" Aji memancing David agar berbicara yang sebenarnya, tapi apalah David yang selalu bilang engga engga, pafahal mah emang belum sih mereka.

"Lu boong anjay.."

"HEH GUE GABAKAL BOONG ANJG EMANG BENER ENGGA!!" David menaikkan nada bicaranya

"Oke, oke, artinya belum kan?"

David mengangguk jujur, hanya ke Aji aja gabakalan nyebar kemana-mana kan? Aji agak kaet sih sebenarnya tapi, terserah David mau suka sama siapa. Lagian di dunia ini  gaada hal yang ngelarang kita suka sama siapa aja kan?

Tempat starbak yang ramai akan pengunjung, dengan suara musik khas indonesia yang lagi populer, kali ini yang di setel adalah lagu Hindia yang berjudul cincin.

"Kau bermasalah jiwa,"

 "aku pun rada gila.Jodoh akal-akalan neraka kita bersama"

 "Kau langganan menangis"

 "lakimu muntah-muntah Begitu terus sampai iblis tobat dan sedekah"

 "Terkadang rasanya leher terbakar hingga pagi "

"Seperti aku hidup berpasangan dengan api"

 "Berhenti, ulangi, psikolog dan terapi Aku isi bensin, kita coba lagi" 

David dan Aji duduk sambil menikmati minuman yang mereka beli, sambil menikmati lagu yang disetel. Jujur suasana kali ini nyaman banget daripada sebelum- sebelumnya.

Drrrtt...

Ponsel milik David bergetar, terpampang jelas nama Risa yangtengah menelefonnya, "Heh Risa cuy."

"Yaudah angkat, " Jawab Aji singkat.

Segera David menggeser tombol hijau ke atas, "Haloo" Kata Risa dari balik telepon, suaranya bernada seang sekali.

"Nape lu? Tumben kok suaranya seneng banget?" David tertawa kecil mendengar suara Risa.

"Tadi, gue dikasih duit sama abang. Yaampun, baik banget ciehhhh!!!!" 

"Yaampun, mulai keluar tuh mata duitannya, "Celetuk Aji.

Suara Aji pun terdengar oleh Risa, "WOIII DIEM LO AJI. Lo pwastwiiehh irwiii kann??" Kata Risa ngejek Aji.

"Sori bos ga minat."

"TOLONGGG!!!" Muncul suara minta tolong diluar tempat starbak, "Risa gue matiin dulu. "

Bip..

David dan Aji langsung berlari keluar, mereka agak terkejut dari apa yang mereka lihat.

-Bersambung-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!